Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dosen Arsitektur Lanskap FP Unud Raih Gelar Doktor Kajian Budaya di FIB Unud

BALIILU Tayang

:

dosen
PROMOSI DOKTOR: Dosen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian Unud Naniek Kohdrata, S.P., MLA. saat berfoto bersama dewan penguji usai ujian promosi doktor, Rabu, 30 Agustus 2023, di FIB Unud. (foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Dosen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian Unud meraih gelar doktor di Prodi S3 Kajian Budaya FIB Unud, dalam ujian promosi doktor, Rabu, 30 Agustus 2023, di kampus setempat.

Naniek Kohdrata, S.P., MLA. dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Kepatuhan Menjadikan Taman Sukasada Ujung Karangasem Bali sebagai Objek Wisata” di hadapan dewan penguji. Dia lulus sebagai doktor ke-279 Prodi Kajian Budaya FIB Unud.

Ujian promosi doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka, M. Hum., dengan anggota: Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. (Promotor); Prof. Dr. Anak Agung Ngurah Anom Kumbara, M.A. (Kopromotor 1); Prof. Dr. I Nyoman Wijaya, M. Hum. (Kopromotor 2), Dr. Drs. I Wayan Suwena, M. Hum., Dr. Drs.I Nyoman Wardi, M.Si., Dr. Wayan Nurita, S.S., M.Si. (penguji eksternal dari Universitas Mahasaraswati), dan Dr. Putu Sucita Yanthy, S.S., M.Par. 

dosen penguji
Para penguji. (Foto: ist)

Dalam proses ujian sebelumnya, juga ikut sebagai penguji adalah almarhum Dr. Ida Bagus Wira Wibawa, M.Si. (dosen FT Unud, alumnus Prodi Doktor Kajian Budaya).

Dalam presentasinya, promovenda Naniek Kohdrata yang berlatar belakang ilmu arsitektur lanskap menyampaikan bahwa studinya mengkaji tentang kepatuhan (kesediaan, mengeluarkan, menerima, dan menjalankan keputusan) orang-orang yang punya kuasa berbicara untuk menjadikan Taman Sukasada Ujung (TSU) di Karangasem Bali objek wisata, padahal sebelumnya hanya sebuah warisan sejarah. 

Menurut Naniek, permasalahan ini dikaji dengan memakai metode arkeologi dan genealogi Foucault. Metode arkeologi pengetahuan dipakai untuk menelusuri jejak dokumen ke masa lampau, sebelum munculnya keputusan tersebut.

Metode genealogi digunakan untuk melihat ke masa kini, terutama dalam memahami relasi kuasa pengetahuan yang tersembunyi dalam kepatuhan tersebut. Tiga teori digunakan mengkaji permasalahan, yaitu teori relasi kuasa pengetahuan Foucault, teori struktural generatif Bourdieu dan teori konsumsi Baudrillard. 

Baca Juga  Program BIPAS Unud Gelar Workshop Pakaian Adat Bali bagi Mahasiswa Asing di FIB Unud

Penelitian ini menghasilkan tiga simpulan. Simpulan pertama, setiap orang – apa pun profesinya – berkompromi dengan pengetahuan yang tersembunyi dalam wacana menjadikan TSU objek wisata untuk kepentingan masing-masing. 

Simpulan kedua mengenai kondisi-kondisi yang memungkinan semua pihak yang patuh pada kebenaran wacana itu adalah kepentingan pariwisata untuk devisa di tingkat lokal, nasional, dan internasional. 

Simpulan ketiga, implikasi kepatuhan terhadap kebenaran wacana dapat dilihat pada efek-efek mekanisme kekuasaan, baik dalam pikiran (episteme, habitus) maupun sosial (struktur objektif masyarakat Bali). 

dosen
Naniek Kohdrata, S.P., MLA. bersama keluarga dan penguji. (Foto: ist)

“Intisari simpulan TSU adalah medan antara untuk memenuhi kepentingan ekonomi, bukan semata dalam pendapatan asli daerah dan devisa negara tetapi juga terlaksananya upacara di lingkungan Puri Karangasem,” ujar Naniek yang meraih gelar master di bidang arsitektur lanskap dari Louisiana State University, Amerika.

Dalam sambutannya, promotor Prof. Darma Putra menyampaikan bahwa disertasi Naniek mengkaji objek wisata Taman Sukasada Ujung, bukan dari sudut daya tarik wisata, tetapi lebih pada bagaimana proses wacana dan ekspresi kepatuhan berbagai pihak dalam menjadikannya objek wisata.

Berbagai arsip pembangunan, informasi sejarah, dan kebijakan pemerintah digali, ditelusuri, dan dikaji untuk mengungkapkan kepatuhan menjadikan warisan budaya peninggalan Kerajaan Karangasem itu menjadi objek wisata.

 “Ini kajian multidisiplin dengan payung cultural studies. Kajiannya bukan pada manajemen daya tarik wisata, bukan soal tata kelola taman, tetapi bagaimana ideologi pariwisata budaya dan kuasa pengetahuan yang membuat cultural heritage itu menjadi objek pariwisata tanpa riak-riak penolakan,” ujar Prof. Darma.

Prof. Darma menambahkan, di Karangasem juga ada daya tarik wisata Tirta Gangga yang juga berkaitan dengan Kerajaan Karangasem. Objek wisata ini dan Taman Sukasada adalah fakta nyata yang menguatkan magnet Karangasem sebagai daya tarik wisata budaya, memperkuat daya tarik wisata budaya atau spiritual Pura Besakih dan wisata alam Gunung Agung.

Baca Juga  FIB Unud Selenggarakan Workshop Pengelolaan Website

“Seperti disimpulkan promovenda, kehadiran objek wisata Taman Sukasada tidak saja menjadi salah satu magnet daerah Karangasem, juga menyiapkan peluang kerja untuk masyarakat dan sumber pendapatan bagi pengelola dan pemerintah daerah,” ujar Prof. Darma.

Menurutnya, ke depan berbagai kajian dari sudut pandang lain bisa diaplikasikan untuk memahami kepatuhan terhadap objek wisata ini, seperti bagaimana riak-riak wacana dalam perjalanan dinamika sosial budaya terjadi. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3501-Dosen-Arsitektur-Lanskap-Fakultas-Pertanian-Meraih-Gelar-Doktor-Kajian-Budaya-di-FIB-Unud.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Kepala Staf Kepresidenan, Kepala BRAN, dan Dua Wakil Kepala Badan

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik Empat Pejabat Negara di Istana Negara
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto melantik empat pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026, yakni Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Ariyanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melantik empat pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Mereka yakni Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Ariyanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Pengangkatan Listyo Sigit Prabowo dan Dedi Prasetyo didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 105/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Sementara itu, pengangkatan Ariyanto Wibowo dan Muhammad Fadil Imran didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40/M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Kedua Keputusan Presiden tersebut dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti.

Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan para pejabat yang dilantik. Para pejabat mengucapkan sumpah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada para pejabat yang dilantik.

Pelantikan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh para pejabat yang dilantik. Rangkaian acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, untuk selanjutnya diikuti oleh para undangan yang hadir.

Baca Juga  Dosen Universitas Jenderal Soedirman Raih Gelar Doktor Linguistik di FIB Unud

Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ia menggantikan Dudung Abdurachman yang dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Sementara itu, Dedi Prasetyo sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Ariyanto Wibowo dilantik sebagai Wakil Kepala BPKP dan Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut para pimpinan lembaga negara, Menteri Kabinet Merah Putih, dan sejumlah tamu undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat sebagai Kapolri dan Wakapolri

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Pelantikan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Pelantikan Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat dilakukan dengan berlandaskan pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan 97/POLRI Tahun 2026 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Keppres tersebut ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Oktober 2026.

Pelantikan ini ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, menegaskan komitmen para pejabat yang baru dilantik untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab dan integritas.

“Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Tribrata dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada pejabat yang dilantik.

Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta, 14 Juli 1973. Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Sebelum dilantik sebagai Kapolri, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional sejak 25 Agustus 2025.

Sementara Wahyu Hadiningrat lahir di Bandung, 4 Juni 1970. Wahyu merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1992. Sebelumnya, Wahyu menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena Kapolri).

Baca Juga  FIB Unud Terima Kunjungan ‘’Study Tour’’ Siswa SMAN 4 Malang

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi turut mendapat kenaikan pangkat dalam golongan perwira tinggi Polri. Suyudi memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal Polisi. Selanjutnya, Suyudi akan langsung bertugas sebagai Kapolri untuk menggantikan Kapolri sebelumnya, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Pelantikan para pejabat dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh pejabat yang dilantik. Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk selanjutnya diikuti para undangan yang hadir.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut para pimpinan lembaga negara dan sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Denpasar

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Pimpin Apel Hari Kesaktian Pancasila di Denpasar
SAPA VETERAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyapa para anggota veteran usai memimpin apel Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Denpasar yang digelar di Lapangan Lumintang, Denpasar, Kamis (1/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memimpin apel Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Denpasar yang digelar di Lapangan Lumintang, Denpasar, Kamis (1/10).

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, LVRI Kota Denpasar, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta peserta apel yang berasal dari berbagai unsur. Rangkaian apel diawali dengan mengumandangkan lagu-lagu perjuangan. Kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila oleh Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede.

“Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian kutipan akhir Ikrar Hari Kesaktian Pancasila yang dibacakan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede di hadapan seluruh peserta apel.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, Hari Kesaktian Pancasila merupakan refleksi dan bentuk penghormatan terhadap seluruh pejuang yang telah gigih mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

Pelaksanaan peringatan ini diharapkan mampu menanamkan ajaran Pancasila sebagai dasar negara serta sebagai ideologi bangsa.

“Saya berharap para generasi muda mampu mengimplementasikan ajaran Pancasila sebagai ideologi negara dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Arya Wibawa.

Pihaknya juga mengajak semua pihak untuk menjadikan Pancasila sebagai panduan dalam menciptakan persatuan bangsa. Hal ini sesuai dengan spirit Pemerintah Kota Denpasar yakni Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.

Baca Juga  Dosen Universitas Jenderal Soedirman Raih Gelar Doktor Linguistik di FIB Unud

“Sehingga secara berkelanjutan dapat mewujudkan Denpasar Maju yang sejalan dengan Pancasila sebagai perekat bangsa menuju Indonesia Emas,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca