Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FIB Unud Gelar Kuliah Umum Hadirkan Professor dari The University of Sydney Australia

BALIILU Tayang

:

fib unud
TERIMA BUKU: Dekan FIB Unud, Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., menerima sebuah buku seni rupa Bali dari Professor Adrian Vickers. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) menyelenggarakan serangkaian kegiatan akademik sebagai bagian dari perayaan ulang tahun FIB ke-65 dan BK-FIB ke-42.

Rangkaian kegiatan akademik tersebut terdiri dari kuliah umum, orasi ilmiah, dan bedah buku yang seluruhnya dilaksanakan pada Selasa, 27 September 2023, bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala FIB Unud dan dihadiri oleh segenap jajaran pimpinan serta civitas akademika FIB Unud.

Dekan FIB Unud, Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., menyatakan bahwa kegiatan akademik yang dilaksanakan merupakan kegiatan yang spesial, karena dilaksanakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun FIB Unud yang ke-65 dan BKFIB ke-42. Kegiatan ini semakin dibuat spesial, dengan kehadiran narasumber tamu, dari the University of Sydney Australia, Professor Adrian Vickers.

Professor Adrian Vickers merupakan salah seorang penulis, sejarawan, dan professor pada program studi Kajian Asia Tenggara di University of Sydney, Australia dan telah banyak melakukan penelitian dan menerbitkan publikasi tentang budaya dan sejarah Indonesia, khususnya Bali. Beberapa bukunya yang terkenal adalah Bali: A Paradise Created (2012), A History of Modern Indonesia (2013) dan Balinese Art: Paintings and Drawings of Bali, 1800-2010 (2012).

Dalam kuliah umum yang digelar, Prof. Vickers memaparkan sejarah kebudayaan Bali dan perkembangannya dari masa ke masa. Termasuk, pengaruh-pengaruh budaya asing terhadap budaya Bali.

Kuliah umum dari Prof. Vickers memperoleh antusiasme yang begitu luar biasa dari civitas akademika FIB Unud, dibuktikan dengan hangatnya sesi diskusi yang berlangsung usai pemaparan materi. Seusai memberikan pemaparan, ia menyerahkan kenang-kenangan kepada Dekan FIB Unud, sebuah buku seni rupa Bali.

Setelah kuliah umum, kegiatan dilanjutkan dengan Orasi Ilmiah dari Prof. Dr. I Wayan Mulyawan, S.S., M.Hum., yang merupakan professor termuda yang dimiliki FIB Unud.

Baca Juga  I Putu Sauca Arimbawa Tusan Raih Gelar Doktor di PDIH FH Unud

Prof. Mulyawan, yang juga merupakan Koordinator Program Studi Sastra Inggris FIB Unud, membawa topik lanskap lingustik dalam orasinya.  

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan Bedah Buku karya I Ketut Setiawan dan Rochtri Agung Bawono yang berjudul “Pura Tirta Empul: Antara Identitas Kultural dan Pariwisata”. Buku ini dibedah oleh I Nyoman Wardi.

Serangkaian kegiatan akademik ini ditutup dengan kegiatan menonton bersama film/video dokumenter tentang Wayang Potehi, salah satu jenis kesenian wayang khas Tionghoa yang telah menjadi bagian dari kesenian tradisonal Indonesia. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3687-DISELENGGARAKAN-SEBAGAI-RANGKAIAN-HUT-KULIAH-UMUM-FIB-UNUD-HADIRKAN-PROFESSOR-DARI-THE-UNIVERSITY-OF-SYDNEY-AUSTRALIA.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Cegah Stunting Sejak Dini, Pemkab Buleleng Edukasi Warga Lewat Gerakan Gemar Makan Ikan

Published

on

By

Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng menggelar Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dalam ajang festival daerah sebagai langkah pencegahan stunting.
GEMARIKAN: Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan) Kabupaten Buleleng, secara konsisten menggelar Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dalam berbagai ajang festival daerah sebagai langkah nyata perbaikan gizi sejak dini. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi konsumsi gizi seimbang. Melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan) Kabupaten Buleleng, pemerintah daerah secara konsisten menggelar Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dalam berbagai ajang festival daerah sebagai langkah nyata perbaikan gizi sejak dini.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menegaskan pentingnya konsumsi ikan laut sebagai sumber nutrisi utama bagi tumbuh kembang anak. Menurutnya, potensi bahari Buleleng yang melimpah harus dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat lokal.

“Ini upaya promosi kita untuk perbaikan gizi masyarakat utamanya anak-anak, ibu hamil, dan orang tua, karena kandungan gizi protein ikan laut sangat baik bagi tumbuh kembang anak dan tentu dapat mencegah stunting,” ujar Gede Melandrat saat dikonfirmasi pada Rabu (2/9).

Melandrat menjelaskan bahwa tingginya kandungan Omega-3 pada ikan laut berperan vital sebagai nutrisi otak yang mendukung kecerdasan serta pertumbuhan fisik anak secara optimal. Melalui rangkaian acara seperti Lovina Festival yang menyediakan 500 porsi olahan ikan hingga puncaknya pada Buleleng Festival (Bulfest) 2026 yang menyajikan total 4.500 porsi olahan laut, Pemkab Buleleng ingin menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pangan sehat berbasis hasil laut lokal.

Kegiatan Gemarikan ini menyasar seluruh lapisan masyarakat dengan menyajikan beragam olahan hidangan yang menarik dan menggugah selera, seperti sate ikan tuna, bakso ikan, hingga bandeng krispi. Pendekatan kuliner ini dinilai efektif untuk mengenalkan manfaat hidangan laut tanpa mengabaikan cita rasa khas daerah yang disukai warga.

Baca Juga  Unud Jadi Tuan Rumah Kongres Nasional II Forum Komunikasi PPPI Se-Indonesia

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng ini menambahkan, tema dan aksi penanganan gizi ini sangat selaras dengan kondisi geografis Kabupaten Buleleng yang memiliki garis pantai terpanjang di Bali. Keberlimpahan hasil laut tersebut menjadi modal utama daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan nutrisi warga secara mandiri dan berkelanjutan.

Langkah masif yang dilakukan Pemkab Buleleng ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir memadati areal festival. Respon positif warga menjadi indikator keberhasilan sosialisasi Gemarikan dalam mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih sering menyajikan olahan ikan sebagai menu harian keluarga demi mencegah stunting sejak dini. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Digelar Setiap 5 Tahun, Desa Adat Mengwitani Gelar Rangkaian Karya Yadnya Massal

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana hibah saat menghadiri Karya Yadnya Massal Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Selasa (1/9).
SERAHKAN DANAH HIBAH: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana hibah saat menghadiri Karya Yadnya Krama Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Selasa (1/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Krama Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, menggelar rangkaian Karya Yadnya Massal, Selasa (1/9). Kegiatan keagamaan berskala besar yang dipusatkan di Jaba Sisi Pura Dalem Brerong, Desa Adat Mengwitani ini meliputi Karya Sawa, Atma Wedana, Mapetik, Menek Kelih, Metatah, hingga Sanan Empeg. Karya massal tersebut menjadi momentum penting bagi krama setempat untuk mengukuhkan nilai gotong-royong sekaligus melestarikan tradisi adat dan agama di tengah modernisasi.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir langsung sebagai upasaksi sekaligus mengikuti prosesi ngias sangga sebagai bentuk dukungan dan apresiasi nyata dari Pemerintah Kabupaten Badung. Kehadiran pemerintah dalam ruang adat ini menegaskan komitmen Pemkab Badung untuk selalu hadir meringankan beban ekonomi masyarakat dalam melaksanakan kewajiban yadnya, yang juga menjadi pilar utama pelestarian seni, adat, dan budaya Bali.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa pelaksanaan karya ini merupakan bukti nyata bakti krama Desa Adat Mengwitani kepada para leluhur. “Semoga dengan pelaksanaan karya ini, leluhur kita yang sudah meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa/Ida Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi Arnawa berharap semangat kebersamaan ini dapat terus dijaga oleh masyarakat demi kedamaian wilayah. “Astungkara dengan karya ini juga meningkatkan semangat persatuan dan gotong-royong antar-krama serta memberikan keselamatan dan kerahayuan untuk Desa Adat Mengwitani. Semoga pelaksanaan karya ini berjalan lancar dan sukses,” harapnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Mengwitani I Putu Wendra menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 21 Agustus lalu dan puncaknya akan berlangsung pada 3 September 2026. Berdasarkan awig-awig (aturan adat) di Desa Mengwitani, karya massal ini digelar secara berkala setiap 5 tahun sekali, atau dalam siklus besar 30 tahun sekali. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang kuat antara krama desa dan pemerintah daerah dalam menyukseskan upacara suci ini.

Baca Juga  I Putu Sauca Arimbawa Tusan Raih Gelar Doktor di PDIH FH Unud

Putu Wendra merinci, Karya Sawa dan Atma Wedana kali ini diawali dengan upacara Pengabenan sebanyak 2 sawa, Penglungahan 59, dan Penyekahan 102 sawa. Sedangkan untuk Manusia Yadnya diikuti oleh 57 peserta Mesangih (metatah), 15 peserta Menek Kelih, 76 peserta Mepetik, dan 2 peserta prosesi Sanan Empeg. “Perlu saya jelaskan, prosesi Sanan Empeg itu diperuntukkan kepada seseorang yang ditinggal meninggal oleh kakak dan adik,” jelasnya.

Upacara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Badung, Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Rai Wirata, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana beserta unsur Tripika Kecamatan, Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung IB. Gede Widnyana, MDA Kecamatan Mengwi, Perbekel Desa Mengwitani I Nyoman Suardana beserta jajaran perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Tim BPK RI Bali, Pemkab Badung Jalani Pemeriksaan Kepatuhan Semester II 2026

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menerima Tim BPK RI Perwakilan Provinsi Bali dalam Entry Meeting Pemeriksaan BPK Semester II Tahun 2026 di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Rabu (2/9).
ENTRY MEETING: Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta menerima Tim BPK RI Perwakilan Provinsi Bali dalam rangka “Entry Meeting” Pemeriksaan BPK Semester II Tahun 2026, di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Rabu (2/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung resmi menerima kedatangan Tim Pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali dalam rangka Entry Meeting Pemeriksaan BPK Semester II Tahun 2026, Rabu (2/9). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kriya Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung ini menandai dimulainya rangkaian audit kepatuhan dan efektivitas terhadap sejumlah program prioritas daerah.

Kehadiran rombongan BPK RI Bali dipimpin oleh Kepala Bidang Pemeriksaan Bali I, Ikhsan Aprian, yang hadir mewakili Kepala BPK Perwakilan Bali. Kedatangan tim auditor ini diterima langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, yang didampingi oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta serta Sekretaris Daerah Kabupaten Badung IB. Surya Suamba.

Kabid Pemeriksaan Bali I BPK Bali, Ikhsan Aprian, memaparkan bahwa terdapat tiga agenda pemeriksaan pendahuluan yang akan dilaksanakan di lingkungan Pemkab Badung. Proses audit ini dijadwalkan berlangsung selama 35 hari kalender, terhitung mulai tanggal 31 Agustus hingga 4 Oktober 2026.

Agenda pertama meliputi pemeriksaan kepatuhan penyelenggaraan penataan ruang dalam mendukung ketahanan energi, ketahanan pangan, serta prioritas nasional lainnya tahun 2024 sampai semester I tahun 2026. Agenda kedua difokuskan pada efektivitas penyelenggaraan kepariwisataan oleh pemerintah daerah di kawasan strategis pariwisata nasional dan daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sampai semester I tahun 2026.

“Dan yang ketiga, efektivitas peran Pemerintah Kabupaten Badung dan pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Mangutama dalam mendukung penyediaan layanan air minum tahun 2025 sampai dengan semester I tahun 2026,” jelas Ikhsan Aprian.

Bupati I Wayan Adi Arnawa menyambut baik dimulainya proses audit ini sebagai langkah krusial untuk melakukan check and balance terhadap kebijakan program yang telah dijalankan. Ia menegaskan pentingnya evaluasi eksternal demi menyempurnakan performa tiga sektor utama yang menjadi objek pemeriksaan tersebut.

Baca Juga  Pengurusan Visa, Kendala Utama Mahasiswa Asing Studi di Unud

“Tentu harapan kita nanti ada satu hasil yang mana bisa dijadikan sebagai satu pedoman buat kami di Pemkab Badung untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik khususnya dalam tiga hal tadi itu. Saya meminta kepada seluruh OPD di Pemkab Badung untuk kooperatif serta mendukung penuh kelancaran tugas BPK selama proses pemeriksaan berlangsung,” tegas Adi Arnawa.

Pada kesempatan tersebut, BPK RI Perwakilan Bali turut menyerahkan Surat Tugas pemeriksaan secara resmi kepada Pemkab Badung yang diterima langsung oleh Bupati. Pertemuan ini juga dihadiri oleh seluruh Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung serta jajaran Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca