Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

CYS Kembali Percayakan FIB Unud Jadi Tuan Rumah ‘’Road to International Competitions 2024’’

BALIILU Tayang

:

Road to International Competitions 2024
FOTO BERSAMA: Lomba Peneliti Belia Bali 2023: Road to International Competitions 2024 berlangsung di Auditorium Widya Sabha Jimbaran ditutup sesi foto bersama pada Rabu (25/10/2023). (Foto: Hms Unud)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana kembali dipercaya oleh Center for Young Scientist (CYS) menjadi tuan rumah Lomba Peneliti Belia Bali 2023: Road to International Competitions 2024.

Kegiatan berlangsung di Auditorium Widya Sabha Jimbaran dan Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Jimbaran pada Rabu (25/10/2023). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Bidang SMA, Ngurah Bagus Gede Pasek Wira Kusuma, S.S., M.M., dan Plt. Rektor Universitas Udayana yang diwakili oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., serta 136 orang peserta lomba yang berasal dari berbagai sekolah menengah di Bali dan 28 orang guru pendamping.

Kegiatan Lomba Peneliti Belia Bali 2023, yang juga merupakan sebuah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, memperlombakan dua cabang lomba, yakni bidang sains dan bidang sosial. Pada bidang sains dipecah lagi menjadi lima kategori lomba yaitu Fisika, Matematika, Komputer, Ilmu Hayati, dan Lingkungan. Begitu pula pada bidang sosial yang juga dipecah menjadi lima kategori yaitu Ekonomi, Geografi, Psikologi, Sejarah, dan Sosiologi.

Center for Young Scientist (CYS) merupakan lembaga yang mempunyai misi untuk mendorong penelitian di tingkat sekolah dasar dan menengah, dan meningkatkan kemampuan guru dalam pendampingan serta membangun suasana penelitian yang baik bagi calon peneliti-peneliti muda. Untuk mencapai hal tersebut, CYS membangun proyek penelitian siswa yang beretika dan berstandar internasional, serta memantau dan mengumpulkan data tentang topik penelitian siswa sekolah dasar dan menengah, serta memiliki beberapa program yang dirancang khusus untuk siswa, guru, dan sekolah. Kegiatan Lomba Peneliti Belia ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan CYS.

Baca Juga  Fapet Unud Laksanakan Piodalan Purnama Kelima


Monika Raharti, M.Sc., Ph.D. selaku Direktur Center for Young Scientist (CYS). (Foto: Hms Unud)

Monika Raharti, M.Sc., Ph.D. selaku Direktur Center for Young Scientist (CYS) menyampaikan bahwa kerja sama antara Universitas Udayana dan CYS telah dimulai sejak tahun 2022 dan turut merangkul empat fakultas yang ada di Universitas Udayana.

“Kerja sama antara kami dan Udayana sudah berlangsung sejak tahun 2022 yang lalu dimana ada empat fakultas yang juga terlibat didalamnya yaitu FIB, FMIPA, FEB, dan FK. Sejak tahun lalu, FIB telah menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini, yang bekerja sama dengan kami, menjadi panitia penyelenggara kegiatan, selain juga menugaskan para juri-juri yang kompeten, seperti ketiga fakultas lainnya,” ungkapnya.

Road to International Competitions 2024Dekan FIB Unud, Bapak I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. (Foto: Hms Unud)

Dekan FIB Unud, I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., yang juga hadir mewakili Plt. Rektor Unud, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Unud, khususnya FIB Unud dengan senang hati, bekerja sama dengan CYS, untuk mewujudkan tujuan kegiatan Lomba Peneliti Belia yang begitu mulia, yakni mendorong siswa-siswi kelas menengah untuk melaksanakan penelitian. ia juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini, terdapat tiga program studi di FIB Unud yang terlibat langsung, yakni program studi Antropologi Budaya, Arkeologi, dan Ilmu Sejarah. Dosen dan mahasiswa ketiga program studi ini terlibat sebagai juri dan panitia penyelenggara kegiatan. Ia juga berharap bahwa FIB Unud akan tetap menjadi bagian pelaksanaan kegiatan ini di masa mendatang.

Siswa SMPN 3 Sukawati, Kadek Delisya Mudiana dan Dewa Ayu Cetta Nirwasita mengungkapkan bahwa dengan mengikuti Lomba Peneliti Belia ini mereka mampu menambah wawasan lebih luas karena ada banyak poster dengan tema-tema yang berbeda. “Kalau tahu lombanya dari guru dulu baru cari sendiri di media sosial, dan juga di lomba peneliti belia ini kita bisa menambah wawasan lebih luas apalagi disini banyak poster-poster yang ditempel dan karya dari kakak-kakak SMA juga,”, ungkap Kadek Delisya.

Baca Juga  Tiga Fakultas Kedokteran di Bali Berkolaborasi Cegah Stunting

Para Pemenang

Kegiatan Lomba Peneliti Belia 2023 ditutup dengan pengumuman juara dari kesepuluh bidang lomba. Adapun juara-juara pertama pada sepuluh bidang tersebut antara lain:

Bidang Fisika, Judul Penelitian “Karakterisasi Biokomposit Berbahan Kapu-Kapu (Pistia Stratiotes) dan Limbah Kertas Sebagau Media Peredam Suara (Sound-Absorbing)”, oleh Putu Isyana Gayatri dan Ni Komang Sri Damayanti, dari SMAN 1 Bangli.

Bidang Komputer, Judul Penelitian “Bliangga (Belajar Bahasa Bali Anggah-Ungguh Basa): Media Edukasi Berbasis Html (Hypertext Markup Language) & CSS (Cascading Style Sheets) sebagai Langkah Cerdas Pelestarian Bahasa Bali pada Generasi Muda”, oleh I Putu Dharma Adi dan I Gusti Ngurah Made Krisna Nanda Kailana, dari SMAN 1 Kuta Utara.

Bidang Matematika, Judul Penelitian “Muno Card: Media Pembelajaran Berbasis Permainan Kartu Matematika Inovatif untuk Mengatasi Matematics Anxiety pada Siswa Menengah Pertama”, oleh Putu Gde Indra Mahotama dan Ida Bagus Arditya Giridharma dari SMAN 3 Denpasar.

Bidang Ilmu Hayati, Judul Penelitian “Inovasi Patch Transdermal dari Kulit Jeruk Bali, Lidah Buata, dan Kitosan Untuk Penyembuhan Luka Pada Mencit Hiperglikemia”, oleh Kadek Dwi Kresna Wahyu Subagia Putra dan Gusti Ayu Kadek Mirah Widiadnyani dari SMAN 3 Denpasar.

Bidang Lingkungan, Judul Penelitian “Karakterisasi Edible Film Berbahan Dasar Kombinasi Limbah Kulit Jeruk (Citrus sinesis L.), Daun Cemcem (Spondias pinnata (Lf) Kurz.) dan Biji Mangga (Mangifera indica L.) serta Pemanfaatannya sebagai Pengawet Pangan Tempe”, oleh Putu Devina Noviyanti Saputri dan A. A. Istri Clarissa Anjani Savitri dari SMAN 1 Bangli.

Bidang Ekonomi, Judul Penelitian “Kebijakan Pemerintah Dalam Pemungutan Pajak Penghasilan Atas Transaksi Digital Pada Game Online”, oleh I Putu Surya Sriwijaya Putra dan Ni Made Chandra Sriwijaya Putri, dari SMAN 2 Semarapura.

Baca Juga  Laksanakan Rapat Senat, FTP Unud Siap Sahkan Visi Misi dan Kurikulum Penunjang MBKM Terbaru

Bidang Geografi, Judul Penelitian “Pemetaan Wilayah Rawan Banjir dengan Penginderaan Jarak Jauh Google Earth dan QGIS untuk Mitigasi Banjir di Jembrana”, oleh Indah Suci Rachmawati dan Naila Salsabila, dari SMAN 1 Jembrana.

Bidang Sejarah, Judul Penelitian “Karang Memadu: Kajian Sosio-Historis Bentuk Sanksi Adat Terhadap Tindak Poligami Desa Penglipuran, Kubu, Bangli”, oleh Agung Diandra Sarasvati Tarihoran dan Ni Ketut Meyla Candra Devi, dari SMAN 1 Bangli.

Bidang Psikologi, Judul Penelitian “Tingkat Kecemasan Siswa SMA Kristen Harapan Denpasar dalam Menghadapi Tes Matematika”, oleh Dewa Ayu Nata Arindadistatri dan Laura Natasha dari SMA Kristen Harapan Denpasar.

Bidang Sosiologi, Judul Penelitian “Pemanfaatan Media Vlog dalam Mengenalkan Lanskap Budaya Subak Pada GEN-Z”, oleh Kadek Delisya Mudiana dan Dewa Ayu Cetta Nirwasita dari SMPN 3 Sukawati. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3839-Road-to-International-Competitions-2024-CYS-Kembali-Percayakan-FIB-Unud-jadi-Tuan-Rumah.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Warga Terseret Arus Saat Berenang di Pantai Gerokgak, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Published

on

By

PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melaksanakan Operasi SAR terhadap seorang anak kelas 5 SD yang dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat berenang di Pantai Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (24/9/2026). (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melaksanakan Operasi SAR terhadap seorang anak kelas 5 SD yang dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat berenang di Pantai Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (24/9/2026). Informasi kejadian tersebut diterima pada pukul 17.10 WITA dari Kadek Partha, anggota Polsek Gerokgak. Korban diketahui bernama Gede Adimas Raditya Wibawa (11), bertempat tinggal di Banjar Dinas Batuagung, Desa Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, diperoleh kronologis kejadian, dimana awalnya sekitar pukul 16.00 WITA, korban bersama dua orang anak lainnya berenang di Pantai Gerokgak dengan menggunakan styrofoam. Sekitar pukul 16.30 WITA, ketiganya terseret arus ke arah tengah laut. Dua anak berhasil diselamatkan oleh masyarakat, sementara Gede Adimas Raditya Wibawa terseret arus dan menghilang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operator komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera melakukan koordinasi dengan Polsek Gerokgak dan pihak keluarga korban. Pada pukul 17.30 WITA, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng yang terdiri dari 6 personel bergerak menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, mereka melaksanakan briefing untuk pembagian tugas serta menentukan pola pencarian. Empat personel melakukan pencarian menggunakan rubber boat ke arah utara dari lokasi kejadian. Sementara itu, personel lainnya melaksanakan penyisiran darat ke arah timur sejauh 2,5 KM.

“Pada pukul 18.10 rubber boat mengarah ke utara,” jelas Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan.

Pencarian melalui jalur laut menggunakan rubber boat dilakukan hingga pukul 18.40 WITA. Setelah itu, pencarian dilanjutkan dengan penyisiran darat ke arah barat dari lokasi kejadian. “Tim yang di lapangan, yakni pesisir pantai melaksanakan penyisiran di arah timur dan barat,” imbuhnya.

Baca Juga  <strong>Tingkatkan Peluang Kerja Sama, UPT Bahasa Unud Gelar Seminar IELTS Preparation </strong>

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan bahwa tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian melalui jalur laut dan darat dengan memperhatikan kondisi di sekitar lokasi kejadian. Pencarian akan terus dilakukan selama 7 hari apabila tak kunjung ditemukannya korban, tentunya dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta situasi di lapangan,” ujar Kadek Donny Indrawan.

Upaya pencarian hari pertama berakhir hingga pukul 21.30 Wita, namun korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan akan melanjutkan upaya pencarian besok pagi, sesuai dengan rencana operasi dan perkembangan situasi di lapangan. Dalam operasi tersebut, unsur SAR gabungan yang terlibat terdiri atas Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Pol Airud Polda Bali, Pol Airud Polres Gerokgak, Polsek Gerokgak, Babinsa Gerokgak, TNI AL Celukan Bawang, Camat Gerokgak beserta perangkat desa, Cendana Mutiara, Satpol PP Gerokgak, serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU Bali Soroti Partisipasi Disabilitas dan Gender dalam Sosialisasi IDI

Published

on

By

SOSIALISASI IDI: Suasana sosialisasi Piloting Project Pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tingkat Kabupaten/Kota se-Bali sekaligus Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman IDI Provinsi Bali Tahun 2026 di Ruang Rapat Bung Karno, Gedung Bangsa Kesbangpol Provinsi Bali, Denpasar, pada Kamis (24/9/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali mengikuti kegiatan Sosialisasi Piloting Project Pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tingkat Kabupaten/Kota se-Bali sekaligus Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman IDI Provinsi Bali Tahun 2026 di Ruang Rapat Bung Karno, Gedung Bangsa Kesbangpol Provinsi Bali, Denpasar, pada Kamis (24/9/2026).

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Provinsi Bali, I Made Artanegara, yang menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas lembaga dalam menjaga iklim demokrasi di Bali. Ia memaparkan tren capaian IDI Provinsi Bali yang terus mengalami peningkatan berkesinambungan, yaitu 75,35 pada 2021, 83,31 pada 2022, 85,13 pada 2023, 88,34 pada 2024, hingga mencapai 88,73 pada tahun 2025. Artanegara menegaskan bahwa capaian tinggi ini patut disyukuri, namun kualitas demokrasi yang sesungguhnya bukan sekadar diukur dari angka indeks, melainkan dari sejauh mana peran lembaga dalam melayani masyarakat dengan menjiwai kearifan lokal Sad Kerti Loka Dharma.

Sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bali, Medha Wardhany. Mengulas hasil pengukuran IDI 2025, Medha menjelaskan bahwa Provinsi Bali berhasil menempati peringkat kedua secara nasional dalam kategori “Tinggi” dengan skor 88,73, di bawah tiga aspek utama: Kebebasan, Kesetaraan, dan Kapasitas Lembaga Demokrasi. Secara spesifik, Medha memaparkan indikator-indikator kunci yang membentuk angka IDI Bali. Pada Aspek Kesetaraan, Indikator 8 mengenai Kesetaraan Gender yang diukur melalui Indeks Ketimpangan Gender (IKG) mencatatkan skor maksimal mencapai 100,00 persen. Sementara pada Aspek Kebebasan, Indikator 5 mengenai Terjaminnya Hak Memilih dan Dipilih bagi Seluruh Kelompok Masyarakat memperoleh skor 91,35 persen, yang diukur berdasarkan ketersediaan fasilitas TPS bagi penyandang disabilitas serta laporan kasus pelanggaran pemilu dengan sumber data dari Bawaslu RI.

Baca Juga  Laksanakan Rapat Senat, FTP Unud Siap Sahkan Visi Misi dan Kurikulum Penunjang MBKM Terbaru

Selain itu, Medha mengumumkan bahwa Provinsi Bali bersama Jawa Barat ditunjuk sebagai lokasi piloting project penghitungan IDI tingkat kabupaten/kota guna menyajikan gambaran kondisi demokrasi daerah yang lebih akurat, spesifik, dan responsif.

Menanggapi pemaparan metodologi dan indikator tersebut, Anggota KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan, memberikan masukan konstruktif agar penyusunan indikator IDI dapat menangkap realitas riil di lapangan. Terkait Indikator 8 (Kesetaraan Gender) yang mencapai skor sempurna, John mengungkapkan bahwa angka kuantitatif tersebut belum sepenuhnya menggambarkan tantangan nyata proses kaderisasi partai politik.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kader perempuan yang benar-benar siap dan memiliki minat politik masih sangat minim akibat kendala budaya patriarki. Dari 100 caleg yang didaftarkan, sering kali hanya sedikit yang memiliki kesungguhan politis, sementara sisanya dimasukkan oleh partai semata-mata demi memenuhi kewajiban administratif kuota 30 persen perempuan. Fakta kualitatif ini harus berani dibuka dan dijadikan bahan evaluasi,” ujar John.

Selanjutnya, mengenai Indikator 5 (Hak Memilih dan Dipilih), John menyoroti rendahnya angka partisipasi pemilih disabilitas di Bali. Meskipun data Bawaslu mencatat ketersediaan fasilitas TPS disabilitas cukup tinggi, kenyataan riil di TPS menunjukkan partisipasi pemilih penyandang disabilitas baru mencapai 20,1 persen dari total lebih dari 20.000 pemilih disabilitas yang terdaftar dalam DPT hasil coklit KPU.

“Meskipun partisipasi pemilih umum di Bali masuk 10 besar nasional sebesar 83,3 persen, angka partisipasi disabilitas sebesar 20,1 persen ini merupakan PR besar bersama. Kami menyarankan agar BPS tidak hanya mengambil indikator prosedural dari Bawaslu, tetapi juga mengintegrasikan data riil partisipasi pemilih dan surat suara rusak langsung dari KPU. Tujuannya agar IDI disusun berdasarkan kenyataan lapangan untuk perbaikan bersama, bukan sekadar mengejar peringkat angka semata,” tegas John.

Baca Juga  <strong>Tingkatkan Peluang Kerja Sama, UPT Bahasa Unud Gelar Seminar IELTS Preparation </strong>

Merespons pandangan KPU Bali, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bali, Medha Wardhany, menyambut positif data serta masukan evaluatif tersebut. Medha mengonfirmasi bahwa masukan mengenai proses penjaringan kader perempuan dan data partisipasi riil pemilih disabilitas sangat relevan untuk memperkaya interpretasi hasil indikator IDI. Pihaknya berkomitmen membawa seluruh catatan dan data lapangan ini ke forum rekonsiliasi IDI tingkat nasional bersama BPS Pusat sebagai bahan penyempurnaan metodologi indikator IDI mendatang.

Melalui keikutsertaan aktif dalam sosialisasi ini, KPU Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus menyajikan data kepemiluan yang transparan serta bersinergi dengan BPS, Kesbangpol, dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pembangunan demokrasi Bali yang inklusif, adil dan berintegritas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis dan Bermutu bagi Seluruh Anak Indonesia

Published

on

By

RATAS: Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan gratis dan bermutu bagi seluruh anak Indonesia. Komitmen tersebut mencakup layanan pendidikan di sekolah negeri mulai dari jenjang taman kanak-kanak, pendidikan dasar dan menengah, hingga rencana menggratiskan biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. Dalam rapat tersebut, Kepala Negara memanggil sejumlah menteri terkait untuk membahas penguatan akses sekaligus peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan penekanan terhadap komitmen penyediaan layanan pendidikan gratis bagi murid di sekolah negeri. Komitmen tersebut bahkan dimulai sejak jenjang taman kanak-kanak.

“Pak Presiden memberikan penekanan, komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di pendidikan dasar dan menengah. Dan ini juga dimulai dari taman kanak-kanak, sehingga itu yang perlu kami tegaskan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya kepada awak media usai rapat.

Selain memperluas akses pendidikan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik. Presiden mengarahkan agar kualitas guru terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan yang pembiayaannya diupayakan dapat dipenuhi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di sekolah negeri adalah bagian dari komitmen bahwa semua anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan bermutu dalam rangka melaksanakan Astacita yang keempat Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Abdul Mu’ti.

Kebijakan serupa juga berlaku bagi madrasah negeri yang berada di bawah Kementerian Agama. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa prinsip layanan pendidikan gratis pada sekolah negeri juga diterapkan pada madrasah negeri.

Baca Juga  Unud Jadi Tuan Rumah Pertemuan Dekan FIB Perguruan Tinggi Se-Indonesia

“Apa yang berlaku di sekolah itu juga berlaku di madrasah di bawah Kementerian Agama untuk madrasah negeri,” ujar Nasaruddin.

Sementara itu, untuk pendidikan tinggi, pemerintah tengah menghitung kebutuhan pembiayaan dan menyiapkan tahapan pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Presiden ingin program tersebut terwujud secepat mungkin, dengan pelaksanaan yang mempertimbangkan kesiapan anggaran dan keberlanjutan pendidikan tinggi.

“Harapannya tentu Bapak Presiden menginginkan secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan, namun tentu kita akan melalui tahapan-tahapan ya, tidak langsung,” ucap Brian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca