Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Berhasil Kelola SP4N LAPOR!, Pemprov Bali Berbagi Praktik Baik dengan Empat Daerah di Indonesia

BALIILU Tayang

:

SP4N LAPOR bali
BERBAGI: Kegiatan berbagi praktik baik pengelolaan kanal pengaduan yang difasilitasi Kemen PAN-RB RI dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Inspektorat Bali, Jumat (14/6/2024). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Menjadi daerah terbaik dalam pengelolaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N LAPOR!), Pemprov Bali berbagi praktik baik dengan empat daerah di Indonesia yaitu Sumatera Selatan, NTT, NTB dan Maluku. Agenda berbagi praktik baik pengelolaan kanal pengaduan yang difasilitasi Kemen PAN-RB RI dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Inspektorat Bali, Jumat (14/6/2024). Paparan tentang praktik baik pengelolaan SP4N LAPOR! disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana dan Kadis Kominfo Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan selamat datang kepada rombongan dari empat provinsi yaitu Sumatera Selatan, NTT, NTB dan Maluku. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kemen PAN-RB yang memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan ini.

Bicara tentang pengelolaan SP4N LAPOR!, secara garis besar Sekda Dewa Indra menyebut dua manfaat kanal pengaduan berbasis digital ini. “Pertama adalah manfaat internal yaitu bagi lembaga penyedia layanan publik. Di internal, kita mungkin merasa sudah memberikan layanan secara maksimal sehingga tak ada lagi kekurangan. Padahal penilaian itu harusnya datang dari masyarakat karena mereka yang merasakan,” ujarnya.

Dikaitkan dengan SP4N LAPOR!, masyarakat bisa memberikan feedback sehingga bisa dijadikan bahan evaluasi oleh lembaga pemberi layanan. Manfaat internal lain dari SP4N LAPOR! adalah terbukanya kesempatan bagi lembaga pelayan publik untuk memberikan klarifikasi atas pengaduan masyarakat yang bisa jadi tak sepenuhnya benar. Sekda Dewa Indra kemudian mencontohkan pengaduan masyarakat terkait layanan RS Pemerintah, dimana mereka ingin langsung mendapat penanganan dokter spesialis tanpa melalui prosedur IGD.

Baca Juga  Anugerah Monev KIP Badan Publik 2022, Pemprov Bali Kembali Raih Predikat Informatif

“Padahal prosedurnya, pasien harus tuntas dulu dalam penanganan kegawatdaruratan, sehingga dokter spesialis mempunyai data tentang kondisi pasien secara umum,” terangnya.

Berikutnya, birokrat kelahiran Buleleng ini memaparkan tentang manfaat SP4N LAPOR! bagi masyarakat. Diterangkan olehnya, masyarakat berhak mendapat layanan publik berkualitas dan pemerintah wajib memenuhinya. “Dengan adanya kanal ini, masyarakat bisa penyampaian pengaduan terkait layanan publik yang menurut mereka perlu diperbaiki,” cetusnya.

Dewa Indra menilai, SP4N LAPOR! yang merupakan produk kolaborasi sejumlah kementerian adalah kanal yang diciptakan untuk menjembatani kepentingan pemerintah dan masyarakat melalui saluran digital. Kebetulan, ujar Dewa Indra, Bali menjadi daerah percontohan dalam penerapan sistem pengaduan ini. Pemprov Bali mengawali penerapan SP4N LAPOR! dengan penyatuan komitmen di kalangan internal.

“Komitmen di lingkungan internal pemerintahan sangat dibutuhkan agar sistem ini bisa dilaksanakan dengan baik. Berikutnya barulah kita melangkah pada sosialisasi agar keberadaan kanal ini diketahui oleh masyarakat luas,” paparnya.

Dalam penerapannya, Pemprov Bali juga menghadapi sejumlah kendala seperti masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang keberadaan kanal pengaduan SP4N LAPOR! Kendala lainnya, ketidakberanian masyarakat dalam menyampaikan pengaduan. Mengatasi kendala tersebut, Pemprov Bali melakukan sosialisasi lebih masif agar masyarakat lebih mengenal apa itu SP4N LAPOR! Sedangkan untuk mendorong keberanian masyarakat untuk menyampaikan pengaduan, Pemprov Bali menempuh strategi responsif terhadap pengaduan yang masuk.

“Pengaduan yang masuk kita respons dengan cepat, sehingga tumbuh kepercayaan masyarakat. Kalau tak ada respons, mereka akan menganggap kanal ini tak serius. Jadi kunci keberhasilan dalam penerapan SP4N LAPOR! adalah kecepatan respons,” tandasnya.

Kadis Kominfos Bali Gede Pramana dalam paparannya menyampaikan bahwa kesuksesan Pemprov Bali dalam pengelolaan SP4N LAPOR! tak terlepas dari dukungan akses jaringan internet gratis yang saat ini telah terpasang di 2.303 titik. Memanfaatkan jaringan free WiFi di Desa Adat, Puskesmas dan fasilitas umum lainnya, Diskominfos selaku leading sektor dalam pengelolaan SP4N LAPOR!, mengintensifkan sosialisasi terkait keberadaan kanal pengaduan ini.

Baca Juga  Belum Berlaku, Usulan Voucher ‘‘Tourism Levy‘‘ akan Dibahas Lebih Lanjut

“Kita gunakan strategi Pop-Up dan Landing Page sehingga masyarakat langsung mendapat informasi saat menggunakan layanan WiFi gratis,” ungkapnya. Selanjutnya Gede Pramana juga memaparkan tentang statistik jumlah pengaduan masyarakat melalui kanal SP4N LAPOR dari tahun 2019 hingga 2023 yang hampir seluruhnya tuntas mendapat tindak lanjut.

Sementara itu, Analis Kebijakan Kemen PAN-RB Solikin menerangkan bahwa Bali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan monitoring dan evaluasi SP4N LAPOR! karena dinilai berhasil mengelola kanal pengaduan berbasis digital ini. Pihaknya sengaja menghadirkan empat daerah yang dinilai belum optimal dalam pengelolaan SP4N LAPOR! Melalui kegiatan ini, perwakilan empat daerah diharapkan dapat menyerap informasi terkait praktik baik yang diterapkan Bali dalam pengelolaan SP4N LAPOR! untuk kemudian diterapkan di wilayah masing-masing. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

PKK Badung Dorong Peran Generasi Muda Dalam Kartini Sustainability Forum 2026

Published

on

By

Kartini Sustainability Forum
HADIRI KSF 2026: Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, saat menghadiri Kartini Sustainability Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kecamatan Abiansemal di Bali Pertiwi Adventure, Bongkasa Pertiwi, Sabtu (9/5/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri Kartini Sustainability Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kecamatan Abiansemal di Bali Pertiwi Adventure, Bongkasa Pertiwi, Sabtu (9/5/2026).

Mengusung tema “Merawat Alam, Menguatkan Manusia, Melestarikan Budaya”, forum ini menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga lingkungan, mendorong pemberdayaan perempuan, serta melestarikan kearifan lokal Bali.

Hadir mendampingi Asisten Administrasi Umum, Kadis Sosial, Kepala DLHK, Kepala Kesbangpol Badung, perwakilan Dinas Perikanan, Kabag Prokompim, Plt. Camat Abiansemal, serta Perbekel Bongkasa Pertiwi.

Rangkaian acara diawali dengan aksi pelestarian alam berupa penebaran bibit ikan ke aliran sungai, pelepasan burung, hingga penanaman pohon kelapa gading bersama. Selain aksi lingkungan, kegiatan diisi dengan sesi diskusi interaktif dan talkshow yang menghadirkan narasumber kompeten untuk membahas isu lingkungan dan peran perempuan. Acara kemudian ditutup dengan kunjungan ke pusat produksi kerajinan perak di Desa Bongkasa Pertiwi.

Dalam sambutannya Rasniathi Adi Arnawa mengapresiasi inisiatif FAD Abiansemal dalam mengangkat isu yang relevan dengan tantangan zaman. “Semangat Kartini yang kita peringati dan teladani hingga hari ini adalah semangat pembangunan, keberanian, kemajuan, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan. Tema Merawat Alam, Menguatkan Manusia, Melestarikan Budaya yang diusung dalam forum ini sangat tepat, karena ketiga hal ini saling berkaitan erat dan menjadi pondasi utama kesejahteraan keluarga maupun masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan. “Anak-anak dan remaja adalah penerus tonggak pembangunan. Melalui wadah seperti ini, kalian tidak hanya belajar berorganisasi, tetapi juga belajar bertanggung jawab menjaga warisan alam dan budaya Bali yang indah ini. Pemberdayaan perempuan pun menjadi hal penting, karena perempuan memiliki peran sentral di keluarga, dalam mendidik anak, dan menjaga nilai-nilai luhur budaya kita,” tegas Rasniathi

Baca Juga  Raih Opini Kualitas Tertinggi Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik, Sekda Dewa Indra Ajak Perkuat Komitmen Berikan Layanan Publik Terbaik

Pihaknya berharap forum ini menghasilkan langkah konkret yang berkelanjutan bagi masyarakat luas, bukan sekadar acara seremonial. “PKK Kabupaten Badung akan terus mendukung dan bersinergi penuh dengan Forum Anak Daerah, karena visi kita sama: mewujudkan masyarakat, keluarga, dan generasi muda yang tangguh, berbudaya, serta peduli pada kelestarian alam,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Women Ecopreneurs Market Day: Ruang Bertumbuh Baru bagi Bisnis Berkelanjutan dan Komunitas Akar Rumput

Published

on

By

WEA
Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF) menghadirkan Women Ecopreneurs Market Day pada 9 Mei 2026 di Sudamala Resort, Sanur. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF) menghadirkan Women Ecopreneurs Market Day ecopddpada 9 Mei 2026 di Sudamala Resort, Sanur. Acara ini adalah bagian dari Women Ecopreneurs Lab, sebuah pendampingan bisnis yang mendukung perempuan pelaku usaha dalam membangun produk yang ramah sosial dan ramah lingkungan. Sejak 2025, para pelaku bisnis perempuan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, mengikuti pendampingan Women Ecopreneurs Lab menggunakan WEA Eco-Entrepreneurship Toolkit.

“Harapannya, produk lokal yang dibuat oleh para ibu pengrajin bisa dikenal luas, bisa mengakses pasar sehingga ibu-ibu bisa terus semangat untuk memproduksi jikalau pasar yang disasar tepat. Kemudian mendapatkan feedback dan masukan dari para pengunjung maupun calon customer,” ujar Aziza, Founder Kriya Kite.

Dengan menggunakan WEA Eco-entrepreneurship Toolkit, mereka mengembangkan produk, memperkuat model bisnis, serta mengevaluasi praktik bisnis lestari mereka. Progres bisnis ini terukur dengan Eco-checklist yang mencakup aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Market Day menjadi ruang pembuktian bagi mereka. Di sinilah mereka melakukan riset pasar secara langsung, mendapatkan masukan secara langsung dari para pembeli. Di sini pula kami membuka akses bagi mereka untuk terhubung dengan pembeli, jejaring, serta peluang rantai pasok yang selama ini sulit dijangkau oleh perempuan akar rumput,” ucap Melisa, WEA Indonesia.

Rangkaian Acara Women Ecopreneurs Market Day

Women Ecopreneurs Market Day menjadi ruang untuk membawa proses tersebut lebih dekat dengan publik. Acara ini menghadirkan: 20 stan Eco-market dari WEA Ecopreneurs dan merek lokal Bali; Sesi presentasi bisnis oleh 5 pengusaha Perempuan; Lokakarya interaktif, berupa pewarnaan tekstil alami dan menganyam limbah gedebog pisang; Sesi berjejaring bersama para pengusaha dan komunitas; dan Pertunjukan live music.

Beragam bisnis yang hadir mencerminkan pendekatan keberlanjutan yang berbeda-beda, mulai dari produk upcycle berbahan limbah, tekstil pewarna alami, pengolahan hasil pertanian lokal, hingga kerajinan berbasis pemberdayaan komunitas perempuan. Melalui Market Day, para pelaku bisnis memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung, membangun jejaring, dan memperluas akses pasar. Acara ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong praktik produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab, sejalan dengan SDGs 12. (gs/bi)

Baca Juga  Raih Opini Kualitas Tertinggi Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik, Sekda Dewa Indra Ajak Perkuat Komitmen Berikan Layanan Publik Terbaik

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

SingaKren Fest 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”

Published

on

By

singakren
BUKA FESTIVAL: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra resmi membuka Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Jumat (8/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 resmi digelar di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada 8 hingga 10 Mei 2026. Festival yang pertama kali dilaksanakan ini mengusung tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati” yang mengandung makna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai landasan awal menuju kemajuan. Kegiatan festival ini dibuka langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Jumat (8/5).

Berbagai kegiatan digelar selama festival berlangsung, di antaranya lomba fashion show berpasangan PKK desa/kelurahan, lomba karaoke antar desa/kelurahan se-Kecamatan Buleleng, bakti sosial berupa cek kesehatan gratis, pap smear, donor darah, fun run, zumba, hingga pementasan seni budaya khas Buleleng. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati pameran UMKM, kuliner khas Buleleng, dan tenun endek yang ditampilkan pada stand-stand pameran.

Dalam sambutannya, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan apresiasi kepada Camat Buleleng beserta seluruh jajaran dan panitia yang telah bergotong royong menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, festival kecamatan merupakan implementasi nyata dari visi pembangunan Kabupaten Buleleng, yakni “Terwujudnya Masyarakat Buleleng yang Mandiri, Unggul, Sejahtera, dan Berkepribadian Berlandaskan Tri Hita Karana”.

“Komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan seni dan budaya di tingkat kecamatan merupakan salah satu wujud pembangunan Buleleng yang tidak hanya dilakukan dari tingkat atas, tetapi dimulai dari desa, kelurahan, banjar, hingga masyarakat secara langsung dengan semangat kebersamaan dan keharmonisan,” ucap Sutjidra.

Di akhir sambutannya, Bupati Sutjidra berharap Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses, serta mampu melestarikan dan memperkuat identitas budaya lokal Buleleng sebagai bagian dari kekayaan daerah. Tradisi, seni, dan budaya yang sarat nilai filosofi diharapkan dapat menjadi penguat kemajuan daerah sejalan dengan tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”.

Baca Juga  Dorong Investasi Berkualitas, Bank Indonesia Gelar ‘’Investment Talk’’ Bali Jagadhita 2024

Sementara itu, Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema festival memiliki makna pentingnya pemahaman dan penghayatan nilai budaya, tradisi, serta filsafat sebagai landasan dalam membangun kemajuan masyarakat. Menurutnya, kemajuan tidak hanya diukur dari pencapaian material, tetapi juga dari kesadaran dan penghargaan terhadap warisan budaya dan spiritual.

“Melalui SingaKren Fest 2026, Kecamatan Buleleng ingin mempromosikan potensi seni, budaya, tradisi, dan produk unggulan daerah. Festival ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah, mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkap Gopi Suparnaca.

Melalui Festival Kecamatan Buleleng ini diharapkan tercipta momentum untuk mempererat persatuan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan potensi budaya lokal di Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca