Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Diikuti 685 Tim, IYSA Gandeng KUI Unud Gelar ISIF 2023

BALIILU Tayang

:

ISIF 2023
ISIF 2023: IYSA bekerja sama dengan KUI Unud saat menggelar International Science and Invention Fair (ISIF) tahun 2023 yang diikuti 685 tim berlangsung selama 4 hari tanggal 7-10 November 2023 di Gedung Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Badung. (Foto: gs)

Jimbaran, Badung, baliilu.com Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Kantor Urusan Internasional Universitas Udayana (KUI Unud) dan Aktuaria ITS Surabaya menggelar International Science and Invention Fair (ISIF) tahun 2023 yang diikuti 685 tim berlangsung selama 4 hari tanggal 7-10 November 2023 di Gedung Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Badung.

Event tingkat nasional dan internasional ini menggelar 4 macam kegiatan yakni International Science and Invention Fair (ISIF), Invention and Innovation Fair (IIF), National Research Teacher Competition (NRTC), dan International Research Teacher Competition (IRCT). Event ini diikuti 685 tim dari Indonesia dan 28 peserta dari luar negeri, sebanyak 264 mengikuti secara offline. Juri yang terlibat terdiri atas 11 orang juri dari luar negeri dan 24 orang juri dari dalam negeri yang didominasi tuan rumah Universitas Udayana dan beberapa dari ITS, Undip dll.

Event ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unud yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Informasi Unud Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes., pada Selasa, 7 November 2023 dilanjutkan pada Rabu, 8 November 2023 penilaian oleh dewan juri hingga pada Kamis, 9 November 2023. Pada Jumat, 10 November 2023 dilakukan acara Awarding Night ISIF.

Presiden IYSA sekaligus Ketua Panitia ISIF 2023 Deny Irawan, M.Pd kepada media mengatakan, ada 4 event yang digelar tahun 2023 ini yang terbesar adalah International Science and Invention Fair (ISIF), yang merupakan event kelima sejak tahun 2019.

deny IrawanKetua Panitia ISIF 2023 Deny Irawan, M.Pd saat memberikan keterangan kepada media. (Foto: gs)

Deny Irawan memaparkan, event pertama ISIF tahun 2019 dilaksanakan di Denpasar di Gedung BCIC, dua tahun berikutnya karena pandemi Covid-19 dilaksanakan secara online, kemudian pada tahun 2022 diselenggarakan di Kampus Undhiksa Buleleng. Tahun 2023 ini IYSA bekerja sama dengan Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Udayana menyelenggarakan di kampus Universitas Udayana, Bukit Jimbaran.

Baca Juga  FEB Unud dan Yayasan Widya Dewata Gelar Ujian Sertifikasi Pajak Brevet A/B Mahasiswa Program Diploma III Perpajakan

‘‘Tahun ini pesertanya sangat banyak. Total ada 685 tim. Terdiri dari 421 tim online dan 264 offline. Karena kapasitas gedungnya tidak muat sehingga penjurian offline dilaksanakan menjadi dua sesi hari ini dan besok supaya peserta bisa dijurikan secara langsung,’’ ujar Deny Irawan, Rabu (8/11/2023), seraya mengungkapkan event kelima ini secara branding kepercayaan dalam dan luar negeri bertambah lebih besar.

Deny Irawan menegaskan event ini diselenggarakan bertujuan pertama, ingin memberikan kesempatan bagi para pelajar dan mahasiswa untuk mengaktualisasi kemampuan mereka di bidang science project dll untuk bisa bersaing secara global. Jadi mereka bisa bukan hanya memamerkan atau mempresentasikan di sekolah mereka, di nasional atau regional tetapi juga di internasional.

Kedua, memberikan kesempatan sebagai wadah bagi para pelajar di Indonesia khususnya dan internasional saling bertukar knowledge, pengalaman, experience, budaya dan sebagainya, biar lebih meningkatkan kompetensi mereka.

Ketiga, kata Deny, membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event besar karena di sini ada dari negara Rumania, Hongkong, Iran, Zubekistan, Thailand, Malaysia sekitar 10 negara yang hadir offline, sisanya via online. Jadi kita buktikan bahwa Indonesia mampu membuat satu event besar berskala internasional bahkan diikuti 28 negara tersebar di Benoa Eropa, Asia, Australia dan Afrika.

‘’Kegiatan ini juga berimpact, memberi berkah pada pariwisata Bali baik hotel, transportasi, dan handicraf atau UKM. Mereka (peserta, red) ke Bali bukan hanya lomba tetapi ada juga yang jalan-jalan. Bahkan peserta dari luar negeri ada sesi program City Tour,’’ ujar Deny Irawan.

ISIF 2023Salah seorang juri dari Fakultas Pertanian Unud melakukan sesi penilaian kepada peserta dari Malaysia. (Foto: gs)

Baca Juga  Usung Tema “Spirit of Unity”, Fakultas Teknik Unud Rayakan HUT Ke-57 BKFT

Deny Irawan lanjut mengungkapkan, dari testimoni para juri, kualitas karya-karya peserta tahun ini meningkat. Bahkan grafiknya naik baik secara kuantitas maupun kualitas sejak pertama digelar. Untuk itu, pihaknya berharap kerja sama dengan Universitas Udayana bisa dilanjutkan untuk event tahun depan. Ia mengaku pihaknya selalu bermitra dengan kalangan akademisi, karena juri-jurinya memang dari kampus yang sesuai dengan kompetensi dan kapabilitasnya. ‘‘Kami bangga bisa bekerja sama dengan Universitas Udayana, bagus, semuanya saling terlibat bahu-membahu untuk menyukseskan acara ini,‘‘ pungkasnya.

Tim SMAN 1 Denpasar dengan karya ilmiahnya bernama Nucifena. (Foto: gs)

Sementara itu, peserta dari SMAN 1 Denpasar yang diwakili Ketua Tim Daryll mengatakan acara lomba ini sangat bermanfaat untuk kaum anak muda terutama untuk mengembangkan kreativitasnya atau mengembangkan pola pikir untuk menemukan ide-ide kreatif yang baru, yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Seperti karya ilmiah tim dari SMAN 1 Denpasar berlabel Nucifena yang berfungsi menghambat korosi besi berbahan sabut kelapa, kulit nenas dan alkohol. Di sini juga ada produk-produk lainnya seperti membuat salah satu pengharum agar tidak ada nyamuk.

‘‘Ini tentu sangat menguntungkan bagi lingkungan sekitar dan berharap di masa mendatang mungkin saja bisa dikembangkan lebih lanjut agar menjadi produk yang jadi dan berguna untuk masyarakat,‘‘ ujar Daryll yang didampingi 4 anggota Agmal, Handy, Arduaita dan Mayet. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako di Gilimanuk

Published

on

By

Hardtop Negaroa
BAGIKAN SEMBAKO: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membagikan sembako di acara “Melali dan Berbagi” Komunitas Sahabat Hardtop Negaroa, Minggu (3/5) di Karang Sewu. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara “Melali dan Berbagi”, Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda “Melali dan Berbagi”.

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.

“Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara, salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali “aura” mobil klasik di Bumi Makepung.

“Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern,” ungkap dr. Gilang.

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. (gs/bi)

Baca Juga  2022 Board Meeting: Laporkan Kinerja Tahun 2022 dan Rencana Tahun 2023 TCI Unud

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Orang ASN di Lingkungan Pemkab Gianyar Direkomendasikan Pemberhentian

Published

on

By

pemkab gianyar
RAPAT: Suasana pelaksanaan rapat pemeriksaan tim pada Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 3 orang ASN  Pemkab Gianyar diberhentikan oleh Tim Pertimbangan Hukuman Disiplin (TPHD), usai pelaksanaan rapat pemeriksaan Tim pada hari Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar.

ASN yang direkomendasikan pemberhentian tersebut berinisial DMCDPP, Pranata Trantibum, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gianyar dengan terbukti sah melakukan tindak pidana menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi 5 gram sesuai Keputusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1473/Pid.Sus/2025/PN. Dan berinisial KSS, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dengan terbukti melakukan tindak pidana menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I sesuai Putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 12/Pid.Sus/2026/PN. Yang bersangkutan diberhentikan sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain itu, ASN berinisial LNH, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, juga diberhentikan karena yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama sepuluh hari kerja secara terus-menerus sesuai Peraturan Bupati Gianyar Nomor 47 Tahun 2024 tentang Cara Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, selaku ketua tim TPHD menyampaikan bahwa pemberian sanksi tegas tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan.

“Keputusan ini diambil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin berat maupun tindak pidana yang dilakukan oleh aparatur, karena ASN harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga etika, menaati aturan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  Doktor Baru Ilmu Kedokteran Buktikan Peran Yoga Atasi Adiksi Internet

“Ke depan, apabila terjadi pembiaran terhadap pegawai yang tidak disiplin dan atasan langsung tidak mengambil tindakan tegas, maka atasan yang bersangkutan juga dapat dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan dicopot dari jabatannya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Published

on

By

Singa Kren
JUMPA PERS: Pemerintah Kecamatan Buleleng saat menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kecamatan Buleleng menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). Festival perdana ini bertajuk Singaraja Kreativitas Seni Festival atau Singa Kren Festival, dengan tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang bermakna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Memimpin jumpa pers, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan, nama Singa Kren diambil dari program inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. “Singa” merujuk pada Singaraja, sementara “Kren” merupakan singkatan dari Kreativitas Seni.

“Jadi potensi-potensi kreativitas seni yang unggul. Oleh karena itu, namanya Kren, festival perdana kali. Itu latar belakang sejarah kenapa kami harus mengangkat nama itu,” ujar Putu Gopi Suparnaca.

Festival ini, menurutnya, menjadi wujud nyata jargon Singaraja Kren Buleleng Paten. Acara dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen seni dan budaya yang telah lama hidup di Buleleng, mulai dari seni tari tradisional Bali, akulturasi budaya Tionghoa, Muslim, hingga pengaruh Buddha, serta seni musik modern dan kreativitas UMKM.

Tema Purwaning Sastrotsawa Pragati sendiri mengandung makna filosofis yang mendalam. “Ada kandungan nilai budaya, ada kandungan tradisi yang terpelihara, terlestari hingga kini. Dan itu juga bermakna pada kandungan kreativitas dari kreativitas seni. Kemudian dari nilai budaya, tradisi, dan kandungan filsafat penuh arti ini cikal bakal kemajuan pemerintah Kabupaten Buleleng,” papar mantan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Buleleng itu.

Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini, antara lain pentas tari dan seni budaya khas Kecamatan Buleleng, seni musik modern, pameran pelayanan publik, pameran UMKM tradisional dan kuliner, Fun Run, Zumba Party, lomba karaoke, serta fashion show.

Baca Juga  Mahasiswa Program Internasional ‘’Sport and Physiotherapy’’ Selesaikan Pendidikan

Salah satu highlight-nya adalah garapan kolosal yang berisi ratusan seniman. Ketua Sanggar Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, pihaknya mengerahkan 87 penari dan 26 penabuh yang diiringi gamelan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng.

“Keunikannya ada di sini, karena biasanya garapan-garapan yang memunculkan beberapa macam etnis itu biasanya memiliki karakter musik yang berbeda-beda. Namun sekarang kami mencoba memeras otak dengan mempergunakan perangkat gong kebyar untuk mengiringi sekian banyak etnis dengan melodi baik pentatonis maupun diatonis,” jelas seniman yang akrab disapa Gus Eka itu.

Garapan tersebut bersifat kolosal dengan melibatkan lebih dari 550 orang, termasuk penari laki-laki dan perempuan dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, meski bukan sesuatu yang benar-benar baru, pengemasan untuk festival perdana ini dibuat berbeda, termasuk proses penyambutan tamu VIP dengan rute yang disesuaikan.

Gus Eka berharap, Festival Singa Kren diharapkan menjadi momentum pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Buleleng yang akulturatif, sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca