Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Giri Prasta ‘’Mendem Pedagingan’’ di Padmasana Pura Puseh Buangga Desa Adat Getasan Petang

BALIILU Tayang

:

MENDEM PEDAGINGAN: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri upacara Mendem Pedagingan serangkaian Karya Ngenteg Linggih Padudusan Agung, Mupuk Pedagingan di Pura Puseh Buangga, Desa Adat Getasan, Desa Getasan, Kecamatan Petang, Minggu (24/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, menghadiri upacara Mendem Pedagingan di Pura Puseh Buangga, Desa Adat Getasan, Desa Getasan, Kecamatan Petang, Badung. Upacara ini serangkaian Karya Ngenteg Linggih Padudusan Agung, Mupuk Pedagingan, Meresi Gana Medasar Tawur Balik Sumpah, Menawa Ratna, Mapedanan, dan Mekebat Daun serta Bangun Ayu, pada Minggu (24/11).

Puncak karya jatuh pada tanggal 4 Desember yang akan datang dan turut hadir dalam kesempatan ini anggota DPRD Badung I Gst. Lanang Umbara, Kadis Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha, Camat Petang AA Ngr. Raka Sukaeling serta unsur Tripika Kecamatan Petang, Dirut PD Pasar Pangan Mangu Giri Sedana I Wayan Suryantara, Perbekel Desa Getasan I Wayan Suandi dan Perbekel Desa Carangsari I Made Sudana, tokoh masyarakat I Gst Agung Ayu Inda Trimafo Yudha serta tokoh masyarakat lainnya.

Adapun Yajamana Karya Ngenteg Linggih Padudusan Agung, Mupuk Pedagingan yakni Ida Pedanda Gede Dangin Manuaba, dan Wiku Tapeni Ida Pedanda Istri Dangin Manuaba dari Griya Manuaba Carangsari.

Bupati Nyoman Giri Prasta, menyampaikan bahwa dirinya hadir di tengah-tengah masyarakat Banjar Buangga, Desa Adat Getasan untuk ikut ngastiti bhakti dalam pelaksanaan upacara di Pura Puseh Buangga. “Pemerintah Kabupaten Badung sudah hadir membantu dari pembangunan pura sebesar Rp 5,3 miliar, bahkan untuk Ngodakan Pelawatan Ida Betara sebesar Rp 1,8 miliar dan untuk upakara ini dibantu sebesar Rp 1,3 miliar. Kami ingin memberikan yang terbaik kepada umat sedharma sehingga ke depan masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan iuran, cukup masyarakat gotong-royong buat ngayah saja, ini adalah salah satu contoh yang kita berikan untuk menjaga adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Astungkara ini akan kami lakukan terus untuk meringankan beban masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Badung, Bupati Giri Prasta Minta Seluruh OPD Cermati, Pahami dan Laksanakan Rekomendasi Dewan

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menyampaikan, Pujawali ini dapat dikatakan Puja, itu dilaksanakan oleh Sulinggih bersama Pemangku sedangkan Wali-nya dilaksanakan oleh Welaka, ada Sekaa Gong, Pesantian, Topeng Sidakarya, Tari Rejang dan Renteng, itu yang dimaksud Pujawali, dimana masyarakat laksanakan di hari yang baik ini.

“Kehadiran kami disini untuk meringankan beban krama semua dan ini murni dari pikiran yang suci, apalagi untuk masyarakat Banjar Buangga khususnya, kita semua sama sebagai umat beragama waktu dan uang banyak habis di adat untuk meyadnya, maka dari itu kami hadir di tengah-tengah masyarakat untuk meringankan beban masyarakat, seperti membangun pura dan untuk upakara kami bantu sepenuhnya agar tuntas supaya masyarakat tidak mengeluarkan uang,” pungkasnya.

Sementara itu Manggala Karya I Ketut Wandra, mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bupati Badung bersama undangan lainnya dimana masyarakat Banjar Buangga melaksanakan upacara mendem pedagingan serangkaian Karya Ngenteg Linggih Padudusan Agung, Mupuk Pedagingan, Meresi Gana medasar Tawur Balik Sumpah, Menawa Ratna, Mapedanan, dan Mekebat Daun serta Bangun Ayu.  Adapun awal dimulai dari tanggal 1 November matur uning di pelinggih, 2 November nanceb tetangunan, 3 November mendak Pengrajeg Karya di Pura Luhur Pucak Tedung dan tanggal 24 November Mendem Pedagingan.

“Tanggal 25 November dilaksanakan upacara melasti di Segara Seseh dan acara puncak dari Piodalan ini jatuh pada Tanggal 4 Desember 2024, Buda Kliwon Matal, tepat piodalan di Pura Kahyangan Puseh Banjar Buangga, Desa Adat Getasan, Petang, Badung. Adapun tujuan terlaksananya upacara ini tidak lain adalah berdirinya pura itu sebagai kekuatan bagi umat Hindu untuk bisa dilanjutkan oleh generasi penerus berikutnya agar tetap menjadi kekuatan kita di Bali, khususnya bagi masyarakat Banjar Adat Buangga, Getasan. Dapat kami sampaikan juga upacara besar ini baru pertama kali kami laksanakan tetapi upacara seperti ini setidaknya kami laksanakan di atas 20 tahun sekali,” jelasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Buka Kasanga Festival 2025, Wagub Giri Prasta Ikuti Prosesi Mengarak Ogoh-ogoh

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rangkaian “Pengratep Karya Mamungkah” di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori Desa Adat Tonja

Published

on

By

HADIRI KARYA MAMUNGKAH : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10).

Di sela upacara, Wawali Arya Wibawa menjelaskan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gede Batur Sari ini merupakan wujud peningkatan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pasemetonan dan desa adat, hal ini perlu diapresiasi sebagai upaya membangun sradha bhakti melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Yang patut diapresiasi adalah tumbuhnya kemandirian masyarakat untuk membangun kesadaran, sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat diwujudkan melalui Tri Guna Karya dan Satwika Karya.

Arya Wibawa juga berharap, setelah dilaksanakannya Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari ini, seluruh umat, terutama warga dan pengempon, dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif dan menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara itu, Panitia Karya, I Made Oka Bagiartha, mengatakan rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari telah dimulai sejak 13 Oktober 2026 dan puncaknya dilaksanakan hari ini, 14 Oktober 2026, yakni Upacara Puncak Pengratep Karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gde Made Karang dari Griya Gede Karang Tampakgangsul.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Umumkan Besaran UMK Badung 2024

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang sudah hadir menyaksikan upacara puncak pengratep karya dan ngaturang punia kepada kami. Semoga karya ini labda karya lan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi Desa Adat Renon

Published

on

By

HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi.

Turut mendampingi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, Lurah Renon I Gede Suweca, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, serta tokoh masyarakat setempat.

Wawali Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan karya yang dipuput oleh Sri Mpu Griya Taman Punggul, Abiansemal tersebut.

“Semoga dengan lancarnya pelaksanaan karya ini yang dilaksanakan dengan kebersamaan dan rasa tulus ikhlas, dapat memberikan berkah kerahayuan bagi masyarakat pengempon, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ucapnya.

Ia menambahkan, sinergi Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau semangat gotong-royong inilah yang membingkai jati diri Kota Denpasar sebagai kota berbasis kebudayaan.

Ketua Panitia Karya, Made Budana, menjelaskan rangkaian karya dimulai sejak 30 September 2026 melalui Nuasen Karya. Dilanjutkan 11 Oktober 2026 Mendak Nuntun Dewa Hyang ring Pura Dalem Puri, dan 13 Oktober 2026 Melasti ke Segara.

Puncak karya dilaksanakan hari ini, Rahina Buda Wage Klawu, 14 Oktober 2026. Sementara upacara Nyineb Karya dan Nyegara Gunung di Pura Goa Lawah akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 mendatang.

“Kami berharap pelaksanaan karya dengan rasa tulus ikhlas ini dapat memberikan kebaikan bagi warga kami dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Giri Prasta Umumkan Besaran UMK Badung 2024
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong-royong Krama Kembang Merta dalam Pelaksanaan Karya Pitra Yadnya

Published

on

By

Bupati Tabanan Hadiri Karya Pelebon dan Memukur
HADIRI KARYA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta jajaran saat menghadiri pelaksanaan Karya Pelebon Sawa Prateka lan Memukur di Desa Adat Kembang Merta di Bale Subak Abian Taman Giri Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Senin (12/10). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Semangat gotong-royong dan ketulusan dalam menjalankan kewajiban beragama menjadi wujud nyata keharmonisan sekala dan niskala di tengah masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Karya Pelebon Sawa Prateka lan Memukur di Desa Adat Kembang Merta, yang dihadiri Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta jajaran di Bale Subak Abian Taman Giri Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Senin (12/10).

Turut hadir Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Sekda Kabupaten Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, kepala perangkat daerah terkait, Camat Baturiti beserta unsur Forkopimcam, pimpinan DTW Ulun Danu dan The Blooms, perbekel, bendesa adat, serta masyarakat setempat. Karya Pitra Yadnya ini diikuti 26 sawa dengan biaya Rp 16 juta per sawa, termasuk 14 sawa ngelangkir dan 4 sawa ngelungah. Rangkaian upacara juga mencakup Manusa Yadnya yakni metatah yang diikuti 58 orang dengan biaya Rp 300 ribu per orang, serta nelubulanin/mepetik sebanyak 16 orang. Kegiatan yang melibatkan masyarakat dari 480 kepala keluarga ini mencapai puncaknya pada Selasa (13/10), dengan upacara dipuput oleh Ida Pedanda Griya Bukit Kembang Merta.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya mengapresiasi krama Desa Adat Kembang Merta yang telah melaksanakan kewajiban beragama melalui Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tabanan senantiasa mendukung pelaksanaan yadnya sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan daerah dan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Esensi yadnya tidak diukur dari besarnya materi yang dihabiskan, melainkan dari ketulusan, keikhlasan, dan semangat gotong-royong krama dalam melaksanakannya. Seberat apa pun yadnya, jika dilaksanakan bersama-sama, pasti dapat diselesaikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menjelaskan bahwa pelaksanaan yadnya merupakan wujud tanggung jawab umat Hindu dalam menjalankan ajaran Tri Rna, khususnya membayar utang kepada leluhur dan orang tua. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya sebagai bagian dari keharmonisan sekala dan niskala serta implementasi nilai Tri Hita Karana.

Menurutnya, yadnya yang dilaksanakan dengan tulus, didukung semangat gotong-royong, serta dipuput oleh sulinggih dan disaksikan murdaning jagat dalam hal ini, unsur pemerintah, akan menjadi karya yang satwika, utamaning utama. Komitmen tersebut senantiasa diwujudkan melalui kehadiran dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan.

Baca Juga  Tandatangani Prasasti, Bupati Hadiri Karya Dewa Yadnya di Pura Desa dan Bale Agung Desa Adat Kuta

Sementara itu, Ketua Panitia I Nyoman Widastra, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Tabanan beserta jajaran dalam pelaksanaan karya tersebut. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang senantiasa hadir mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tabanan beserta jajaran yang telah hadir sebagai murdaning jagat sekaligus memberikan dukungan dalam pelaksanaan Karya Pitra Yadnya ini,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca