Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

PKB Ke-47, Gubernur Koster Ungkap Pidato Bung Karno dan Visi Presiden RI Prabowo Subianto

Kebudayaan adalah Jiwa  Bangsa yang Tak Pernah Mati

Loading

BALIILU Tayang

:

gubernur koster
BUKA PKB: Presiden RI, Prabowo Subianto diwakili Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon secara resmi membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-47 pada, Sabtu (Saniscara Wage, Tambir) malam, tanggal 21 Juni 2025 di panggung terbuka Ardha Candra Art Centre, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali, Wayan Koster dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-47 yang diselenggarakan dengan tema ”Jagat Kerthi: Lokahita Samudaya”, pada Sabtu (Saniscara Wage, Tambir) malam, 21 Juni 2025 dihadapan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Fadli Zon hingga Konsul Jenderal Negara Sahabat menegaskan kebudayaan adalah anugerah, warisan adiluhung yang sangat penting dan strategis bagi eksistensi, serta kemajuan masyarakat Bali, karena berkontribusi besar terhadap pengembangan nilai-nilai kehidupan, menciptakan karya seni yang kreatif-inovatif, dan menjadi sumber berkembangnya pariwisata serta perekonomian masyarakat Bali.

“Oleh karena itu, masyarakat Bali selalu bersemangat dan konsisten dalam menggeluti kehidupan dengan nilai kebudayaan tinggi,” ujar Gubernur Wayan Koster di panggung terbuka Ardha Candra Art Centre, Denpasar seraya menyampaikan pantun Gunung menjulang, laut membentang, Angin bertiup membawa pesan, Pesta Kesenian Bali hadir dengan gemilang, seni dan budaya jadi kebanggaan.

Lebih lanjut Gubernur Koster menyebut perikehidupan masyarakat Bali dengan nilai kebudayaan tinggi itu, sangat sejalan dengan pidato Bung Karno, yang disampaikan pada acara Pembukaan Kongres Kebudayaan Tahun 1951, pidato yang mengandung pesan sangat penting dan mendalam bahwa, kebudayaan adalah jiwa dari bangsa, dan jiwa itu tidak pernah mati.

“Pentingnya kebudayaan bagi Bangsa Indonesia telah menjadi Visi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang tertuang dalam Asta Cita, yakni memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur,” jelas Gubernur Koster yang disambut applause tepuk tangan.

Sementara itu, Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto diwakili Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon resmi membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-47 dengan tema ”Jagat Kerthi: Lokahita Samudaya”, yang bermakna harmoni semesta raya pada, Sabtu (Saniscara Wage, Tambir) malam, tanggal 21 Juni 2025 di panggung terbuka Ardha Candra Art Centre, Denpasar.

Baca Juga  Penuhi Janji kepada Gubernur Koster, Konjen Tiongkok Denpasar Serahkan Bantuan Penanganan Bencana untuk Pemprov Bali

Dalam sambutannya, Menbud RI, Fadli Zon menyampaikan pantun, terbang tinggi burung merpati, hadap sebentar di dahan cemara, Pesta Kesenian Bali kebanggaan negeri, mari kita jaga kelanjutannya bersama. Lebih lanjut, Fadli Zon mengatakan Pesta Kesenian Bali merupakan sebuah perayaan budaya yang tak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bali, tetapi juga menjadi bagian penting dari wajah kebudayaan Indonesia di mata dunia.

“Mewakili Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto beliau menyampaikan salam, karena sedang berada di luar negeri menjalankan tugas negara. Saya tadi hadir melihat pawai Peed Aya Kandarupa (Pawai) yang luar biasa ditampilkan oleh seluruh Kabupaten/Kota, itu Saya kira sebagai pencapaian yang sangat tinggi di dalam seni budaya,” ujar Menteri Kebudayaan RI.

Ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi – tingginya kepada seluruh seniman, budayawan, komunitas seni beserta panitia, Pemerintah Daerah yang telah menyukseskan Pesta Kesenian Bali Tahun 2025, semoga menjadi ruang refleksi, kolaborasi, dan afirmasi jati diri budaya Bali ditengah dunia bergerak maju.

Lepas Peed Aya Tandai PKB Ke-47 2025

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melepas Peed Aya (pawai) yang menandai dimulainya rangkaian pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-47 Tahun 2025. Pelepasan Peed Aya yang dipusatkan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Denpasar, pada Sabtu (21/6), ditandai dengan pemukulan kulkul (kentongan) oleh Menteri Fadli Zon yang didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati; Gubernur Bali, Wayan Koster; Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta; serta Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya.

Lima kali suara kulkul yang dipukul oleh Menteri Fadli Zon disambut gemuruh suara Gong Gede, Semar Pegulingan, dan Gamelan Adhi Merdangga, membuka penampilan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali yang membawakan Tari Siwa Nataraja, lambang Pesta Kesenian Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Kinerja Pansus TRAP DPRD Bali

Garapan ISI Bali pada PKB tahun ini terbilang istimewa karena menghadirkan komposisi tabuh kreasi baru yang hanya menggunakan instrumen pencon “Gong Guwung Gumi”.

Instrumen pencon adalah kelompok gamelan berbahan logam dengan tonjolan di tengah dan memiliki berbagai ukuran. Keputusan artistik untuk hanya menggunakan instrumen pencon merupakan langkah eksploratif terhadap bunyi, tekstur, dan kekuatan musikalitas instrumen logam dalam seni pertunjukan Bali kontemporer.

Garapan berjudul R’ta Bhuwana Rena (Meraya Citta Samasta) ini semakin istimewa karena proses kreatifnya bersifat kolaboratif dengan melibatkan lebih dari 150 mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan.

Menyusul ISI Bali, duta dari Kabupaten Karangasem, Jembrana, Buleleng, Bangli, Klungkung, Tabanan, Gianyar, Denpasar, dan Badung tampil memukau dengan mengusung tema kearifan lokal masing-masing daerah.

Pawai PKB tahun ini juga istimewa karena memberikan tempat khusus bagi masyarakat umum, dengan tersedianya tribun penonton berkapasitas 2.500 orang. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menyiapkan tribun di sepanjang jalur parade, berhadapan langsung dengan panggung undangan.

Pawai PKB ke-47 juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, beserta jajaran pimpinan perangkat daerah Provinsi Bali, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, anggota DPD dan DPR RI perwakilan Bali, para Konjen/perwakilan negara sahabat di Bali, serta rektor dan pimpinan media. Selain itu, delegasi ITOP Forum yang tengah menggelar pertemuan di Sanur juga berkesempatan hadir menyaksikan pawai yang berlangsung semarak.

Untuk diketahui, PKB Ke-47 Tahun 2025 akan berlangsung dari tanggal 21 Juni hingga 19 Juli 2025. Akan ada 592 sajian seni yang ditampilkan dari 9 kabupaten/kota se-Bali, serta beberapa penampilan dari luar daerah bahkan negara tetangga. Total sebanyak 20.089 seniman akan berpartisipasi dalam menyukseskan perhelatan seni tahunan terbesar di Bali ini.

Baca Juga  Gubernur Koster Dinobatkan Sebagai Tokoh Teladan Pemajuan Budaya Lokal Era Disrupsi

PKB ke-47 mengusung tema “Jagat Kerthi Lokahita Samudaya (Harmoni Semesta Raya)”, yang dimaknai sebagai upaya nyata mewujudkan keharmonisan antara Bhuana Agung (makrokosmos) dan Bhuana Alit (mikrokosmos) demi keseimbangan, keharmonisan, dan tatanan kehidupan yang gemah ripah loh jinawi kang tata tentrem kertha raharja. Tema PKB tahun ini merupakan bagian terakhir dari Sad Kerthi, di mana PKB tahun 2024 mengusung tema “Jana Kerthi Paramaguna Wikrama”, tahun 2023 bertema “Segara Kerthi: Prabhaneka Sandhi”, tahun 2022 bertema “Danu Kerthi: Huluning Amreta”, tahun 2021 bertema “Purna Jiwa: Prananing Wana Kerthi”, dan tahun 2020 bertema “Atma Kerthi: Penyucian Jiwa Paripurna”.

Materi PKB tahun ini masih sama seperti sebelumnya, yaitu delapan materi pokok yang meliputi Peed Aya (Pawai), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Kandarupa (Pameran), Kriyaloka (Lokakarya), Widyatula (Sarasehan), dan Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni). Sementara itu, kegiatan budaya yang dirangkaikan dalam pelaksanaan PKB mencakup penyelenggaraan Bali World Cultural Celebration (Perayaan Budaya Dunia di Bali) dan Jantra Kebudayaan Bali (Pekan Kebudayaan Daerah). (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Sanjaya Hadiri Koordinasi Pencegahan Korupsi, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Daerah

Published

on

By

Bupati Sanjaya Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi
HADIRI RAKOR: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah se-Wilayah Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah se-Wilayah Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah sekaligus mendorong penyelamatan aset dan keuangan daerah melalui langkah-langkah pencegahan korupsi.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Bali yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Kasatgas V2 KPK RI Nurul Ichsan Al Huda, Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali yang diwakili Kabid Pendapatan Hak dan Pendaftaran David Cristhian, Tim KPK RI, serta para Bupati dan Sekretaris Daerah se-Kabupaten/Kota di Bali.

Dalam sambutan Gubernur Bali yang disampaikan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, ditegaskan bahwa perbaikan tata kelola merupakan kunci utama dalam upaya pencegahan korupsi. Ia mengapresiasi pendampingan dan arahan KPK yang selama ini mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan, salah satunya melalui capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) di wilayah Bali yang menunjukkan hasil tinggi.

“Tata kelola itu sifatnya dinamis. Maka, kita terus melakukan langkah-langkah dan penyempurnaan sesuai dengan perubahan regulasi, perkembangan keadaan, serta dinamika pemerintahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas V2 KPK RI Nurul Ichsan Al Huda menekankan pentingnya penyelamatan keuangan daerah melalui pengelolaan aset yang tertib dan akuntabel. Menurutnya, aset daerah memiliki nilai ekonomi yang harus dijaga agar tidak menimbulkan potensi kerugian keuangan daerah.

“Kalau aset-aset kita tidak ditangani dengan baik, apalagi bermasalah, upaya efisiensi dan penghematan yang dilakukan pemerintah tentu tidak akan memberikan hasil optimal. Mudah-mudahan pertemuan ini membawa manfaat dan perbaikan bagi penyelamatan keuangan daerah di seluruh wilayah Bali,” ungkapnya.

Baca Juga  Penuhi Janji kepada Gubernur Koster, Konjen Tiongkok Denpasar Serahkan Bantuan Penanganan Bencana untuk Pemprov Bali

Dalam koordinasi tersebut, pembahasan difokuskan pada progres sertifikasi aset milik pemerintah daerah, khususnya berupa tanah dan bangunan, serta penyelesaian tindak lanjut hasil review dan pendampingan KPK. Masing-masing pemerintah daerah juga diberikan kesempatan untuk memaparkan perkembangan penertiban dan sertifikasi aset sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang transparan, tertib, dan bertanggung jawab.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan koordinasi tersebut. Menurutnya, sinergi dan komitmen seluruh pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam menjaga aset serta keuangan daerah demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Kami menyambut baik dan mendukung upaya pencegahan korupsi melalui penguatan tata kelola pemerintahan. Melalui koordinasi dan pendampingan ini, kami berharap pengelolaan aset dan keuangan daerah semakin tertib, transparan, serta akuntabel,” tegas Bupati Sanjaya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Berbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi
KUNJUNGI SRT: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)

Karangasem, baliilu.com – Memberikan motivasi dan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada generasi muda, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam didampingi Danrem 163/Wira Satya, Asintel, Aslog, Aster, Kapendam, dan Kazidam IX/Udayana. Kedatangan Pangdam beserta rombongan disambut langsung ole Dandim 1623/Karangasem Letkol Inf I Putu Gede Widarta dan Wakil Kepala Sekolah Rakyat.

Mengawali kunjungannya, Pangdam menerima paparan dari Wakil Kepala Sekolah mengenai pembangunan dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi. Selanjutnya, Pangdam meninjau secara langsung aktivitas para siswa, termasuk pelaksanaan makan siang bersama, serta melihat fasilitas asrama guna memastikan kondisi sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga berinteraksi langsung dengan para siswa melalui pengarahan dan perkenalan diri. Dalam arahannya, Pangdam menanamkan pemahaman tentang pentingnya keberanian, ketulusan, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal dalam meraih masa depan. Menurutnya, keberanian sejati lahir dari ketulusan hati, tidak memiliki kepentingan pribadi, serta tidak hanya memikirkan keselamatan diri sendiri.

Pangdam menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang layak bagi masyarakat melalui sistem pendidikan berasrama (boarding school). Pangdam juga mengingatkan bahwa pada masa perjuangan dahulu, keberadaan Sekolah Rakyat turut melahirkan generasi yang disiplin, rajin, dan memiliki semangat juang tinggi hingga mampu membawa bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

“Kita tidak bisa mencapai keberhasilan kalau tidak disiplin dan rajin belajar. Kita juga harus belajar menghargai satu sama lain, menghargai guru, menghargai lingkungan, serta selalu bersyukur atas apa yang telah kita capai hari ini,” tegas Pangdam.

Baca Juga  Gubernur Koster Kumpulkan Pelaku Usaha, Minta Segera Jalankan Gerakan Bali Bersih Sampah

Lebih lanjut, Pangdam menyampaikan bahwa para siswa patut bersyukur karena mendapatkan berbagai fasilitas pendidikan secara gratis, mulai dari kebutuhan makan, pakaian, buku-buku hingga perlengkapan penunjang pendidikan lainnya. Oleh karena itu, seluruh fasilitas tersebut hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan belajar sungguh-sungguh dan terus berusaha mengembangkan kemampuan diri.

“Rajin-rajinlah belajar untuk mencapai kesuksesan. Jadilah orang yang optimistis, berani bersaing, dan memiliki semangat untuk meraih cita-cita. Semua profesi itu bagus sepanjang dijalani dengan tulus, ikhlas, penuh tanggung jawab, dan sungguh-sungguh,” pesan Pangdam.

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap kebutuhan sekolah, Kodam IX/Udayana juga memberikan bantuan sumur bor guna mendukung ketersediaan air bersih bagi para siswa dan lingkungan sekolah. Selain itu, Pangdam turut memberikan uang saku secara langsung kepada para siswa sebagai bentuk motivasi dan penyemangat agar mereka semakin giat belajar, berprestasi, serta terus berjuang meraih cita-cita.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan foto bersama dan yel-yel penuh semangat bersama para siswa, menciptakan suasana akrab dan penuh kegembiraan yang semakin mempererat kedekatan antara Pangdam dengan generasi muda penerus bangsa.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa kunjungan Pangdam IX/Udayana ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Bali merupakan wujud kepedulian dan komitmen TNI dalam mendukung dunia pendidikan, sekaligus menumbuhkan motivasi dan semangat generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa semakin percaya diri, memiliki karakter disiplin, tekun dalam belajar, serta optimistis dalam menggapai cita-cita. Dukungan terhadap dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda menjadi bagian dari upaya TNI dalam turut membangun sumber daya manusia yang unggul demi kemajuan bangsa dan negara. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Kinerja Pansus TRAP DPRD Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Seni Budaya XV Tahun 2026, Langkah Nyata Pemkab Badung Lestarikan Seni dan Budaya Lokal

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Buka Festival Seni Budaya XV
PEMBUKAAN FESTIVAL SENI BUDAYA XV: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta saat pembukaan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung XV Tahun 2026 di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (4/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan kembali menggelar Festival Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung XV Tahun 2026. Pembukaan perhelatan akbar ini ditandai secara simbolis lewat prosesi penancapan kayonan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan jajaran Forkopimda Badung di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (4/11).

FSB XV tahun ini diselenggarakan mulai tanggal 4 hingga 16 November 2026. Ajang tahunan ini mengangkat tema utama Sani Buddhayah Taya Ning Rat, sebuah frasa mendalam yang mengandung arti bahwa Seni Budaya Merupakan Sinar Bagi Hati dan Dunia.

Bupati seusai membuka acara memberikan apresiasi yang tinggi kepada para seniman, budayawan, serta seluruh panitia yang terlibat. Ia menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah nyata Pemkab Badung dalam melestarikan seni dan budaya lokal. Kebijakan ini dinilai sangat strategis sebagai benteng pertahanan identitas diri di tengah gempuran arus globalisasi yang kian masif.

“Tentu saya berharap dengan kekuatan identitas budaya inilah kita bisa menjadi satu pertahanan yang kuat terutama dalam menjaga dan melestarikan budaya yang merupakan warisan daripada para leluhur kita ini. Festival ini kita jadikan sebagai momentum bagaimana kita berpihak kepada budaya lokal sekaligus juga memberikan ruang kepada para seniman, generasi muda untuk menunjukkan seni dan kreativitasnya hingga nanti di harapkan akan bermunculan hasil-hasil karya yang sekaligus bagian daripada pelestarian seni dan budaya itu sendiri,” jelas Adi Arnawa didampingi Bagus Alit Sucipta.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Sukadana menyampaikan bahwa FSB Badung tahun ini dikemas menarik dengan diisi berbagai metode penampilan. Diantaranya adalah Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Reksadana (Pagelaran), serta Kandarupa (Pameran).

Baca Juga  Hujan Lebat Tak Halangi Gubernur Bali Terpilih Wayan Koster Bantu Bola untuk Ratusan Anak di Stadion Mengwi

Sukadana menyebutkan festival kali ini tampil beda karena tidak hanya diikuti oleh seniman lokal di seantero Pulau Bali saja. Ajang ini juga diramaikan oleh sanggar dan seniman dari luar daerah, seperti sekaa kesenian dari Disbudpar Bandung, Jawa Barat, dan sanggar seni asal Provinsi Sumatera Barat.

“Pada kesempatan yang baik ini, perlu juga saya sampaikan mengenai peserta Festival Seni Budaya Kabupaten Badung tahun ini kurang lebih berjumlah 1.925 orang seniman. Berasal dari 1.421 seniman karawitan, 386 seniman tari, 78 seniman musik, 10 seniman seni rupa, dan 30 seniman partisipan dari luar Bali. Selain para seniman, peserta Festival ini diisi dengan 81 UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dari Kabupaten Badung,” jelasnya.

Acara pembukaan FSB turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan dan Anggota DPRD Badung, Sekretaris Daerah IB Surya Suamba, beserta para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Ketua Organisasi kewanitaan beserta anggota, perwakilan Komite Ekonomi Kreatif, Listibiya Badung, jajaran Camat se-Kabupaten Badung, Lurah, Perbekel, dan Bendesa Adat se-Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca