Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Tabanan Puji Ngaben Bersama yang Dilaksanakan Desa Adat Tuka dan Kukub

BALIILU Tayang

:

Bupati Tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menghadiri upacara yadnya ngaben bersama dan atma wedana, Selasa, (30/8) siang.

 Tabanan, baliilu.com  – Serius dan selalu berkomitmen membangun Kabupaten Tabanan secara menyeluruh sesuai Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembanggunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, Bupati Tabanan secara konsisten dan berkelanjutan memberikan dukungan kepada masyarakat dalam melaksanakan pembangunan, baik secara sekala maupun niskala.

Seperti halnya kali ini, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi jajarannya menghadiri dua pelaksanaan upacara yadnya masyarakat di Perean Tengah, yakni Karya Atma Wedana yang dilakukan oleh masyarakat Desa Adat Tuka dan Upacara Ngaben Bersama yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Adat Kukub, Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa, (30/8) siang.

Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda, OPD terkait, Camat dan unsur Muspika Kecamatan Baturiti, perbekel dan bendesaaAdat setempat, memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat. Nampak di kesempatan ke dua di Desa Adat Kukub turut dihadiri oleh anggota DPR RI I Made Urip dan Ketua DPRD Bali N. Adi Wiryatama. Hal ini, dikatakan merupakan salah satu penjabaran yang dilakukan masyarakat untuk mencapai visi misi Pemkab Tabanan.

Selaku Kepala Daerah, Bupati Sanjaya mengaku sangat bangga dan bahagia bisa berada di tengah masyarakat dalam melaksanakan pembangunan yang positif. Pihaknya memberikan apresiasi, memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya buat krama. Apalagi konsep dalam membangun upacara/upakara yang digelar sangat bagus dan merupakan cerminan perwujudan dari visi Pemkab. Di mana terlihat dalam kegiatan ngaben bersama ini juga dirangkaikan dengan kegiatan yadnya lainnya, seperti memukur, metatah dan warak keruron.

Di mana menurut Sanjaya, bahwa konsep yadnya seperti ini sangat membantu meringankan beban masyarakat terutama dari segi biaya. Karena sejatinya, yadnya itu dikatakannya tidak harus mahal dan tidak harus dengan biaya yang besar. Terbukti, saat ini masyarakat Desa Adat Tuka dan masyarakat Desa Adat Kukub mampu melaksanakan pengabenan bersama dirangkaikan dengan memukur, metatah serta upacara warak keruron dengan biaya yang sangat murah. Hal ini dipandang mampu menepis paradigma bahwa pelaksanaan yadnya tidaklah harus mahal, terutama dalam upacara pitra yadnya, yakni pengabenan.

Sanjaya juga sangat berkeyakinan, kalau kedepannya hal ini terus diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh masyarakat Tabanan, maka akan sangat memudahkan generasi mendatang.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi Kebersamaan Krama Saat ‘’Ngupasaksi’’ Yadnya di Desa Banjar Anyar dan Jegu

 “Saya, bersama Ketua DPRD, Sekda, dan jajaran memberikan doa restu yang tulus, semoga upacara/upakara ini memargi antar labda karya sida sidaning don,” ujar Sanjaya dalam dharma wacananya di Desa Adat Tuka, sembari sangat bersyukur karena antusias masyarakat sangat besar dalam menjaga kelestarian tradisi, adat, dan budaya Bali.

Melihat masyarakatnya bersatu, penuh kekompakan serta mengedepankan semangat gotong royong dalam melaksanakan karya, merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang nomor satu di Tabanan tersebut.

“Saya di Pemerintah Kabupaten Tabanan tidak akan pernah surut, tidak akan pernah berhenti memberikan dukungan dan bantuan ketika melihat krama kompak selalu. Ke depan, apapun yang menjadi harapan masyarakat, baik dalam membangun parahyangan, pawongan, palemahan, mari tetap jaga kekompakan dan persatuan ini,” pinta Sanjaya.

Saat itu, kegiatan Atma Wedana Desa Adat Tuka dirangkaikan dengan upacara nyekah yang menyertakan 30 sawa dengan biaya Rp. 3 juta per sawa, metatah diikuti oleh 56 orang dengan biaya Rp. 300 ribu, warak keruron 7 dan 6 ngelangkir. Begitupun dengan Upacara Ngaben Bersama di Desa Adat Kukub dirangkaikan dengan upacara manusa yadnya, yakni menyertakan 36 sawa nyekah dengan biaya Rp. 5 juta, 63 orang metatah dan 2 orang metelubulanan dengan biaya masing-masing Rp. 400 ribu.

Dengan kehadiran bupati beserta jajaran, masyarakat Desa Adat Tuka dan Desa Adat Kukub melalui ketua panitia masing-masing, mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungannya. Pihaknya sangat mendukung penuh terkait program bupati dalam pelestarian seni, tradisi adat dan budaya.

“Semoga adat kita kedepan bisa ajeg, lestari sesuai dengan visi dan misi kabupaten, yakni AUM (Aman, Unggul dan Madani) tersebut,” ujar I Nyoman Narda, selaku Ketua Panitia Ngaben Bersama Desa Adat Kukub. (gs/bi)

Baca Juga  Tiga Fraksi DPRD Tabanan Sepakati Ranperda APBD 2027

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Pemkab Gianyar Gelar Mendak Ida Bhatara Padmasana, Diiring Peed Agung Menuju Padmasana Puspem Gianyar

Published

on

By

Peed Agung Mendak Ida Bhatara Padmasana
MENDAK IDA BHATARA: Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian upacara piodalan di Padmasana Puspem Gianyar yang juga pada hari sebelumnya telah dilaksanakan prosesi melaspas Padmasana Puspem Gianyar, sebagai wujud sradha bhakti dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama turut mengikuti prosesi Peed Agung, mengiringi Ida Bhatara Padmasana dari Padmasana Kantor Bupati Gianyar menuju Padmasana Puspem Gianyar. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi berbagai unsur upacara yang menambah suasana sakral sepanjang perjalanan menuju Padmasana Puspem Gianyar.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gianyar I Kadek Arnata menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan upacara di Padmasana Kantor Bupati Gianyar. Setelah rangkaian upacara awal selesai, prosesi dilanjutkan dengan Peed Agung atau iring-iringan suci mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Puspem Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini melibatkan para pemangku, pengayah, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar yang bersama-sama ngayah dalam mendukung kelancaran pelaksanaan upacara.

“Peed Agung diiringi Paiketan Pemangku yang turut Nguncarang Bajra, Lelontekan Uparengga, serta Tabuh Agung Adi Merdangga, Rejang, Gebogan, serta Lantaran Putih,” jelasnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan ngayah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara, prosesi ini juga memperlihatkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian adat, tradisi, dan nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Gianyar.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Peringati Tumpek Krulut Sebagai Implementasi Keharmonisan Alam

Melalui pelaksanaan upacara pemelaspasan hingga Piodalan Padmasana Puspem Gianyar ini, diharapkan seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar dan labda karya, serta memohon kerahayuan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gianyar.

“Prosesi mendak dan Peed Agung ini menjadi momentum untuk memperkuat sradha bhakti sekaligus meneguhkan nilai menyama braya dan semangat ngayah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, sebagai wujud harmonisasi antara kehidupan pemerintahan, adat, dan spiritualitas masyarakat Bali,” pungkas Arnata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” Pura Segara Serangan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya di Pura Segara Serangan
HADIRI KARYA :Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian "Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan" Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan” Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10).

Kehadiran Walikota Jaya Negara merupakan wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi pondasi kehidupan masyarakat.

Rangkaian prosesi hari itu, diawali dengan persembahan tari Pendet yang dibawakan para ibu-ibu dari Desa Adat Serangan. Alunan tetabuhan yang menggema sejak pagi, menambah khidmat prosesi karya yang juga turut dihadiri oleh para Anggota DPRD Kota Denpasar, jajaran Kecamatan Denpasar Selatan, jajaran Kelurahan Serangan, prajuru desa adat, serta krama pengempon pura.

Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi bentuk bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong-royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar hingga penyineban serta memberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh krama pengempon maupun masyarakat Kota Denpasar secara umum.

Sementara itu, Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha menjelaskan, puncak karya ini sendiri akan digelar bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Redite Kliwon, Minggu (25/10) mendatang.

Pihaknya juga  menyampaikan apresiasi atas kehadiran Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Dalami Pengelolaan Kesehatan dan Pariwisata, Pemkab Tabanan Jadi Tujuan Studi Tiru Kabupaten Padang Pariaman

Kehadiran pemerintah dinilai menjadi penyemangat bagi krama dalam menjaga kelestarian tradisi, adat, dan budaya Bali agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Adat Serangan, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota dan seluruh jajaran, atas perhatian kepada kami di Desa Adat Serangan ini,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Atma Wedana Kinembulan“ Desa Adat Taman, Bupati Adi Arnawa Ajak Rawat Pilar Adat

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Atma Wedana Kinembulan
HADIRI KARYA ATMA WEDANA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen menguatkan sendi-sendi adat dan meringankan beban swadaya krama dalam melaksanakan kewajiban keagamaan. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan menggelontorkan bantuan hibah daerah sebesar Rp 500 juta saat pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya Memukur, Mepetik, Munggah Deha, dan Mepandes di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Bantuan finansial bernilai strategis tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Wayan Adi Arnawa dan diterima langsung oleh Bendesa Adat Taman, I Made Tantra, di sela-sela prosesi upacara yang diikuti oleh ratusan krama pemilik sawa.

Puncak ritual keagamaan massal ini turut disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Tripika, Perbekel Taman, Ketua BPD, serta jajaran tokoh masyarakat setempat.

Dalam sembrama wacananya, Bupati menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh krama Desa Adat Taman yang telah bersatu padu dan menjaga spirit gotong-royong dalam menyelenggarakan upacara panca yadnya berskala besar ini.

“Karya Atma Wedana Kinembulan dan rangkaian Karya Manusa Yadnya ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan momen sakral kita untuk berbakti kepada leluhur sesuai ajaran haluan agama Hindu. Semangat gotong-royong yang terjalin erat di antara krama adalah modal sosial yang tak ternilai harganya,” ujar Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa persatuan krama merupakan pilar utama dalam mempertahankan kelestarian adat dan kebudayaan Bali di tengah arus modernisasi. Pihaknya berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, sidapurna, serta memancarkan kerahayuan bagi seluruh desa.

Sementara itu, Bendesa Adat Taman I Made Tantra mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepedulian Guru Wisesa atau Pemerintah Kabupaten Badung. Kehadiran pemimpin daerah beserta dukungan dana hibah ini diakui sangat meringankan beban pembiayaan krama desa.

Baca Juga  Diklat Revolusi Mental Ketiga, Bupati Tabanan Rangkul Tenaga Medis Bangun Tabanan yang AUM

Ia melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Taman tahun ini sukses mengakomodasi keperluan adat krama dengan total keikutsertaan sebanyak 52 sawa sekah, 51 peserta potong gigi, dan 40 anak peserta upacara mepetik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca