Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

KPU Bali dan Kabupaten Kota Catatkan Sejarah ‘‘Hattrick‘‘ Tanpa Sengketa ke MK

BALIILU Tayang

:

KPU Lidar
MEDIA GATHERING: Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan memberikan penjelasan saat menggelar media gathering Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali pada Senin (23/12) di Istana Taman Jepun, Jalan Hayam Wuruk Denpasar. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali mencatatkan sejarah satu-satunya KPU Provinsi dan Kabupaten Kota yang berhasil hattrick tanpa sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK) hanya KPU Bali dan KPU Kabupaten Kota di Bali.

‘‘Kita patut berbangga dan berbahagia, karena satu-satunya KPU provinsi dan kabupaten kota yang bisa hattrick tanpa MK hanya KPU Bali dan KPU Kabupaten Kota di Bali. Kita sudah hattrick ya,‘‘ ujar Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan saat menggelar media gathering Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali pada Senin (23/12) di Istana Taman Jepun, Jalan Hayam Wuruk Denpasar.

Lidartawan lanjut menjelaskan, pada tahun 2020 Pilkada serentak di 6 kabupaten kota, kita adalah satu-satunya yang terbanyak kabupaten, kota dan provinsi. Waktu itu ada Provinsi Bali, Babel dan DIY, Bali yang terbaik. Berikutnya Pileg Pilpres tahun 2024, satu-satunya KPU Provinsi dan Kabupaten Kota yang tidak ke MK adalah Bali dan Kabupaten Kota ini. Dan terakhir kemarin ada beberapa provinsi, tetapi Balilah yang terbanyak kabupaten kota dan provinsi yang tidak ada sengketa sampai ke MK.

Oleh karena itu, lanjut Lidartawan, legacy dari lima komisioner KPU Bali ini patut tercatat dalam sejarah kepemiluan di Provinsi Bali, dan mudah-mudahan nanti ke depan jauh lebih baik.

Selain itu, sebut Lidartawan, KPU Bali akan mengembalikan sisa anggaran dimana kita akan menghabiskan perkiraan saja maksimal 50%. Jadi sekitar 70-an miliar dari Rp 155 miliar yang sudah ada di NPHB. Artinya apa? Efektif efisien.

Lidartawan menjelaskan dari mana saja pengiritan anggaran itu dan jangan sampai mengembalikan 50% berarti KPU enggak bisa merencanakan anggaran. Jadi pertama, tentu karena calon-calon yang diusung menganggarkan 5 pasang dan bahkan ada calon perseorangan. Ternyata Bali tidak ada calon perseorangan di Pilgub Bali sehingga anggaran itu kita kembalikan. Kita hanya memberikan dukungan utamanya untuk kampanye kepada 2 pasangan calon. Berikutnya adalah kita banyak mengembalikan untuk pokja. Karena Menkeu RI mengeluarkan edaran yang boleh dikeluarkan maksimal 5 pokja setahun dan KPU hanya boleh menikmati maksimal 2 pokja komisioner, dimana pokjanya hampir 20 pokja.

Baca Juga  Validasi Data Berkelanjutan, KPU Bali Tuntaskan PDPB Semester II Tahun 2025

’’Selanjutnya efisiensi terhadap perjalanan dinas yang tidak penting enggak jalan. Pengadaan barang dan jasa saya minta pak sekretaris kalau komputer masih bagus, semua masih bagus, jangan beli kita kembalikan. Selanjutnya barulah karena target kita tidak ke MK, maka anggaran yang cukup besar untuk PHPU itu tidak dikeluarkan Rp 1 pun,’’ ungkapnya.

Maka dari itu, kalau dibilang pilkada mahal, ungkap Lidartawan justru pilkada serentak kali ini sangat murah dibandingkan pilkada-pilkada sebelumnya. Tidak ada penghambur-hamburan, apalagi temuan dan lain sebagainya.

’’Ya, jadi kami sangat efektif, efisien dan bapak ibu boleh catat dengan baik bahwa pilkada yang hilang itu adalah pertama baliho-baliho yang kita bikin itu hilang nilai uangnya, tapi itu ke rakyat karena ada tukang print baliho yang dapat uangnya. Kemudian nanti selisih antara pembelian surat suara dengan penjualan surat suara kemarin logistik Pemilu nanti akan kita lakukan satu bulan setelah penetapan calon terpilih, satu bulan setelah pelantikan baru kita akan lakukan pemusnahan. Jadi nilai-nilai itu saja yang terbuang, sisanya untuk rakyat semua. Sosialisasi untuk makan minum, kemudian kampanye juga untuk melakukan pendidikan politik kepada masyarakat. Jadi tidak ada yang hilang dan kita bekerja tidak dibiayai cuma-cuma dari pemerintah kayak BLT. Berarti kan enggak kerja pun dikasih uang. Kalau ini jelas PPK, PPS, KPPS kerja untuk bangsa dan negara. Jadi enggak ada biaya pilkada mahal apalagi diselewengkan, saya pastikan itu ya,’’ ujarnya menegaskan.

Kemudian Lidartawan menepis isu bahwa KPU Bali tidak bersosialisasi dengan maksimal, bisa dilihat dari data sosialisasi yang sudah dilakukan, terstruktur, masif dan sistematis. ’’Semua sudah kita lakukan, semua upaya kita coba dan itu datanya luar biasa,’’ ucapnya seraya mengungkapkan partisipasi pemilih di Provinsi Bali tidak berkurang dengan Pilgub Bali 2018.

Baca Juga  Tahap Pendaftaran Cagub-Cawagub Bali, Satgas OMP Perketat Pengamanan Kantor KPU dan Bawaslu

Untuk mengetahui kenapa pemilih tidak hadir ke TPS, pihak KPU Bali sedang melakukan survey untuk Pileg dan akan disampaikan di akhir tahun 2024, dan untuk pilkada akan dilakukan belakangan. Dari hasil survey ini akan dilihat apakah karena KPU-nya atau masyarakatnya yang tidak mau memilih.

Pada kesempatan itu, Lidartawan juga menyampaikan pada pelaksanaan Pilkada 2024 ini ada 15 orang petugas kecelakaan, bahkan ada yang keguguran 2 orang setelah melaksanakan tugas, ada yang meninggal 3 orang. ’’Dan hampir semua sudah kami kunjungi dan kita sudah berikan santunan diurus oleh BPJS Ketenagakerjaan. Termasuk uang duka pribadi dari saya juga sudah jalan untuk yang meninggal, yang patah tulang, dan yang keguguran,’’ ujar Lidartawan.

Selanjutnya, KPU Bali tinggal menyerahkan SK penetapan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti pelantikan. Dan urusan pelantikan adalah urusan pemerintah daerah. Tapi Peraturan Presiden menyebutkan bahwa pelantikan gubernur pada 7 Februari dan pelantikan bupati walikota pada 10 Februari serta belakangan ada informasi pelantikan bakal diundur ke bulan Maret. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Walikota Jaya Negara Hadiri Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Bali

Published

on

By

walikota jaya negara
PISAH SAMBUT: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri acara Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Bali yang dilaksanakan di Gedung Wanita Nari Graha Provinsi Bali, Kamis (7/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama jajaran Forkopimda Kota Denpasar menghadiri acara Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Bali yang dilaksanakan di Gedung Wanita Nari Graha Provinsi Bali, Kamis (7/5).

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H., mendapat penugasan baru menjadi Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan pada Badan Pemulihan Aset di Kejaksaan Agung RI.

Posisi Kajati Bali selanjutnya diemban oleh Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.Hum yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubenur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubenur Bali I Nyoman Giri Prasta, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Bupati seluruh Bali dan Wakil Ketua DPRD Bali, I Komang Nova Sewi Putra.

Dalam sambutannya, Dr. Chatarina Muliana Girsang mengaku sangat senang dapat bertugas di Bali. Selain memiliki kondisi alam yang indah, Bali juga didukung sarana dan prasarana yang memadai serta koordinasi Forkopimda yang berjalan sangat baik dalam menangani berbagai isu strategis.

“Saya mengucapkan terima kasih atas persahabatan dan kekeluargaan selama hampir enam bulan bertugas di Bali. Dimanapun kita bertugas, tentu harus mampu memberikan warna dan manfaat bagi masyarakat. Saya juga memohon maaf apabila selama bertugas terdapat kekurangan maupun hal yang kurang berkenan di hati bapak dan ibu sekalian,” ujarnya.

Ia berharap tali silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga meskipun dirinya mendapat amanah baru di Kejaksaan Agung RI.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali yang baru, Setiawan Budi Cahyono mengatakan dirinya memang belum pernah bertugas di Bali. Namun dalam beberapa bulan terakhir, dirinya cukup sering datang ke Bali untuk mengawal berbagai proyek strategis nasional saat menjabat Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI.

Baca Juga  Pemilukada di Bali Nusra, Menkopolhukam Harap Masyarakat Bantu Wujudkan Pemilukada yang Damai, Tertib dan Lancar

“Di Bali banyak pembangunan strategis yang kami kawal. Kami hadir di sini untuk membantu program-program pembangunan Provinsi Bali demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bali,” ujarnya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dr. Chatarina Muliana Girsang atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Kejaksaan Tinggi Bali.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ibu Dr. Chatarina Muliana Girsang atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Kejaksaan Tinggi Bali. Sinergi yang terjalin bersama Forkopimda selama ini telah berjalan sangat baik dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan di daerah,” ujar Jaya Negara.

Pihaknya juga menyampaikan selamat kepada Setiawan Budi Cahyono yang kini resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali.

“Kami menyambut baik kehadiran Bapak Setiawan Budi Cahyono sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali yang baru. Dengan pengalaman dan kapasitas yang dimiliki, kami optimistis sinergi antara Kejaksaan Tinggi Bali dengan Pemerintah Daerah serta Forkopimda akan semakin solid,” ujarnya.

Jaya Negara berharap koordinasi, kolaborasi, dan sinergitas antara Kejaksaan Tinggi Bali dengan Pemerintah Kota Denpasar serta seluruh Forkopimda dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendukung penegakan hukum, menjaga kondusivitas daerah, serta mengawal pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat agar berjalan optimal. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TP PKK Kota Denpasar Dukung UMKM dan Aksi Berbagi di Pasar Rakyat PKK Bali

Published

on

By

tp pkk denpasar
PASAR RAKYAT: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menghadiri kegiatan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” yang digelar di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, Kota Semarapura, Klungkung, Jumat (8/5). (Foto: Hms Dps)

Klungkung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menghadiri kegiatan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” yang digelar di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, Kota Semarapura, Klungkung, Jumat (8/5).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny.Putri Koster, Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, Bupati Klungkung I Made Satria, serta jajaran TP PKK kabupaten/kota se-Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Sagung Antari Jaya Negara juga menyerahkan bantuan berupa 10 tas belanja kepada 10 orang penerima dari masyarakat Kabupaten Klungkung. Tas tersebut berisi berbagai kebutuhan hasil belanja produk UMKM dan pedagang lokal yang ada di Pasar Rakyat.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengaku senang dapat mengikuti kegiatan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbelanja produk lokal dan UMKM, namun juga menjadi momentum untuk berbagi dan membantu masyarakat di Kabupaten Klungkung.

“Selain dapat berbelanja produk masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk berbagi dan mempererat rasa kebersamaan antar-daerah di Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster mengatakan, Pasar Rakyat PKK merupakan program yang telah berjalan sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Bali saat masa pandemi Covid-19. Saat itu, para petani kesulitan menjual hasil panen karena minimnya pembeli bahkan djberikan begitu saja.

“Melalui pasar rakyat ini kami mengajak petani dan UMKM untuk menjual produknya. Awalnya dilaksanakan di depan Kantor Gubernur Bali dan seluruh pengurus PKK bergotong-royong membantu masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Tahap Pendaftaran Cagub-Cawagub Bali, Satgas OMP Perketat Pengamanan Kantor KPU dan Bawaslu

Ia mengatakan, setelah pandemi mereda, kegiatan tersebut terus berkembang dengan mengusung tema “Berbelanja dan Berbagi”. Selain mempererat silaturahmi antar-pengurus TP PKK se-Bali, kegiatan ini juga menjadi sarana mendukung perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, dan pengerajin lokal.

Ny. Putri Koster menambahkan, melalui kegiatan ini setiap TP PKK kabupaten/kota diwajibkan berbelanja produk UMKM yang kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk paket bantuan. Untuk kegiatan kali ini, Kabupaten Klungkung menyiapkan 20 tas bantuan, sedangkan kabupaten/kota lainnya masing-masing 10 tas.

Putri Koster menambahkan, pada periode pertama TP PKK Provinsi Bali kegiatan ini hanya diselenggarakan satu kali, selanjutnya pembiayaan diserahkan kepada kabupaten/kota. Namun kini, anggaran penyelenggaraan kembali dikelola oleh pihak provinsi.

“Jadi penyelenggaraan tenda dan lain-lain diurus dari Provinsi, sehingga sinergi kita dengan kabupaten/kota dapat menghadirkan para pedagang untuk mengisi stan sekaligus menghadirkan pembeli,” ujarnya.

Selain itu, TP PKK Provinsi Bali juga menyalurkan 100 tas bantuan berisi beras, dua krat telur, dan minyak goreng kemasan satu liter kepada masyarakat penerima manfaat. Dengan demikian, masyarakat menerima tiga tas bantuan yang berisi kebutuhan pokok serta hasil belanja produk UMKM lokal.

Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk menyapa para petani, perajin, dan pelaku UMKM, sekaligus menghubungkan mereka dengan para pembeli di masing-masing kabupaten/kota di Bali.

“Tujuan mulia kita adalah menjalin silaturahmi dengan sesama pengurus, kemudian menyapa UMKM, mengajak masyarakat untuk peduli, dan di sini juga ada perputaran uang sehingga kabupaten/kota memiliki kesempatan untuk berkembang,” tegasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sektor Horeka dan DTW di Denpasar Komitmen Wujudkan Pengolahan Sampah Mandiri

Walikota Jaya Negara Sebut Sebagai Kerja Sama Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Loading

Published

on

By

pengolahan sampah denpasar
SOSIALISASI: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster serangkaian sosialisasi bagi pengusaha di sektor Hotel, Restoran, Kafe/Katering (Horeka) dan Daerah Tujuan Wisata (DTW) untuk mendukung optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Dharma Negara Alaya, Jumat (8/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus bergerak dalam optimalisasi penanganan sampah di berbagai sektor. Kali ini, melalui Dinas Pariwisata, turut mengumpulkan pengusaha di sektor Hotel, Restoran, Kafe/Katering (Horeka) dan Daerah Tujuan Wisata (DTW) untuk mendukung optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Dharma Negara Alaya, Jumat (8/5). Dalam kesempatan tersebut, pengusaha sektor Horeka dan DTW siap berkomitmen dalam mewujudkan pengolahan sampah berbasis sumber untuk pariwisata berkelanjutan.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Kepala Pusdal LH Bali Nusra Ni Nyoman Santi, Kasubdit Penegakan Peraturan LH, Kementerian LH, Antonius Sarjanto, Pimpinan OPD, Stakeholder serta undangan lainnya.

General Manager Prama Sanur Beach Hotel, IGB Surya Candra Sasmita dalam sambutannya menekankan bahwa Sektor Horeka dan DTW memiliki komitmen dalam penanganan sampah. Terlebih, sebagai elemen penting pariwisata, sektor Horeka dan DTW rata-rata telah memiliki standarisasi pengolahan limbah, meski harus terus dioptimalkan.

Gung Surya mengatakan bahwa, sektor Horeka dan DTW memiliki standarisasi yang baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya sertifikasi ISO dan penghargaan Tri Hita Karana Award yang keduanya berdasar pada isu lingkungan, termasuk pengolahan sampah.

“Tentunya kami siap berkomitmen untuk pengolahan sampah berbasis sumber, dan kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, atas dukungan dan komitmen dalam mendukung penanganan persampahan untuk pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas dukungan pengusaha atau pimpinan sektor Horeka dan DTW dalam penanganan persampahan. Hal ini tentu menjadi bukti sinergitas dan komitmen kerja bersama dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

Baca Juga  Paslon Koster-Giri dan Mulia-PAS Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS Bali Mandara

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini sektor Horeka dan DTW menjadi salah satu penyokong perekonomian Denpasar. Karenanya, penting untuk mendukung terciptanya iklim pariwisata yang berkelanjutan serta ramah terhadap lingkungan, khususnya persampahan.

Jaya Negara menambahkan, saat ini Pemkot Denpasar terus menggenjot pengolahan sampah berbasis sumber dengan menyasar berbagai sektor. Karenanya, usaha ini memerlukan komitmen serta dukungan bersama agar pelaksanaannya dapat berlangsung optimal.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama pimpinan di sektor Horeka dan DTW, ke depan kami di Pemerintah Kota Denpasar akan melaksanakan audit pengolahan limbah dengan seksama seperti CHSE, dan semoga upaya ini dapat mendukung terwujudnya pengolahan sampah berbasis sumber yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe yang hadir mengikuti sosialisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah di Bali saat ini menjadi isu serius yang harus ditangani bersama, terutama karena sekitar 41 persen persoalan sampah bersumber dari sektor pariwisata Horeka.

Menurutnya, langkah dan pemetaan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung dalam pengelolaan sampah sudah sangat lengkap, mulai dari identifikasi sumber masalah, pola penanganan, hingga strategi jangka pendek, menengah, dan panjang. Ia mengaku terus memantau secara ketat perkembangan pengelolaan sampah di Bali, khususnya di wilayah Kota Denpasar.

“Sudah ada kemajuan signifikan sejak dilakukan pengendalian sangat ketat pasca-penutupan TPA Suwung. Ini harus terus ditingkatkan karena Bali yang bersih merupakan kebutuhan lingkungan kita agar masyarakat hidup sehat, dan kami juga memberikan apresiasi atas capaian pemilahan sampah di Kota Denpasar yang sudah di atas 80 persen,” ujarnya.

Gubernur Koster menekankan bahwa Kota Denpasar memiliki tanggung jawab besar lantaran menjadi ibukota Provinsi Bali dengan sektor hotel dan restoran masih menjadi tulang punggung perekonomian. Ia juga menyoroti kondisi TPA Suwung yang sudah mengalami overload dan menimbulkan polusi lingkungan sehingga pola lama pengelolaan sampah harus segera diakhiri.

Baca Juga  Diikuti 92 Peserta, KPU Buleleng Gelar Tes Seleksi Badan Adhoc untuk Pilkada 2024

“Kebiasaan nyaman harus kita akhiri. Kita harus mengubah perilaku. Saya sudah tidak takut, saya harus berani. Kalau pariwisata Bali mau dijaga berkelanjutan, maka persoalan sampah harus diselesaikan,” tegasnya.

Karena itu, Gubernur Koster meminta seluruh pelaku usaha pariwisata mulai membangun kesadaran bersama untuk mengelola sampah secara mandiri di lingkungan usahanya masing-masing. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah di hotel tidak boleh hanya mengandalkan dana CSR, melainkan harus menjadi bagian dari anggaran operasional usaha.

Usai memberikan arahan kepada pelaku sektor Horeka dan DTW, Gubernur Wayan Koster yang didampingi Walikota Jaya Negara beserta Wakil Walikota Arya Wibawa turut meninjau stand inovasi dan kreativitas siswa di Kota Denpasar yang mengikuti kegiatan Denpasar Education Festival (DEF) Tahun 2026. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca