Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Penerapan dan Pelatihan Online Virtual Exhibition di SMKN 1 Sukawati Gianyar

BALIILU Tayang

:

stikom bali
VIRTUAL EXHIBITION: Tim dosen dari STIKOM Bali bersama siswa SMK Negeri 1 Sukawati saat menggelar program bertajuk "Penerapan dan Pelatihan Online Virtual Exhibition pada SMK Negeri 1 Sukawati Gianyar" yang dilaksanakan selama beberapa bulan (Januari – Mei 2025). (Foto: Hms STIKOM Bali)

Gianyar, baliilu.com – SMK Negeri 1 Sukawati, sekolah kejuruan yang dikenal sebagai pusat pendidikan seni dan budaya di Bali, kini melangkah lebih jauh ke era digital. Melalui program pengabdian masyarakat dari dosen Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali, sekolah ini berhasil menggelar Virtual Exhibition—pameran karya siswa berbasis teknologi 3D interaktif yang dapat diakses dari mana saja.

Program ini bertajuk “Penerapan dan Pelatihan Online Virtual Exhibition pada SMK Negeri 1 Sukawati Gianyar” dan dilaksanakan selama beberapa bulan (Januari – Mei 2025). Fokus utamanya mengembangkan keterampilan produksi konten kreatif, serta menguasai platform pameran virtual modern.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen dari STIKOM Bali, yang terdiri dari: I Gede Suardika, S.Kom., M.Kom. (Ketua); Dr. Ni Nyoman Supuwiningsih, S.T., M.Kom; Gusti Ngurah Aditya Krisnawan, S.S.,M.Hum; dan Ir. Joko Santoso, M.Kom.

Ketua tim pelaksana, I Gede Suardika, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kebutuhan akan platform pameran digital yang mampu menampung kreativitas siswa tanpa dibatasi ruang dan waktu.

“Kami ingin karya siswa tidak hanya terpajang di dinding kelas atau galeri sekolah, tapi bisa dilihat oleh siapa saja dari seluruh dunia. Apalagi di era industri kreatif saat ini, digitalisasi adalah keniscayaan,” ujarnya.

Platform utama yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Virtualex, sebuah aplikasi Virtual Exhibition berbasis teknologi 3D multiplayer online, yang dikembangkan sendiri oleh tim pengabdi. Dengan aplikasi ini, pengunjung bisa menjelajahi ruang pamer virtual layaknya di dunia nyata, lengkap dengan avatar, navigasi ruang, dan karya-karya yang bisa diklik untuk informasi lebih lanjut.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mencakup beberapa tahapan penting yakni : Analisis kebutuhan dan penyusunan modul pelatihan; Pengadaan perangkat dan instalasi software Virtualex; Pelatihan literasi digital dan desain konten kreatif; Simulasi dan pelaksanaan pameran virtual; Monitoring dan evaluasi hasil kegiatan.

Baca Juga  ITB STIKOM Bali Buka Penerimaan Mahasiswa Baru TA 2025/2026

Tak hanya pelatihan teknis, siswa juga dibimbing langsung dalam merancang karya digital untuk pameran virtual. Hasilnya sangat memuaskan. Tingkat ketercapaian target mencapai rata-rata 90%, dengan indikator keberhasilan mencakup: Terpasangnya aplikasi Virtualex, terselenggaranya satu pameran virtual penuh, terbitnya dua modul pelatihan digital, dan terlibatnya belasan siswa dan guru dalam pelatihan.

Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan, pihak pengabdi juga menyerahkan dua tablet Android dan akun premium aplikasi Virtualex. Hal ini memungkinkan SMK Negeri 1 Sukawati untuk terus menyelenggarakan pameran digital secara mandiri di masa mendatang.

Plt Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sukawati, I Made Soma, S.T, M.Pd dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih dan harapan agar program ini menjadi titik awal transformasi digital di lingkungan pendidikan seni serta dapat menjadi kegiatan kerjasama yang berkesinambungan.

Kabupaten Gianyar sebagai pusat seni dan budaya Bali memiliki potensi besar dalam industri kreatif. Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah kejuruan seperti ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong kebangkitan ekonomi kreatif berbasis digital.

Keberhasilan kegiatan ini diharapkan menjadi contoh baik yang dapat diterapkan di sekolah kejuruan lainnya di Indonesia, terutama di bidang seni, desain, dan teknologi informasi.

“Virtual Exhibition bukan hanya solusi saat pandemi, tapi cara baru dalam menyampaikan pesan seni di era digital. Kami berharap semakin banyak sekolah yang terinspirasi,” tutup Suardika. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Selvi Gibran Dorong Regenerasi Penenun Geringsing, Putri Koster Tekankan Pentingnya Menjaga Kualitas dan Nilai Wastra Tradisional Bali

Published

on

By

Ketua Dekranas Selvi Gibran kunjungi Desa Tenganan
KUNJUNGAN KERJA: Didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ny. Selvi Gibran Rakabuming, bersama rombongan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih (KMP), melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Jumat (23/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ny. Selvi Gibran Rakabuming, bersama rombongan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih (KMP), melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Jumat (23/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Selvi Gibran didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan perhatian terhadap keberlangsungan kerajinan tradisional, khususnya tenun geringsing yang merupakan salah satu warisan budaya khas Bali.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Ketua Dekranas dan Seruni KMP terhadap para perajin tenun geringsing di Desa Tenganan.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian warisan budaya Bali sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mempertahankan tradisi menenun yang diwariskan secara turun-temurun.

Putri Koster menjelaskan bahwa Desa Tenganan merupakan salah satu desa Bali Aga yang memiliki tradisi menenun dengan teknik ikat ganda (double ikat). Tenun geringsing dikenal sebagai satu-satunya tradisi tenun ikat ganda di Indonesia dan disebut sebagai salah satu dari tiga tradisi serupa di dunia.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberlangsungan tradisi tersebut menghadapi tantangan, terutama akibat semakin berkurangnya jumlah generasi penerus yang menguasai keterampilan menenun geringsing

Putri Koster mengajak masyarakat, khususnya para perajin di Desa Tenganan, untuk terus menjaga keberlangsungan produksi tenun geringsing dengan tetap mempertahankan kualitas dan nilai jualnya.

Menurutnya, proses pembuatan tenun geringsing yang membutuhkan keterampilan khusus, ketelitian, dan waktu panjang harus mendapatkan penghargaan yang sepadan.

Ia menekankan bahwa harga produk harus mencerminkan kualitas, nilai seni, serta kerja keras para perajin. Karena itu, upaya pelestarian tidak cukup hanya dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga harus didukung pemasaran yang berkelanjutan agar produk semakin dikenal masyarakat luas.

Baca Juga  Maju Bersama di Era Digital, ITB STIKOM Bali Jalin Sinergitas dengan 40 Media

Dengan menjaga kualitas, harga yang pantas, dan keberlanjutan produksi, Putri Koster berharap tenun geringsing tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Tenganan.

Dorong Regenerasi Penenun

Ketua Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan budaya dan keterampilan masyarakat Desa Tenganan dalam menghasilkan kain tenun geringsing.

Dalam kunjungan pertamanya ke Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Selvi Gibran berkesempatan melihat secara langsung corak khas tenun geringsing serta proses pembuatannya yang membutuhkan keterampilan dan ketekunan tinggi.

Ia mengaku bangga terhadap hasil kerajinan tradisional tersebut dan menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungannya agar tidak punah.

Selvi Gibran juga menyoroti kondisi sebagian besar penenun yang telah berusia lanjut. Menurutnya, regenerasi menjadi salah satu langkah penting agar pengetahuan dan keterampilan menenun geringsing dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari dan meneruskan tradisi menenun sehingga tenun geringsing tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang sebagai sumber penghidupan masyarakat.

Dukung Pelestarian Tenun Geringsing

Selvi Gibran menegaskan bahwa Dekranas siap mendukung berbagai upaya pelestarian tenun geringsing sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Menurutnya, keberadaan tenun geringsing bukan sekadar produk kerajinan, melainkan juga mencerminkan identitas, keterampilan, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan masyarakat Desa Adat Tenganan secara turun-temurun.

Tenun geringsing juga memiliki filosofi yang erat kaitannya dengan kesehatan dan keselamatan. Secara etimologis, kata geringsing berasal dari kata gering yang berarti sakit dan sing yang berarti tidak. Dengan demikian, geringsing dimaknai sebagai tidak sakit, yang mengandung harapan agar pemakainya senantiasa berada dalam keadaan sehat.

Melalui dukungan terhadap pelestarian budaya dan pengembangan kerajinan tradisional, Selvi Gibran berharap masyarakat Desa Tenganan dapat semakin mandiri dan sejahtera tanpa kehilangan jati diri budayanya.

Baca Juga  Komang Teguh Ditawar Kuliah Gratis di ITB STIKOM Bali

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK dan Tim Pembina Posyandu Pusat, Tri Suswanti Tito Karnavian, menyampaikan kesan positif atas kunjungannya ke Desa Tenganan.

Tri Suswanti mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut merupakan yang kedua kalinya. Ia mengaku senang dapat kembali melihat kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat Desa Tenganan yang dikenal dengan tradisi tenun geringsing.

Ia juga menyampaikan komitmen untuk mendukung penguatan perekonomian masyarakat setempat, khususnya melalui pengembangan potensi kerajinan tradisional.

Tri Suswanti berharap dapat kembali mengunjungi Desa Tenganan pada kesempatan mendatang sebagai bentuk perhatian terhadap keberlanjutan pemberdayaan masyarakat.

Serahkan 500 Kacamata Gratis

Selain memberikan perhatian terhadap pelestarian tenun geringsing, kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan kegiatan pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat Desa Tenganan.

Masyarakat memperoleh kesempatan mengikuti pemeriksaan kesehatan mata secara gratis. Dalam kesempatan tersebut, Selvi Gibran Rakabuming selaku Pembina Seruni KMP menyerahkan bantuan sebanyak 500 kacamata kepada masyarakat setempat.

Bantuan yang dalam kegiatan tersebut disebut sebagai bantuan Presiden Republik Indonesia ini disalurkan melalui Seruni KMP dengan keterlibatan unsur Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya para penenun geringsing, yang membutuhkan kondisi penglihatan optimal dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bagi para penenun, kesehatan mata menjadi aspek penting mengingat proses pembuatan tenun geringsing memerlukan ketelitian tinggi, terutama dalam mengolah benang, menyusun motif, dan menghasilkan kain dengan corak yang rumit.

Melalui kegiatan ini, perhatian terhadap pelestarian warisan budaya diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dukung Penguatan Tata Kelola Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu untuk Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Published

on

By

Gubernur Koster hadiri rapat penguatan tata kelola lembaga
RAPAT PENGUATAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Pembukaan Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah di Bali Sunset Road Convention Center, Denpasar, Kamis (22/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungannya terhadap penguatan tata kelola Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Tim Penggerak PKK dan Posyandu sebagai upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Dukungan tersebut disampaikan saat Pembukaan Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah di Bali Sunset Road Convention Center, Denpasar, Kamis (22/10).

Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan rapat koordinasi tersebut karena dinilai penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjalankan program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan koordinasi yang dilaksanakan di Bali juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, khususnya melalui peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan aktivitas ekonomi di daerah.

“Bagi kami di Bali, setiap tamu adalah rezeki. Setiap orang yang menginap di hotel tentu memberikan pemasukan bagi hotel dan turut menggerakkan perekonomian. Kegiatan seperti ini juga mendukung peningkatan kunjungan wisatawan domestik ke Bali,” ujar Koster.

Ia menegaskan, Pemprov Bali mendukung penguatan kegiatan Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu karena ketiganya memiliki peran strategis dalam menghidupkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan ketiga lembaga tersebut, Pemprov Bali telah mengalokasikan anggaran masing-masing sebesar Rp 10 miliar untuk Dekranasda, TP PKK dan TP Posyandu, dengan mengacu pada arahan kebijakan pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua Harian Dekranas sekaligus Ketua Umum TP PKK dan TP Posyandu, Ny. Tri Tito Karnavian, menegaskan bahwa penguatan tata kelola ketiga lembaga tersebut harus dilaksanakan secara serius dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Ini bukan kegiatan main-main, karena ada regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan dan ada mekanisme pengawasan terhadap kegiatan ketiga lembaga ini,” tegasnya.

Baca Juga  Maju Bersama di Era Digital, ITB STIKOM Bali Jalin Sinergitas dengan 40 Media

Ia juga menyampaikan bahwa TP Posyandu akan menjalin kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat, terutama bagi ibu hamil, ibu, dan anak-anak, dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan gizi keluarga.

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Bernhard E. Rondonuwu, menyampaikan bahwa penguatan tata kelola Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu sangat penting karena berbagai persoalan keluarga dan masyarakat membutuhkan penanganan bersama.

Menurutnya, isu penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, serta pengembangan dan pemberdayaan para perajin daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar penanganannya lebih efektif dan berkelanjutan.

Rapat tersebut diikuti oleh perwakilan dari 178 kabupaten/kota di wilayah Indonesia bagian tengah, yang melibatkan unsur Dekranasda, TP PKK, Posyandu, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Melalui pertemuan ini, hasil koordinasi diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam program dan penganggaran daerah secara konkret. Selain menyamakan persepsi mengenai mandat, kedudukan, dan hubungan kerja masing-masing lembaga, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk pola kolaborasi yang terintegrasi, dengan perencanaan program yang lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran.

Pertemuan di Bali ini menjadi bagian terakhir dari rangkaian tiga pertemuan penguatan tata kelola yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia. Hasilnya diharapkan menjadi landasan bagi peningkatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat peran Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu bagi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Arak Bali Laku Dilelang US$400 di Las Vegas Amerika

Published

on

By

Arak Bali laku dilelang US$400 di Las Vegas
LAKU DILELANG: Empat botol arak racikan Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan laku dilelang dengan total harga US$400 dalam acara Charity F@!& Cancer Flair Show di Circus Circus Hotel, Las Vegas, Amerika Serikat. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Arak Bali menembus panggung internasional. Empat botol arak racikan Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan laku dilelang dengan total harga US$400 dalam acara Charity F@!& Cancer Flair Show di Circus Circus Hotel, Las Vegas, Amerika Serikat.

Empat botol tersebut masing-masing berukuran 750 mililiter. Dengan kurs sekitar Rp 18.040,80 per dolar AS, nilai lelang itu setara Rp 7,22 juta. Artinya, setiap botol memiliki nilai lelang rata-rata US$100 atau sekitar Rp 1,8 juta.

Yang membuat lelang ini menarik, seluruh hasilnya disumbangkan untuk kegiatan amal. Arak Bali tidak hanya diperkenalkan sebagai produk lokal, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan di panggung internasional.

Bagi Rico, kesempatan berkompetisi melalui penampilan flair bartending, seni meracik minuman yang dipadukan dengan atraksi dan keterampilan memainkan botol menjadi ruang untuk membawa nama Bali lebih jauh, sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada audiens internasional.

“Bagi kami, ini bukan sekadar memperkenalkan arak Bali ke luar negeri. Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal Bali memiliki potensi untuk mendapat perhatian di panggung internasional. Lebih dari itu, kami bangga karena hasil lelangnya dapat disumbangkan untuk kegiatan amal,” ujar Rico di Denpasar, Jumat (23/10/2026).

Menurut dia, pengenalan produk lokal melalui kegiatan internasional dapat membuka peluang baru bagi arak Bali untuk dikenal lebih luas. Apalagi, kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan keterampilan bartender, tetapi juga membawa misi sosial.

Lelang empat botol arak Bali dengan nilai total US$400 menjadi salah satu sorotan dalam acara tersebut. Nilai itu menunjukkan bahwa produk yang mereka bawa memperoleh perhatian dalam kegiatan amal tersebut, meski penerimaan pasar yang lebih luas tetap membutuhkan promosi dan pengembangan berkelanjutan.

Baca Juga  Komang Teguh Ditawar Kuliah Gratis di ITB STIKOM Bali

Arak telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bali. Kini, melalui kreativitas dan penampilan profesional di luar negeri, produk tersebut diperkenalkan dalam konteks yang lebih luas, tanpa melepaskan identitas lokalnya.

Empat botol arak Bali itu mungkin hanya sebagian kecil dari rangkaian acara di Las Vegas. Namun, melalui lelang tersebut, nama arak Bali mendapat ruang untuk diperkenalkan di luar negeri, dengan kegiatan amal sebagai bagian dari ceritanya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca