Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Baligivation 2025: Kolaborasi Nyata BI dan Pemerintah Wujudkan Bali Pulau Digital

BALIILU Tayang

:

Baligivation
LUNCURKAN BALIGIVATION: Suasana sesi talkshow saat Bank Indonesia meluncurkan Bali Digital Innovation Festival (Baligivation) 2025 dengan tema ”Mewujudkan Bali Pulau Digital untuk Meningkatkan Inklusivitas” pada 30 April 2025 di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar. (Foto: Hms BI)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai salah satu upaya untuk mendorong digitalisasi sebagai salah satu strategi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali, Bank Indonesia resmi meluncurkan Bali Digital Innovation Festival (Baligivation) 2025 dengan tema ”Mewujudkan Bali Pulau Digital untuk Meningkatkan Inklusivitas” pada 30 April 2025 di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar.

Peluncuran ini sekaligus menandai berlakunya Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 10 Tahun 2025, tanggal 15 April 2025, tentang Optimalisasi Implementasi Transaksi Non-Tunai di Provinsi Bali.

Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster, yang diwakili oleh Staf Ahli Kelompok Kerja Percepatan Pembangunan Bali Made Artana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja; Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati; dengan salah satu narasumber adalah Direktur Konten Digital Kementerian Ekonomi Kreatif RI Yuana Rochma Astuti; serta mitra kerja BI se-Provinsi Bali.

Pada kegiatan yang diikuti oleh 1.000 peserta (daring maupun luring) ini, Gubernur Bali Wayan Koster, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Made Artana, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi penyelenggaraan kegiatan Baligivation yang menjadi wujud nyata komitmen dalam mempercepat transformasi digital di Bali. Langkah ini sejalan dengan program strategis pemerintah Provinsi Bali untuk membawa Bali menjadi Pulau Digital. Bali telah menunjukkan capaian tertinggi dalam Indeks Elektronifikasi Pemerintah Daerah Provinsi Bali di mana seluruh wilayah di Bali telah mencapai kategori digital, yang berarti sebagian besar penerimaan dan belanja daerah di Bali telah dilaksanakan secara non-tunai, yang menjadi landasan kuat percepatan realisasi Bali Pulau Digital.

Lebih lanjut, Made juga menyampaikan dengan berlakunya SE Gubernur Bali No. 10 tahun 2025, yang mengimbau seluruh perangkat daerah/ASN, lembaga, instansi, pelaku usaha dan UMKM, serta masyarakat untuk memaksimalkan penggunaan pembayaran nontunai, termasuk QRIS, diharapkan menjadi katalisator perluasan dan percepatan digitalisasi di Provinsi Bali.

Baca Juga  Dorong Investasi Berkualitas, Bank Indonesia Gelar ‘’Investment Talk’’ Bali Jagadhita 2024

Sementara itu, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan Baligivation dan launching SE Gubernur Bali bertujuan untuk memberikan daya dorong yang kuat untuk memperkuat digitalisasi, serta menciptakan inklusivitas sehingga tercipta pemerataan pertumbuhan agar tidak ada daerah yang tertinggal.

Lebih lanjut, Erwin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem digital yang kuat, terutama melalui penguatan strategic collaboration, strategic ownership, dan strategic connectivity. Ke depan, komitmen ini perlu diwujudnyatakan melalui 4 langkah, yaitu (1) komitmen untuk memperkuat langkah dan penguatan regulasi, salah satunya melalui SE Gubernur Bali Nomor 10 Tahun 2025; (2) komitmen untuk meningkatkan akseptansi digital dari banjar digital, dan ekosistem lainnya; (3) perbaikan infrastruktur; serta (4) peningkatan edukasi dan membentuk ekosistem pelindungan konsumen.

Komitmen Bali untuk mendorong digitalisasi ini juga diapresiasi oleh Fitria Irmi Triaswati, yang menekankan apiknya sinergi dan kolaborasi BI dengan pemerintah setempat dalam pelaksanaan Baligivation 2025 dan launching surat edaran, yang bisa menjadi contoh bagi provinsi lain.

Event BALIGIVATION 2025 ini menandai inovasi pembayaran yang tiada henti di Provinsi Bali, ditandai dengan total merchant dan pengguna QRIS di Provinsi Bali mencapai mencapai 959 ribu merchant dan 1,09 juta pengguna. Dari sisi volume, transaksi QRIS di Provinsi Bali bulan

Januari hingga Maret 2025 mencapai 27,92 juta transaksi dengan nominal sebesar Rp 2,74 Triliun. Kunjungan wisman di Bali turut menjadi penyumbang dengan tingginya transaksi QRIS Antarnegara khususnya volume transaksi inbound pada Maret 2025 yang tercatat 6.503 transaksi dengan nominal Rp 1,38 miliar.

Selain peluncuran SE Gubernur Bali, Bank Indonesia bersama BPD Bali juga mengenalkan QRIS TAP untuk menggaungkan inovasi sistem pembayaran yang baru saja diluncurkan pada 14 Maret 2025 yang lalu. QRIS TAP berbasis Near Field Communication (NFC) memberikan opsi cara pembayaran baru yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung layanan publik dan transaksi ritel secara digital.

Baca Juga  Bali Jagadhita V Tahun 2024 Resmi Dibuka

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow dengan narasumber Direktur Konten Digital Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Yuana Rochma Astuti; Direktur Utama Bank BPD Bal I Nyoman Sudharma; serta illustrator dan creativepreneur Dewa Gede Raka Jana Nuraga, dimana talkshow ini mengangkat diskusi mengenai bagaimana perkembangan digitalisasi secara nasional dan di Bali, serta dampak positifnya terhadap UMKM dan inklusivitas di Bali.

Peluncuran Baligivation 2025 ini akan ditindaklanjuti dengan roadshow di seluruh kota/kabupaten Bali dan perhelatan berbagai perlombaan, diantaranya lomba cerdas cermat, banjar digital, dan inovasi digital di bidang ketahanan pangan, pariwisata, dan pelindungan konsumen. Perlombaan ini secara detail dapat diakses di www.baligivation.com.

Melalui program dan kegiatan Baligivation 2025 diharapkan dapat mendukung penguatan ekonomi keuangan digital Indonesia dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Pria Lanjut Usia yang Hilang di Gunung Batukaru

Published

on

By

batukaru
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda – tanda baru keberadaan korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

“Sesuai dengan regulasi Undang – Undang Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Pemkot Denpasar Dukung Digitalisasi di Berbagai Lini

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Dukung Digitalisasi di Berbagai Lini

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Dukung Digitalisasi di Berbagai Lini

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca