Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Ingatkan Alam Bali Masa Depan Harus Dilestarikan secara Niskala-Sakala

Dari Peluncuran Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 (20)

Loading

BALIILU Tayang

:

Gubernur
Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ny. Putri Suastini Koster dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan Pidato Peluncuran Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 di Panggung Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali tepat pada, Rahina Sugihan Bali, Jumat (Sukra Kliwon, Sungsang), 28 Juli 2023.

Pidato Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini disaksikan secara langsung oleh para Sulinggih, Anggota DPR RI Dapil Bali, Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Bali, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota se-Bali, Ketua DPRD Kota/Kabupaten se-Bali Pimpinan Instansi Vertikal di Bali, para Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat di Bali, serta generasi muda Bali.

Dalam pidatonya, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan Alam Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru harus dilestarikan dengan penuh kesungguhan secara Niskala-Sakala dengan berbagai upaya, yaitu : 1) Menjaga kesucian dan kemuliaan Alam Bali secara Niskala dengan terus melaksanakan secara aktif berbagai Upakara dan Upacara berbasis nilai-nilai adat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal, melalui Rahina Tumpék sebagai pelaksanaan Sad Kerthi; 2) Menjaga semua kawasan dan tempat suci di seluruh wilayah Bali, yang diwariskan oleh Leluhur/Tetua, Lelangit, dan Guru – guru Suci Bali; 3) Menjaga kelestarian dan keutuhan Upakara dan Upacara berpedoman pada Catur Bandana Yadnya, 4 (empat) Pilar Pelaksanaan Upacara, yaitu: 1) Tantra berarti kekuatan geometrik Alam semesta; 2) Yantra berarti energi simbol Alam semesta; 3) Mudra berarti tarian kosmik Alam semesta; dan 4) Mantra berarti sabdha Alam semesta; 4) Menanamkan kesadaran masyarakat secara individu dan kolektif memperkuat komitmen dalam menjaga Alam Bali secara Niskala, sehingga taksu/aura Alam Bali tetap kuat menghadapi derasnya pengaruh dinamika lokal, nasional, dan global; 5) Menjaga keutuhan dan fungsi ekosistem Alam Bali, seperti ekosistem gunung, pegunungan, daratan, danau, laut, dan pesisir dari berbagai bencana Alam dan dampak negatif pembangunan; 6) Pemanfaatan Alam Bali beserta isinya secara bijak dan terhormat untuk membangun guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat, tanpa merusak dan mengeksploitasi Alam Bali; 7) Luas daratan Provinsi Bali yang cenderung menurun, harus dijaga dengan berbagai upaya, yakni pengendalian abrasi pantai, pelarangan pengambilan air bawah tanah, serta mitigasi tanah longsor dan bencana alam;

Baca Juga  Sekda Bali Terima Kunker Komisi II DPR RI

Selanjutnya, 8) Gunung di Bali merupakan kawasan suci, yang harus dijaga kesucian dan kesakralannya dengan berbagai upaya, yaitu : a) Secara Niskala, konsisten dan terus-menerus melaksanakan Upakara-Upacara Wana Kerthi dan Jagat Kerthi; b) Secara Sakala, pelarangan mendaki gunung, kegiatan wisata, dan aktivitas lain kecuali untuk kepentingan pelaksanaan upacara, penghijauan, dan penanganan kebencanaan dengan membentuk dan memberlakukan Peraturan Daerah Provinsi Bali;

Selanjutnya, 9) Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut merupakan kawasan yang harus dijaga kesucian dan kesakralannya dengan berbagai upaya, yaitu : a) Secara Niskala, konsisten dan terus-menerus melaksanakan Upakara-Upacara Segara Kerthi, Danu Kerthi, dan Wana Kerthi; b) Secara Sakala, menerapkan dengan konsisten dan penuh rasa tanggung jawab Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut; dan c) melarang pembangunan usaha jasa pariwisata yang melanggar sempadan pantai, sempadan danau, dan sempadan sungai; 10) Kawasan konservasi perairan dan konservasi maritim di Bali harus dijaga dan dilestarikan dengan komitmen kuat, serius, dan konsisten melibatkan Pemerintah Daerah dan berbagai komponen masyarakat, melalui berbagai upaya;

Selanjutnya, 11) Menerapkan dengan konsisten dan penuh rasa tanggung jawab: a) Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pelindungan Tumbuhan dan Satwa Liar; b) Peraturan Gubernur Bali Nomor 29 Tahun 2020 tentang Pelestarian Tanaman Lokal Bali sebagai Taman Gumi Banten, Puspa Dewata, Usada, dan Penghijauan; c) Melarang penebangan liar dan perambahan hutan; dan d) Terus-menerus melaksanakan penanaman hutan kembali, agar mencapai luasan minimum 30% dari luas daratan Bali;

Selanjutnya, 12) Luas Lahan Pertanian di Bali harus dipertahankan dan dimanfaatkan secara optimal untuk pertanian dengan berbagai upaya, yakni: a) Mengendalikan alih fungsi lahan melalui penerapan dan pengawasan dengan konsisten dan penuh rasa tanggung jawab Peraturan Daerah Provinsi Bali tentang Tata Ruang; b) Mengembangkan sistem pertanian organik yang efisien dan produktif; dan c) Memanfaatkan lahan tidur untuk pertanian yang produktif;

Baca Juga  Ny. Putri Koster Kembali Gelar Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi di Tengah Masyarakat

Selanjutnya, 13) Bali harus memiliki tata ruang dalam memanfaatkan ruang darat, laut, dan udara secara teratur, terkendali, dan berkelanjutan: a) Berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi; b) Harus mengakomodasi kebutuhan berbagai aspek dan dinamika pembangunan Bali; dan c) Sesuai karakteristik dan potensi wilayah Kota/Kabupaten, secara harmonis, efektif, efisien, terkendali, dan berkelanjutan; 14) Memperketat proses alih fungsi lahan untuk mempertahankan luasan lahan pertanian dan sawah; 15) Melakukan moratorium pembangunan usaha jasa pariwisata, terutama hotel di wilayah Badung, Denpasar, dan Gianyar, serta memperketat perizinan pembangunan usaha jasa pariwisata di Kabupaten Bangli, Buleleng, Jembrana, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan; 16) Menjadikan Kabupaten Tabanan, Bangli, Buleleng, dan Karangasem sebagai wilayah konservasi dengan mengendalikan alih fungsi lahan; 17) Krama Bali yang memiliki lahan dan/atau bangunan dapat memberdayakan untuk kepentingan ekonomi dengan orang luar Bali melalui pola sewa atau kerja sama; 18) Melarang warga negara asing memiliki/menguasai lahan di Bali, secara langsung atau memanfaatkan status perkawinan dengan Krama lokal Bali;

Selanjutnya, 19) Melakukan upaya pelestarian ekosistem Alam Bali dengan berbagai kebijakan, yang dituangkan dalam Peraturan Daerah atau Peraturan Kepala Daerah mengenai: a) Pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai; b) Pengelolaan sampah berbasis sumber; Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut; c) Pelestarian Tanaman Lokal Bali; d) Penerapan Sistem Pertanian Organik; e) Penerapan Energi Bersih; dan f) Penerapan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai; dan 20) Kebijakan ini harus dilaksanakan semakin masif, konsisten, dan terus-menerus untuk menurunkan emisi karbon (dekarbonisasi) mewujudkan Net Zero Emission. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Sekda Bali Pimpin Renungan Suci, Kenang Jasa 805 Pejuang di TMP Pancaka Tirta

Published

on

By

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan.
RENUNGAN SUCI: Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pancaka Tirta, Tabanan, Minggu (16/8/2026) tengah malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Tabanan, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pancaka Tirta, Tabanan, Minggu (16/8/2026) tengah malam.

Apel dimulai tepat pukul 24.00 WITA dan berlangsung hingga dini hari, Senin (17/8/2026), dalam suasana khidmat. Prosesi diawali dengan penyalaan obor dan pemadaman lampu di kawasan TMP Pancaka Tirta, dilanjutkan dengan pembacaan renungan suci serta doa untuk para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dalam amanatnya, Dewa Made Indra yang membacakan teks renungan suci menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pahlawan atas pengorbanan dan dedikasi mereka bagi bangsa dan negara.

“Para pahlawan telah berjuang dengan ikhlas dan suci demi kemerdekaan bangsa dan negara serta masa depan generasi penerus,” ujarnya saat membacakan renungan suci.

“Atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan saudara-saudara sebagai pahlawan dalam pengabdian demi perjuangan untuk kebahagiaan negara dan bangsa, kami bersumpah dan berjanji perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami juga, dan jalan kebaktian yang saudara-saudara tempuh adalah jalan bagi kami pula,” ucapnya.

TMP Pancaka Tirta menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi para pejuang yang gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Tercatat 196 pejuang TNI dan Polri, 601 pejuang rakyat, serta delapan pahlawan tak dikenal dimakamkan di TMP tersebut.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci kemudian ditutup dengan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan dan pembacaan doa.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Ketua DPRD Bali, Wakapolda Bali, Kasdam IX/Udayana, Wakajati Bali, perwakilan Pengadilan Tinggi, Wakil Bupati Tabanan, para perwira menengah TNI/Polri, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan.

Baca Juga  Tim Koordinasi One Health Bali Diharapkan Respon Cepat Minimalkan Potensi Wabah di Bali

Pelaksanaan renungan suci tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali penghormatan terhadap jasa para pahlawan dan melanjutkan perjuangan mereka melalui pengabdian kepada bangsa dan negara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Pimpin Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Bangsa

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.
PIMPIN UPACARA: Gubernur Bali Wayan Koster memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (17/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (17/8). Upacara berlangsung khidmat dan semarak, diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah, TNI/Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan serta masyarakat.

Momentum peringatan kemerdekaan ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang terdiri dari Pasukan 17, Pasukan 8 dan Pasukan 45. Pengibaran Sang Merah Putih berlangsung lancar dan menjadi salah satu rangkaian utama dalam upacara yang diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh peserta.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk membangkitkan semangat bersama dalam membangun bangsa dan negara Indonesia.

Menurutnya, semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kerja nyata dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, termasuk dalam upaya penanganan kemiskinan dan pengangguran.

Gubernur Koster menyampaikan, Bali saat ini memiliki angka kemiskinan dan pengangguran yang relatif rendah dibandingkan daerah lainnya di Indonesia.

“Namun demikian tetap harus kita upayakan supaya angka pengangguran dan kemiskinan dapat mencapai angka serendah-rendahnya,” tegasnya.

Pada momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Koster juga berpesan kepada generasi muda agar tidak melupakan jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang merdeka.

“Harus selalu ingat jasa dan perjuangan para pahlawan kita. Jas Merah. Terus bangun Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali” pesannya.

Ia menambahkan, peringatan HUT Kemerdekaan RI di Bali juga menjadi momentum yang menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. Sejumlah perwakilan negara sahabat turut diundang, sementara sejumlah wisatawan asing juga tampak menyaksikan pelaksanaan upacara dan berbagai atraksi yang disuguhkan.

Baca Juga  Gubernur Koster Tinjau Kedatangan Singapore Airlines Bawa 156 Penumpang di Bandara Ngurah Rai

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan di Bali memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengatakan bahwa peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Ia menekankan pentingnya generasi penerus memahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

“Semoga ke depan ini bisa mewarisi api perjuangan dari para pendiri bangsa kita,” harapnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menyebut masih terdapat berbagai tantangan pembangunan yang harus disempurnakan di Bali. Di antaranya penanganan kemiskinan, peningkatan kesehatan dan pendidikan, pembangunan infrastruktur jalan, hingga persoalan sampah.

Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Bali menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan yang berkelanjutan, sekaligus meneguhkan komitmen menjaga Bali berdasarkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bali Era Baru. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Jaya Negara Pimpin Apel HUT Ke-81 RI

Ajak Warga Denpasar Perkuat Kepedulian dan Gotong-royong

Loading

Published

on

By

Walikota Denpasar Jaya Negara menjadi Inspektur Upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Lumintang, Denpasar.
INSPEKTUR UPACARA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Denpasar, Senin (17/8), di Lapangan Lumintang, Denpasar. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan Apel Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di Kota Denpasar, Senin (17/8), di Lapangan Lumintang, Denpasar. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, memimpin langsung rangkaian peringatan hari kemerdekaan tersebut.

Upacara turut dihadiri Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, pimpinan dan anggota DPRD Kota Denpasar, Forkopimda Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkot Denpasar, para penglingsir puri di Kota Denpasar, serta undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari kebersamaan dalam memperingati momentum kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat persatuan.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh Paskibraka Kota Denpasar. Selanjutnya, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Kementerian Agama Kota Denpasar bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Dalam doa tersebut, turut disampaikan rasa duka dan kepedulian atas musibah gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta berbagai bencana ekologis yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Usai memimpin upacara, Jaya Negara mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Jaya Negara mengajak masyarakat untuk bergotong-royong membantu warga yang terdampak bencana alam di NTT, dan sebagian wilayah di Indonesia.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan seluruh masyarakat turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Bersama jajaran terkait, kami berkomitmen bergerak secara bergotong-royong untuk meringankan beban mereka agar saudara-saudara kita di sana dapat segera bangkit,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga  Sekda Bali Terima Kunker Komisi II DPR RI

Selain pesan kemanusiaan, Jaya Negara menegaskan komitmen Pemkot Denpasar dalam mengawal arahan dan kebijakan pemerintah pusat. Efisiensi anggaran menjadi salah satu fokus utama, dengan tetap memastikan pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat terus diperkuat, khususnya pada sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial.

Di bidang kesehatan, Pemkot Denpasar terus mendorong peningkatan akses serta kualitas layanan masyarakat melalui pembenahan fasilitas dan pelayanan rumah sakit daerah, termasuk RSUD Wangaya. Sementara di sektor pendidikan dan sosial, pemerintah berkomitmen memperluas akses pendidikan secara merata sekaligus mempercepat berbagai program penanggulangan kemiskinan. Dari sisi penguatan fiskal, efisiensi anggaran turut memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan pembangunan yang diprioritaskan untuk mendukung penanganan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, dan sektor pendidikan.

Sejumlah indikator pembangunan Kota Denpasar juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat pengangguran tercatat berada pada angka 1,4 persen, sementara tingkat kemiskinan berada di kisaran 2,14 persen. Meski demikian, Jaya Negara menegaskan capaian tersebut bukan alasan bagi pemerintah untuk berpuas diri. Sebaliknya, capaian itu menjadi dorongan untuk terus bekerja lebih keras menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dirgahayu Ke-81 Republik Indonesia. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur dapat menjadi semangat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, saling peduli, dan bergotong-royong. Mari bersama-sama memberikan yang terbaik untuk membangun bangsa dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca