Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wujud Cihna Bhakti, Bupati Tabanan Apresiasi ‘’Karya Atiwa-tiwa’’ Desa Adat Pacung

BALIILU Tayang

:

Ngaben Massal Desa Adat Pacung
NYAKSI: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M, saat menghadiri Uleman Nyaksi Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Desa Adat Pacung di Balai Banjar Desa Adat Pacung, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (26/12). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Di tengah rutinitas menjalankan roda pemerintahan, bersamaan dengan kesibukannya dalam pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama di Kantor Bupati Tabanan, selaku Pimpinan Daerah, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., tetap menjalankan komitmennya mendampingi masyarakat dalam membangun Karya. Pihaknya beserta jajaran hadir dalam Uleman Nyaksi Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Desa Adat Pacung di Balai Banjar Desa Adat Pacung, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (26/12).

Terhitung sudah 63 kali Bupati Sanjaya selaku Murdaning Jagat, hadir nyaksi Karya Agung yang dilakukan masyarakat. Ini sebagai wujud dukungan pemerintah, saling bersinergi dengan masyarakat melalui pembangunan terstruktur, secara sekala dan niskala. Saat itu kehadirannya didampingi oleh Asisten Pembinaan Kejaksaan Tinggi Bali, Sekda, para Kepala OPD dan Kepala Bagian terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Baturiti, MDA Kecamatan, Perbekel dan Bendesa Adat setempat.

Dalam Karya yang dimulai sejak 12 Desember lalu dan puncak acaranya dilangsungkan pada 28 Desember mendatang, sebanyak 23 sawa yang terdiri dari 13 wanita dan 10 pria turut diabenkan dalam karya atiwa-tiwa tersebut. Masing-masing sawa dibebankan biaya urunan sebesar kurang-lebih 12 juta rupiah. Dilanjutkan dengan keikutsertaan sawa ngelangkir sebanyak 23 diri dengan biaya masing-masing 200 ribu rupiah dan 3 diri ngelungah dengan biaya sebesar 400 ribu rupiah.

Tak hanya itu, Karya Pitra Yadnya tersebut juga dirangkaikan dengan Karya Manusa Yadnya, yakni metatah/mesangih dengan jumlah peserta sebanyak 39 orang dan biaya yang dikenakan masing-masing sebesar 250 ribu rupiah. Lebih kurangnya mendapat urunan dari warga setempat dari total 313 KK. Karya dipuput oleh Pandita Mpu Siwadaksa Natha Pramasadhu saking Griya Agung Lingga Buana Pemacekan Sangeh Badung.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Apresiasi Karya Krama Banjar Lodalang Kukuh Marga

Di kesempatan itu, kehadiran Bupati dan jajaran disambut meriah dan penuh kehangatan. Selain memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap Karya yang sudah rutin berlangsung setiap 3 tahun sekali dan masuk dalam perarem adat, Bupati Sanjaya juga berkesempatan menjelaskan terkait filosofi dan esensi dari upacara Atiwa-tiwa sebagai implementasi umat Hindu Bali dalam menjalankan yadnya, atau yang disebut dengan korban suci. Hal tersebut karena kewajiban yang melekat dalam diri kita, bahkan sedari manusia dilahirkan untuk menjalankan Panca Yadnya, termasuk Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya yang berlangsung pada hari ini.

Astungkara, saya salah satu yang diberi kesempatan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa, ngupasaksi banyak sekali upacara. Ini adalah wujud bhakti kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, para Leluhur dengan melakukan ritual pengabenan ini. Banyak cara dalam melakukan ritual ini, bersyukur di jaman sekarang sudah ada ngerombo atau gotong-royong, melaksanakan yadnya sangkaning lascarya,” jelasnya siang itu.

Bagi Sanjaya, ini adalah perwujudan Cihna Bhakti. “Ritatkala kita saling asah, asih, asuh, baik pemerintah sareng masyarakat, dalam menjalankan Visi Tabanan sekadi Paduraksa. Pemerintah mengayomi yang di bawah dan masyarakat berkontribusi dengan pembangunan yang dilakukan pemerintah,” imbuhnya. Pelaksanaan karya juga harus memenuhi kesempurnaan Tri Upa Saksi, yang menjadi landasan kehadiran Murdaning Jagat siang itu, agar karya yang berlangsung termasuk dalam karya yang Satwika.

Bendesa Adat Pacung, I Made Kariawan, mewakili warga desa Adat Pacung memberikan sambutan hangat bagi kehadiran jajaran siang itu. “Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Bupati, telah menyempatkan hadir, ngupasaksi karya sampai memberikan perhatian dan bantuan kepada kami. Kehadiran Bapak mampu meringankan pelaksanaan Karya Atiwa-tiwa hari ini. Semoga bisa berjalan dengan lancar, memargi antar, labda karya sida sidaning don,” terangnya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan Puji Ngaben Bersama yang Dilaksanakan Desa Adat Tuka dan Kukub

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti Penyineban” di Pura Luhur Uluwatu

Published

on

By

walikota jaya negara
HADIRI PENYINEBAN: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7). (Foto: Hms Dps)

Badung, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7).

Pengempon Pura Luhur Uluwatu yang merupakan Panglingsir Puri Agung Jro Kuta, IGN Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko mengatakan setelah Puncak Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu dilaksanakan dengan bhakti penganyar. Rangkaian upacara penyineban dipuput Ida Peranda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar.

“Dengan melakukan srada bhakti kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, astungkara mudah-mudahan kita di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dijauhkan dari bencana serta diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga semua umat bisa rahayu,” ujar IGN Jaka Pratidnya.

Lebih lanjut dikatakan melalui bhakti ini, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan keselamatan dan perlindungan bagi umat di Bali dan seluruh masyarakat Indonesia. “Kami juga mengimbau agar dalam pelaksanaan upacara ini menghindari penggunaan plastik sekali pakai, guna menjaga kelestarian alam,” ucapnya.

Sementara, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan bahwa pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh umat dan masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa menjadikan sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Baca Juga  Pupuk Kekompakan, Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan di Pura Luhur Batukau

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri Puncak “Karya Ngenteg Linggih“ di Pura Dalem Padonan Desa Adat Kapal

Published

on

By

bupati adi arnawa
SEMBAHYANG: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melakukan persembahyangan bersama saat menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). Karya yang dipuput oleh pemangku pura setempat ini digelar bersamaan di tiga pura, yakni Pura Dalem Padonan, Pura Dalem Penataran, dan Pura Ratu Ngurah Bagawan Penyarikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa melakukan penandatanganan prasasti dan mengikuti persembahyangan bersama krama. Bupati turut mengapresiasi semangat gotong royong warga Banjar Belulang yang sukses menggelar karya suci besar meski jumlah pengemponnya terbatas.

“Kebersamaan adalah kekuatan utama masyarakat Bali. Ketika krama bersatu dengan semangat ngayah dan tulus ikhlas, setiap kegiatan, termasuk pelaksanaan karya suci seperti hari ini, dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Ia berharap upacara ini membawa kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Bupati juga mengajak krama untuk terus menjaga persatuan dan kelestarian budaya Bali sebagai pondasi utama pariwisata daerah.

Sementara itu, Manggala Karya sekaligus Camat Mengwi Nyoman Suhartana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung. Ia menjelaskan bahwa upacara ini merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan seluruh warga.

“Kegiatan karya ini merupakan wujud semangat gotong-royong Krama Banjar Belulang yang didukung oleh Jero Bendesa Adat Kapal. Melalui rapat dan musyawarah bersama, seluruh krama bersepakat untuk melaksanakan karya ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Suhartana memaparkan, karya suci yang diempon oleh 66 Kepala Keluarga (KK) ini didukung penuh oleh bantuan dana hibah Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 400 juta. Selain itu, pembiayaan juga bersumber dari punia krama serta para pengusaha di lingkungan Banjar Belulang.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Apresiasi Gotong-royong Warga Desa Adat Juwuk Legi Dalam Membangun Yadnya

Acara ini turut dihadiri oleh Kabag Prokompim Setda Badung I Kadek Edi Putrana, Kabag Umum I Gede Wisnu Bhayangkara, Lurah Kapal Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana, Kelian Adat dan Kelian Dinas Desa Adat Kapal, unsur Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa, para pengempon pura serta prajuru adat setempat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Karya Suci “Piodalan Padudusan Agung” di Desa Adat Sibanggede

Published

on

By

bupati adi arnawa
SERAHKAN PUNIA: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan punia saat menghadiri Karya Suci Piodalan Padudusan Agung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong-royong krama Desa Adat Sibanggede dalam menyelenggarakan Karya Suci Piodalan Padudusan Agung. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri puncak upacara yang berlangsung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7/2026).

Upacara besar ini merupakan rangkaian dari Upacara Piodalan Mapadudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh Ngusaba Desa Muang Ngusaba Nini Tahun 2026 yang bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih Medangsia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menandatangani prasasti serta melaksanakan persembahyangan bersama. Persembahyangan ini dilakukan sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Puseh dan Pura Desa.

Dalam sambrama wacana-nya, Bupati Adi Arnawa mengajak seluruh krama untuk senantiasa meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar selalu dianugerahi kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan.

“Saya merasa bersyukur dapat hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang melaksanakan karya suci ini. Semoga melalui karya suci ini kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kerahayuan, serta keseimbangan alam semesta,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa mendoakan agar seluruh rangkaian karya suci dapat berjalan dengan lancar dan rahayu. Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Badung, khususnya terkait kemacetan yang masih terjadi di sejumlah titik.

Menurutnya, Pemkab Badung terus berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui pembangunan ruas jalan baru dan pelebaran jalan di beberapa lokasi strategis. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan sehingga wisatawan merasa lebih nyaman dan aman saat berkunjung ke Badung. Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh krama untuk terus menjaga adat, tradisi, dan warisan leluhur serta mendukung program-program pemerintah.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Launching "SAKTI" Sanggar Konseling dan Motivasi ASN Berbasis IT

“Tantangan kita ke depan adalah kemacetan, pengelolaan sampah, dan keamanan. Untuk itu saya mengharapkan kerja sama seluruh krama. Terkait kemacetan, pemerintah telah membangun ruas jalan baru dan melakukan pelebaran jalan di beberapa titik. Sedangkan dalam penanganan sampah, kami mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar lebih mudah diolah di TPS-3R,” harapnya.

Manggala Karya, Wayan Darma, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas segala dukungan yang diberikan, sehingga pelaksanaan karya suci tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung yang di tengah kesibukannya masih berkenan hadir pada puncak karya ini. Selain itu, kami juga berterima kasih atas bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 1,5 miliar sehingga seluruh rangkaian karya suci dapat terlaksana sesuai harapan kami,” ungkapnya.

Usai puncak upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Mepasaran dan Mapeselang. Rangkaian upacara suci ini dipuput oleh sejumlah sulinggih. Upacara Padudusan Agung dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Geniten (Griya Dalem Sibanggede), Ida Pedanda Putu Peling (Griya Peling Blahbatuh), Ida Pedanda Nyoman Tulikup (Griya Tulikup), Ida Pedanda Gede Putra Singarsa (Griya Langon Sibang Kaja), dan Ida Pedanda Jelantik Giri (Griya Gunung Sari, Peliatan).

Sedangkan Upacara Mepasaran dipuput oleh Ida Pedanda Istri Ketut Kanya Mas Kajeng dari Griya Kajeng Abiansemal. Upacara Mapeselang sekaligus Majejiwan dipuput oleh Ida Pedanda Ari Dwija Simpangan dari Griya Simpangan, Sandakan, bersama Ida Pedanda Jelantik Giri dari Griya Gunung Sari, Peliatan. Selanjutnya, Upacara Ngindang dipuput oleh Ida Pedanda Istri Mayun, sedangkan Upacara Ngenyitin Linting dipuput oleh Ida Pedanda Istri Rai.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi “Pitra Yadnya” di Griya Daha Bedha, Ingatkan Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Badung Nyoman Gede Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta, para Angga Puri, Angga Griya, Perbekel Sibanggede Wayan Darmika, Bendesa Adat Sibanggede I Nyoman Surianta, Kelihan Adat dan Dinas Sibanggede, serta seluruh krama Desa Adat Sibanggede. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca