Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Gelar Seminar Nasional, BPR Kanti Perkokoh Pondasi Dasar Koperasi

BALIILU Tayang

:

kanti
KERJA SAMA: Penandatanganan kerja sama (MoU) antara BPR Kanti dan Bank DKI saat acara Seminar Nasional Koperasi Indonesia 2023, Kamis (2/11/2023) di Pusat Pendidikan & Pelatihan BPR Kanti, Batubulan Gianyar, Bali. (Foto: gs)

Gianyar, baliilu.com – Sebagai wujud apex bank, BPR Kanti sebagai bank sahabat koperasi, BPR Kanti pada Kamis, 2 Oktober 2023 menggelar seminar nasional Koperasi Indonesia 2023 dengan tema “Apex Bank BPR Kanti-Koperasi, Memperkokoh Pondasi Dasar Koperasi’’ yang diselenggarakan di Pusat Pendidikan & Pelatihan BPR Kanti, Batubulan Gianyar, Bali.

Dihadiri ratusan peserta dari pengurus koperasi se-Bali dan luar Bali, menghadirkan narasumber seperti Pemerhati Koperasi I Gede Indra Dewa Putra; Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba, M.M.; Master Trainer BNSP Dewa Gede Widnyana Putra, S.E., M.M.; Ketua Umum IMFEA Prof. Dr. Ahmad Subagyo; Kadis Koperasi & UKM Provinsi Bali Dr. I Wayan Ekadina, S.E., M.Si.; Plt. Direktur Utama Bank DKI Amirul Wicaksono; dan Notaris I Ketut Suta, S.H., M.H., Mkn.

BPR kantiPara narasumber dalam acara Seminar Nasional Koperasi Indonesia 2023 dengan tema “Apex Bank BPR Kanti-Koperasi, Memperkokoh Pondasi Dasar Koperasi’’ yang diselenggarakan di Pusat Pendidikan & Pelatihan BPR Kanti, Batubulan Gianyar, Bali. (Foto: gs)

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama (MoU) antara BPR Kanti dan Bank DKI dalam rangka layanan digitalisasi perbankan dan pemberian kredit dari Bank DKI kepada BPR Kanti yang bisa dimanfaatkan oleh koperasi dalam meningkatkan pemupukan dana untuk disalurkan diberikan kredit kepada anggota koperasi.

Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba dalam keterangan pers menyampaikan pada hari ini BPR Kanti menggelar custumer gathering melalui seminar nasional yang dihadiri baik koperasi assisting maupun koperasi-koperasi yang menjadi relasi, kerja sama ke depan. Seminar nasional ini terkait pelaksanaan produk Palugada BPR Kanti, apa lho mau gua ada, yang dipersembahkan kepada lembaga-lembaga keuangan, baik BPR maupun koperasi.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Malam Apresiasi Hari Koperasi Ke-77

Dengan produk Palugada BPR Kanti dengan koperasi dalam konteks pelaksanaan fungsi apex bank yang dilakukan adalah memberikan modal kerja, mengatasi kesulitan likuiditas, membuat produk bersama dan melakukan capacity building.

‘’Hari ini salah satunya melakukan capacity building melalui seminar nasional tidak hanya diikuti koperasi yang ada di Bali juga diikuti koperasi yang ada di luar Bali,’’ ujar Amitaba.

Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba saat memberikan keterangan pers. (Foto: gs)

Di samping menggelar seminar, lanjut Amitaba, juga dalam rangka penguatan pondasi dasar koperasi secara kelembagaan terutama penguatan pengawas internal, juga mengupas undang-undang terkait koperasi dengan menghadirkan pembicara yang ahli di bidangnya.

Selain program Palugada, Amitaba juga menyampaikan produk luar biasa dari BPR Kanti berupa Tabungan Arisanku berhadiah mobil Pajero dan Expander dan setiap bulan akan diundi sepeda motor Scoopy dan televisi, dimana pada kegiatan sebelumnya dimenangkan oleh koperasi.

‘’Oleh karena itu, kami berharap  teman-teman koperasi untuk bergabung dalam konteks membuat suatu produk bersama,‘‘ ujar Amitaba.

Di samping itu, dalam rangka memajukan ekosistem usaha mikro dan usaha-usaha  kecil di Bali dan layanan digitalisasi perbankan, kata Amitaba, BPR Kanti mengadakan kerja sama dengan Bank DKI. Bagaimana memudahkan nasabah-nasabah BPR Kanti dalam melakukan transaksi dan juga mensupport dari sisi pemenuhan modal usaha dari koperasi.

‘‘Untuk itu, dalam kontek penguatan kelembagaan ini, kami memperkenalkan jenis layanan kredit bantuan likuiditas koperasi untuk mengatasi kesulitas likuiditas yang dialami koperasi akibat menerima dana jangka pendek dan menyalurkan dana jangka panjang yang tidak pas sehingga terjadi mismatch,‘‘ ucap Amitaba seraya mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas dukungan Bank DKI sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik.

Baca Juga  Gubernur Bali: 100% Satgas Terbentuk, Bali Siap Jadi Role Model Nasional Koperasi Desa Merah Putih

Suasana Seminar Nasional Koperasi Indonesia 2023. (Foto: gs)

Plt. Direktur Utama Bank DKI Amirul Wicaksono mengatakan melalui kesempatan berkolaborasi, Bank DKI sebagai pengembang untuk bagaimana bisa memberikan layanan jasa perbankan sampai ke grassroot. Dalam kaitan kerja sama dengan BPR Kanti, bagaimana pihaknya secara bersama-sama memajukan ekosistem terkait dengan usaha mikro dan usaha-usaha kecil di Bali dan memberikan layanan digitalisasi perbankan. Dengan pelayanan digital akan mempermudah dan mempercepat proses kebutuhan terkait dengan para pelaku ekonomi di Bali khususnya.

‘‘Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini perkembangan BPR Kanti dengan adanya tambahan digitalisasi akan lebih cepat, lebih sustain dan lebih bermakna buat para debitur dan masyarakat khususnya masyarakat Bali dan sekitarnya,‘‘ ujar Amirul.

Sementara Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Bali Dr. I Wayan Ekadina, S.E., M.Si. mengapresiasi apa yang dilakukan BPR Kanti menggelar seminar nasional dengan tema Apex Perbankan. Apex itu intinya adalah kerja sama. Kerja sama adalah prinsip koperasi yang memang harus dilaksanakan oleh koperasi. Apalagi saat sekarang ada aturan baru yaitu Permenkop No. 8 Tahun 2023 ataupun SE 6 dan SE 7 Tahun 2023 yang mengamanatkan koperasi simpan pinjam memilih alternatif apakah open loop ataupun closed loop. Ini tentu merupakan suatu alternatif pilihan atau untuk memperkuat pilihan dari koperasi tersebut dalam menerapkan SE 7 Tahun 2023 tersebut. Jadi apabila mereka memilih open loop maka konsekuesinya di bawah OJK. Kalau closed loop merupakan koperasi murni melayani dari dan untuk oleh anggota.

‘‘Salah satu alternatifnya adalah seperti yang ditawarkan BPR Kanti. Ada kerja sama secara keuangan untuk memperkuat likuiditas masing-masing KSP, USP koperasi,’’ ujar Ekadina.

Sebagai pemerhati koperasi, I Gede Indra Dewa Putra memberikan dukungan kepada apex BPR Kanti dengan koperasi. Salah satu solusi kelemahan koperasi dari sisi penguatan dana internal yang rata-rata rasionya 10-20 persen dan idealnya 41 persen.

Baca Juga  Kabupaten Badung Gelar Acara Kurasi Produk UMKM

Seiring keinginan koperasi dan kebutuhan custumer anggota yang semakin meningkat, tentu kebutuhan pendanaan semakin besar, kata Dewa Putra, maka solusinya antara lain kerja sama pendanaan melalui apex BPR kanti dan apalagi diback-up oleh Bank DKI.

‘‘Harapan saya bukan dari sisi pendanaan saja, tetapi BPR Kanti yang berpengalaman sebagai BPR terbaik di tingkat nasional memberikan bimbingan teknis manajemen, tata kelola yang baik, kemudian bagaimana menangani kredit bermasalah termasuk mendorong sertifikasi para pengelola koperasi baik di tingkat pengurus, pengawas sampai di tingkat paling bawah,‘‘ pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Kegiatan Usaha di Bali Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Global

Published

on

By

SKDU
Infografis perkembangan tenaga kerja Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mencerminkan kinerja kegiatan dunia usaha di Provinsi Bali pada triwulan I 2026 tetap tumbuh meskipun melambat jika dibandingkan triwulan sebelumnya. Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 sebesar 17,91%, melandai dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 35,46%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa melandainya SKDU Provinsi Bali pada triwulan I 2026 utamanya disebabkan oleh penurunan kinerja lapangan usaha (LU) utama seperti Penyediaan Akomodasi Makanan dan Minuman (Akmamin) dari – 0,67% pada triwulan IV 2025 menjadi sebesar -8,32% pada triwulan I 2026 dan LU Konstruksi dari 8,88% pada triwulan IV 2025 menjadi -1,78% pada triwulan I 2026.

Erwin menegaskan bahwa faktor musiman perlambatan jumlah kunjungan wisatawan pasca periode libur akhir tahun (low season) memberikan dampak pada sektor pariwisata, perdagangan, dan LU pendukung lainnya. Hal tersebut memberikan efek perlambatan daya beli masyarakat. Normalisasi kinerja sektor pariwisata pasca libur akhir tahun turut tercermin dari data kunjungan wisatawan Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. “Terdapat penurunan kedatangan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) pada triwulan I 2026 sebesar 10,85% (qtq) atau dari jumlah kedatangan sebanyak 2,94 juta orang menjadi 2,62 juta orang,” ujarnya.

Selain faktor musiman, sebut Erwin, ketidakpastian ekonomi global turut menahan kinerja usaha seiring dengan adanya kondisi peperangan di wilayah Timur Tengah yang masih terus bergulir sehingga berpengaruh terhadap perubahan jadwal penerbangan. Lebih lanjut, instabilitas geopolitik global juga memberikan efek kenaikan harga plastik yang banyak dipergunakan di berbagai sektor di Bali. Hal tersebut seiring dengan berkurangnya pasokan bijih plastik yang berasal dari Timur Tengah.

Baca Juga  Gubernur Bali: 100% Satgas Terbentuk, Bali Siap Jadi Role Model Nasional Koperasi Desa Merah Putih

Erwin menegaskan bahwa kenaikan harga bijih plastik turut dirasakan oleh pedagang pasar tradisional di tiga wilayah pemantauan harga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (Kota Denpasar, Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Badung), yang menyatakan rata-rata kenaikan bijih plastik pada bulan April jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya berkisar antara 30%-60% (mtm). Fenomena kelangkaan bahan baku plastik tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha yang sebagian besar menghindari opsi menaikkan harga jual.

Di sisi lain, LU Jasa Keuangan diharapkan mampu memberikan optimisme pada dunia usaha, dengan peningkatan SBT LU Jasa Keuangan sebesar 2,95% (qtq) atau dari 0,27% pada triwulan IV 2025 menjadi 3,22% pada triwulan I 2026. Peningkatan pada LU Jasa Keuangan tidak terlepas dari masih adanya geliat aktivitas ekonomi selama triwulan I 2026 dari rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Nyepi dan Idul Fitri.

Dikatakan, SKDU merupakan survei triwulanan Bank Indonesia yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kondisi keuangan dunia usaha, memberikan indikasi arah perkembangan perekonomian, serta menyediakan informasi tentang ekspektasi pelaku usaha terhadap perkiraan inflasi. Pelaksanaan SKDU di Provinsi Bali dilakukan terhadap 130 pelaku usaha yang tersebar di seluruh Provinsi Bali dan mewakili 17 kategori lapangan usaha. Metode perhitungan dilakukan dengan saldo bersih tertimbang yakni dengan menghitung selisih antara persentase jumlah responden yang memberikan jawaban meningkat dengan persentase jumlah respons yang memberikan jawaban menurun, dan dengan memperhitungkan bobot masing-masing lapangan usaha. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Indeks Penjualan Ritel Bali 123,8: HBKN Dorong Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global

Published

on

By

penjualan ritel bali
Infografis penjualan eceran di Provinsi Bali. (Foto: Hms BI)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme penjualan eceran di Provinsi Bali pada bulan Maret 2026 masih terus bertumbuh secara tahunan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali sebesar 123,8 atau secara tahunan tumbuh 5,1% (yoy), dan masih berada di level optimis (>100). IPR Bali secara bulanan turut meningkat sebesar 0,5% (mtm) seiring dengan adanya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri. Rangkaian HBKN mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi barang-barang ritel seperti bahan bakar kendaraan bermotor (BBM), pakaian, serta makanan dan minuman.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Berdasarkan komponen pembentuknya, 6 (enam) sub-sektor pembentuk IPR dengan pertumbuhan bulanan tertinggi ada pada kategori Barang Lainnya (farmasi, kosmetik, elpiji rumah tangga, dan barang kimia untuk rumah tangga) dengan peningkatan sebesar 2,4% (mtm); Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dengan peningkatan sebesar 1,5% (mtm); Peralatan Informasi dan Komunikasi dengan peningkatan sebesar 1,5% (mtm); Sandang dengan peningkatan sebesar 1,2% (mtm); Barang Budaya dan Rekreasi (mainan anakanak, kertas, karton, alat tulis, alat olahraga, dan alat musik) dengan peningkatan sebesar 1,2% (mtm); serta Makanan, Minuman dan Tembakau dengan peningkatan sebesar 0,8% (mtm).

Tingkat konsumsi yang tumbuh terkendali tercermin dari inflasi tahunan pada bulan Maret 2026 sebesar 2,81% (yoy). Tingkat inflasi tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%, dengan target kisaran inflasi berada di antara 1,5% hingga 3,5%.

Baca Juga  Bali Raih Penghargaan Sebagai Provinsi dengan Pendataan KUMKM Terbaik Tahun 2022

Data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) berkaitan dengan perkembangan kredit tahunan pada Lapangan Usaha (LU) Perdagangan pada hingga Februari 2026 turut menunjukkan peningkatan sebesar 1,46% (yoy). Berlanjutnya prospek positif penjualan ritel di Bali terlihat dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP menggambarkan keyakinan pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah.

Para responden memperkirakan penjualan dalam 3 bulan yang tercermin dari IEP Mei 2026 sebesar 174, lebih tinggi dari IEP April 2026 sebesar 170. Di sisi lain, prakiraan penjualan dalam 6 bulan ke depan, tepatnya pada Agustus 2026 sebesar 194, lebih tinggi dibandingkan IEP Juli 2026 sebesar 184. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100).

Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga kebijakan di bulan Maret 2026. Lebih lanjut, Pemerintah melanjutkan kebijakan subsidi BBM untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Sedangkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus mengimplementasikan operasi pasar murah bagi komoditas strategis. “Bank Indonesia Provinsi Bali bersama TPID baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus berupaya untuk menjaga kestabilan harga, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan,“ ujar Erwin. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Indeks Keyakinan Konsumen Bali Masih Terjaga di Tengah Gejolak Geopolitik

Published

on

By

IKK bali
Infografis optimisme konsumen di Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme konsumen terhadap perekonomian di Bali masih terus berlanjut yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 sebesar 127,3 (nilai indeks > 100), meskipun mengalami perlambatan atau turun sebesar 2,6% (mtm). Penurunan tersebut melandai dibandingkan dengan IKK Februari 2026 yang turun sebesar 3,6% (mtm).

Lebih lanjut, IKK Provinsi Bali masih lebih tinggi dari IKK Nasional dengan IKK sebesar 122,9. Keyakinan konsumen mayoritas didorong oleh kelompok pendapatan Rp 3-4 juta (138,6), Rp 5-6 juta (136,8), dan kelompok pendapatan Rp 2-3 juta (130,5). Optimisme IKK turut tercermin dari responden kategori pekerja di sektor formal (127,2) dan informal (127,3).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui siaran pers menyatakan bahwa Survei Konsumen adalah survei yang dilaksanakan setiap bulan oleh Bank Indonesia untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta harapan konsumen mengenai perkembangan perekonomian di masa mendatang. Perlambatan komponen IKK tertahan oleh Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari sebelumnya 140,2 menjadi 124,7. Faktor penahan pertumbuhan IEK berasal dari penurunan seluruh komponen pembentuk IKE, antara lain indeks prakiraan penghasilan 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini yang menurun sebesar 15,5% (mtm) atau sebesar 123,0, indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang yang menurun sebesar 9,6% (mtm) atau sebesar 122,0, serta indeks prakiraan kegiatan usaha 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 7,9% (mtm) atau sebesar 129,0.

Responden menyatakan adanya kecenderungan penurunan perjalanan wisatawan ke Bali seiring dengan konflik perang di Timur Tengah yang meningkatkan risiko kenaikan harga avtur dan keterbatasan maskapai. Adanya sejumlah pembatalan perjalanan wisatawan ke Bali ini memberikan efek domino bagi keberlangsungan kondisi usaha di Bali sebagai wilayah yang bergantung dari sektor pariwisata.

Baca Juga  Temu Wirasa Stakeholder Gathering Bank BPR Kanti 2024

Meskipun demikian, Erwin Soeriadimadja menegaskan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri turut mendorong IKK Maret 2026 tumbuh lebih baik jika dibandingkan IKK Februari 2026. Optimisme tersebut sejalan dengan data Angkasapura pada bulan Maret 2026 yang menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 9,6% (mtm) atau total jumlah kunjungan sebanyak 892 ribu orang. Adapun peningkatan wisatawan didorong oleh peningkatan kunjungan wisatawan nusantara sebesar 26,3% (mtm), lebih tinggi dibandingkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 0,8% (mtm). Peningkatan kunjungan wisatawan yang selaras dengan peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mampu menahan penurunan IKK lebih lanjut, dari IKE 121,0 menjadi 129,8 (naik 7,3%; mtm).

Erwin lanjut mengungkapkan bahwa faktor pendorong pertumbuhan IKE berasal dari peningkatan tiga komponen yaitu indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 15,0% (mtm), indeks penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 5,5% (mtm), serta indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 3,0% (mtm).

Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Bali terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. TPID terus memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui penyelenggaraan operasi pasar murah, pengawasan harga pada komoditas pangan utama, serta koordinasi rutin untuk memastikan jalur distribusi pangan tetap terjaga.

Demi mendukung pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 masih mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Lebih lanjut, untuk menjaga konsumsi masyarakat di tengah instabilitas geopolitik, pada tanggal 1 April 2026 Pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Stimulus tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Malam Apresiasi Hari Koperasi Ke-77

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca