Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Cegah Potensi Stunting, Dinas Perikanan Badung Kembali Serahkan Paket Olahan Ikan di Desa Jagapati

BALIILU Tayang

:

dinas perikanan badung
PENYERAHAN PAKET OLAHAN IKAN: Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Nyoman Suardana saat menyerahkan 150 paket olahan ikan kepada balita, anak-anak serta ibu hamil di Wantilan Pura Puseh, Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Kamis pagi (20/6/2024). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Blahkiuh, kini program penyerahan paket olahan ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berkolaborasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Badung menyasar masyarakat Desa Jagapati. Sebanyak 150 paket olahan ikan diserahkan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung kepada balita, anak-anak serta ibu hamil. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh, Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal pada Kamis pagi (20/6/2024).

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Nyoman Suardana menjelaskan program penyerahan paket ikan kali ini memasuki tahap kelima dari total sepuluh lokus yang menjadi target sasaran kegiatan di Kabupaten Badung tahun 2024.

Lebih lanjut dijelaskan program ini bertujuan untuk menindaklanjuti keputusan pemerintah pusat untuk mencegah stunting. Target sasarannya ditujukan kepada ibu hamil, balita, dan calon pengantin.

Pihaknya menambahkan, paket ikan yang diserahkan yakni olahan ikan lele dan ikan nila. Dipilihnya kedua jenis ikan ini karena kaya akan protein yang diperlukan bagi tumbuh kembang anak. ‘’Tidak hanya itu, ikan lele dan nila merupakan hasil budidaya kelompok-kelompok ikan yang ada di Kabupaten Badung, yang dikoordinir oleh kelompok pemasar Tunjung Putih di Desa Kekeran,’’ ujar Suardana.

Menurutnya, tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Badung baru 38,64 kg persen per tahun. “Artinya masing-masing orang baru mengkonsumsi ikan sebanyak 38 kg per orang per tahunnya. Sementara di negara Jepang sudah 120 kg per orang per tahun,” bebernya.

Menyikapi fenomena ini, ia berharap agar masyarakat gemar mengkonsumsi ikan karena kandungan nutrisi yang terdapat pada ikan sangatlah tinggi.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung yang diwakili oleh Wakil Ketua Pokja III Ni Made Suati menyampaikan gerakan memasyarakatkan makan ikan ini merupakan program pemerintah yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kecerdasan dan derajat kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Pemberian Paket Olahan Ikan, Dorong Pencegahan Stunting dan Gizi Seimbang

“Mengingat makan ikan sangat baik bagi kesehatan, saya mengajak seluruh masyarakat Badung mulai dari anak-anak hingga dewasa untuk membiasakan makan ikan. Melalui pemberian satu paket olahan ikan bagi masyarakat potensi stunting, ibu hamil dan balita diharapkan tingkat konsumsi ikan semakin meningkat,’’ ucapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Ny. Seniasih Giri Prasta Kampanyekan Gemar Makan Ikan untuk Cegah Stunting

Published

on

By

seniasih giri prasta
AKSI SOSIAL: Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, saat menghadiri Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” yang dilaksanakan di Wantilan Kantor Desa Ayunan dan Balai Subak Pesedahan Yeh Kilap, Kecamatan Abiansemal, serta Balai Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Rabu (10/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, mengajak masyarakat untuk membiasakan konsumsi ikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi keluarga dan mencegah stunting sejak dini. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” yang dilaksanakan di Wantilan Kantor Desa Ayunan dan Balai Subak Pesedahan Yeh Kilap, Kecamatan Abiansemal, serta Balai Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Rabu (10/6).

Dalam kegiatan tersebut, Ny. Seniasih Giri Prasta menggandeng sejumlah perangkat daerah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Menurutnya, ikan merupakan sumber protein hewani yang kaya nutrisi dan berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan kecerdasan, serta menjaga kesehatan keluarga.

“Melalui Gerakan Gemar Makan Ikan, kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa ikan memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Dengan konsumsi ikan yang cukup, kita dapat mendukung terwujudnya generasi Bali yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk pola konsumsi yang sehat. Karena itu, para ibu diharapkan menjadi pelopor dalam membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan sejak usia dini sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Kegiatan yang dihadiri masyarakat dan kader PKK tersebut juga diisi dengan edukasi pengolahan ikan menjadi berbagai menu sehat, bergizi, dan menarik bagi anak-anak. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan minat konsumsi ikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Selain memberikan edukasi, TP PKK Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan sosial kepada kelompok rentan di setiap lokasi kegiatan. Sebanyak 50 paket bantuan disalurkan kepada balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta kader PKK. Masing-masing paket berisi 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.

Baca Juga  “Megibung” Santap Olahan Ikan Semarakkan Perayaan HUT Ke-529 Kota Tabanan Jayaning Singasana

Aksi sosial ini turut mendapat dukungan berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali menyerahkan 50 paket Gemarikan kepada kader PKK di masing-masing desa. Sementara itu, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Bali menyalurkan 10 paket sembako bagi lansia. Dukungan juga diberikan oleh Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Bali berupa bantuan susu bagi ibu hamil dan balita.

Bantuan lainnya berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali berupa multivitamin, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali berupa tambahan 50 paket telur dan 1.000 bibit cabai, serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali yang menyerahkan 50 bibit pohon terdiri atas durian, alpukat, dan jambu kristal.

Rangkaian kegiatan juga menghadirkan berbagai layanan kepada masyarakat, mulai dari vaksinasi rabies oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, pelayanan kesehatan umum, pemeriksaan dokter spesialis dan skrining penyakit tidak menular oleh Rumah Sakit Bali Mandara, hingga bimbingan teknis serta demo memasak olahan pangan lokal oleh PKK setempat bekerja sama dengan Bali Chef Community yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali.

Melalui Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi”, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber gizi berkualitas, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polri Libatkan Ary Ginanjar dalam Assessment Jenderal, Perkuat Meritokrasi dan Keterbukaan

Published

on

By

KPRP Polri
ASSESSMENT: Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo berfoto bersama Founder ESQ Corp., Ary Ginanjar, dalam pelaksanaan Assessment Center Perwira Tinggi Polri pada Kepangkatan Brigadir Jenderal Polisi Tahun Anggaran 2026 di Mabes Polri, Selasa (9/6). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Polri terus memperkuat reformasi internal melalui penguatan sistem meritokrasi dan manajemen talenta sebagai tindak lanjut rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP). Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan Founder ESQ Corp., Ary Ginanjar, dalam pelaksanaan Assessment Center Perwira Tinggi Polri pada Kepangkatan Brigadir Jenderal Polisi Tahun Anggaran 2026 yang dibuka Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (9/6).

Keterlibatan pihak eksternal tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri untuk membangun tata kelola sumber daya manusia yang semakin transparan, objektif, dan berbasis kompetensi. Langkah ini sekaligus menjawab salah satu rekomendasi KPRP terkait penguatan sistem merit dalam kaderisasi dan pengisian jabatan strategis di lingkungan Polri.

Dalam arahannya, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa tantangan Polri ke depan semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik global, ancaman siber, kejahatan transnasional, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Karena itu, Polri membutuhkan pemimpin yang adaptif, berintegritas, humanis, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui sistem kaderisasi yang objektif, transparan, dan berbasis meritokrasi.

Sementara itu, As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar menjelaskan bahwa Assessment Center Polri merupakan instrumen strategis dalam membangun sistem manajemen talenta yang modern dan berkelanjutan.

Menurutnya, perkembangan assessment center di berbagai institusi dunia saat ini tidak lagi sekadar digunakan untuk menilai kompetensi individu, tetapi telah berkembang menjadi instrumen untuk memetakan potensi kepemimpinan, kemampuan adaptasi, kapasitas kolaborasi, pengambilan keputusan, hingga kesiapan menghadapi perubahan yang dipicu perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Assessment Center Polri dibangun untuk memastikan bahwa pembinaan karier personel berjalan secara objektif dan berbasis data. Tujuannya bukan sekadar menilai seseorang layak atau tidak menduduki jabatan tertentu, tetapi menemukan potensi terbaik yang dimiliki setiap personel agar dapat dikembangkan secara optimal, ujar Anwar.

Baca Juga  Cegah Stunting, Dinas Perikanan Badung Gelar Kegiatan Gemarikan di Cemagi

Ia mengatakan keberadaan Assessment Center menjadi salah satu fondasi penting dalam penerapan sistem merit dan manajemen talenta di lingkungan Polri.

Melalui assessment, kita dapat memetakan kompetensi, potensi, kesiapan, serta karakter kepemimpinan personel secara lebih komprehensif. Hasilnya menjadi dasar dalam pengembangan karier, pendidikan, promosi jabatan, maupun penyiapan kader-kader pimpinan Polri di masa depan, katanya.

Menurut Anwar, penguatan Assessment Center juga menjadi bagian dari upaya transformasi SDM Polri yang sejalan dengan Grand Strategy Polri 2025–2045 serta berbagai rekomendasi reformasi kelembagaan yang mendorong tata kelola SDM yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Kami ingin memastikan bahwa setiap personel memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kompetensi, integritas, dan potensi yang dimiliki. Inilah esensi meritokrasi yang terus diperkuat di lingkungan Polri, tegasnya.

Sementara itu, Ary Ginanjar mengatakan dunia saat ini tengah memasuki era Talentism, yaitu periode ketika keunggulan organisasi semakin ditentukan oleh kemampuannya mengelola dan mengembangkan talenta manusia.

Mengacu pada berbagai kajian global, termasuk World Economic Forum (WEF), Ary menjelaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan robotika akan mengubah banyak pola kerja konvensional. Karena itu, kemampuan yang tidak dapat digantikan teknologi seperti kepemimpinan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, pengaruh sosial, integritas, dan pengambilan keputusan akan menjadi faktor pembeda utama.

Di masa depan, organisasi tidak lagi bersaing berdasarkan siapa yang memiliki sumber daya terbesar, tetapi siapa yang paling mampu menemukan, mengembangkan, dan menempatkan talenta terbaiknya secara tepat, kata Ary.

Menurutnya, organisasi modern di berbagai negara kini mulai beralih dari pendekatan penilaian berbasis jabatan menuju pendekatan berbasis talenta dan potensi. Assessment tidak lagi dipandang sebagai alat evaluasi semata, tetapi menjadi instrumen strategis untuk memetakan kekuatan individu dan menyiapkan kepemimpinan masa depan.

Baca Juga  Cegah Stunting, Pemkab Badung Gelar Gemarikan di Desa Selat

Ary mengapresiasi langkah Polri yang mulai membangun Big Data talenta untuk memetakan potensi personel secara lebih akurat sebagai dasar pengembangan karier dan penempatan jabatan.

“Saya melihat Polri menjadi salah satu institusi pionir yang mulai membangun Big Data talenta untuk mengidentifikasi profil keunggulan setiap personel secara lebih presisi. Ini merupakan fondasi penting bagi sistem meritokrasi yang objektif dan terukur,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa asesmen modern tidak lagi berfokus pada pencarian kelemahan individu, melainkan mengungkap potensi autentik yang selama ini belum terpetakan.

“Assessment bukan tentang mencari siapa yang paling hebat, tetapi menemukan di mana seseorang dapat memberikan kontribusi terbaiknya. Ketika talenta ditempatkan secara tepat, organisasi akan bergerak lebih efektif dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Ary.

Menurut Ary, penempatan berbasis talenta akan menghasilkan personel yang lebih memahami makna tugasnya, lebih mandiri dalam bekerja, lebih cepat berkembang kompetensinya, dan mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi organisasi maupun masyarakat.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar menghasilkan pemimpin yang sukses secara individu, tetapi membangun organisasi yang mampu berkembang secara berkelanjutan melalui sistem yang berjalan berdasarkan kompetensi, talenta, dan integritas,” tutupnya.

Assessment Center Perwira Tinggi Polri Tahun Anggaran 2026 diikuti 100 peserta dan menjadi bagian dari langkah konkret Polri menindaklanjuti rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) dalam memperkuat sistem meritokrasi, manajemen talenta, dan tata kelola SDM yang profesional. Melalui proses yang objektif serta keterlibatan perspektif eksternal, Polri berupaya memastikan kaderisasi kepemimpinan berjalan berdasarkan kompetensi, integritas, dan potensi terbaik setiap personel. Pada akhirnya, penguatan kualitas pemimpin Polri diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, humanis, transparan, dan semakin dipercaya masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Hadiri Gemarikan di Karangasem, Pj. Ketua Forikan Provinsi Bali Ajak Orang Tua Jadikan Olahan Ikan Sebagai Hidangan Sehari-hari

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Indonesia Harus Dikelola untuk Kesejahteraan Rakyat

Published

on

By

Presiden Prabowo
BUKA MUNAS: Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada Rabu, 10 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Bandar Lampung, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemakmuran rakyat Indonesia akan terwujud apabila pengelolaan kekayaan alam dilakukan sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 33. Menurut Presiden, Indonesia merupakan negara yang dikaruniai sumber daya alam yang melimpah, sehingga tantangan utama bangsa saat ini adalah mengelolanya secara optimal demi kesejahteraan rakyat.

“Dari dulu, Nusantara kita didatangi karena kekayaannya. Bangsa-bangsa asing itu datang ke sini waktu itu, berbulan-bulan ke sini. Bukan wisata, dia ke sini mencari kekayaan, sampai sekarang. Jadi saudara-saudara, segala kekayaan kita, tantangannya adalah harus dikelola oleh kita dengan sebaik-baiknya. Dengan secerdas-cerdasnya,” ucap Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menyangkut hajat hidup orang banyak harus berada dalam penguasaan negara sebagaimana diamanatkan konstitusi. “Saudara-saudara, cabang-cabang produksi yang penting bagi negara, yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Ini bahasa Indonesia, tidak perlu ditafsirkan, tidak perlu diterjemahkan, harus dilaksanakan,” ungkap Presiden Prabowo.

Kepala Negara juga menyoroti pentingnya pengelolaan kekayaan alam nasional agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara maksimal oleh rakyat Indonesia. Kepala Negara mengatakan bahwa hasil pengelolaan sumber daya alam seharusnya menjadi modal pembangunan nasional dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

“Kita perang kemerdekaan dengan Undang-Undang Dasar ini dan logikanya, ini kekayaan kita. Masa kekayaan kita diolah, diambil, dijual ke luar negeri, hasil jualannya tidak ditaruh di Indonesia,” kata Presiden.

Baca Juga  Hadiri Gemarikan di Karangasem, Pj. Ketua Forikan Provinsi Bali Ajak Orang Tua Jadikan Olahan Ikan Sebagai Hidangan Sehari-hari

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Indonesia. Presiden meyakini bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara yang makmur apabila mampu mengelola kekayaan dan potensi nasional secara tepat.

Presiden Prabowo pun menegaskan pentingnya persatuan, kerja sama, dan semangat gotong royong dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera. “Rakyat paling ngerti. Rakyat ngerti bahwa untuk dapat hidup yang baik harus ada kerukunan. Harus ada apa? Harus ada paguyuban. Harus ada kerja sama. Harus ada saling mengisi. Bukan saling menghantam. Tapi elit semakin pintar,” pungkas Kepala Negara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca