Sunday, 14 April 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat, Trisno Nugroho: Saya Yakin Bali Tidak akan Alami Resesi

Dari Obrolan Santai Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bareng Media

BALIILU Tayang

:

bi bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho saat menjadi narasumber Obrolan Santai BI bareng Media, Kamis, 16 Februari 2023 di salah satu rumah makan di Jalan By Pas Ngurah Rai Denpasar. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com –  Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023 menjadi 2,3% dari perkiraan sebelumnya 2,6%. Hal ini disebabkan oleh fragmentasi politik dan ekonomi yang belum usai serta pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju. Koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang cukup besar dan disertai dengan meningkatnya risiko potensi resesi terjadi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Namun penghapusan Zero Covid Policy di Tiongkok diperkirakan akan menahan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

‘’Saya melihat data bulan Februari (2023) menunjukkan wisman dan wisnus masih oke, trend pertumbuhan Bali masih oke. Maka saya tidak membayangkan kekhawatiran negatif dan saya yakin Bali tidak akan mengalami resesi,’’ terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho di acara Obrolan Santai BI bareng Media dengan tema ‘’Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Bali 2023: Konsistensi, Inovasi dan Sinergi’’, Kamis, 16 Februari 2023 di salah satu rumah makan di Jalan By Pas Ngurah Rai Denpasar. Turut mendampingi Deputi KPw BI Bali dan pimpinan lainnya.

Trisno Nugroho lanjut menjelaskan, optimisme Bali tidak akan mengalami resesi dan pertumbuhan ekonomi Bali positif 2023 karena beberapa indikator di antaranya tekanan inflasi global terindikasi mulai berkurang, ketidakpastian pasar keuangan global mulai mereda sehingga berdampak pada meningkatnya aliran modal global ke negara berkembang.

Optimisme, ungkap Trisno Nugroho juga tampak dari data menunjukkan momentum pemulihan ekonomi Bali yang meningkat signifikan. Pada triwulan IV 2022, ekonomi Bali tumbuh 6,61% (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 8,10% (yoy). Ranking Bali naik dari posisi terakhir di tahun sebelumnya ke posisi 24 sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi 2022. Pada triwulan IV 2022, mayoritas lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif.

Baca Juga  Hadiri Talkshow Digital Currency, Wagub Cok Ace Tekankan Teknologi bukan Sebuah Ancaman Melainkan Tantangan
trisno
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Pada tahun 2022, sebagian besar kinerja lapangan usaha di Bali telah meningkat, dengan pertumbuhan tertinggi pada LU Transportasi, diikuti oleh LU Pengadaan Listrik, dan LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum. Begitu juga pandemi Covid-19 berdampak pada perubahan struktur ekonomi Bali. Pangsa LU Akmamin dan LU Transportasi telah mengalami kenaikan seiring dengan semakin pulihnya kegiatan pariwisata. Nilai PDRB Bali triwulan IV 2022 juga semakin meningkat, meski masih lebih rendah 3,24% dibandingkan rata-rata triwulanan PDRB tahun 2019. Demikian juga tingkat kunjungan penumpang terus menunjukkan tren peningkatan seiring pelonggaran persyaratan PPLN dan juga dampak suksesnya Bali sebagai tuan rumah KTT G20. Sepanjang tahun 2022, jumlah kedatangan penumpang internasional mencapai 2,33 juta orang.

Sejalan dengan peningkatan penumpang, kunjungan wisatawan juga turut meningkat. Kunjungan wisatawan pada keseluruhan tahun 2022 melonjak signifikan dan pada 2023 diperkirakan terus meningkat, terutama didorong oleh penyelenggaraan MICE dan event strategis. Pada tahun 2023, jumlah wisman yang datang ke Bali berpotensi tembus 4 juta orang.

Trisno Nugroho juga menunjukkan bahwa pertumbuhan juga terjadi di sektor perbankan. Penyaluran kredit terus tumbuh dan kualitas kredit masih terjaga di bawah 5%. Kinerja penyaluran kredit perbankan bertumbuh pada triwulan IV 2022 sebesar 4,12%. Sedangkan perkembangan NPL dan LAR di Bali secara keseluruhan menunjukkan tren yang menurun, namun untuk NPL Akmamin masih dalam fase uptrend dan berada di atas batas aman 5%. Secara keseluruhan baik NPL maupun LAR Bali masih berada di atas nasional.

Sedangkan inflasi Bali di tingkat nasional masuk peringkat 9 tertinggi untuk MTM dan peringkat 15 untuk YOY Januari 2023. Pada Januari 2023, inflasi bulanan nasional terpantau sebesar 0,34% (mtm), secara spasial, Provinsi Bali menempati posisi ke-9 realisasi inflasi mtm (month-to-month) tertinggi pada Januari 2023 yaitu sebesar 0,66% (mtm).

Baca Juga  SERAMBI 2024, BI Bali Siapkan 208 Titik Penukaran Uang Rupiah

Untuk mengendalikan inflasi di Bali, TPID Provinsi Bali mendorong penanggulangan inflasi melalui 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif, dimana setiap daerah menetapkan program unggulan yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat per wilayah.

Keterjangkauan harga misalnya dengan operasi pasar yang dilaksanakan sinergi antarlembaga dan dilakukan di provinsi dan kabupaten kota. Ketersediaan pasokan dengan pengembangan Kerjasama Antar Daerah (KAD). Kelancaran distribusi dengan rehabilitasi jalan guna menjamin kelancaran distribusi dengan memastikan infrastruktur yang ada dapat digunakan dengan maksimal. Sedangkan komunikasi efektif dengan penyampaian informasi kepada masyarakat melalui berbagai media, seperti media sosial, radio, website, aplikasi (SIPAPA ONLINE), maupun LED di pasar.

Trisno Nugroho juga menggambarkan Indek Pembangunan manusia (IPM) Bali tinggi. Pada tahun 2022 pasca-terkendalinya Covid-19, pembangunan manusia di Provinsi Bali menunjukkan arah perbaikan, dimana tingkat kemiskinan Bali peringkat 1 terendah nasional.

Pertumbuhan ekonomi Bali terus menguat seiring pemulihan kedatangan wisatawan akan terus berlanjut di tahun 2023. Berdasarkan proyeksi skenario dari UNWTO untuk tahun 2023, kedatangan wisatawan asing berpotensi mencapai 80% – 95% dari level pra-pandemi. Level ini lebih baik dibandingkan tahun 2022 yang pulih sebesar 63% dari level pra-pandemi. Meskipun demikian, capaian ini tergantung dari tingkat pemulihan ekonomi negara, tingkat pemulihan kunjungan wisatawan di Asia Pasifik dan konflik geopolitik Rusia-Ukraina dan faktor-faktor lainnya.

Pada tahun 2022, lebih dari 900 juta wisatawan melakukan perjalanan internasional (2x lipat dari capaian di tahun 2021), namun masih 37% lebih rendah dari tahun 2019. Semua region menunjukkan peningkatan signifikan kedatangan wisatawan mancanegara di tahun 2022.

Dalam rangka pemulihan kedatangan wisatawan terdapat beberapa faktor pendorong yang berpotensi akan meningkatkan arus kunjungan global yaitu pelonggaran kebijakan travel di China dan terus menguatnya permintaan di Amerika Serikat. Di sisi lain, masih terdapat tantangan terkait dengan risiko inflasi global, kesehatan dan geopolitik.

Baca Juga  TPID Badung Bersiap Antisipasi Dampak El Nino

‘’Namun dari survei, penglihatan di lapangan dan beberapa event 2023 yang akan terjadi di Bali, semoga bisa mendorong terus optimisme pertumbuhan ekonomi Bali bangkit 2023 ini,’’ tukas Trisno seraya menegaskan ke depan, Bali dalam cakupan lebih luas yaitu Balinusra diharapkan dapat menjadi super hub yang mampu menggabungkan sisi pariwisata (tourism hub), logistik (transshipment hub), dan infrastruktur dengan kawasan lainnya yang diharapkan dapat mendorong aktivitas pariwisata dan menciptakan multiplier effect terhadap kinerja pariwisata secara keseluruhan. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Tinjau Pelayanan Pajak di Wilayah Bekasi, Menkeu Sri Mulyani Sampaikan Apresiasi pada Wajib Pajak

Published

on

By

menkeu sri mulyani apresiasi wajib pajak spt tahunan
KUNJUNGAN: Menteri Keuangan Sri Mulyani saat mengunjungi KPP Madya Bekasi, KPP Pratama Bekasi Barat, dan Pojok Pajak di Summarecon Mall Bekasi, Miggu (31/3/2024). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Di hari terakhir menjelang batas pelaporan SPT Tahunan bagi wajib pajak orang pribadi yang ditutup 31 Maret, Menteri Keuangan Sri Mulyani meninjau sejumlah tempat pelayanan pajak di wilayah Kota Bekasi. Didampingi Dirjen Pajak Suryo Utomo dan beberapa pejabat Eselon I lainnya, Menkeu mengunjungi KPP Madya Bekasi, KPP Pratama Bekasi Barat, dan Pojok Pajak di Summarecon Mall Bekasi.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Keuangan secara khusus menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pembayar pajak di Indonesia.

“Saya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beserta seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pembayar pajak di Indonesia,” ujar Sri Mulyani di KPP Pratama Bekasi Barat pada Minggu (31/3/2024).

“Kewajiban membayar pajak diatur oleh Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang dan ini adalah merupakan kewajiban kita sebagai warga negara yang mampu. Bagi anda yang tidak mampu tentu tidak membayar pajak. Dan ini adalah wujud keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia melalui instrumen pajak,” lanjutnya.

Hingga pukul 10 pagi ini, jumlah SPT yang sudah diserahkan tercatat mencapai 12,6 juta. Jumlah tersebut tumbuh 4,46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 98% penyerahan SPT dilakukan melalui e-Filing dan e-Form secara digital tanpa harus datang langsung ke kantor pajak.

“Namun hampir setengah juta yang sebetulnya masih ingin dibimbing dan mendapatkan penjelasan maupun untuk mengisi SPT mereka sehingga kantor-kantor pajak di seluruh Indonesia bahkan membuka kantor-kantor pelayanan di berbagai tempat untuk memudahkan para wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban pembayaran pajak,” ucap sang Bendahara Negara.

Dalam kunjungannya, Menkeu juga menyempatkan berbincang dengan para wajib pajak untuk mendengarkan beberapa masalah yang dihadapi. Sejumlah wajib pajak menuturkan bahwa pelayanan yang diberikan kantor pajak sudah sangat baik.

Baca Juga  Pemkab Buleleng dan BI Bali Luncurkan Program Semarak QRIS Buleleng & Aplikasi Pan-G Denbukit

Tak ketinggalan, Menkeu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak yang telah bekerja keras memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di hari libur.

“Saya juga berterima kasih kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak yang saya tahu bekerja sangat keras hingga nanti malam. Meyakinkan seluruh sistem tetap bisa memberikan pelayanan pada hari-hari di mana jumlah pembayar pajak meningkat secara baik,” ujar Sri Mulyani.

Pelayanan asistensi pelaporan SPT pun tak lepas dari peran para Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) yang turut membantu edukasi pajak kepada masyarakat. Ini merupakan program dari Direktorat Jenderal Pajak melalui pihak ketiga bekerjasama dengan Organisasi Mitra/Tax Center dan melibatkan mahasiswa/mahasiswi sebagai representasi generasi muda yang peduli akan pajak.

Sejumlah perguruan tinggi yang ikut berpartisipasi dalam program Renjani di wilayah kerja Kanwil DJP Jawa Barat III antara lain berasal dari Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor, Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Kampus A Bekasi, Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan Bogor, Universitas Gunadarma, Institut Agama Islam (IAI) Tazkia, Universitas Pakuan, dan lain sebagainya. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Hasil Survei Februari, Kinerja Penjualan Eceran Bali Tetap Terjaga

Published

on

By

kinerja eceran bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada Februari 2024 diprakirakan stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada Februari 2024 yang diprakirakan sebesar 109,6 atau sama dibandingkan dengan periode Januari 2024. IPR Bali terus mengalami peningkatan dalam 12 (dua belas) bulan terakhir.

Hal ini mencerminkan kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali masih tetap terjaga atau berada di level optimis (>100). Sejalan dengan hal tersebut, tingkat inflasi Provinsi Bali pada bulan Februari 2024 juga terjaga dengan capaian sebesar 2,98% (yoy) atau masih berada pada rentang sasaran inflasi sebesar 2,5±1%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan kinerja penjualan eceran ditopang oleh tetap kuatnya penjualan pada kelompok barang Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar 4,5% (mtm) dan kelompok barang Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 2,5% (mtm).

Sementara itu, kelompok barang yang terkontraksi dan menahan penguatan penjualan eceran lebih lanjut yakni pada kelompok barang sandang sebesar -3,0% (mtm) dan kelompok barang Suku Cadang dan Aksesori sebesar -2,7% (mtm).

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan bahwa pertumbuhan penjualan eceran Bali pada periode laporan lebih baik dibandingkan dengan Nasional yang diprakirakan terkontraksi sebesar -0,9% (mtm) yakni dari 210,5 pada Januari 2024 menjadi 208,5 pada Februari 2024.

Erwin menambahkan dengan stabilnya capaian kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada periode Februari 2024, kondisi perekonomian Bali ke depan tetap optimis seiring dengan periode Hari Besar Keagamaan yang berurutan yaitu Galungan, Kuningan, Nyepi serta masuknya bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri. Optimisme tersebut perlu diimbangi upaya-upaya menjaga kestabilan harga barang dan jasa yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan oleh Bank Indonesia bersama seluruh stakeholders, demi daya beli yang tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (gs/bi)

Baca Juga  GNPIP Balinusra 2023: Sinergi dan Inovasi Ketahanan Pangan Melalui Penguatan Kelembagaan dan Digitalisasi

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Hasil Survei BI Bali, Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Bali 2024 Terus Berlanjut

Published

on

By

bi Bali
NGERAOS SARENG MEDIA: Dari kanan Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Diah Utari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja dan Advisor Bank Indonesia Provinsi Bali Butet Linda H Panjaitan saat acara Ngeraos Sareng Media dengan tema ‘’Perkembangan Perekonomian Bali Terkini dan Program SERAMBI Rupiah’’, di Taman Dedari Kedewatan, Ubud Gianyar pada Senin (18/3/2024). (Foto: gs)

Gianyar, baliilu.com – Dari hasil survei Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (BI Bali) terhadap optimisme masyarakat baik Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Kondisi Ekonomi dan Indeks Ekspektasi Konsumen yang semua berada di zona ekspansi serta melihat perkembangan perekonomian sampai dengan triwulan IV tahun 2023, masih menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Bali di tahun 2024 yang diperkirakan akan terus berlanjut, baik dari sisi pelaku usaha maupun dari sisi konsumen.

Hal itu dikatakan Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Diah Utari saat acara Ngeraos Sareng Media dengan tema ‘’Perkembangan Perekonomian Bali Terkini dan Program SERAMBI Rupiah’’, di Taman Dedari Kedewatan, Ubud Gianyar pada Senin (18/3/2024). Hadir bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja dan Advisor Bank Indonesia Provinsi Bali Butet Linda H Panjaitan.

Diah Utari lanjut mengungkapkan, dengan modal pertumbuhan ekonomi nasional yang relatif tinggi pada tahun 2023 sebesar 5,05%, diperkirakan pertumbuhan ekonomi yang baik ini akan berlanjut di tahun 2024. Karena ini masih didorong oleh positifnya indeks keyakinan konsumen (IKK) dimana berada di atas 100 yang berarti masih berada di zona ekspansi.

Diah mengatakan salah satu yang membuat pertumbuhan ekonomi 2024 diperkirakan masih akan berlanjut juga dilihat dari dorongan peningkatan kinerja ekspor ke negara-negara tujuan utama untuk ekspor nonmigas di triwulan awal 2024.

Di sisi lain, Diah menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2024 tumbuh tinggi 5,86%, lebih tinggi dibandingkan nasional yang tumbuh sebesar 5,04%. Masuk peringkat ke-6 dari 34 provinsi di Indonesia. Kalau dibandingkan per sektor, memang sektor yang terkait pariwisata seperti transportasi, perdagangan mencatat pertumbuhan cukup tinggi. Seperti Akmamin sekitar 13% kemudian transportasi juga masih dua digit pertumbuhannya, perdagangan 7,8% dan yang menggembirakan sektor pertanian yang sebelumnya mengalami kontraksi dua periode berturut-turut di triwulan 2 dan 3 sekarang di triwulan 4 sudah menunjukkan pertumbuhan positif.

Baca Juga  TPID Badung Bersiap Antisipasi Dampak El Nino

Sejalan dengan membaiknya atau merendahnya fenomena El Nino, diharapkan juga bisa meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perluasan digitalisasi. ‘’Kami berharap dengan semakin giatnya digitalisasi sistem pembayaran sehingga mendorong akses masyarakat untuk pembayaran nontunai dan pada akhirnya juga meningkatkan dari sisi pendapatan pemerintah sehingga bisa mendorong peningkatan dana-dana untuk pertumbuhan ekonomi,’’ ujar Diah.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga yang memiliki pasar terbesar terhadap ekonomi, tumbuhnya sedikit melambat di 2024 karena kenaikan harga komoditas bahan pokok.

Sementara disisi lain, investasi juga tumbuh cukup tinggi 8,9% karena percepatan penyelesaian dimana proyek menjelang pemilu. Disamping itu karena adanya perbaikan ekonomi juga memberikan keyakinan bagi pelaku usaha untuk melakukan investasi sehingga investasi tumbuh cukup tinggi di triwulan 4 tahun 2023.

Diah lanjut menjelaskan dilihat dari investasi khususnya PMA menunjukkan peningkatan di tahun 2023 dibandingkan tahun-tahun setelah pandemi dan belum kembali ke besaran investasi sebelum pandemi. Sementara investasi PMDN besarannya sudah mendekati sebelum pandemi 2019. Namun investasi baik PMA maupun PMDN yang masuk ke Bali sekitar 97%. Dimana masuk ke sektor tersier yang bergerak di bidang jasa dan terbanyak hotel dan semua yang terkait dengan akomodasi pariwisata.

Namun masih memberikan ruang khususnya untuk investasi di sektor primer seperti pertanian, juga perikanan yang mempunyai potensi besar untuk perekonomian Bali. Kemudian di sektor sekunder yang sejalan dengan misi pembangunan ekonomi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali dimana mendorong sektor-sektor industri branding Bali, juga masih terbuka ruang untuk investasi di sektor sekunder, khususnya di industri manufaktur berskala kecil dan menengah.

Selain itu, proyek multi years yang masih menunggu perkembangan seperti Pusat Kebudayaan Bali dan jalan tol Jagat Kerthi, juga memiliki daya ungkit yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Bali ke depan. (gs/bi)

Baca Juga  BI Bali Gelar Aksi Peduli Sesama, Donor Darah Diikuti 150 Orang

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca