Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Prof. Fadel Muhammad Beri Kuliah Umum di FPar Unud

Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad Mengulas “Model Fadel” tentang Enterpreneurship Dalam Pengelolaan Pemerintah Daerah

Loading

BALIILU Tayang

:

kuliah umum fadel
FOTO BERSAMA: Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad (duduk) foto bersama Prof. Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si. dan Wadek 1 Bidang Akademik dan Perencanaan FPar Unud. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana menggelar kuliah umum yang menghadirkan salah satu tokoh terkemuka dalam bidang kewirausahaan dan pemerintahan yang saat ini menjadi Wakil Ketua MPR RI, yaitu Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad. Dalam kuliah umum yang berlangsung pada Senin, 15 Mei 2023 di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Prof. Fadel Muhammad secara tegas menyoroti peran kewirausahaan sektor publik dengan memperkenalkan “Model Fadel” yang inovatif untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kinerja pemerintah daerah.

Kuliah umum ini merupakan salah satu upaya Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana dalam memberikan wawasan kepada mahasiswa, akademisi, dan praktisi di bidang pemerintahan. Dengan menghadirkan Prof. Fadel Muhammad, diharapkan dapat mendorong diskusi dan pemikiran inovatif tentang peran kewirausahaan dalam pemerintahan. Hadir pada kesempatan itu Wadek 1 Bidang Akademik dan Perencanaan, Koprodi S2 Pariwisata dan Koprodi S3 Pariwisata.

Dekan Fakultas Pariwisata, Dr. Wayan Suardana, M.Par. dalam sambutan pembukaan kuliah umum menyambut gembira inisiatif Prodi S2 dan S3 Pariwisata untuk mengadakan kuliah umum dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten. “Seorang ahli pariwisata dituntut memiliki pemahaman multiaspek dan disiplin sehingga wawasan perihal entrepreneurship dalam pelayan publik ini pun menjadi sangat diperlukan oleh ahli-ahli pariwisata. Kita membutuhkan inovasi dan kreativitas yang bersifat out of the box dalam mengelola pariwisata ke depannya,“ ujarnya.

kuliah umum
Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad foto bersama selepas kuliah umum di FPar Unud, Jumat (15/5) di Gedung Pascasarjana Unud Denpasar. (Foto: ist)

Kewirausahaan telah terbukti menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial, baik di sektor swasta maupun sektor publik. Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad membahas bagaimana pengaplikasian kewirausahaan dalam sektor publik dapat membawa perubahan positif dalam pelayanan dan kinerja pemerintah daerah. Dalam bahasa praksis tata kelola pemerintahan sejak lama telah dikenal istilah New Public Management, yakni sebuah kualitas kepemimpinan daerah yang mampu memadukan inovasi dan entrepreneurship dalam menghadapi kerumitan birokrasi sehingga mampu menghasilkan terobosan-terobosan dalam menyusun dan mengeksekusi kebijakan. Agar hal ini bisa berhasil maka dibutuhkan inovasi dan terobosan yang berkesinambungan untuk meningkatkan kinerja dan network agar perubahan menjadi lebih cepat menyebar dan mendapat dukungan.

Baca Juga  Jelang BK FPar Ke-38, FPar Unud Gelar Kegiatan Bersih-bersih Kawasan Mangrove

Fadel Muhammad telah membuktikan bahwa entrepreneur dalam mengelola birokrasi sudah menunjukkan hasil yang efektif ketika ia menjadi Gubernur Gorontalo selama dua periode (2001-2011). Kala itu Gorontalo mencuri perhatian nasional karena berhasil mengembangkan agropolitan berbasis komoditas tanaman jagung. “Dengan menerapkan prinsip-prinsip seperti inovasi, efisiensi, ekonomi, dan relevan, Model Fadel membuka peluang baru dalam upaya mencapai pemerintahan yang berkualitas yang pada akhirnya berimpilikasi pada rakyat yang berpendapatan,” ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan di masa presiden SBY tersebut.

Selama kuliah umum yang dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, dosen, serta unsur pemerintahan, Prof. Fadel Muhammad memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana kewirausahaan sektor publik dapat memacu pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang inovatif, responsif, dan efektif. Ia juga menekankan pentingnya seorang pemimpin pemerintahan membangun jiwa kewirausahaan yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik berupa trust government.

Dalam sesi tanya jawab muncul diskusi tentang permasalahan yang melanda sektor pemerintahan seperti KKN, reformasi birokrasi, dan kerumitan proses elektoral di tingkat pemerintahan daerah yang ‘gagal’ menghasilkan kepemimpinan daerah yang efektif akibat tingginya biaya politik pemilihan langsung. ‘‘Yahh.. itulah salah satu ‘kegagalan Reformasi’ yang kita rasakan saat ini,” ungkap Fadel dengan risau.

Dalam konteks Provinsi Bali, misalnya akibat otonomi yang terlampau luas di pemerintah kabupaten memunculkan ego-ego wilayah para kepala daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor akomodasi pariwisata. Semua daerah ingin membangun hotel untuk mendapatkan PAD setinggi-tingginya. Sangat jarang pemikiran untuk berinovasi mengembangkan aspek lainnya dari pariwisata selain membangun hotel. Pada titik itu, gubernur seringkali kesulitan dalam melakukan koordinasi antarwilayah. Ke depan diharapkan Bali bisa dikelola pada tingkat provinsi dengan menerapkan model one island management. Fadel Muhammad bahkan mengusulkan agar gubernur tidak perlu dipilih langsung dalam pilkada namun diangkat langsung oleh presiden sehingga kebijakan-kebijakan pusat dapat lebih efektif dilaksanakan di daerah.

Baca Juga  Pendidikan Etnis Minoritas, Pentingnya Mempelajari Komunikasi yang Multikultur

Fakultas Pariwisata Universitas Udayana memberikan apresiasi yang tinggi kepada Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad atas partisipasinya dalam kuliah umum ini. Setelah mengisi kuliah umum, Fadel Muhammad juga menjadi penguji tamu pada ujian tertutup mahasiswa S3 Pariwisata Unud yaitu Ramang Husin Demolingo yang mengangkat topik tentang ‘‘Geowisata di Provinsi Gorontalo‘‘.Sumber : www.unud.ac.id  (gs/Jubir Unud)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Perkuat Pilar Perekonomian, Pemprov Bali dan BI Perkuat Sinergi Ekonomi Berkelanjutan melalui Bali Jagaditha VII

Sekda Dewa Indra: Bali Tetap Terbuka bagi Investasi yang Memperhatikan Masyarakat, Lingkungan, dan Budaya Lokal

Loading

Published

on

By

Bali Jagaditha
CLOSING CEREMONY: Penutupan (closing ceremony) Bali Jagaditha VII Tahun 2026 yang berlangsung di Atrium Mall Bali Galeria, Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (7/6/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Penyelenggaraan Bali Jagaditha VII Tahun 2026 kembali mencatat capaian signifikan dalam penguatan investasi, pariwisata, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali. Ajang yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali tersebut menghasilkan berbagai kesepakatan bisnis bernilai triliunan rupiah serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam acara penutupan (closing ceremony) Bali Jagaditha VII Tahun 2026 yang berlangsung di Atrium Mall Bali Galeria, Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (7/6/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, yang hadir mewakili Gubernur Bali, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Bali Jagaditha yang kini memasuki edisi ketujuh.

“Saya sangat berbahagia. Jika kita mengikuti sejak penyelenggaraan pertama, kegiatan ini terus berkembang dan semakin luas. Pemangku kepentingan yang terlibat juga semakin banyak. Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya,” ujar Dewa Indra.

Menurutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas dan berkelanjutan. Ia menilai Bank Indonesia terus memainkan peran strategis dalam mengorkestrasi berbagai kegiatan yang mampu menggairahkan perekonomian daerah.

Dewa Indra menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tetap terbuka terhadap investasi yang masuk, sepanjang memperhatikan kepentingan masyarakat, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan hidup.

“Kami sangat terbuka terhadap investasi dengan ketentuan memperhatikan masyarakat, lingkungan, budaya, serta berkomitmen menjaga lingkungan hidup agar dapat menopang ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudi Brando, menilai Bali layak menjadi teladan nasional dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.

Baca Juga  Kuliah Umum Prodi Ilmu Komunikasi, Era digital dan Industri Kreatif Indonesia

Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I Tahun 2026 mencapai sekitar 5,6 persen dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali pada angka 2,99 persen.

“Mengingat Bali, saya selalu teringat film Eat Pray Love. ‘Eat’ menggambarkan perputaran ekonomi yang sangat baik. Pertumbuhan ekonomi Bali tinggi dan inflasinya terjaga. Bali patut menjadi teladan,” ujarnya.

Menurut Rudi, filosofi “pray” mencerminkan keseimbangan antara aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang selama ini menjadi ciri pembangunan Bali. Adapun “love” menggambarkan kuatnya sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, hingga perwakilan negara sahabat.

“Kami membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk para konsul dan duta besar negara sahabat. Sinergi yang baik akan menghasilkan dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, melaporkan bahwa Bali Jagaditha VII merupakan program strategis yang mengintegrasikan sektor investasi, pariwisata, dan UMKM dalam satu ekosistem pengembangan ekonomi daerah.

Mengusung tema Bhumi Parahita, kegiatan tersebut sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi hijau dan penguatan budaya yang menjadi prioritas nasional.

Di sektor pariwisata, pelaksanaan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 berhasil menghadirkan 407 buyer dari 44 negara serta 208 seller dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut menghasilkan potensi kesepakatan bisnis senilai Rp6,9 triliun.

Pada sektor investasi melalui Bali Investment Forum 2026, kegiatan ini mempertemukan 21 pemilik proyek dari wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan 35 calon investor internasional, termasuk para duta besar negara sahabat. Forum tersebut juga diisi dengan kunjungan proyek dan pertemuan bisnis secara langsung (one-on-one meeting).

Sementara itu, sektor UMKM mencatat potensi ekspor sebesar Rp 23,03 miliar. Selama tiga hari penyelenggaraan, kegiatan tersebut dikunjungi sekitar 60.000 orang dengan nilai transaksi langsung mencapai Rp 1,9 miliar.

Baca Juga  Unud Gelar Kuliah Umum dan Bedah Buku Aldera

Achris mengatakan skala Bali Jagaditha terus berkembang dan ke depan akan mencakup sektor-sektor strategis lainnya, seperti energi terbarukan, infrastruktur, serta pengolahan sampah.

“Bali Jagaditha diharapkan menjadi momentum penting dalam mendukung visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali sekaligus memberikan manfaat bagi kepentingan daerah dan nasional,” ujarnya.

Pada rangkaian penutupan acara, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menyerahkan piagam rekor untuk kategori pembuatan tote bag bermotif lukis Endek Bali dengan jumlah peserta terbanyak.

Selain itu, dilakukan penyerahan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara investor dan UMKM lokal, penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali terkait pengembangan keuangan daerah, serta penyerahan katalog investasi Bali–Nusa Tenggara kepada para duta besar negara sahabat.

Sejumlah duta besar hadir secara langsung dalam acara tersebut, antara lain Duta Besar Pakistan, Duta Besar Bahrain, Duta Besar Oman, dan Duta Besar Armenia. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya perhatian komunitas internasional terhadap peluang investasi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Putri Koster Tinjau Telajakan Desa Adat Batu Lantang, Berikan Apresiasi Rp 20 Juta untuk Warga

Published

on

By

SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyerahkan bantuan usai meninjau telajakan di sepanjang jalan menuju Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (7/6) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyerahkan bantuan usai meninjau telajakan di sepanjang jalan menuju Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (7/6) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, meninjau telajakan di sepanjang jalan menuju Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (7/6) pagi.

Sambil berbincang dengan warga setempat, ia tampak berkeliling meninjau telajakan yang sebelumnya telah ditata dan ditanami berbagai jenis tanaman hias oleh warga desa. Sesekali, ia juga memberikan masukan mengenai cara penataan telajakan agar tampak asri dan enak dipandang.

“Jika menanam tanaman, daunnya dipangkas terlebih dahulu untuk mengurangi stres air dan mendorong pertumbuhan akar,” jelasnya sambil memangkas daun tanaman yang tampak layu karena baru ditanam menggunakan gunting dahan.

Menurutnya, jenis tanaman yang dipilih juga harus diperhitungkan agar terlihat menarik dan tidak saling tumpang tindih dengan tanaman lainnya. Selain itu, pemeliharaan dan pemupukan juga harus mendapat perhatian yang baik.

Pupuk organik hasil pengelolaan sampah rumah tangga, lanjutnya, sangat bermanfaat untuk membantu menyuburkan tanah sekaligus memberikan nutrisi bagi tanaman di sekitar rumah. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk semakin giat melaksanakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS).

Sebagai bentuk perhatian dan sesuai dengan janjinya saat meninjau pelaksanaan Kegiatan Kul-Kul PKK dan Posyandu di Desa Adat Batu Lantang pada 5 April 2026 lalu, Ny. Putri Koster memberikan apresiasi sebesar Rp 20 juta yang diserahkan langsung kepada Bendesa Adat Batu Lantang.

“Kalau dulu Ibu berjanji memberikan hadiah Rp 10 juta, sekarang Ibu tambahkan menjadi Rp 20 juta,” ujarnya.

Ia menyerahkan sepenuhnya pengelolaan dana tersebut kepada masyarakat, baik untuk pemberian penghargaan kepada warga dengan penataan telajakan terbaik maupun untuk membenahi telajakan yang masih perlu ditata di wilayah Desa Adat Batu Lantang.

Baca Juga  FPar Unud Bareng Emtek Digital Gelar Seminar Pungutan Wisman untuk Pariwisata Bali yang Berkualitas

“Tapi pesan Ibu satu, telajakan ini harus terus dirawat. Ibu ingin telajakan di Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bali. Kemudian, untuk tiga telajakan lainnya, nanti Ibu akan tinjau kembali pada bulan Desember,” janjinya.

Sementara itu, Bendesa Adat Batu Lantang, I Made Sarpa, menyampaikan terima kasih atas perhatian Ny. Putri Koster kepada masyarakat Desa Adat Batu Lantang. Ia mengatakan bahwa apresiasi yang diberikan tersebut menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk semakin rajin merawat telajakan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster yang didampingi Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, juga menyerahkan bantuan sebanyak 200 kilogram beras kepada masyarakat Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Harapan yang Tumbuh di SRMP 17 Tabanan: Kisah Orang Tua Menyambut Masa Depan Anak

Published

on

By

prabowo di tabanan
HADIR DI SEKOLAH RAKYAT: Presiden Prabowo Subianto bersama orang tua siswa yang hadir di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Tabanan, baliilu.com – Di tengah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026, tersimpan kisah-kisah perjuangan keluarga yang kini menemukan secercah harapan melalui program Sekolah Rakyat. Bagi banyak orang tua, sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan jalan bagi anak-anak mereka untuk meraih masa depan yang selama ini terasa begitu jauh.

Ni Putu Yuniawati menjadi salah satu orang tua yang merasakan langsung manfaat kehadiran Sekolah Rakyat. Dengan mata berbinar, Yuniawati menceritakan bahwa sang anak, Rizky kini memiliki cita-cita yang jelas. Rizky ingin menjadi insinyur pertanian. Bagi Yuniawati, mimpi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus harapan agar anaknya dapat meraih kehidupan yang lebih baik.

“Sekarang saya harap anak-anak saya tuh biar bangga mencapai tujuannya mereka sekolah karena kami orang tak punya. Saya mengucapkan sama Pak Presiden banyak terima kasih membantu orang-orang yang tak mampu,” ujar Yuniawati penuh haru.

Kisah serupa datang dari I Nyoman Sukonado, seorang buruh tani yang hadir dalam gelar griya sebagai orang tua calon siswa. Dengan penghasilan yang tidak menentu, jika ada pekerjaan, Sukonado selama ini menghadapi berbagai keterbatasan dalam membiayai pendidikan anak-anaknya. Dari enam orang anak yang dimilikinya, lima anak sebelumnya terpaksa berhenti sekolah setelah jenjang SMP.

“Saya juga berterima kasih banyak sekali kepada Bapak Prabowo yang punya program sebesar ini, membiayai masyarakat miskin seperti saya, biar bisa anaknya menimba ilmu. Saya banyak-banyak terima kasih,” ungkap Sukonado.

Bagi Sukonado, pendidikan adalah jalan untuk memutus rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu keluarganya. Ia berharap sang anak kelak dapat memperoleh pekerjaan yang baik dan membantu keluarga di masa depan.

Baca Juga  Kembangkan Ekraf Desa Sayan, Gojek Bekerja Sama dengan FPar Unud

Sementara itu, Ni Putu Megayani menyaksikan sendiri bagaimana Sekolah Rakyat membantu mengembangkan potensi anaknya, Ni Made Ayu Arini. Sejak bersekolah di SRMP 17 Tabanan, Arini terus menunjukkan prestasi, termasuk di bidang olahraga.

Sebelum masuk Sekolah Rakyat, Arini telah mencatatkan prestasi pada cabang lompat jauh tingkat provinsi. Setelah bersekolah di Sekolah Rakyat, bakatnya terus berkembang dan kini ia juga berprestasi di cabang bulu tangkis.

“Saya sangat bangga kepada anak saya karena anak saya bisa mandiri dan dia berprestasi di sekolah rakyat ini dan saya sangat bangga kepada anak saya sendiri karena dia bisa mandiri dan dia tidak mau menyulitkan saya sama bapaknya,” kata Megayani.

Sebagai seorang ibu yang berjuang membesarkan anak-anaknya di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Megayani mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan melalui program Sekolah Rakyat. Ia bahkan berharap anaknya yang lain juga dapat memperoleh kesempatan serupa pada jenjang pendidikan berikutnya.

“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pak Prabowo telah mendirikan sekolah rakyat ini. Terima kasih Pak Prabowo atas semua yang diberikan kepada saya. Saya ingin anak saya tidak seperti saya yang tidak bisa membaca dan menulis. Saya ingin anak saya sukses nantinya, dan saya ingin anak saya melebihi diri saya sendiri,” tuturnya.

Kisah Yuniawati, Sukonado, dan Megayani menjadi gambaran nyata bagaimana pendidikan dapat menjadi jembatan harapan bagi keluarga-keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk belajar, mengembangkan potensi, dan mengejar cita-cita mereka.

Bagi para orang tua tersebut, kehadiran Sekolah Rakyat bukan hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus keluarga mereka. Di balik setiap ruang kelas, tumbuh harapan-harapan besar yang kini perlahan mulai menemukan jalannya. (gs/bi)

Baca Juga  FPar Unud Lepas 54 Calon Wisudawan, Didominasi Prodi Pengelolaan Perhotelan

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca