Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wagub Cok Ace Hadiri Puncak Peringatan Harganas Ke-30

Dorong Keluarga Perkaya Pengetahuan Tentang Gizi dan Pengasuhan Anak Agar Optimal

Loading

BALIILU Tayang

:

wagub
PUNCAK HARGANAS: Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-30 bertempat di Gedung Kesenian I Ketut Mario-Kabupaten Tabanan, pada Kamis (20/7). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menghadiri Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-30 dengan tema menuju keluarga bebas stunting untuk Indonesia Maju, bertempat di Gedung Kesenian I Ketut Mario-Kabupaten Tabanan, pada Kamis (20/7).

Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace mengatakan bahwa keluarga merupakan unit terkecil di dalam masyarakat terdiri dari ayah, ibu dan anak yang memegang peranan penting dalam upaya pencegahan stunting. Keluarga diharapkan memiliki kesadaran untuk memprioritaskan pemenuhan asupan gizi dan pengasuhan anak secara layak termasuk menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan. Bagi keluarga yang memiliki anak remaja, agar dipastikan remaja kita mempunyai perilaku hidup dan pergaulan yang sehat. Bagi keluarga yang memiliki ibu hamil dan balita agar memanfaatkan layanan posyandu dan puskesmas untuk memantau kesehatan ibu hamil serta pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Selain itu, saya harap keluarga juga terus memperkaya pengetahuan tentang gizi dan pengasuhan anak agar optimal. Perlu kita ingat bahwa pemuda hebat tumbuh dari anak-anak yang diasuh dan dididik oleh keluarga yang kuat. Maka pada Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-30 ini, saya titip kepada seluruh Mitra Kerja, Jajaran Pemerintah Provinsi dan Daerah serta Masyarakat Bali untuk terus memperkokoh peranan keluarga dalam mencetak generasi penerus yang bebas stunting, fisiknya, mentalnya maupun kehidupannya, agar kelak mereka menjadi generasi yang mampu bersaing dan berprestasi di dunia,” ungkapnya.

wagub
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menyerahkan piagam penghargaan pada Kamis (20/7). (Foto: ist)

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace yang juga merupakan salah satu Guru Besar di ISI Denpasar mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, dimana prevalensi stunting di Indonesia turun 2,8% yakni 24,4 % di Tahun 2021 menjadi 21,6% pada Tahun 2022. Sedangkan untuk Provinsi Bali sendiri, prevalensi stunting mengalami penurunan dari 10,9% pada Tahun 2021 menjadi 8% pada Tahun 2022, dan tetap mempertahankan posisi kasus terendah se-Indonesia. Kendati demikian kita tetap harus berupaya agar kasus stunting di Provinsi Bali menurun bahkan harus zero stunting. Berdasarkan hasil SSGI kita juga melihat masih ada beberapa kabupaten yang angka prevelensi stuntingnya di atas rata-rata Provinsi Bali yaitu Kabupaten Jembrana 14,2%, Buleleng 11%, Karangasem 9,2%, dan Bangli 9,1%.

Baca Juga  Melalui Bali Startup Summit, Wagub Cok Ace Harap Bali Menjadi Pulau Digital Setelah Jawa

“Untuk itu saya harap Kerjasama Mitra Kerja dalam percepatan penurunan stunting harus tetap dilaksanakan untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya menyampaikan Harganas merupakan momentum untuk membangkitkan kembali kesadaran kolektif akan arti penting keluarga dalam tatanan kehidupan sosial terutama dalam pencegahan stunting, peranan dan tanggung jawab keluarga dalam memenuhi kebutuhan anak dalam mencegah stunting. Untuk itulah peringatan Harganas ke-30 tahun 2023 yang mengusung tema ‘Menuju keluarga bebas stunting untuk Indonesia maju’, menjadi sangat penting untuk dimaknai sebagai sebuah semangat bersama dalam melakukan perubahan dan diharapkan menjadi momentum untuk merevitalisasi kembali peran keluarga dalam pembangunan.

Ditambahkannya, salah satu strategi kecepatan penurunan stunting Kabupaten Tabanan adalah melalui program inovasi Semara Ratih dan Bungan (Bupati kantor di Desa). Program Semara Ratih ini adalah program meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Tabanan dengan percepatan pemberian administrasi kependudukan sesaat setelah upacara pernikahan berlangsung yang sebelumnya didahului dengan konseling pranikah dengan tujuan untuk mempersiapkan generasi masa depan Tabanan yang unggul dan berkualitas.

“Tidak hanya itu pelaksanaan audit khusus stunting di Kabupaten Tabanan juga kami laksanakan dengan sepenuh hati. Ini terbukti dengan ditetapkannya Kabupaten Tabanan oleh BKKBN Republik Indonesia sebagai kabupaten yang meraih juara 1 kabupaten kota terbaik tingkat nasional dalam melaksanakan praktik audit khusus stunting Indonesia (Petik Aksi) 1 dan 2 tahun 2023. Ini Tentunya sebagai sebuah kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk kedepannya dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tabanan,” paparnya yang dilanjutkan dengan dengan pengukuhan Bupati Tabanan dan TP. PKK Kab. Tabanan sebagai Duta Bapak / Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) Kabupaten Tabanan.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Acara Peringatan Seribu Tahun Prasasti Baturan

Sementara itu, Kepala BKKBN RI yang disampaikan oleh Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Bali  Sarles Brabar menyampaikan BKKBN secara khusus mengapresiasi kesuksesan Kabupaten Tabanan dalam pencapaian yang sudah didapat dalam penanganan kasus stunting. Strategi tepat akan menumbuhkan keselarasan dan menjadi kunci dalam peningkatan produktivtas kerja sehingga dapat membantu peningkatan sumber daya manusia. Harapan BKKBN bagaimana caranya agar selalu ada penurunan angka terhadap kasus stunting yang terjadi.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan lomba tingkat Provinsi sebanyak 17 kategori yang diserahkan langsung oleh Wagub Cok Ace. Hadir dalam kesempatan tersebut Danrem 163 Wirasatya, Ketua DPRD Kab. Tabanan, Kabid Dokkes Polda Bali, Kapolres Tabanan, Dandim 1619/Tabanan, Bupati Tabanan, Cokorda Anglurah Tabanan, Camat Tabanan, MDA Tabanan, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pangdam IX/Udayana Pimpin Panen Raya TNI di Tabanan

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Tabanan.
PANEN RAYA: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026). (Foto: Pendam IX)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui Panen Raya Bersama TNI yang dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai yang dipimpin secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto dari Kabupaten Malang, Jawa Timur. Panen raya dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia sebagai bentuk sinergi nasional dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

Secara nasional, panen raya meliputi panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara di delapan lokasi, panen padi yang didampingi TNI Angkatan Darat di 31 lokasi, serta panen kedelai yang didampingi TNI Angkatan Laut di empat lokasi. Kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi nyata seluruh matra TNI dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan sektor pangan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, pendampingan kepada petani, hingga hilirisasi hasil pertanian agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan merupakan hasil kerja gotong royong seluruh komponen bangsa. Pelibatan TNI dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan bahwa kedua institusi tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan negara, tetapi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat serta memiliki tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Bali, kegiatan Panen Raya Kodam IX/Udayana dihadiri Forkopimda Provinsi Bali, Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam, LO TNI AL, LO TNI AU, para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, Forkopimda Kabupaten Tabanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta kelompok tani.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Acara Peringatan Seribu Tahun Prasasti Baturan

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga panen raya dapat terlaksana dengan baik.

“Keberhasilan panen hari ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi semua pihak. Untuk itu saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berkomitmen menjaga produktivitas sektor pertanian,” ujar Pangdam.

Pangdam menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada petani, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan produktif guna meningkatkan hasil pertanian.

Lebih lanjut, Pangdam mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan inovasi dan teknologi modern.

“Kedepan kita harus berani berinovasi. Optimalisasi teknologi pertanian, penggunaan benih unggul seperti Merah Cendana, pengelolaan irigasi yang baik, hingga manajemen pascapanen yang tepat harus terus kita dorong agar hasil pertanian semakin meningkat, berkualitas, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi petani,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Pangdam berharap Panen Raya Bersama TNI tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim tanam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong-royong dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
BERIKAN PIDATO: Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran demi mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Presiden bahkan menyatakan bahwa apabila diperlukan, anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.

“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Presiden menyampaikan bahwa langkah efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya besar mempersiapkan masa depan Indonesia di mana Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu negara terbesar di dunia pada 2045–2050. Menurut Presiden, cita-cita Indonesia menjadi negara maju hanya dapat terwujud apabila generasi muda saat ini benar-benar dipersiapkan dengan baik.

“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujar Presiden.

Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh pertahanan dan keamanan dalam arti sempit, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyat. Menurut Presiden, rakyat yang kuat, sehat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Rakerda Pramuka Tahun 2022

Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap peran TNI dan Polri yang telah membantu masyarakat melalui berbagai program nyata, termasuk pembangunan jembatan dan penyediaan titik air. Menurut Presiden, kesulitan rakyat harus menjadi perhatian bersama seluruh unsur negara.

“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” ungkap Presiden.

Menutup pidatonya, Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan milik rakyat, sehingga keberadaannya harus selalu diarahkan untuk membantu rakyat dan mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak Tiga Komoditas, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
PANEN RAYA: Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat.

Setibanya di lokasi, Kepala Negara meninjau insinerator atau alat pembakar sampah, serta melihat berbagai hasil dan inisiatif hilirisasi yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkuat industri nasional. Kedatangan Kepala Negara disambut dengan pertunjukan Tari Beskalan Putri, sebelum kemudian meninjau sejumlah stan yang menampilkan program-program unggulan TNI di bidang ketahanan pangan.

Presiden Prabowo kemudian menyaksikan secara langsung proses panen raya tebu yang dilaksanakan di Lanud Abdulrachman Saleh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen raya serentak yang dilaksanakan secara nasional sebagai wujud kolaborasi TNI dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa panen raya serentak tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan terpadu oleh seluruh matra TNI.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Panglima TNI.

Secara khusus, Panglima TNI menjelaskan bahwa panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh mencakup lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 72.045 ton.

Baca Juga  Sambut Petinggi Provinsi Hainan, Wagub Cok Ace Kenalkan Tradisi dan Kebudayaan Bali di Ubud

“Luas siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton dengan nilai diterima pabrik rata-rata Rp720 ribu per ton. Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol, industri ataupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” lanjutnya.

Selanjutnya, Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Menurut Kepala Negara, kegiatan tersebut mencerminkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada rakyat. Kepala Negara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca