Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

PKB Ke-47, Gubernur Koster Ungkap Pidato Bung Karno dan Visi Presiden RI Prabowo Subianto

Kebudayaan adalah Jiwa  Bangsa yang Tak Pernah Mati

Loading

BALIILU Tayang

:

gubernur koster
BUKA PKB: Presiden RI, Prabowo Subianto diwakili Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon secara resmi membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-47 pada, Sabtu (Saniscara Wage, Tambir) malam, tanggal 21 Juni 2025 di panggung terbuka Ardha Candra Art Centre, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali, Wayan Koster dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-47 yang diselenggarakan dengan tema ”Jagat Kerthi: Lokahita Samudaya”, pada Sabtu (Saniscara Wage, Tambir) malam, 21 Juni 2025 dihadapan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Fadli Zon hingga Konsul Jenderal Negara Sahabat menegaskan kebudayaan adalah anugerah, warisan adiluhung yang sangat penting dan strategis bagi eksistensi, serta kemajuan masyarakat Bali, karena berkontribusi besar terhadap pengembangan nilai-nilai kehidupan, menciptakan karya seni yang kreatif-inovatif, dan menjadi sumber berkembangnya pariwisata serta perekonomian masyarakat Bali.

“Oleh karena itu, masyarakat Bali selalu bersemangat dan konsisten dalam menggeluti kehidupan dengan nilai kebudayaan tinggi,” ujar Gubernur Wayan Koster di panggung terbuka Ardha Candra Art Centre, Denpasar seraya menyampaikan pantun Gunung menjulang, laut membentang, Angin bertiup membawa pesan, Pesta Kesenian Bali hadir dengan gemilang, seni dan budaya jadi kebanggaan.

Lebih lanjut Gubernur Koster menyebut perikehidupan masyarakat Bali dengan nilai kebudayaan tinggi itu, sangat sejalan dengan pidato Bung Karno, yang disampaikan pada acara Pembukaan Kongres Kebudayaan Tahun 1951, pidato yang mengandung pesan sangat penting dan mendalam bahwa, kebudayaan adalah jiwa dari bangsa, dan jiwa itu tidak pernah mati.

“Pentingnya kebudayaan bagi Bangsa Indonesia telah menjadi Visi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang tertuang dalam Asta Cita, yakni memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur,” jelas Gubernur Koster yang disambut applause tepuk tangan.

Sementara itu, Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto diwakili Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon resmi membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-47 dengan tema ”Jagat Kerthi: Lokahita Samudaya”, yang bermakna harmoni semesta raya pada, Sabtu (Saniscara Wage, Tambir) malam, tanggal 21 Juni 2025 di panggung terbuka Ardha Candra Art Centre, Denpasar.

Baca Juga  STAHN Mpu Kuturan Singaraja Apresiasi Gubernur Koster Perjuangkan Peningkatan Status STAHN ke Institut

Dalam sambutannya, Menbud RI, Fadli Zon menyampaikan pantun, terbang tinggi burung merpati, hadap sebentar di dahan cemara, Pesta Kesenian Bali kebanggaan negeri, mari kita jaga kelanjutannya bersama. Lebih lanjut, Fadli Zon mengatakan Pesta Kesenian Bali merupakan sebuah perayaan budaya yang tak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bali, tetapi juga menjadi bagian penting dari wajah kebudayaan Indonesia di mata dunia.

“Mewakili Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto beliau menyampaikan salam, karena sedang berada di luar negeri menjalankan tugas negara. Saya tadi hadir melihat pawai Peed Aya Kandarupa (Pawai) yang luar biasa ditampilkan oleh seluruh Kabupaten/Kota, itu Saya kira sebagai pencapaian yang sangat tinggi di dalam seni budaya,” ujar Menteri Kebudayaan RI.

Ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi – tingginya kepada seluruh seniman, budayawan, komunitas seni beserta panitia, Pemerintah Daerah yang telah menyukseskan Pesta Kesenian Bali Tahun 2025, semoga menjadi ruang refleksi, kolaborasi, dan afirmasi jati diri budaya Bali ditengah dunia bergerak maju.

Lepas Peed Aya Tandai PKB Ke-47 2025

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melepas Peed Aya (pawai) yang menandai dimulainya rangkaian pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-47 Tahun 2025. Pelepasan Peed Aya yang dipusatkan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Denpasar, pada Sabtu (21/6), ditandai dengan pemukulan kulkul (kentongan) oleh Menteri Fadli Zon yang didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati; Gubernur Bali, Wayan Koster; Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta; serta Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya.

Lima kali suara kulkul yang dipukul oleh Menteri Fadli Zon disambut gemuruh suara Gong Gede, Semar Pegulingan, dan Gamelan Adhi Merdangga, membuka penampilan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali yang membawakan Tari Siwa Nataraja, lambang Pesta Kesenian Bali.

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster Paparkan Konsep Ekonomi Kerthi Bali di Side Event G20 Indonesia

Garapan ISI Bali pada PKB tahun ini terbilang istimewa karena menghadirkan komposisi tabuh kreasi baru yang hanya menggunakan instrumen pencon “Gong Guwung Gumi”.

Instrumen pencon adalah kelompok gamelan berbahan logam dengan tonjolan di tengah dan memiliki berbagai ukuran. Keputusan artistik untuk hanya menggunakan instrumen pencon merupakan langkah eksploratif terhadap bunyi, tekstur, dan kekuatan musikalitas instrumen logam dalam seni pertunjukan Bali kontemporer.

Garapan berjudul R’ta Bhuwana Rena (Meraya Citta Samasta) ini semakin istimewa karena proses kreatifnya bersifat kolaboratif dengan melibatkan lebih dari 150 mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan.

Menyusul ISI Bali, duta dari Kabupaten Karangasem, Jembrana, Buleleng, Bangli, Klungkung, Tabanan, Gianyar, Denpasar, dan Badung tampil memukau dengan mengusung tema kearifan lokal masing-masing daerah.

Pawai PKB tahun ini juga istimewa karena memberikan tempat khusus bagi masyarakat umum, dengan tersedianya tribun penonton berkapasitas 2.500 orang. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menyiapkan tribun di sepanjang jalur parade, berhadapan langsung dengan panggung undangan.

Pawai PKB ke-47 juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, beserta jajaran pimpinan perangkat daerah Provinsi Bali, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, anggota DPD dan DPR RI perwakilan Bali, para Konjen/perwakilan negara sahabat di Bali, serta rektor dan pimpinan media. Selain itu, delegasi ITOP Forum yang tengah menggelar pertemuan di Sanur juga berkesempatan hadir menyaksikan pawai yang berlangsung semarak.

Untuk diketahui, PKB Ke-47 Tahun 2025 akan berlangsung dari tanggal 21 Juni hingga 19 Juli 2025. Akan ada 592 sajian seni yang ditampilkan dari 9 kabupaten/kota se-Bali, serta beberapa penampilan dari luar daerah bahkan negara tetangga. Total sebanyak 20.089 seniman akan berpartisipasi dalam menyukseskan perhelatan seni tahunan terbesar di Bali ini.

Baca Juga  Korve Bersih Sampah di Pantai, Gubernur Koster Pertegas Komitmen Pemprov Bali Tangani Sampah, Satgas Diminta Siaga

PKB ke-47 mengusung tema “Jagat Kerthi Lokahita Samudaya (Harmoni Semesta Raya)”, yang dimaknai sebagai upaya nyata mewujudkan keharmonisan antara Bhuana Agung (makrokosmos) dan Bhuana Alit (mikrokosmos) demi keseimbangan, keharmonisan, dan tatanan kehidupan yang gemah ripah loh jinawi kang tata tentrem kertha raharja. Tema PKB tahun ini merupakan bagian terakhir dari Sad Kerthi, di mana PKB tahun 2024 mengusung tema “Jana Kerthi Paramaguna Wikrama”, tahun 2023 bertema “Segara Kerthi: Prabhaneka Sandhi”, tahun 2022 bertema “Danu Kerthi: Huluning Amreta”, tahun 2021 bertema “Purna Jiwa: Prananing Wana Kerthi”, dan tahun 2020 bertema “Atma Kerthi: Penyucian Jiwa Paripurna”.

Materi PKB tahun ini masih sama seperti sebelumnya, yaitu delapan materi pokok yang meliputi Peed Aya (Pawai), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Kandarupa (Pameran), Kriyaloka (Lokakarya), Widyatula (Sarasehan), dan Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni). Sementara itu, kegiatan budaya yang dirangkaikan dalam pelaksanaan PKB mencakup penyelenggaraan Bali World Cultural Celebration (Perayaan Budaya Dunia di Bali) dan Jantra Kebudayaan Bali (Pekan Kebudayaan Daerah). (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Ibu Putri Koster Kawal “Wastra Hitakara”, Dorong Lahirnya Desainer Berbakat dari Kabupaten/Kota

Published

on

By

Putri Koster Buka Fashion Road Show Wastra Hitakara di Bangli
WASTRA HITAKARA: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster saat memberikan sambutan pada Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” yang digelar di Alun-Alun Kota Bangli, Kamis (10/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” kembali digelar dengan menampilkan karya tujuh desainer muda Bali yang dibawakan oleh 30 model di Alun-Alun Kota Bangli, Kamis (10/9/2026). Kegiatan yang dikawal Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem fesyen berbasis wastra sekaligus mendorong lahirnya desainer-desainer berbakat dari kabupaten/kota di Bali.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perajin IKM Bali berkarya dan berinovasi menghasilkan produk busana berkualitas dengan memanfaatkan kain tenun tradisional endek Bali. Menurutnya, pengembangan fesyen berbasis endek menjadi salah satu upaya menjaga keberlanjutan perajin sekaligus memperluas penggunaan wastra Bali di tengah masyarakat.

Ibu Putri Koster menyoroti semakin berkurangnya jumlah perajin endek yang salah satunya dipengaruhi minimnya penggunaan endek sebagai bahan sandang sehari-hari. Karena itu, promosi endek tidak cukup hanya dengan memperkenalkan kain, tetapi perlu menghadirkannya dalam bentuk busana yang menarik, relevan, dan dapat digunakan masyarakat.

“Perajin kain endek kita semakin sedikit dan tergerus karena minimnya masyarakat Bali yang memilih endek sebagai bahan sandang. Oleh karena itu, upaya memperkenalkan kain endek dalam bentuk busana terus saya lakukan. Bahkan, pada periode kedua ini saya menggandeng desainer, model, koreografer, dan komposer untuk berkeliling Bali,” ungkapnya.

Menurut Ibu Putri Koster, Dekranasda Bali Fashion Road Show dirancang untuk membangun sinergi berbagai unsur dalam ekosistem fesyen Bali. Ekosistem tersebut melibatkan perajin kain tenun tradisional, desainer, penjahit, model, koreografer, hingga komposer musik. Kolaborasi antarpelaku tersebut diharapkan mampu menghidupkan rantai ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir.

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster Paparkan Konsep Ekonomi Kerthi Bali di Side Event G20 Indonesia

Pelaksanaan “Wastra Hitakara” secara bergiliran di kabupaten/kota juga diarahkan untuk menemukan dan memberikan ruang kepada desainer lokal berbakat. Kehadiran desainer muda Bali dalam setiap road show diharapkan dapat mengetoktularkan kreativitas sekaligus mendorong desainer lokal untuk berani tampil dan memperkenalkan karya mereka.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memunculkan desainer lokal dari setiap kabupaten yang kami kunjungi dan pilih sebagai lokasi penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Road Show ‘Wastra Hitakara’ secara bergantian setiap bulan,” ujarnya.

Selain mendorong regenerasi desainer, road show tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan wastra Bali yang memiliki karakter berbeda di setiap wilayah. Ibu Putri Koster menekankan bahwa kain tradisional Bali tidak hanya memiliki keindahan secara visual, tetapi juga menyimpan motif, filosofi, dan taksu yang mencerminkan identitas masyarakat serta daerah asalnya.

PAYAS AGUNG: Salah satu payas agung yang ditampilkan pada Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” yang digelar di Alun-Alun Kota Bangli, Kamis (10/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Salah satu contoh yang disampaikan adalah filosofi kain geringsing. Menurut Ibu Putri Koster, kata “gering” berarti sakit dan “sing” berarti tidak. Makna tersebut merepresentasikan harapan akan kesehatan dan keselamatan yang diwariskan melalui tradisi menenun. Nilai-nilai seperti inilah yang menurutnya menjadi kekuatan wastra Bali untuk diperkenalkan lebih luas.

Upaya mengembangkan fesyen berbasis wastra Bali diperkuat melalui tiga program utama Dekranasda Provinsi Bali, yakni Dekranasda Bali Fashion Day yang melibatkan perangkat daerah dan dilaksanakan setiap bulan, Dekranasda Bali Fashion Week yang digelar setiap akhir tahun, serta Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” yang dilaksanakan secara bergiliran di kabupaten/kota.

Melalui rangkaian tersebut, karya desainer Bali diharapkan tidak berhenti di panggung peragaan busana, tetapi juga dapat masuk ke ruang kreatif dan digital yang lebih luas. Wastra Bali didorong menjadi bagian dari perkembangan industri fesyen dengan tetap mempertahankan spirit, estetika, filosofi, dan identitas budaya yang melandasinya.

Baca Juga  Anggota DPRD Badung Puspa Negara Dukung Duta Badung Tampil di Parade Drama Gong Tradisi PKB 2025

Ibu Putri Koster juga mengingatkan potensi endek Bali untuk tampil di tingkat global. Pada periode sebelumnya, enam motif kain endek Bali dipilih oleh rumah mode Dior untuk digunakan dalam koleksinya. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa kekayaan wastra Bali memiliki daya tarik dan potensi untuk mendapatkan tempat dalam industri fesyen dunia.

“Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Oleh karena itu, saya mengajak para perajin kain endek untuk terus menenun dan melakukan regenerasi. Sementara itu, para desainer muda Bali agar terus berkreasi dan berinovasi menghasilkan busana untuk ditampilkan di atas panggung, sekaligus menjadi rekomendasi pakaian yang dapat digunakan pada hari kerja,” ungkapnya.

Pada penyelenggaraan di Bangli, sebanyak 30 model membawakan karya tujuh desainer muda Bali, yakni A Tiga by Turah Mayun, Taksu Design by Adhi Taksu, Agung Bali Collection by Agung Indira, Limas Boutique by Yenni Limas, Deluxe Design by Dayu Dian, Ipong Design by Ipong, serta Body & Mind Bali by Dayu Karang. A Tiga by Turah Mayun antara lain menampilkan payas agung Kabupaten Karangasem, payas ningrat Kabupaten Buleleng, dan payas agung Kota Denpasar.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyambut positif pelaksanaan “Wastra Hitakara” di Bangli. Ia menyampaikan bahwa Bangli memiliki beragam produk wastra dan kerajinan dengan keunikan serta karakter tersendiri. Kreativitas dan inovasi pelaku usaha perlu terus dikembangkan agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas daerah.

Melalui kegiatan tersebut, Dekranasda berharap semakin banyak perajin dan pelaku UMKM/IKM yang terdorong untuk berkarya serta memperluas jaringan pemasaran. Pengembangan fesyen berbasis wastra juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan perajin, serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat menggunakan produk lokal Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster "Groundbreaking" Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas di Pesanggaran

Ibu Putri Koster menegaskan bahwa Bali tidak hanya tumbuh sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai sumber inspirasi. Denyut perekonomian Bali turut digerakkan oleh tangan-tangan terampil para perajin, desainer, seniman, dan pelaku industri kreatif yang terus menghasilkan karya berbasis kekayaan budaya Bali.

Di penghujung acara, karya para desainer ditampilkan kembali di area catwalk Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” to Bangli. Busana yang diperagakan juga dapat dipilih dan dibeli oleh undangan yang hadir sebagai bagian dari upaya mempertemukan karya desainer dengan pasar secara langsung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

ENSIA 2026, Gubernur Koster: Pembangunan Bali Harus Harmonis dengan Alam

Published

on

By

Gubernur Koster Hadiri Puncak Penganugerahan ENSIA 2026
PUNCAK PENGANUGERAHAN: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri puncak penganugerahan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) Tahun 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (10/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri puncak penganugerahan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) Tahun 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (10/9/2026). Acara turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, serta Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengapresiasi penyelenggaraan ENSIA 2026 oleh SUCOFINDO sebagai bentuk penghargaan terhadap berbagai inovasi di bidang lingkungan dan sosial. Menurutnya, semangat ENSIA sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan.

Gubernur Koster menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui visi pembangunan Bali berbasis kearifan lokal, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Inti dari visi tersebut adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan kehidupan yang sehat, tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi seluruh makhluk hidup.

Prinsip pembangunan ramah lingkungan tersebut diperkuat dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang mengamanatkan seluruh aspek pembangunan di Bali harus berjalan secara berkelanjutan serta menjaga keharmonisan antara manusia dan alam.

“Tidak boleh hidup sendiri, lalu mematikan yang lain. Hidup yang menghidupi, urip yang menguripi. Hidup harus harmonis dengan alam. Itulah ajaran leluhur kami dan menjadi konsep teknokratis pembangunan agar Bali terjaga dengan baik untuk masa depan generasi penerus,” ujar Gubernur Koster.

Komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui kebijakan penggunaan energi bersih dari hulu hingga hilir yang diatur dalam peraturan daerah dan peraturan gubernur. Salah satu program prioritas yang dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yang telah didorong sejak 2019 sebagai bagian dari transformasi menuju penggunaan energi bersih di Bali.

Baca Juga  STAHN Mpu Kuturan Singaraja Apresiasi Gubernur Koster Perjuangkan Peningkatan Status STAHN ke Institut

Gubernur Koster menyampaikan bahwa pengembangan PLTS di Bali mendapat dukungan Pemerintah Pusat. Bali diharapkan memperoleh pasokan listrik sebesar 1.000 MW dari pengembangan PLTS sebagai bagian dari program nasional berkapasitas 100 gigawatt-peak (GWp). Pengembangan energi bersih tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sekaligus memperkuat ekosistem pendukung pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelas.

Selain pengembangan energi bersih, Gubernur Koster menegaskan komitmen Pemprov Bali dalam memperkuat penanganan sampah. Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup telah menunjukkan perkembangan positif.

“Khusus untuk kawasan Denpasar dan Badung, tingkat pemilahan sampah telah mencapai 80 hingga 90 persen. Hal ini berdampak pada beban TPA Suwung yang makin menurun,” tambahnya.

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat turut mengapresiasi penyelenggaraan ENSIA 2026. Pemerintah, menurutnya, terus mendorong peningkatan kualitas lingkungan, termasuk memperkuat tanggung jawab pelaku usaha terhadap sampah yang dihasilkan. Salah satu perhatian diarahkan pada produk makanan berkemasan plastik yang berkontribusi cukup besar terhadap timbulan sampah.

Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna menjelaskan, ENSIA merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan PT SUCOFINDO bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengapresiasi pelaku usaha dan local hero atas inovasi nyata di bidang lingkungan dan sosial. ENSIA bertujuan mendorong inovasi berkelanjutan yang selaras dengan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi.

Antusiasme pelaku usaha terhadap ENSIA tahun ini mengalami peningkatan. Panitia menerima sebanyak 954 makalah inovasi dari 253 perusahaan serta menyeleksi 48 calon local hero inspiratif.

Pada ENSIA 2026, penghargaan Best of the Best Participant diraih PT Smelting. Empat peserta terbaik lainnya yakni PT PLN Nusantara Power UP Rembang, PT TIMAH Tbk Divisi Pengolahan dan Peleburan Kundur, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu, serta PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat. (gs/bi)

Baca Juga  Anggota DPRD Badung Puspa Negara Dukung Duta Badung Tampil di Parade Drama Gong Tradisi PKB 2025

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Forum Balinomics 2026: Sinergi Menjaga Stabilitas dan Akselerasi Transformasi Ekonomi Kerthi Bali

Published

on

By

Bank Indonesia Gelar Forum Balinomics 2026 di Legian
BALINOMICS: Bank Indonesia menggelar forum dialog strategis Balinomics di Padma Resort Legian Bali, dengan mengusung tema "Menjaga Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Bali untuk Akselerasi Ekonomi Kerthi Bali", pada Rabu, 9 September 2026. Tampak para narasumber melakukan sesi foto bersama. (Foto: Hms BI)

Badung, baliilu.com – Pada tanggal 9 September 2026, Bank Indonesia menggelar forum dialog strategis Balinomics di Padma Resort Legian Bali, mengusung tema “Menjaga Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Bali untuk Akselerasi Ekonomi Kerthi Bali”. Forum ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, otoritas moneter, akademisi, perbankan, asosiasi industri, pelaku UMKM, hingga Majelis Desa Adat untuk merumuskan langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berdaya tahan, inklusif dan berkelanjutan.

Forum Balinomics ini turut dirangkaikan dengan penyerahan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Bali Triwulan II-2026 dari Bank Indonesia kepada Pemerintah Provinsi Bali, serta penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian serta perikanan bagi kelompok subak dan nelayan lokal. Penyampaian LPP Triwulan II-2026 serta sarana dan prasarana tersebut merupakan salah satu bentuk advisory Bank Indonesia kepada pemerintah daerah serta dukungan Bank Indonesia terhadap sektor pertanian dan perikanan Bali.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, memaparkan bahwa perekonomian Bali pada Triwulan II-2026 mencatatkan kinerja positif dengan tumbuh sebesar 5,78% (yoy), melampaui rata-rata nasional. Inflasi Bali pada bulan Agustus 2026 yang sebesar 3,45% (yoy) masih terjaga dalam kisaran target, berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat guna mendukung pertumbuhan ekonomi Bali. Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Bali tetap tumbuh kuat pada kisaran 5,4%–5,9% dengan dua tantangan fundamental yang memerlukan perhatian bersama, yaitu: Ketergantungan Sektoral yang masih terkonsentrasi pada sektor tersier/pariwisata, sehingga rentan terhadap gejolak eksternal, dan Konsentrasi investasi dan aktivitas ekonomi yang masih didominasi wilayah Bali Selatan (Sarbagia).

Mewakili Gubernur Bali, Koordinator Kelompok Ahli Bidang Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., menegaskan kembali arah Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (Perda No. 4 Tahun 2023) dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ia menekankan bahwa transformasi ekonomi pascapandemi COVID-19 menuntut keterhubungan 6 (enam) sektor unggulan: pertanian dalam arti luas, kelautan/perikanan, industri manufaktur, IKM/UMKM/koperasi, ekonomi kreatif & digital, serta pariwisata. “Yang dibangun bukan sekedar diversifikasi sektor, tetapi keterhubungan antar sektor,” tegas Prof. Damriyasa.

Baca Juga  Korve Bersih Sampah di Pantai, Gubernur Koster Pertegas Komitmen Pemprov Bali Tangani Sampah, Satgas Diminta Siaga

Sebagai narasumber, kegiatan ini menghadirkan Josua Pardede (Chief Economist Permata Bank), Aradhita Priyanti (Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur / PT SMI) dan Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si. (Ketua BPD PHRI Bali / Wakil Gubernur Bali 2018–2023).

Josua menyoroti dinamika global seperti ketegangan geopolitik Timur Tengah yang menekan harga minyak/avtur dan melemahkan mobilitas penerbangan internasional. Ia memaparkan bahwa pertumbuhan Bali pada triwulan kedua banyak ditopang oleh konsumsi pemerintah dan proyek konstruksi, sementara sektor transportasi-pergudangan sempat terkontraksi. Untuk menjawab bottleneck belanja dan investasi, Josua merekomendasikan 8 Quick Wins, di antaranya: front-loading belanja modal APBD dan DAK fisik dan optimalisasi SILPA, perluasan paket mitigasi El Niño di sektor pertanian, operasi pasar dan penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD), diplomasi kapasitas rute penerbangan alternatif, perluasan penyaluran KUR sektor primer (minimal 30%), penyiapan pipeline 10 proyek investasi di luar Bali Selatan, peningkatan kepatuhan Pungutan Wisatawan Asing (PWA), dan penguatan peran LPD dan Desa Adat sebagai ujung tombak distribusi MBG, KDMP dan KUR. Ia juga mengingatkan pentingnya menekan economic leakage (kebocoran nilai tambah keluar daerah).

Sebagai Special Machine Vehicle Kementerian Keuangan, Aradhita memaparkan kesiapan PT SMI dalam mendukung pembiayaan daerah melalui skema pinjaman publik, pembiayaan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta jasa konsultasi dan penyiapan proyek (project development). Ia menegaskan bahwa pembiayaan PT SMI menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang ketat serta asesmen kelayakan untuk memastikan pembiayaan merupakan proyek yang sustainable dan juga selaras dengan prinsip-prinsip lingkungan hidup.

Tokoh pariwisata Cok Ace mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun paradigma: “Pariwisata untuk Bali, bukan Bali untuk pariwisata”. Ia menggarisbawahi perlunya menata daya dukung lingkungan (carrying capacity), mengatasi masalah sampah terpadu (seperti proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik / PSEL), serta mendorong rantai pasok lokal agar kebutuhan hotel dan restoran menyerap hasil pertanian dan produk UMKM Bali. Cok Ace menekankan transformasi harus berjalan serentak pada tiga pilar: pemerintah (kebijakan terkoordinasi dan tata ruang berakar budaya), pelaku usaha (fokus pada value bukan sekadar volume), dan masyarakat/desa adat (sebagai subjek aktif pembangunan).

Baca Juga  Gubernur Koster Minta Etalase Khusus Arak Bali di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Melalui penyelenggaraan Forum Balinomics, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah dan segenap pemangku kepentingan menegaskan kembali komitmen memperkuat sinergi lintas sektor. Harmonisasi kebijakan dan konsistensi implementasi di lapangan menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mewujudkan pertumbuhan ekonomi Bali yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca