Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemandangan Umum Gabungan Fraksi DPRD Bali terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2023 dan RPJPD Bali 2025-2045

Gabungan Fraksi DPRD Bali Berikan Apresiasi yang Tinggi Atas Capaian 11 Kali Berturut-turut Raih Opini WTP terhadap LKPD oleh BPK-RI

Loading

BALIILU Tayang

:

dprd bali
PEMANDANGAN UMUM FRAKSI: Tjokorda Gede Agung, S.Sos. saat membacakan pemandangan umum gabungan Fraksi DPRD Bali saat Rapat Paripurna Ke-12 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024, Soma Paing Klawu, 24 Juni 2024 di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali Jalan Kusuma Atmaja 3, Renon, Denpasar. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Gabungan Fraksi DPRD Bali pada Senin, 24 Juni 2024 menyampaikan pemandangan umum terhadap Raperda Provinsi Bali tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2023 dan Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Bali Tahun 2025-2045 pada Rapat Paripurna Ke-12 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024, Soma Paing Klawu, 24 Juni 2024 di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali Jalan Kusuma Atmaja 3, Renon, Denpasar.

Pemandangan umum gabungan Fraksi DPRD Bali yang terdiri dari Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Demokrat, dan Fraksi Nasdem, PSI, Hanura ini dibacakan oleh juru bicara Tjokorda Gede Agung, S.Sos.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua Dewan Nyoman Adi Wiryatama didampingi Wakil Ketua Nyoman Suyasa. Hadir Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya, segenap Pimpinan dan Anggota DPRD Bali, Pimpinan OPD Provinsi Bali, dan Kelompok Ahli Fraksi DPRD Provinsi Bali.

Terkait Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali TA 2023 dan Raperda tentang RPJPD Provinsi Bali 2025-2045, Tjokorda Gede Agung menyampaikan bahwa Gabungan Fraksi DPRD Bali memberikan apresiasi yang tinggi atas capaian 11 kali dalam 11 tahun berturut-turut Pemerintah Provinsi Bali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Bali Tahun 2023, yang telah disampaikan pada Rapat Paripurna Dewan pada Buda Wage, Menail, 22 Mei 2024.

‘’Dengan demikian, kami gabungan Fraksi DPRD Bali, mendorong pencapaian predikat WTP tersebut tidak hanya sebagai prestasi administrasi normatif, tetapi harus dimaknai sebagai sebuah penghargaan terhadap integritas, taat asas, profesionalisme, dan transparansi Pemerintahan Provinsi Bali dalam tata kelola keuangan daerah,’’ ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Bali Dengarkan PU Fraksi-Fraksi DPRD Bali, Mayoritas Dukung Tambahan Penyertaan Modal ke BPD Bali  

Mencermati laporan realisasi anggaran yang menyajikan ikhtisar sumber, alokasi dan penggunaan sumber daya ekonomi yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali, dengan rincian Pendapatan Daerah terealisasi Rp 6,77 triliun lebih atau 93,45 persen dari anggaran Rp 7,24 triliun lebih. Belanja dan transfer terealisasi Rp 6,60 triliun lebih atau 83,29 persen dari anggaran Rp 7,93 triliun lebih. Pembiayaan daerah terdiri dari: 1) Penerimaan Pembiayaan terealisasi sebesar Rp 408,96 miliar lebih 4 atau 37,88 persen dari anggaran Rp 1,07 triliun lebih; 2) Pengeluaran Pembiayaan terealisasi Rp 404,44 miliar atau 102,19 persen dari anggaran Rp 395,78 miliar. Dari perhitungan komponen Laporan Realisasi Anggaran tersebut, diperoleh Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun 2023 sebesar Rp 171,48 miliar lebih.

Dari SiLPA tersebut, terdapat Kewajiban Jangka Pendek per 31 Desember 2023 berupa Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Rp 243,46 miliar lebih dan Utang Belanja Rp 954,56 miliar lebih, yang wajib dianggarkan tahun 2024 yang seharusnya secara keseluruhan dapat dibiayai dari SiLPA 2023. Namun demikian, jika dihitung secara keseluruhan menunjukkan jumlah SiLPA yang tersedia per 31 Desember 2023 jauh lebih kecil dibandingkan kebutuhan untuk belanja yang sifatnya terikat yang dimiliki Pemerintah Provinsi Bali per 31 Desember 2023.

‘’Sehubungan dengan hal tersebut, kami Gabungan Fraksi DPRD Bali mohon kepada saudara Pj. Gubernur perlunya pencermatan kembali terkait pembiayaan program/kegiatan yang bersumber dari SiLPA Tahun 2023 dalam APBD Tahun Anggaran 2024,’’ ujar Tjok. Agung.

Sedangkan terkait Laporan Arus Kas yang menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama 2023, Gabungan Fraksi DPRD Bali mohon kepada Pj. Gubernur dengan jajaran Perangkat Daerah melakukan trobosan yang inovatif mencari sumber-sumber pendapatan untuk peningkatan Kas Daerah dan mencegah terjadinya defisit. Dalam peningkatan pendapatan untuk Kas Daerah diantaranya dapat diperoleh dari Pemungutan Wisatawan Asing dengan pola diberikan upah pungut sebagai motivasi agar sistem pemungutan berjalan efektif, dengan upaya melakukan revisi Perda Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pungutan bagi Wisatawan Asing.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Bali, Dengarkan Penjelasan Pj. Gubernur Tentang Raperda APBD Semesta Berencana 2025

Tentang pengelolaan Aset Daerah supaya memiliki nilai yang lebih ekonomis, Dewan mendorong kepada Pj. Gubernur agar melakukan langkah-langkah dengan proaktif, pendekatan, dan komunikasi yang baik terhadap program pemerintah pusat, kerja sama dengan sektor swasta, pemeliharaan dan renovasi aset, dan pengembangan teknologi.

‘’Khusus terhadap Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Dewan dari hasil reses pada masyarakat, agar Pemprov Bali dapat mengalokasikan dalam APBD berupa anggaran melalui program kerja Perangkat Daerah,’’ ujarnya.

dprd baliKetua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama menyerahkan pemandangan umum Gabungan Fraksi DPRD Bali kepada Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya. (Foto: gs)

Selanjutnya, Gabungan Fraksi DPRD Bali menyampaikan bahwa Penyusunan Raperda RPJPD Provinsi Bali Tahun 2025-2045 menjadi penting dan mempunyai nilai strategis dalam perencanaan pembangunan daerah. Namun demikian, Gabungan Fraksi DPRD Bali memberikan saran dan masukan di antaranya agar di judul menambahkan frase “Semesta Berencana” yang mengandung makna “Pembangunan yang bersifat menyeluruh untuk menuju tercapainya masyarakat yang adil dan makmur”.

Dalam konteks dasar hukum agar disarankan perlu dan penting untuk dilakukan koordinasi dan konsultasi oleh Pansus DPRD dan Pemprov Bali ke Bappenas dan DPR-RI terhadap penegasan penerbitan ketentuan Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2025-2045 tersebut.

Terkait pembangunan jangka panjang daerah Provinsi Bali yang mewujudkan visi “Bali Dwipa Jaya: Bali Maju, Hijau, Tangguh, Sejahtera dan Berkelanjutan dengan Tetap Berpijak pada Budaya Lokal Bali”, Dewan menyarankan dalam visi tersebut ada penambahan frase “Bali Dwipa Jaya dengan Nangun Sat Kerti Loka Bali dan Menuju Bali Era Baru, Mewujudkan Bali Maju, Hijau, Tangguh, Sejahtera dan Berkelanjutan”.

Penyusunan Raperda RPJPD 2025-2045, disarankan juga penting dan perlu memasukkan pendekatan “Nilai Kearifan Lokal”, sebagaimana dimaksud pada Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125, dan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, dan Sejahtera.

Baca Juga  Bali Dilanda Banjir, Dewan Bali Minta Pemprov Gelar “Mecaru Akasa“

Demikian juga disarankan menguraikan isu-isu strategis daerah Bali yang ada, seperti mengatur masalah kesehatan, pendidikan, perekonomian, bahwa peranan PT Jamkrida Bali Mandara mendukung dan memfasilitasi sumber-sumber permodalan UMKM di Bali. Kemudian Kajian Lingkungan Hidup Strategis Provinsi untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah.

‘’Dapat kami sampaikan untuk penyempurnaan penyusunan Raperda Provinsi Bali tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2023, dan Raperda Provinsi Bali tentang RPJPD Provinsi Bali Tahun 2025-2045 selanjutnya akan dibahas dalam rapat-rapat Pansus melalui hearing, konsultasi serta harmonisasi,’’ ujar Tjok. Agung menutup pemandangan umum gabungan Fraksi DPRD Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bawa 23 IKM ke Kriyanusa 2026, Ny. Putri Koster Dorong Kerajinan Bali Tembus Pasar Internasional

Published

on

By

Ny. Putri Koster Bersama 23 IKM Bali di Kriyanusa 2026
BERFOTO BERSAMA: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster berfoto bersama 23 IKM binaan Dekranasda Bali di sela-sela Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, 26–30 September 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jakarta, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) Bali untuk terus memperkuat pasar lokal dan nasional sebagai pijakan menuju pasar internasional.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan membawa 23 IKM binaan Dekranasda Bali mengikuti Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, 26–30 September 2026.

Tak sekadar menghadirkan produk kerajinan Bali dalam pameran berskala nasional, Ny. Putri Koster juga memberikan pendampingan langsung kepada para pelaku IKM. Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata serta jajaran pengurus Dekranasda Bali, ia telah hadir di lokasi sehari sebelum pameran dibuka.

Di tengah kesibukan para pelaku IKM menata produk, Ny. Putri Koster tampak guyub dan aktif memberikan masukan mengenai tata letak agar produk yang dipamerkan tampil lebih menarik. Ia bahkan turut mempromosikan Hall Bali untuk menarik minat pengunjung.

Menurutnya, keikutsertaan Bali dalam Kriyanusa menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan kekayaan dan keunggulan produk kerajinan daerah kepada pasar yang lebih luas.

“Kami dari seluruh Indonesia hadir di sini, berpartisipasi memperkenalkan produk kerajinan yang menjadi keunggulan dan ciri khas masing-masing daerah,” ujar Ny. Putri Koster di sela-sela pelaksanaan Kriyanusa.

Dalam Kriyanusa 2026, Dekranasda Bali menempati Hall A2 hingga A21 dengan menghadirkan 23 IKM binaan yang membawa beragam produk unggulan, mulai dari kain tenun tradisional, busana, aksesori, tas, kerajinan emas dan perak, ukiran kayu, hingga kerajinan logam.

Sejumlah desainer Bali turut menghadirkan karya dengan karakter masing-masing, tetapi tetap menjadikan kekayaan budaya dan kerajinan lokal sebagai kekuatan utama.

Baca Juga  Sidak Daerah Aliran Sungai, Pansus DPRD Bali Temukan Bangunan Langgar Sempadan

“Ada Body and Mind dengan ornamen pis bolong pada desain mereka. Berikutnya ada Deluxe yang mengembangkan busana dengan sentuhan lukisan tangan. Selain itu, ada Taksu dan Lusi Damai dengan ciri khas masing-masing,” ungkapnya.

Keunikan produk yang dibawa Bali tidak berhenti pada karya busana. Sejumlah IKM menghadirkan kerajinan emas dan perak, tas ate dengan ukiran perak, ukiran kayu, serta kerajinan logam. Kreativitas perajin Bali juga terlihat dari pemanfaatan limbah flora menjadi produk bernilai ekonomi, antara lain menggunakan kulit jagung, batok kelapa, daun, hingga akar.

Gringsing hingga Rangrang, Tampilkan Kekayaan Tenun Bali

Kriyanusa 2026 juga menjadi ruang bagi Dekranasda Bali untuk memperkenalkan kekayaan tenun tradisional dari berbagai wilayah di Pulau Dewata. Di antaranya kain Rangrang dari Nusa Penida, Kabupaten Klungkung; kain Gringsing dari Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem; serta berbagai tenun songket dari sejumlah kabupaten di Bali.

Secara khusus, Ny. Putri Koster memperkenalkan Gringsing sebagai kain tenun ikat ganda (double ikat) yang keberadaannya tergolong langka di dunia. Selain memiliki teknik pembuatan yang khas, Gringsing juga menyimpan makna filosofis yang kuat dalam kehidupan masyarakat Bali.

“Gring artinya sakit, sedangkan sing berarti tidak. Jadi, jika disatukan, bermakna tidak sakit,” jelasnya.

Menurut Ny. Putri Koster, kekayaan tradisi tersebut menjadi salah satu kekuatan produk kerajinan Bali yang perlu terus dijaga sekaligus dikembangkan agar mampu mengikuti perkembangan pasar. Penguatan kualitas produk, kreativitas, dan perluasan akses pasar menjadi penting agar IKM Bali tidak hanya menjadi tuan rumah di pasar lokal, tetapi juga semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.

Kriyanusa Dorong Perajin Mendunia

Kriyanusa 2026 dibuka Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga  Tunggu Batas Waktu, Dewan Siap Rekomendasi Satpol PP Bongkar Tembok Penutup Jalan di Kawasan Ungasan

Dalam sambutannya, Selvi mendorong pengembangan kriya Indonesia melalui inovasi dan kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi agar semakin berdaya saing di pasar global.

Ia menegaskan bahwa Kriyanusa bukan sekadar ajang pameran produk kerajinan, tetapi juga menjadi wadah pelestarian warisan budaya sekaligus pengembangan kreativitas perajin agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan inovasi dan transformasi digital. Dengan demikian, perajin tidak hanya mampu mempertahankan tradisi, tetapi juga meningkatkan daya saing dan kesejahteraan.

Pameran Kriyanusa 2026 menghadirkan 410 stan dengan melibatkan 257 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran ratusan peserta tersebut diharapkan semakin memperluas apresiasi sekaligus membuka peluang pasar bagi produk kriya Indonesia hingga tingkat global.

Ketua Panitia Kriyanusa 2026 Ayu Heni Rosan menyampaikan bahwa Kriyanusa tahun ini mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”.

Tema tersebut membawa semangat untuk menempatkan kriya bukan sekadar sebagai karya bernilai estetika, tetapi juga sebagai kekayaan budaya, identitas daerah, sekaligus kekuatan ekonomi Indonesia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Raih Juara 2 Dunia di Las Vegas, Bartender Bali Bawa Misi Perkenalkan Arak Bali Ke Panggung Internasional

Published

on

By

Rico Hardiana Raih Juara 2 Dunia Flair Bartending
JUARA 2: Gede Rico Hardiana Widnyana, meraih Juara 2 dalam The TDuB World Championship – Grand Finals, yang merupakan salah satu ajang Grand Slam Event by the World Flair Association pada 4–5 Oktober 2026 di Circus-Circus Hotel and Casino, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. (Foto: ist)

Las Vegas, USA, baliilu.com – Prestasi membanggakan ditorehkan bartender Bali di panggung internasional. Gede Rico Hardiana Widnyana, meraih Juara 2 dalam The TDuB World Championship – Grand Finals, yang merupakan salah satu ajang Grand Slam Event by the World Flair Association pada 4–5 Oktober 2026 di Circus-Circus Hotel and Casino, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.

Kejuaraan bergengsi yang mengundang para juara di masing-masing negara tersebut diikuti 33 peserta dari 18 negara. Bali mengirimkan dua perwakilan, yakni I Wayan Eka Darmawan dan Gede Rico Hardiana Widnyana, yang tidak hanya membawa misi untuk berkompetisi, tetapi juga memperkenalkan potensi bartender Bali serta Arak Bali di dunia internasional.

Perjalanan pemuda asal Desa Gobleg, Banjar Buleleng menuju podium tidak diraih dengan mudah. Pada babak penyisihan, Rico berada di peringkat ke-10 sebelum berhasil melaju ke babak final. Penampilan yang kuat, kreatif, enerjik dan penuh keterampilan flair bartending mengantarkannya meraih posisi runner-up atau juara 2 dunia dan membawa pulang sabuk perak (silver championship belt) dari kejuaraan tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Ngurah Wiryanata yang secara intens mendukung Rico dan kawan-kawan pada kejuaraan ini mengungkapkan, ”Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali sekaligus menunjukkan bahwa talenta ekonomi kreatif Bali mampu bersaing dalam kompetisi bertaraf dunia.”

Lebih lanjut, Wiryanata menjelaskan melalui keterampilan flair bartending, para bartender tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam meracik dan menyajikan minuman, tetapi juga kreativitas, ketepatan, keamanan, penguasaan panggung dan profesionalisme.

Menurut pria kelahiran Karangasem ini, keikutsertaan bartender Bali dalam kejuaraan dunia tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas dan promosi potensi lokal Arak Bali yang turut dibawa sebagai bagian dari misi untuk memperkenalkan karakter, nilai budaya dan identitas Bali kepada masyarakat internasional melalui pendekatan kreatif yang dekat dengan perkembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-48 DPRD Bali, Penyampaian Raperda Perubahan APBD 2026 dan APBD Induk 2027

”Fasilitasi keikutsertaan dalam ajang internasional ini merupakan bentuk dukungan Gubernur Bali bapak Wayan Koster kepada talenta lokal agar memperoleh pengalaman, jejaring dan eksposur global,” ujar Wiryanata seraya berharap upaya tersebut sekaligus dapat memperkuat citra produk lokal Bali dan membuka ruang promosi yang lebih luas bagi Arak Bali di tingkat internasional.

Dihubungi melalui telepon, Rico menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraihnya. ”Terima kasih bapak Gubernur Bali (Wayan Koster – red) dan Pemerintah Provinsi Bali yang telah memberikan dukungan dan fasilitasi keberangkatan ke Las Vegas,” ujarnya terbata-bata seusai menerima trophy sabuk perak (silver championship belt).

”Kami sangat bersyukur bisa membawa nama Bali ke panggung dunia dan berhasil meraih juara 2. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi kami. Kami juga membawa misi untuk memperkenalkan Arak Bali kepada dunia melalui kreativitas dan keterampilan flair bartending,” ujar Rico.

Rico bersama seluruh kontingen Bali juga menyampaikan terima kasih ke orang tua dan keluarga serta apresiasi kepada Asosiasi Tresnaning Arak Brem Bali terutama pada Brand Dewan, Bumbung, Iwak, Wanara Petak, Selaka Ning, Palwana, Bali Pala, Arum Bali juga Baliku. Terimakasih disampaikan pula pada Bank BPD Bali, Perumda Kerta Bali Saguna, Doctor Bar, Flairforever, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Menurut Rico, prestasi yang diraihnya tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membawa nama Bali semakin dikenal di tingkat internasional.

“Sabuk perak ini kami persembahkan untuk Bali. Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi bartender dan generasi muda Bali lainnya untuk terus berprestasi dan membawa produk serta budaya Bali semakin dikenal di dunia,” tambahnya.

Baca Juga  Bali Dilanda Banjir, Dewan Bali Minta Pemprov Gelar “Mecaru Akasa“

Secara terpisah, Ngurah Wiryanata menyatakan keberhasilan tersebut sejalan dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bali Era Baru, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, budaya dan pariwisata yang berkelanjutan. Talenta lokal diharapkan tidak hanya menjadi pelaku industri, tetapi juga mampu menjadi duta yang memperkenalkan identitas dan kekayaan Bali melalui kreativitas di panggung global.

“Prestasi Rico di Las Vegas sekaligus menambah catatan positif kiprah talenta Bali di kancah internasional. Dengan kreativitas, kompetensi dan dukungan berbagai pihak, Bali tidak hanya menjadi destinasi pariwisata dunia, tetapi juga mampu melahirkan talenta kreatif yang berprestasi dan membawa identitas produk lokal, termasuk Arak Bali, ke panggung internasional,” ujar Wiryanata. (gs/bi)

BIODATA KONTINGEN

  1. Gede Ngurah Udayana

Tempat Tanggal lahir, Tejakula, 14 Oktober 1975

Alamat Jl Padang Tegal III/17 Br Padang Bali, Dalung Badung.

Champion of Mixology Celebrity Cruise Line

Indonesian Open Champion Working Flair & Extreme Flair

Indonesian Open Champion BFC Award VI

4 Place World Bartending Championship Dubai

Champion SKYY Vodka International Bartender Competition

Champion of Semarang Open

Champion of Bali Bartender Competition

Champion of Jogja Open Bartender Competition

Champion of Mysterious Box Bartender Challenge

 

  1. Yunus Budiana

TTL, Tasikmalaya, 01 Agustus 1973

Alamat, Perum Wijaya Regency, Parakanyasag, Tasikmalaya

Committee Bulan Bung Karno 2026 – Mixology & Barista

Event Organizer Tijili Flair Bartender Competition 2025.

Event Organizer Timeless Innovation Flair Bartender Competition 2025

Committee Bulan Bung Karno 2025 – Mixology & Barista

Event Organizer Indonesian Night in Dubai 2009 – 2016

Organizer Seminyak Bartender Competition 2003 with Bacardi

Organizer Bali Bartender Challenge 2002 – Planet Hollywood Bali

Baca Juga  DPRD Bali Terima dan Setujui Ranperda RTRW Provinsi Bali 2023-2043

Judges Team Lombok Bartender Competition 2002

6th Place of SKKY Vodka International Bartender Competition 2002

Finalist of Bali Bartender Competition 2001

Favorite Winner of Bali Bartender Competition 1998

 

  1. I Wayan Eka Darmawan

TTL, Benoa, 06 Oktober 1995

Alamat Jalan Taman Giri, Link Bualu, Benoa, Kuta Selatan

Top 10 Legend World Flair.

2 Place World Flair Championship 2019.

3 Times Champion Trisakti Flair Open Jakarta 2017,2018,2019.

3 Times Champion Aba Road to The Master Thailand 2017,2018,2019.

3 Times Champion Aba Road to Barstylez Singapore 2017,2018,2019.

The Best Flair Move Hard Rock Singapore 2018.

Champion Mixo Flair competition NHI Bandung 2017,2018.

Champion Flair Tandem JBC Jakarta 2018.

Champion Bali Flair Tandem 2019.

 

  1. Gede Rico Hardiana

TTL, Denpasar, 12 Desember 2003

Alamat Br Dinas Jembong, Gobleg, Banjar Buleleng

8 Times Bali Flair & Mixology Champion

6 Times Indonesian Flair Bartender Champions

2nd place at The Master World Flair Thailand 2026

3rd place at Atlas World Flair Championship 2025

2nd place & Best Cocktail Vietnam international Flair Open 2024

3rd place & Best Cocktail at Pattaya World Flair Championship 2024

 

  1. Gde Made Adhi Dwiswara, ST., M.M.

Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Ahli Muda pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali

Ketua Tim Industri Agro pada Bidang Perindustrian Dinas Perindag Provinsi Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rapat Implementasi SAKIP: Dukung Penyelenggaraan Pemerintahan yang Efektif, Efisien, Transparan, dan Berorientasi pada Hasil

Published

on

By

Dispar Jembrana Gelar Rapat Implementasi SAKIP
RAPAT IMPLEMENTASI: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana melaksanakan rapat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bertempat di Ruang Rapat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Selasa, 6 Oktober 2026. (Foto: Hms Jembrana)  

Jembrana, baliilu.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana melaksanakan rapat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bertempat di Ruang Rapat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Selasa, 6 Oktober 2026.

Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan SAKIP dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil. Melalui implementasi SAKIP, setiap program dan kegiatan diharapkan dapat dilaksanakan secara terencana serta memiliki keterkaitan yang jelas antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengukuran, dan pelaporan kinerja.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai hal terkait pelaksanaan dan penguatan SAKIP di lingkungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, termasuk penyelarasan sasaran kinerja, indikator kinerja, target, serta pelaporan capaian kinerja perangkat daerah.

Implementasi SAKIP diharapkan dapat meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja organisasi sekaligus memastikan setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan daerah, khususnya di bidang pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Jembrana.

Melalui rapat ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan kinerja perangkat daerah secara berkelanjutan, sehingga pelayanan kepada masyarakat serta pembangunan sektor pariwisata dan kebudayaan dapat dilaksanakan secara lebih optimal dan akuntabel. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Tunggu Batas Waktu, Dewan Siap Rekomendasi Satpol PP Bongkar Tembok Penutup Jalan di Kawasan Ungasan
Lanjutkan Membaca