Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat, Trisno Nugroho: Saya Yakin Bali Tidak akan Alami Resesi

Dari Obrolan Santai Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bareng Media

Loading

BALIILU Tayang

:

bi bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho saat menjadi narasumber Obrolan Santai BI bareng Media, Kamis, 16 Februari 2023 di salah satu rumah makan di Jalan By Pas Ngurah Rai Denpasar. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com –  Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023 menjadi 2,3% dari perkiraan sebelumnya 2,6%. Hal ini disebabkan oleh fragmentasi politik dan ekonomi yang belum usai serta pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju. Koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang cukup besar dan disertai dengan meningkatnya risiko potensi resesi terjadi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Namun penghapusan Zero Covid Policy di Tiongkok diperkirakan akan menahan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

‘’Saya melihat data bulan Februari (2023) menunjukkan wisman dan wisnus masih oke, trend pertumbuhan Bali masih oke. Maka saya tidak membayangkan kekhawatiran negatif dan saya yakin Bali tidak akan mengalami resesi,’’ terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho di acara Obrolan Santai BI bareng Media dengan tema ‘’Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Bali 2023: Konsistensi, Inovasi dan Sinergi’’, Kamis, 16 Februari 2023 di salah satu rumah makan di Jalan By Pas Ngurah Rai Denpasar. Turut mendampingi Deputi KPw BI Bali dan pimpinan lainnya.

Trisno Nugroho lanjut menjelaskan, optimisme Bali tidak akan mengalami resesi dan pertumbuhan ekonomi Bali positif 2023 karena beberapa indikator di antaranya tekanan inflasi global terindikasi mulai berkurang, ketidakpastian pasar keuangan global mulai mereda sehingga berdampak pada meningkatnya aliran modal global ke negara berkembang.

Optimisme, ungkap Trisno Nugroho juga tampak dari data menunjukkan momentum pemulihan ekonomi Bali yang meningkat signifikan. Pada triwulan IV 2022, ekonomi Bali tumbuh 6,61% (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 8,10% (yoy). Ranking Bali naik dari posisi terakhir di tahun sebelumnya ke posisi 24 sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi 2022. Pada triwulan IV 2022, mayoritas lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif.

Baca Juga  Triwulan IV 2025, Harga Properti Residensial Bali Tetap Solid
trisno
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Pada tahun 2022, sebagian besar kinerja lapangan usaha di Bali telah meningkat, dengan pertumbuhan tertinggi pada LU Transportasi, diikuti oleh LU Pengadaan Listrik, dan LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum. Begitu juga pandemi Covid-19 berdampak pada perubahan struktur ekonomi Bali. Pangsa LU Akmamin dan LU Transportasi telah mengalami kenaikan seiring dengan semakin pulihnya kegiatan pariwisata. Nilai PDRB Bali triwulan IV 2022 juga semakin meningkat, meski masih lebih rendah 3,24% dibandingkan rata-rata triwulanan PDRB tahun 2019. Demikian juga tingkat kunjungan penumpang terus menunjukkan tren peningkatan seiring pelonggaran persyaratan PPLN dan juga dampak suksesnya Bali sebagai tuan rumah KTT G20. Sepanjang tahun 2022, jumlah kedatangan penumpang internasional mencapai 2,33 juta orang.

Sejalan dengan peningkatan penumpang, kunjungan wisatawan juga turut meningkat. Kunjungan wisatawan pada keseluruhan tahun 2022 melonjak signifikan dan pada 2023 diperkirakan terus meningkat, terutama didorong oleh penyelenggaraan MICE dan event strategis. Pada tahun 2023, jumlah wisman yang datang ke Bali berpotensi tembus 4 juta orang.

Trisno Nugroho juga menunjukkan bahwa pertumbuhan juga terjadi di sektor perbankan. Penyaluran kredit terus tumbuh dan kualitas kredit masih terjaga di bawah 5%. Kinerja penyaluran kredit perbankan bertumbuh pada triwulan IV 2022 sebesar 4,12%. Sedangkan perkembangan NPL dan LAR di Bali secara keseluruhan menunjukkan tren yang menurun, namun untuk NPL Akmamin masih dalam fase uptrend dan berada di atas batas aman 5%. Secara keseluruhan baik NPL maupun LAR Bali masih berada di atas nasional.

Sedangkan inflasi Bali di tingkat nasional masuk peringkat 9 tertinggi untuk MTM dan peringkat 15 untuk YOY Januari 2023. Pada Januari 2023, inflasi bulanan nasional terpantau sebesar 0,34% (mtm), secara spasial, Provinsi Bali menempati posisi ke-9 realisasi inflasi mtm (month-to-month) tertinggi pada Januari 2023 yaitu sebesar 0,66% (mtm).

Baca Juga  BI Bali Gelar Aksi Peduli Sesama, Donor Darah Diikuti 150 Orang

Untuk mengendalikan inflasi di Bali, TPID Provinsi Bali mendorong penanggulangan inflasi melalui 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif, dimana setiap daerah menetapkan program unggulan yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat per wilayah.

Keterjangkauan harga misalnya dengan operasi pasar yang dilaksanakan sinergi antarlembaga dan dilakukan di provinsi dan kabupaten kota. Ketersediaan pasokan dengan pengembangan Kerjasama Antar Daerah (KAD). Kelancaran distribusi dengan rehabilitasi jalan guna menjamin kelancaran distribusi dengan memastikan infrastruktur yang ada dapat digunakan dengan maksimal. Sedangkan komunikasi efektif dengan penyampaian informasi kepada masyarakat melalui berbagai media, seperti media sosial, radio, website, aplikasi (SIPAPA ONLINE), maupun LED di pasar.

Trisno Nugroho juga menggambarkan Indek Pembangunan manusia (IPM) Bali tinggi. Pada tahun 2022 pasca-terkendalinya Covid-19, pembangunan manusia di Provinsi Bali menunjukkan arah perbaikan, dimana tingkat kemiskinan Bali peringkat 1 terendah nasional.

Pertumbuhan ekonomi Bali terus menguat seiring pemulihan kedatangan wisatawan akan terus berlanjut di tahun 2023. Berdasarkan proyeksi skenario dari UNWTO untuk tahun 2023, kedatangan wisatawan asing berpotensi mencapai 80% – 95% dari level pra-pandemi. Level ini lebih baik dibandingkan tahun 2022 yang pulih sebesar 63% dari level pra-pandemi. Meskipun demikian, capaian ini tergantung dari tingkat pemulihan ekonomi negara, tingkat pemulihan kunjungan wisatawan di Asia Pasifik dan konflik geopolitik Rusia-Ukraina dan faktor-faktor lainnya.

Pada tahun 2022, lebih dari 900 juta wisatawan melakukan perjalanan internasional (2x lipat dari capaian di tahun 2021), namun masih 37% lebih rendah dari tahun 2019. Semua region menunjukkan peningkatan signifikan kedatangan wisatawan mancanegara di tahun 2022.

Dalam rangka pemulihan kedatangan wisatawan terdapat beberapa faktor pendorong yang berpotensi akan meningkatkan arus kunjungan global yaitu pelonggaran kebijakan travel di China dan terus menguatnya permintaan di Amerika Serikat. Di sisi lain, masih terdapat tantangan terkait dengan risiko inflasi global, kesehatan dan geopolitik.

Baca Juga  BI Luncurkan Bali Green Economy Forum 2025

‘’Namun dari survei, penglihatan di lapangan dan beberapa event 2023 yang akan terjadi di Bali, semoga bisa mendorong terus optimisme pertumbuhan ekonomi Bali bangkit 2023 ini,’’ tukas Trisno seraya menegaskan ke depan, Bali dalam cakupan lebih luas yaitu Balinusra diharapkan dapat menjadi super hub yang mampu menggabungkan sisi pariwisata (tourism hub), logistik (transshipment hub), dan infrastruktur dengan kawasan lainnya yang diharapkan dapat mendorong aktivitas pariwisata dan menciptakan multiplier effect terhadap kinerja pariwisata secara keseluruhan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Bali Jagadhita Investment Forum 2026 Hadirkan 22 Proyek Strategis Bali-Nusra kepada 35 Investor

Published

on

By

kinerja investasi bali
BJIF: Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS) berkomitmen mendorong resiliensi dan peningkatan kualitas investasi guna mencapai Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita Investment Forum 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja investasi Bali terus menguat di tengah ketidakpastian global. Investasi Bali tumbuh 6,78% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,47% (yoy), dengan kontribusi mencapai 28% terhadap perekonomian daerah. Sepanjang 2025, realisasi investasi PMA dan PMDN tercatat sebesar Rp 42,82 triliun serta menyerap lebih dari 68 ribu tenaga kerja, menegaskan peran investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Bali.

Di balik capaian tersebut, Bali masih menghadapi tantangan pemerataan dan kualitas investasi. Sebanyak 88% realisasi investasi masih terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan, sementara 97% investasi didominasi sektor tersier. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan investasi yang lebih inklusif, merata, dan terdiversifikasi antarwilayah maupun sektor ekonomi.

Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS) berkomitmen mendorong resiliensi dan peningkatan kualitas investasi guna mencapai Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita Investment Forum 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani menyampaikan bahwa Bali Jagadhita Investment Forum 2026 merupakan forum promosi investasi proyek potensial yang ready to offer (IPRO) dari Bali-Nusra yang mencakup berbagai sektor yaitu infrastruktur, hilirisasi, pariwisata, perdagangan, dan sektor unggulan lainnya. Menurut Achris, pendekatan kawasan Bali-Nusra dilakukan untuk memperkuat konektivitas ekonomi regional dan menciptakan peluang investasi yang saling melengkapi antarwilayah.

Rangkaian kegiatan Bali Jagadhita Investment Forum 2026 terdiri dari showcasing proyek unggulan se-Bali, serta Nusa Tenggara sebagai kawasan yang terintegrasi, one on one business meeting antara project owner dan calon investor, serta site visit ke KEK Kesehatan pertama di Indonesia, yaitu KEK Sanur Bali.

Baca Juga  Survei BI Bali Juni 2024, Optimisme Konsumen Tetap Kuat

Di hadapan para investor global saat membuka Bali Jagadhita Investment Forum 2026, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, Ketut Sukra Negara menyebutkan bahwa Bali memiliki berbagai proyek unggulan yang sangat terbuka bagi investor. Investasi di Bali didukung sejumlah insentif oleh Pemerintah dan Bali memiliki keunggulan sebagi destinasi yang telah dikenal secara global. Sukra turut mengajak investor domestik dan global yang hadir untuk berinvestasi di Bali. Sukra juga berharap terselenggaranya Bali Jagadhita Investment Forum 2026 dapat menjadi katalis investasi berkualitas di Bali.

Berbagai proyek investasi unggulan yang dipromosikan pada showcasing dan presentasi Bali Jagadhita Investment Forum, merupakan hasil kurasi Bali Investment Challenge 2026. Pendalaman lebih lanjut terkait proyek dilakukan melalui sesi one on one business meeting antara project owner dan calon investor, dimana sesi one on one meeting diikuti lebih dari 35 calon investor dari berbagai negara, termasuk hadir pula Duta Besar Bulgaria, Duta Besar Kerajaan Bahrain, Duta Besar Kesultanan Oman, Duta Besar Republik Armenia, Duta Besar Republik Islam Pakistan, Duta Besar Rumania, serta perwakilan konsulat dan atase perdagangan dari berbagai negara sahabat.

Program ini merupakan wujud kolaborasi PIKBS dalam menghasilkan 22 proyek investasi potensial dari Bali, NTB, dan NTT. Beberapa proyek tersebut diantaranya KEK Kesehatan Sanur, proyek penerangan jalan, dan proyek pengadaan electric vehicle yang kemudian disusun dalam Katalog Investasi, dan selanjutnya diserahkan oleh PIKBS kepada perwakilan duta besar dan perwakilan delegasi yang hadir. Melalui publikasi Katalog Investasi ini diharapkan mampu mempermudah perluasan informasi dan promosi proyek investasi strategis kepada investor potensial yang selanjutnya diharapkan dapat mendukung peningkatan realisasi investasi.

Baca Juga  Keyakinan Konsumen Bali Meningkat, Seiring Geliat Pariwisata Bali

Bank Indonesia memprakirakan outlook perekonomian Bali 2026 tetap solid di tengah gejolak geopolitik global, yakni pada kisaran 5,4-5,9% (yoy). Dengan outlook ekonomi yang tetap kuat, terjaganya inflasi, tetap solidnya optimisme pelaku usaha, dukungan insentif oleh pemerintah, serta daya saing daerah Bali yang sangat baik tentunya semakin membuka peluang untuk peningkatan investasi di Bali.

Melalui Bali Jagadhita Investment Forum 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen memperluas akses investor terhadap proyek-proyek strategis daerah, mendorong pemerataan investasi antarwilayah, serta memperkuat transformasi ekonomi Bali menuju pertumbuhan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Mei 2026: TPID Bali Bersinergi Menjaga Stabilitas Harga di Tengah Tensi Geopolitik Global

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 2 Juni 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar 0,42% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan April sebesar 0,01% (mtm), dan lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional bulan Mei sebesar 0,28% (mtm). Inflasi bulanan meningkat terutama didorong oleh kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi, serta tekanan harga komoditas global yang turut memengaruhi dinamika pergerakan inflasi secara bulanan.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,08% (yoy) pada April 2026 menjadi 2,99% (yoy). Meskipun inflasi meningkat, level inflasi masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Mei 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,54% (mtm) atau 2,78% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,50% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,19% (yoy), diikuti Singaraja dengan inflasi bulanan sebesar 0,37% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,17% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Badung yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,25% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,64% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Mei 2026 bersumber dari kenaikan harga beras, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai merah, dan angkutan udara. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga canang sari, tomat, bawang merah, jeruk, dan bawang putih. Inflasi yang terjaga mendukung daya beli masyarakat di tengah konflik geopolitik global. Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%.

Baca Juga  Keyakinan Konsumen Bali Meningkat, Seiring Geliat Pariwisata Bali

Ke depan, sebut Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode HBKN Galungan-Kuningan serta periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino berupa gangguan cuaca dan risiko kekeringan pada beberapa sentra produksi pangan yang mempengaruhi produksi pertanian, serta berlanjutnya ketidakpastian global berpotensi pada kenaikan lanjutan harga bensin dan bahan bakar rumah tangga. Per 1 Juni 2026, terdapat kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali senantiasa bersinergi dan berinovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K. Adapun strategi tersebut diantaranya intensifikasi operasi pasar murah dan pemantauan harga secara berkala, termasuk monitoring dan sidak pasokan LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan serta optimalisasi kerjasama antar daerah oleh Perumda pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah kepada masyarakat di kab/kota. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, inflasi tahun 2026 diprakirakan terjaga dalam sasaran 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Libur HBKN dan Perayaan Festival Daerah Dorong Penjualan Ritel Bali

Published

on

By

IPR Bali
Infografis indek penjualan riil. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme penjualan eceran di Provinsi Bali pada bulan April 2026 masih tumbuh secara tahunan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali sebesar 125,6 atau secara tahunan tumbuh 6,5% (yoy), dan masih berada di level optimis (>100). IPR Bali secara bulanan turut meningkat sebesar 1,0% (mtm) didukung dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, diantaranya seperti kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Agenda tersebut meliputi pameran-pameran yang mendorong konsumsi pada sub sektor Barang Budaya dan Rekreasi (mainan anak-anak, kertas, karton, alat tulis, alat olahraga, dan alat musik). Belanja masyarakat masih relatif kuat yang didorong libur panjang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung yang diprakirakan meningkatkan penjualan eceran, khususnya pada kelompok kebutuhan rekreasi, gaya hidup, elektronik, serta produk rumah tangga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan bahwa survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Berdasarkan komponennya, dari 7 komponen pembentuknya, pertumbuhan bulanan tertinggi ada pada kategori Suku Cadang dan Aksesori dengan peningkatan sebesar 3,9% (mtm); Barang Budaya dan Rekreasi dengan peningkatan sebesar 3,3% (mtm); Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dengan peningkatan sebesar 2,6% (mtm); Makanan, Minuman dan Tembakau dengan peningkatan sebesar 1,4% (mtm); Sandang dengan peningkatan sebesar 0,3% (mtm); Barang Lainnya (farmasi, kosmetik, elpiji rumah tangga, dan barang kimia untuk rumah tangga) dengan peningkatan sebesar 0,2% (mtm); serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya dengan peningkatan sebesar 0,1% (mtm). Tingkat konsumsi April 2026 masih tumbuh terkendali berdasarkan inflasi tahunan pada bulan April 2026 sebesar 2,08% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga Maret 2026 tercatatat tumbuh positif sebesar 1,09% (yoy).

Baca Juga  Ogoh-ogoh CBP Rupiah Ikut Meriahkan Malam ‘’Pengerupukan’’ di Bali

Meskipun demikian, prospek positif penjualan ritel di Bali diprakirakan melandai berdasarkan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP menggambarkan keyakinan pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah. Para responden memprakirakan penjualan dalam 3 bulan yang tercermin dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0, lebih rendah dari IEP Mei 2026 sebesar 174,0. Prakiraan penjualan dalam 6 bulan ke depan, tepatnya pada September 2026 sebesar 184, lebih rendah dibandingkan IEP Agustus 2026 sebesar 194. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100). Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga kebijakan di bulan April 2026.

Lebih lanjut, Pemerintah melanjutkan kebijakan subsidi BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Lebih lanjut, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus bersinergi dan berupaya mengimplementasikan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) agar inflasi terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca