Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

ITB STIKOM Bali Bantu 158 Buku untuk SMAN 1 Rendang

BALIILU Tayang

:

STIKOM Bali
TERIMA BUKU: Kepala SMAN 1 Rendang, I Wayan Nurasa foto bersama Ida Bagus Dharmadiaksa, Dadang Hermawan dan jajaran pejabat STIKOM Bali, usai menerima bantuan 158 buku. (Foto: Hms STIKOM Bali)

Denpasar, baliilu.com – SMAN 1 Rendang, di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali ketiban rezeki “nomplok”. Rabu (24/7/2024) I Wayan Nurasa, S.Pd., M.Ag., selaku Kepala SMAN 1 Rendang, menerima bantuan 158 buku dari ITB STIKOM Bali, bertempat di kampus Renon, Denpasar.

Bantuan 158 buku tentang teknologi, manajemen dan bisnis itu diberikan langsung oleh Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti – Badan Penyelenggara  ITB STIKOM Bali Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., dan Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan.

Menurut Ida Bagus Dharmadiaksa, bantuan 158 buku ini sebagai bentuk kepedulian ITB STIKOM Bali untuk mencerdaskan anak bangsa, khususnya para siswa SMAN 1 Rendang.

“Tujuan bantuan buku-buku ini agar para siswa juga memiliki pengetahuan lain seperti teknologi informasi, manajemen dan bisnis, selain kemampuan mereka menguasai ilmu pengetahuan sesuai jurusannya,” kata Dharmadiaksa.

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menambahkan,  ke depan pihaknya juga akan membantu membuatkan perpustakaan digital untuk SMAN 1 Rendang agar koleksi buku-buku perpustakaannya dapat dengan mudah diakses oleh para siswa dan masyarakat luas.

“Jadi nanti polanya semacam pengabdian masyarakat, kami akan menerjunkan tim dosen dan mahasiswa untuk menata ulang perpustakaan yang ada dan membuatkan perpustakaan digitalnya,” kata Dadang Hermawan.

Pada kesempatan tersebut Kepala SMAN 1 Rendang, I Wayan Nurasa, S.Pd., M.Ag, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan buku-buku dari ITB STIKOM Bali. Apalagi, ITB STIKOM Bali akan membantu membuatkan perpustakaan digital, tentu sangat bermanfaat bagi peserta didik dan masyarakat luas.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar SMAN 1 Rendang, kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada jajaran ITB STIKOM Bali, dan harapan saya akan semakin banyak alumni kami yang diterima di ITB STIKOM Bali,” kata Wayan Nurasa. (eka/bi)

Baca Juga  ITB STIKOM Bali Tuan Rumah Seminar Nasional CORIS dan Rakornas IndoCEISS 2022

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station Hibah Proyek Bali E-Mobility

Published

on

By

Gubernur Koster luncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita
LUNCURKAN BUS LISTRIK: Gubernur Bali Wayan Koster, meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, pada Kamis (22/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, pada Kamis (22/10/2026).

Gubernur Koster menyampaikan bahwa peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station merupakan langkah nyata dalam mempercepat penerapan energi bersih di Provinsi Bali, khususnya pada sektor transportasi, sejalan dengan kebijakan Bali Energi Bersih.

Pemerintah Provinsi Bali menerapkan kebijakan energi bersih dari hulu hingga hilir. Di sektor hulu, melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, Pemerintah Provinsi Bali mendorong pengurangan penggunaan energi fosil, seperti batu bara dan solar, serta percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Upaya tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat melalui alokasi kapasitas sebesar 1.000 megawatt untuk pengembangan PLTS di wilayah Jembrana dan Gilimanuk. Saat ini, proses perizinan tengah berjalan dan diharapkan pengembangan tersebut dapat mulai dilaksanakan pada 2027.

Sementara di sektor hilir, Pemerintah Provinsi Bali mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai. Setelah sempat terkendala pandemi COVID-19, pada periode kedua kepemimpinannya, Gubernur Koster menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi kebijakan tersebut.

“Hasil studinya di Bali 90 persen lebih polusi udaranya bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Oleh sebab itu kebijakan ini kita percepat,” katanya.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Republik Korea atas dukungan dan realisasi kerja sama dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan di Bali. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas yang telah menunjuk Bali sebagai penerima manfaat sekaligus lokasi percontohan kerja sama tersebut.

Baca Juga  Penerapan dan Pelatihan Online Virtual Exhibition di SMKN 1 Sukawati Gianyar

Melalui proyek Bali E-Mobility, Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan, bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI), memberikan hibah berupa 11 unit bus listrik dan 6 unit infrastruktur pengisian daya kepada Pemerintah Provinsi Bali. Bus listrik yang dihibahkan tersebut telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan pembuatan bodi bus dilakukan di Indonesia.

“Desain dan warnanya pun kami yang mengarahkan, kombinasi warna hitam, merah dan putih sebagai lambang tri datu sebagai simbol yang lekat dengan nilai budaya Bali. Ayo rame-rame kita beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai,” jelas Koster

Kepada Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Koster menjelaskan bahwa penjualan mobil listrik di Bali terus menunjukkan peningkatan walaupun peningkatan kendaraan listrik roda dua masih belum maksimal. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk bersama-sama beralih menggunakan kendaraan listrik karena lebih hemat, efisien, tidak bising dan tidak menghasilkan emisi gas buang.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa Proyek Bali E-Mobility merupakan bukti nyata kekuatan kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Republik Korea, dan GGGI dalam mendorong transisi energi dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi bersih. Bali menjadi lokasi percontohan yang diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi pengembangan kebijakan serupa di tingkat nasional.

Menteri Rachmat Pambudy mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah rumah tangga, tetapi juga mencakup pengurangan pencemaran yang bersumber dari pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan industri yang masih menggunakan energi fosil.

“Saya sejak muda saya sudah kagum dengan kearifan lokal Tri Hita Karana di Bali yaitu bagaimana masyarakat membina hubungan yang baik dan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dan manusia serta manusia dengan alam. Bagaimana masyarakat Bali bisa memberikan kita contoh bagaimana memuliakan alam dengan konsep Tri Hita Karana,” ungkap Pambudy.

Baca Juga  Maju Bersama di Era Digital, ITB STIKOM Bali Jalin Sinergitas dengan 40 Media

Menurutnya, filosofi tersebut relevan dengan upaya mewujudkan transisi energi dan pembangunan yang selaras dengan alam. Ia berharap Bali dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia, dengan mengintegrasikan kearifan lokal, pemanfaatan energi bersih, dan upaya menjaga kelestarian lingkungan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wujud Tri Hita Karana, WHDI Badung Gelar Aksi Sosial dan Penghijauan di Pura Sada Kuta

Published

on

By

Ketua WHDI Badung serahkan bantuan di Pura Sada
SERAHKAN BANTUAN: Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta menyerahkan bantuan saat memimpin kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial di Pura Sada Desa Adat Kuta, Jumat (23/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pengurus dan anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung menggelar kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial di Pura Sada Desa Adat Kuta, Jumat (23/10). Agenda bulanan ini menjadi wujud nyata pengamalan sradha bhakti serta implementasi ajaran Tri Hita Karana di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama untuk memohon kerahayuan. Setelah itu, WHDI Badung menyerahkan tali kasih berupa 10 paket sembako kepada para Pemangku, melaksanakan aksi mereresik (pembersihan lingkungan pura), serta menanam 10 pohon pelindung dan upakara yang terdiri dari 3 pohon sandat, 3 pohon cempaka, dan 4 pohon pucuk untuk menjaga keasrian kawasan suci.

Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, hadir secara langsung memimpin rombongan. Ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat bertatap muka dengan para penglingsir, pemaksan, serta pengempon Pura Sada Desa Adat Kuta.

“Kami Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Badung bersinergi dengan WHDI Kecamatan Kuta melaksanakan kegiatan sosial ini sebagai penjabaran sradha bhakti dan ajaran Tri Hita Karana. Sekaligus, kami memohon lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa semoga Provinsi Bali, Kabupaten Badung, Kecamatan Kuta, dan kita semua senantiasa diberikan kerahayuan, kesehatan, kesejahteraan, serta Kabupaten Badung gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujarnya.

Kehadiran rombongan WHDI Kabupaten Badung disambut hangat oleh Petengen Ketut Loka Santi selaku perwakilan pengempon dan pemaksan Pura Sada Desa Adat Kuta. Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kunjungan serta kepedulian yang diberikan kepada para pemangku maupun lingkungan pura.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Kuta, perwakilan Gatriwara Nyonya Graha Wicaksana, Lurah Kuta Gusti Ayu Putu Erawati, Jro Mangku Gede Pura Sada Kuta I Wayan Sudra, serta jajaran pengurus WHDI Kabupaten Badung dan Kecamatan Kuta. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan arisan di kawasan Pantai Jerman. (gs/bi)

Baca Juga  Maju Bersama di Era Digital, ITB STIKOM Bali Jalin Sinergitas dengan 40 Media

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dorong Transformasi Digital, DWP Badung Bagikan Rahasia Sukses E-Reporting ke DWP Banjarbaru

Published

on

By

DWP Badung terima studi tiru DWP Banjarbaru
TERIMA KUNKER: Ketua DWP Kabupaten Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba saat menerima kunjungan kerja dan studi tiru dari DWP Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan di Ruang Rapat DWP Lantai III, Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (23/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung menerima kunjungan kerja dan studi tiru dari DWP Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pertemuan ini digelar untuk memperkuat sinergi antar daerah, meningkatkan tata kelola organisasi, serta berbagi pengalaman terkait program kerja dan penerapan sistem pelaporan elektronik (e-reporting). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat DWP Lantai III, Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (23/10).

Ketua DWP Kabupaten Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba, menyambut langsung rombongan yang dipimpin oleh Ketua DWP Kota Banjarbaru, Nyonya Atika Anggraini Sirajoni. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi praktik baik dalam hal administrasi dan transformasi digital organisasi.

Oliviana Surya Suamba menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan tersebut. Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi ruang diskusi yang produktif untuk bertukar gagasan kreatif. “Kami menyambut hangat kedatangan Ibu Ketua DWP Kota Banjarbaru beserta seluruh jajaran. Melalui kunjungan ini, kita dapat saling belajar, bertukar ide, dan mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan masing-masing daerah,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, DWP Kabupaten Badung memaparkan program kerja mereka pada tiga bidang utama, yakni Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial Budaya. Bidang Ekonomi berfokus pada pemberdayaan UMKM lokal lewat bazar produk, Bidang Pendidikan mengelola TK binaan, sedangkan Bidang Sosial Budaya bergerak pada pelestarian budaya serta kepedulian sosial masyarakat. Pembahasan juga menitikberatkan pada pemanfaatan aplikasi e-reporting untuk mendukung tertib administrasi demi meningkatkan efisiensi dan transparansi program kerja organisasi.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Banjarbaru, Nyonya Atika Anggraini Sirajoni, yang hadir membawa 32 orang jajaran pengurus, menyatakan bahwa pengalaman yang didapat dari DWP Badung akan menjadi referensi utama untuk mengevaluasi kinerja organisasi mereka di Kalimantan Selatan.

Baca Juga  Bupati Ngada Lepas Mahasiswanya ke Jepang

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan penerimaan yang diberikan DWP Kabupaten Badung kepada kami. Melalui kunjungan ini, kami memperoleh banyak wawasan dan pengalaman, khususnya dalam pengelolaan program kerja, administrasi organisasi, serta penerapan sistem e-reporting. Semoga ilmu dan praktik baik yang kami dapatkan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kinerja DWP Kota Banjarbaru. Kami berharap silaturahmi dan kerja sama ini terus terjalin dengan baik kedepannya,” ucapnya.

Acara kunker ini diakhiri dengan sesi pertukaran cinderamata, ramah tamah, serta foto bersama sebagai simbol eratnya komitmen persahabatan antardaerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca