Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Rapat Dengar Pendapat Pansus TRAP DPRD Bali, Ungkap Hotel The Edge Beroperasi 14 Tahun Tanpa Izin Lengkap

BALIILU Tayang

:

pansus TRAP DPRD bali
RAPAT DENGAR PENDAPAT: Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dugaan pelanggaran serius dalam operasional Hotel The Edge di kawasan Pecatu, Uluwatu, Kuta Selatan, Badung di Ruang Bapemperda DPRD Bali, Selasa (6/1/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com  – Rapat Dengar Pendapat yang digelar Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali berhasil mengungkap dugaan pelanggaran serius dalam operasional Hotel The Edge di kawasan Pecatu, Uluwatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Ruang Bapemperda DPRD Bali, Selasa (6/1/2026) itu, Pansus mengungkap bahwa hotel mewah berbintang lima yang berlokasi di Jalan Pura Goa Lempeh telah beroperasi sejak tahun 2011 tanpa mengantongi izin lengkap. Selama kurang lebih 14 tahun, aktivitas usaha pariwisata dijalankan tanpa kepatuhan penuh terhadap regulasi perizinan.

“Masak sejak tahun 2011 hingga sekarang baru terverifikasi. Ini keterlaluan, status kawasan pariwisata tidak serta-merta membenarkan semua aktivitas pembangunan,” ujar Sekretaris Pansus I Dewa Nyoman Rai, S.H.,M.H., usai memimpin Rapat Dengar Pendapat. Hadir mendampingi, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Dr. (c) Made Supartha, S.H.M.H.,  serta anggota Pansus lainnya, di antaranya Nyoman Budiutama, Ketut Rochineng, Gede Harja Astawa, Tim Ahli dan OPD terkait.

Dewa Nyoman Rai lanjut menjelaskan bahwa hasil rapat memutuskan bahwa Pansus TRAP masih memberikan kesempatan kepada pihak pemilik bangunan untuk melengkapi seluruh dokumen perizinan dalam kurun waktu dua minggu. Batas waktu yang diberikan hingga 20 Januari 2026.

Ia menyebutkan hingga saat ini masih terdapat banyak kekurangan dalam proses perizinan Hotel The Edge. Jika sampai batas waktu yang ditentukan masih ditemukan kekurangan, Pansus akan mengambil langkah lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan, sejumlah perizinan penting dinilai belum terpenuhi, di antaranya terkait kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (PKKPR), persetujuan lingkungan, serta dokumen UKL-UPL. Dewa Nyoman Rai menekankan bahwa proses UKL-UPL seharusnya dilakukan sebelum bangunan berdiri, bukan sebaliknya, karena hal tersebut bertentangan dengan aturan perundang-undangan.

Baca Juga  Meriahkan HUT Ke-79 Kemerdekaan RI, DPRD Bali Gelar Lomba Mancing Lele

Selain persoalan perizinan, rapat juga menyoroti dugaan pelanggaran tata ruang, khususnya terkait ketinggian bangunan yang berdiri di atas tebing. Ia menyebutkan bahwa ketentuan dalam aturan detail tata ruang (RDTR) masih menimbulkan multitafsir, namun secara prinsip bangunan yang berdiri di atas tebing dengan ketinggian tertentu perlu dikaji secara serius, bahkan tidak menutup kemungkinan dilakukan pembongkaran jika terbukti melanggar.

“Kita minta pihak hotel untuk mengurus segala perizinan dan meminta untuk menghentikan kegiatan di area kolam dan goa,” tegasnya.

Selain itu, Pansus juga menaruh perhatian serius terhadap penggunaan gua alam tersebut. Meski manajemen hotel telah mengantongi rekomendasi dari Dinas Kebudayaan yang menyebutkan gua itu diduga bukan cagar budaya, temuan lapangan menunjukkan adanya formasi batuan alami berupa stalaktit dan stalagmit.

“Saya juga sempat bertanya dan mendapatkan informasi Gua Lempeh itu usianya 2500 tahun lebih,” ungkap Dewa Rai.

Anggota Komisi I DPRD Bali ini lanjut menegaskan bahwa verifikasi izin yang baru dilakukan setelah belasan tahun operasional menunjukkan lemahnya pengawasan. Pansus juga menemukan adanya dugaan pelanggaran berat, termasuk pembangunan kolam renang yang melampaui batas tebing di kawasan perlindungan. “Jangan sampai ada korban. Kalau ada gempa, jatuh, bisa meninggal dunia,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Pansus I Wayan Bawa menegaskan bahwa kondisi ini merupakan bentuk pembiaran yang tidak dapat ditoleransi. “Ini bukan pelanggaran kecil. Hotel ini sudah beroperasi lebih dari satu dekade tanpa izin lengkap. Negara dan daerah jelas dirugikan,” ucapnya.

Selain itu, Pansus juga menemukan bahwa Hotel The Edge tidak hanya mengoperasikan akomodasi, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang pariwisata seperti restoran dan bar. Bahkan, Gua Lempeh dimanfaatkan sebagai bagian dari atraksi wisata, meski status perizinan dan pemanfaatan ruangnya belum sepenuhnya jelas.

Baca Juga  Buntut Demo Anarkis, Sidang Paripurna DPRD Bali Ditunda

Sedangkan Anggota Pansus Nyoman Budiutama menyebutkan bahwa kasus ini sebagai preseden buruk dalam penegakan hukum tata ruang di Bali. “Kalau pelanggaran sebesar ini dibiarkan, maka wibawa regulasi tata ruang di Bali akan runtuh. Ini mencederai rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.

I Ketut Rochineng menambahkan bahwa pentingnya penindakan tegas tanpa pandang bulu.

“Investasi tidak boleh mengorbankan aturan. Siapa pun pelakunya, kalau melanggar harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Senada dengan itu, Gede Arja Astawa menyoroti dampak lingkungan dan tata ruang kawasan Uluwatu yang sangat sensitif. “Kawasan tebing dan pesisir seperti Uluwatu tidak bisa diperlakukan sembarangan. Pemanfaatan ruang tanpa izin berpotensi merusak lingkungan dan melanggar aturan tata ruang,” tegasnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, meminta manajemen hotel menghentikan sementara aktivitas yang dinilai melanggar aturan. Penghentian terutama ditujukan pada restoran yang memanfaatkan gua serta kolam yang dibangun melewati tebing.

Ia menambahkan, kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda Bali meningkatkan potensi risiko keselamatan. Oleh karena itu, langkah pencegahan harus segera dilakukan. “Jangan sampai terjadi apa-apa, dan kami dituding melakukan pembiaran,” tegasnya.

Satpol PP Bali juga berencana melakukan pemanggilan lanjutan terhadap pihak manajemen hotel dalam waktu dekat. Pihak yang hadir diminta membawa dokumen perizinan lengkap dan diwakili oleh pejabat yang berkompeten.

“Tolong yang hadir yang berkompeten, dan bawa dokumen lengkap,” katanya.

Usai RDP, Dewa Rai kembali menegaskan bahwa perizinan Hotel The Edge masih belum lengkap dan terdapat bangunan yang jelas melanggar ketentuan.

Sementara itu, pihak manajemen hotel memilih tidak memberikan tanggapan langsung.

“Kami tidak punya kewenangan. Nanti tim legal yang menanggapi,” ujarnya. (gs/bi)

Baca Juga  BPK RI Serahkan LHP Atas LKPD Provinsi Bali 2022 kepada DPRD Bali dan Gubernur Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dilantik sebagai Menkeu, Suahasil Pastikan APBN Sehat, Kredibel, dan Berdampak bagi Rakyat

Published

on

By

Suahasil Nazara Beri Keterangan Usai Dilantik jadi Menkeu
BERI KETERANGAN: Suahasil Nazara memberikan keterangannya seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara sekaligus memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mampu mendukung program-program prioritas pemerintah. Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam keterangannya seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026.

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ungkapnya.

“Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel, APBN itu harus dapat dipercaya,” lanjut Suahasil.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Keuangan akan terus bekerja untuk menjadikan APBN sebagai instrumen yang mampu mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional. Suahasil juga memastikan bahwa defisit APBN akan tetap dijaga di bawah batas 3 persen.

“Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” tegasnya.

Suahasil turut menekankan pentingnya komunikasi publik yang dapat dipercaya dalam pengelolaan keuangan negara. Menurutnya, kredibilitas APBN harus dibangun tidak hanya melalui kebijakan yang sehat, tetapi juga melalui komunikasi yang konsisten kepada masyarakat.

“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” ujarnya.

Terkait efisiensi, Suahasil menegaskan bahwa efisiensi APBN tidak semata-mata dimaknai sebagai pemotongan belanja. Efisiensi harus memastikan setiap anggaran yang digunakan menghasilkan keluaran yang maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Setwan DPRD Bali Sambangi DLHK NTB, Gali Inovasi Pengelolaan Sampah

“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Suahasil.

Dalam mengemban amanah barunya, Suahasil turut memastikan proses transisi di Kementerian Keuangan akan dikoordinasikan dengan baik. Dengan demikian, pengelolaan keuangan negara dan pelaksanaan berbagai program pemerintah dapat terus berjalan secara berkesinambungan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menkeu
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih. Pelantikan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029.

Pelantikan ini ditandai dengan pengucapan sumpah janji jabatan, yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, menegaskan komitmen pejabat yang baru dilantik untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab dan integritas.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada pejabat yang dilantik.

Pelantikan Menkeu Suahasil dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk selanjutnya diikuti para undangan yang hadir.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, para menteri dan kepala badan Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Jawab Pandangan Fraksi soal Raperda Perubahan APBD Bali 2025, Gubernur Koster Sampaikan Prioritas Program Kepentingan Publik
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dari Beasiswa hingga ke China, SMAN 1 Sukasada Buka Lebih Banyak Peluang bagi Siswa Raih Masa Depan

Published

on

By

Pembelajaran Bahasa Mandarin di SMAN 1 Sukasada
Suasana pembelajaran bahasa Mandarin di SMAN 1 Sukasada, Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Memasuki usia ke-24, SMA Negeri 1 Sukasada terus membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk meraih masa depan. Tidak hanya melalui prestasi akademik, sekolah juga menghadirkan beasiswa, penguatan bahasa asing, pelatihan keterampilan, hingga peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari komitmen SMAN 1 Sukasada dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk berkembang sesuai potensi masing-masing. Semangat tersebut juga menjadi bagian dari momentum HUT ke-24 sekolah yang mengusung harmoni antara budaya, pendidikan, dan tuntutan zaman.

Salah satu program unggulan yang terus diperkuat adalah beasiswa prestasi bagi siswa berprestasi dari jenjang SMP. Program ini memberikan pembebasan biaya pendidikan bagi siswa yang berhasil meraih predikat juara umum di sekolah asal.

Juara umum pertama mendapatkan beasiswa selama tiga tahun, juara umum kedua selama dua tahun, sedangkan juara umum ketiga memperoleh beasiswa selama satu tahun.

Kepala SMAN 1 Sukasada, Putu Suardana, S.Pd.,M.Pd, mengatakan program tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar budaya berprestasi tumbuh sejak jenjang pendidikan sebelumnya.

“Kami ingin memberikan motivasi kepada siswa agar terus berprestasi. Prestasi akademik harus mendapat apresiasi, sehingga mereka semakin semangat belajar dan berkembang,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/9).

Menurutnya, sekolah tidak ingin membatasi kesempatan siswa hanya pada prestasi akademik. Potensi di bidang olahraga, seni, budaya, maupun keterampilan juga terus dikembangkan.

Hal tersebut menjadi bagian dari konsep pendidikan yang ingin dibangun SMAN 1 Sukasada, yakni tetap berakar pada budaya lokal namun mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Anak-anak yang datang ke SMA Negeri 1 Sukasada memang memiliki jiwa budaya dan olahraga yang kuat. Itu yang kami gali kembali. Prestasi yang sudah ada kami kemas dengan sentuhan modern, sehingga budaya tetap hidup tetapi anak-anak juga siap menghadapi tuntutan global,” jelasnya.

Baca Juga  Jawab Pandangan Fraksi soal Raperda Perubahan APBD Bali 2025, Gubernur Koster Sampaikan Prioritas Program Kepentingan Publik

Peluang siswa untuk menatap dunia global juga diperkuat melalui pembelajaran bahasa asing, salah satunya bahasa Mandarin. Program tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Undiksha dan Harbin University.

Siswa mendapatkan pembelajaran bersama native speaker dan saat ini telah memasuki pembelajaran bahasa Mandarin level dua yang dilaksanakan setiap hari Sabtu.

Yang menarik, penguatan bahasa Mandarin tersebut tidak hanya bertujuan menambah kemampuan komunikasi siswa, tetapi juga membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke China melalui jalur beasiswa.

“Tahun ini anak-anak baru masuk ke level dua. Kami berharap dan berdoa semoga ada yang mampu menembus China melalui peluang beasiswa tersebut,” ujarnya.

Selain membuka peluang pendidikan ke luar negeri, sekolah juga memberikan perhatian terhadap siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Melalui program beasiswa subsidi silang, siswa dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh keringanan biaya pendidikan sebesar 50 persen selama tiga tahun.

Sebelum bantuan diberikan, sekolah terlebih dahulu melakukan survei terhadap kondisi ekonomi keluarga. Pada tahun ajaran ini, sebanyak 38 siswa telah menerima bantuan tersebut.

Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari upaya sekolah memastikan kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Tidak berhenti pada pendidikan akademik, SMAN 1 Sukasada juga membekali siswa dengan keterampilan yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja. Sekolah menggandeng lembaga pelatihan pariwisata H2B untuk memberikan pelatihan di bidang culinary, housekeeping, hospitality, dan bartender.

Siswa mengikuti delapan kali pelatihan teori di sekolah dan empat kali praktik langsung di industri. Setelah mengikuti uji kompetensi, siswa memperoleh sertifikat keterampilan sebagai nilai tambah ketika melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.

“Beberapa siswa kami sudah diterima bekerja di restoran dan penginapan berbekal sertifikat keterampilan yang mereka peroleh dari program ini,” jelasnya.

Baca Juga  Fraksi Partai Golkar DPRD Bali Usulkan Koreksi Kerja Sama PKB dan Kontrak Aset Pemprov Bali

Beragam program tersebut menunjukkan bahwa SMAN 1 Sukasada berupaya memberikan lebih banyak pilihan masa depan bagi siswanya. Ada jalan melalui prestasi, ada kesempatan melalui beasiswa, ada peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri, serta ada bekal keterampilan bagi siswa yang ingin langsung memasuki dunia kerja.

Putu Suardana menegaskan, sekolah akan terus mengembangkan potensi yang dimiliki siswa maupun guru agar dapat memberikan manfaat nyata bagi pendidikan.

“Kami ingin memunculkan sekecil apa pun sumber daya yang ada, baik dari anak-anak maupun guru. Semua potensi itu kami kembangkan agar anak-anak memiliki bekal yang kuat untuk masa depannya,” tegasnya.

Memasuki usia ke-24, SMAN 1 Sukasada ingin memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk memilih jalannya sendiri. Dengan tetap berpijak pada budaya lokal, sekolah terus membuka pintu menuju prestasi, keterampilan, perguruan tinggi, hingga peluang pendidikan di tingkat global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca