Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Gubernur Koster Apresiasi Dedikasi Tinggi Para Seniman Tampilkan Karya Epik Parade Gong Kebyar Dewasa Duta Denpasar dan Jembrana di PKB 2025

BALIILU Tayang

:

Gubernur Koster
PARADE GONG KEBYAR DEWASA: Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama para seniman saat menyaksikan langsung Parade Gong Kebyar Dewasa yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, pada Senin malam (14/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025 kembali menyuguhkan kemegahan budaya Bali melalui Parade Gong Kebyar Dewasa yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, pada Senin malam (14/7).

Gubernur Bali, Wayan Koster, hadir langsung menyaksikan pergelaran yang berlangsung mulai pukul 20.00 Wita. Ribuan penonton memadati kawasan panggung untuk menyaksikan penampilan dua duta daerah: Sanggar Wahana Gurnita dari Kota Denpasar dan Sekaa Gong Kebyar Genta Gargita dari Kabupaten Jembrana.

Gubernur Koster sangat mengapresiasi dedikasi para seniman yang telah menampilkan karya luar biasa. “Ini bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan budaya yang meneguhkan jati diri Bali. Teruslah berkarya untuk menjaga dan melestarikan seni budaya, ” kata Gubernur Koster.

Dalam gelaran tahun ini, PKB mengangkat tema “Jagat Kerthi: Lokahita Samudaya” yang berarti “Harmoni Semesta Raya”. Tema ini menegaskan komitmen Bali dalam menjaga warisan seni budaya sebagai sumber harmoni bagi masyarakat dan lingkungan.

Sanggar Wahana Gurnita Kota Denpasar menyajikan fragmen tari berjudul Mimba Pralaya sebagai pamungkas penampilannya. Tarian ini mengangkat kisah mistis dari kawasan Alas Mimba, Kesiman, yang dikenal dengan sejarah tragisnya.

Cerita berawal dari prosesi padiksan yang berjalan sebagaimana mestinya, hingga terjadi musibah yang merenggut nyawa calon diksa lanang. Kejadian ini menyulut amarah dan kesedihan mendalam dari sang istri, Dayu Datu, yang melontarkan kutukan: siapa pun yang berani menjadi sulinggih (pendeta) di Alas Mimba akan menemui ajal secara tragis.

Raja Kesiman pun turun tangan, memerintahkan patihnya menggelar ritual Barong Puuh. Namun, kedatangan mereka dihadang oleh Dayu Datu yang telah berwujud sebagai Rangda Jero Agung, bersama para pengikutnya. Raja Kesiman, Gusti Ngurah Agung, yang murka, akhirnya turut campur dan memimpin pertempuran yang mengubah desa menjadi seperti pralaya (kehancuran semesta). Kematian Rangda Jero Agung menjadi akhir dari kisah penuh gejolak ini, yang membawa kembali kedamaian di Desa Alas Mimba.

Baca Juga  Cabut Sanksi Pelanggaran PPKM, Gubernur Koster Terbitkan Pergub Nomor 1 Tahun 2023

Pertunjukan ini tidak hanya menampilkan koreografi tari yang kuat, tetapi juga atmosfer magis melalui gamelan megah dan tata artistik panggung yang menakjubkan.

Sekaa Gong Kebyar Genta Gargita dari Kabupaten Jembrana menyuguhkan fragmen tari berjudul Nusa Sari, yang menggali sejarah perpindahan masyarakat dari Nusa Penida ke wilayah Jembrana.

Cerita dimulai dari inisiatif Raja Klungkung, Ida Dewa Agung, yang bekerja sama dengan Raja Jembrana untuk membantu masyarakat Nusa Penida yang mengalami kesulitan ekonomi. Sebanyak 121 kepala keluarga dipindahkan ke wilayah hutan belantara Bali Barat, yang saat itu masih angker dan belum tersentuh manusia.

Pemimpin rombongan, I Gusti Ketut Tangeb, menghadapi berbagai hambatan dalam proses pembukaan lahan. Berbagai kejadian mistis dan kesulitan memperlambat usaha mereka. Atas saran raja, dilakukanlah upacara pekelem sebagai bentuk persembahan kepada alam, yang kemudian membuka jalan bagi keberhasilan pembukaan kawasan permukiman baru di wilayah tersebut.

Kisah ini sarat nilai historis dan spiritual, serta disajikan secara dramatik dengan musikalitas tinggi yang menjadi ciri khas Gong Kebyar Jembrana.

Usai pergelaran, Gubernur Wayan Koster disambut hangat oleh para seniman dan warga yang antusias mengajak foto bersama. Di sela-sela foto bersama, Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi atas penampilan kedua duta kabupaten/kota tersebut.

Kehadiran Gubernur Koster secara langsung pada setiap gelaran PKB menjadi bukti komitmennya dalam mendukung pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali yang telah diwariskan secara turun-temurun. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

SENI

Bupati Sanjaya Apresiasi Kemegahan Gong Kebyar Wanita Duta Tabanan di PKB XLVIII 2026

Published

on

By

gong kebyar tabanan
HADIRI GONG KEBYAR WANITA: Bupati Tabanan,  I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri langsung penampilan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Wanita “Sanggar Gong Istri Kesari Mesari 108” dari Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, sebagai Duta Kabupaten Tabanan pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Senin (29/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Gemuruh tepuk tangan yang memenuhi Panggung Terbuka Ardha Candra menjadi saksi komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjaga denyut pelestarian seni dan budaya Bali. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan Bupati Tabanan,  I Komang Gede Sanjaya dengan menghadiri dan menyaksikan langsung penampilan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Wanita “Sanggar Gong Istri Kesari Mesari 108” dari Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, sebagai Duta Kabupaten Tabanan pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Senin (29/6).

Pada pertunjukan yang turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster beserta jajaran, malam itu Bupati Sanjaya hadir didampingi Jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah beserta para Asisten Setda Kabupaten Tabanan, Mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan hadir Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan, dan para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan. Penampilan Duta Kabupaten Tabanan yang tampil bersama Kabupaten Klungkung, mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan para pecinta seni yang memadati panggung pertunjukan.

Penampilan diawali dengan Tabuh Kreasi “Gedebong Belus”, sebuah komposisi musikal yang memadukan ritme, dinamika, tempo, hingga ekspresi sunyi dan hentakan yang kuat. Karya tersebut menggambarkan semangat perjuangan Sang Sagung Ayu Wah yang gagah berani sekaligus mengajak masyarakat mengenang serta meneladani nilai-nilai luhur perjuangan, keberanian, dan kemuliaan jiwa.

Pertunjukan dilanjutkan dengan Tari Kreasi Semara Ratih yang terinspirasi dari program unggulan Pemerintah Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Sanjaya. Tarian ini menggambarkan komitmen pemerintah dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas sejak awal pernikahan sebagai fondasi lahirnya generasi unggul.

Sebagai penutup, Sandyagita “Jana Bali Kawista” menghadirkan pesan mendalam tentang kesucian jiwa sebagai sumber kemuliaan hidup manusia. Melalui perpaduan gamelan, tembang gegitaan berbalut nilai-nilai luhur Atma Kerthi, pertunjukan ini mengajak masyarakat menjaga ajaran Tri Hita Karana, mengamalkan nilai Sad Kerthi, serta bergotong royong mewujudkan sumber daya manusia Bali yang Aman, Unggul dan Madani.

Baca Juga  LNG Sidakarya Segera Dibangun, Amdal akan Terbit Akhir September, Koster: Dibangun 3,5 Km dari Pantai

Usai menyaksikan seluruh rangkaian pertunjukan, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh seniman, penabuh, penari, pelatih, dan seluruh pihak yang telah mempersembahkan penampilan dengan penuh dedikasi sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Tabanan di panggung seni terbesar di Bali.

Menurutnya, setiap garapan yang ditampilkan tidak hanya menghadirkan kemegahan artistik, tetapi juga sarat akan pesan moral, nilai historis, dan filosofi kehidupan yang diwariskan oleh para leluhur. Hal tersebut menjadi kekuatan penting dalam menjaga identitas budaya Bali sekaligus memperkuat eksistensi kesenian Tabanan melalui alunan Gong Kebyar.

“Besar harapan saya agar semangat berkesenian seperti ini terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Penampilan yang luar biasa ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga media edukasi yang menyampaikan pesan-pesan luhur, nilai sejarah, serta memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya Kabupaten Tabanan melalui alunan Gong Kebyar. Terima kasih kepada seluruh seniman yang telah memberikan penampilan terbaiknya untuk Tabanan,” ujar Sanjaya.

Bupati Sanjaya seraya berharap Kabupaten Tabanan untuk terus melahirkan karya-karya berkualitas yang mampu memperkokoh jati diri budaya Bali sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus mencintai, menjaga, dan melestarikan warisan seni budaya daerah Tabanan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Duta Badung Tampil Memukau di Utsawa Gong Kebyar Wanita di PKB

Published

on

By

Gong Kebyar Wanita Badung
PENAMPILAN DUTA BADUNG: Duta Kabupaten Badung saat tampil pada Utsawa (parade) Gong Kebyar Wanita dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Minggu (28/6) malam. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Denpasar, baliilu.com – Duta Kabupaten Badung tampil memukau pada Utsawa (parade) Gong Kebyar Wanita dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Minggu (28/6) malam. Duta daerah Gumi Keris ini diwakili oleh Sanggar Seni Guntur Madu, Banjar Pundung, Desa Pangsan, Kecamatan Petang dengan menampilkan tiga garapan yang melibatkan 75 seniman.

Pembina sekaligus Komposer Tabuh Kreasi, I Putu Sofiarta, S.S.N., mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal kurang lebih sekitar lima bulan. Meski dihadapkan pada kendala penyesuaian jadwal latihan karena sebagian besar penabuh masih kuliah dan bekerja, seluruh tim tetap mampu menjaga konsistensi latihan. Dalam penampilan kali ini, Duta Kabupaten Badung membawakan tiga materi, yakni Tabuh Kreasi Panga Seni, Tari Kreasi Wana Pring, dan Sandya Gita.

“Target kami sebagai Duta Kabupaten Badung adalah memberikan penampilan yang menggelegar dan semaksimal mungkin. Kami berharap krama Badung dan krama Bali bisa menerima karya-karya yang kami tampilkan,” ujarnya, Minggu (28/6) malam.

Diuraikannya, Panga Sani sendiri mengisahkan pergulatan batin seorang perempuan yang dihadapkan pada godaan kepuasan sesaat hingga kehilangan arah hidup. Karya tabuh kreasi ini menjadi ajakan reflektif untuk menundukkan ego, kembali mendengarkan suara hati, dan menjadikan jiwa sebagai penuntun dalam menjalani kehidupan. Tema tersebut diterjemahkan melalui garapan musik Gong Kebyar yang atraktif, energik, dan penuh dinamika, menghadirkan perubahan suasana mulai dari lembut, gelisah, penuh tekanan, hingga mencapai ketenangan batin.

“Perjalanan musikal ini memperkuat pesan tentang pentingnya keseimbangan emosi dan ketulusan dalam menemukan kedamaian diri,” urainya.

Kemudian, Wana Pering merupakan karya tari yang terinspirasi dari hutan bambu sebagai simbol penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi bagian dari tradisi adat dan ritual keagamaan, bambu juga mengandung makna filosofis sebagai lambang ketulusan, kelenturan, kekuatan, dan keharmonisan. Karya ini mengangkat konsep Atma Kerthi, yakni penyucian jiwa manusia untuk mencapai keseimbangan hidup serta menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Baca Juga  Bupati Badung Bersama Gubernur Bali Panggil Pihak GWK, Pastikan Akses Jalan Warga Tetap Dapat Digunakan

“Melalui gerak tari dan iringan musik, Wana Pering menggambarkan perjalanan jiwa yang terus bertumbuh, menyucikan diri, dan hidup selaras dengan semesta,” beber Sofiarta.

Sementara Sandya Gita dengan judul Jiwa Anubhawa merupakan garapan yang terinspirasi dari Lontar Atma Prasangsa, mengangkat perjalanan atma dalam mencari hakikat kehidupan dan kesadaran sejati. Kisah dimulai saat atma terlepas dari raga dan menempuh perjalanan menuju alam spiritual dengan menghadapi berbagai rintangan dan sosok-sosok yang menakutkan. Pada akhirnya, sang atma menyadari bahwa seluruh rintangan tersebut merupakan manifestasi dari dirinya sendiri, yang terbentuk sejak awal kehidupan.

“Melalui perpaduan tari, musik, vokal, dramatika, dan visual artistik, karya ini menyampaikan pesan tentang pentingnya mengenali jati diri, memahami asal dan tujuan hidup, serta mencapai keharmonisan batin dan penyatuan dengan Sang Pencipta,” ungkapnya.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir langsung menyaksikan penampilan Duta Badung bersama jajaran pejabat Pemkab Badung beserta istri. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan moril sekaligus motivasi bagi para seniman yang tampil membawa nama daerah. Adi Arnawa mengapresiasi jalannya Parade Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Badung yang tampil berbarengan dengan Duta Kabupaten Gianyar. Menurutnya, ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menghadirkan semangat kolaborasi antardaerah. Dia menilai terbangunnya chemistry antara Duta Badung dan Gianyar menjadi nilai lebih dalam pergelaran tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa dalam membangun seni dibutuhkan kebersamaan dan kerja sama yang baik. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan masing-masing, tetapi juga membangun sinergi dalam penampilan. Ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, spontanitas kolaborasi yang terjadi di atas panggung bahkan mendapat apresiasi dari Gubernur Bali, I Wayan Koster karena mampu menunjukkan kekompakan tanpa menghilangkan karakter masing-masing penampil. Saat diminta membandingkan kualitas penampilan Badung dan Gianyar, Adi Arnawa mengaku kedua peserta sama-sama tampil baik. Namun, Bupati Adi Arnawa menilai garapan Badung lebih kuat dari sisi substansi cerita yang diangkat.

Baca Juga  Angkat Judul ‘’Damar Sasangka’’, Topeng Bondres Duta Badung Suguhkan Pertunjukan Sarat Filosofi di PKB 2025

“Kalau saya ditanya mana yang lebih bagus, tentu saya jawab Badung. Tetapi saya melihat dua-duanya bagus, hanya saja dari sisi substansi cerita, Badung lebih kuat,” beber Bupati asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan ini. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Bupati Adi Arnawa Puji Penampilan Luar Biasa Gong Kebyar Wanita Badung di PKB XLVIII 2026

Published

on

By

Gong Kebyar Wanita Badung
FOTO BERSAMA: Bupati Adi Arnawa berfoto bersama usai menyaksikan langsung penampilan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Badung dalam ajang PKB XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Minggu (28/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Gubernur Bali Wayan Koster menyaksikan langsung penampilan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Badung dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Pertunjukan seni tersebut berlangsung memukau di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Minggu (28/6).

Duta Kabupaten Badung tahun ini diwakili oleh Sanggar Seni Guntur Madu dari Banjar Pundung, Desa Pangsan, Kecamatan Petang. Para seniman perempuan ini sukses membawakan tiga garapan seni memikat, yaitu Tabuh Sandyagita Jiwa Anubhawa, Tabuh Kreasi Panga Sani, dan Tari Wana Pering.

Turut hadir memberikan dukungan, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung IB Surya Suamba, Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badung Ny. Oliviana Surya Suamba, serta jajaran pimpinan perangkat daerah Pemkab Badung.

Usai pementasan, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kualitas penampilan serta semangat kolaborasi yang ditunjukkan di atas panggung. Ia menyoroti bagaimana duta Badung mampu membangun keselarasan (chemistry) yang apik dengan lawan paradenya, yakni Duta Kabupaten Gianyar.

“Mereka tidak semata-mata datang untuk menunjukkan kepiawaian masing-masing, tetapi juga membangun sinergi dan chemistry dalam penampilan seni mereka. Inilah yang menurut saya sangat luar biasa dan patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Gubernur Bali juga memberikan pujian serupa, khususnya terkait aksi spontanitas penampil asal Gianyar yang mengajak perwakilan Badung berkolaborasi. Menurutnya, perpaduan spontan tersebut justru menciptakan gaya tarian yang harmonis dan menunjukkan kekompakan kedua daerah.

Meskipun kedua tim tampil optimal, Adi Arnawa menyebut catatan evaluasi tetap diperlukan demi penyempurnaan di masa depan. Namun secara umum, materi dan pesan fragmen yang disuguhkan Duta Badung telah tersampaikan dengan sangat mendalam kepada masyarakat.

Baca Juga  Inflasi Harus Direspons Cepat, Koster Tekankan Sinergi Semua Pihak Jaga Stabilitas Harga, Ketahanan Pangan dan Daya Beli

Menanggapi isu tantangan perekrutan seniman, birokrat asal Desa Pecatu ini menegaskan bahwa hal tersebut bukan lagi persoalan besar di Kabupaten Badung. Pemkab Badung berkomitmen penuh memberikan dukungan total, baik secara moral maupun material.

“Kehadiran kami bersama jajaran pejabat Pemkab Badung bukan sekadar menonton. Ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan motivasi. Kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah sangat serius mendukung seniman untuk menampilkan kemampuan terbaiknya di PKB,” tegasnya.

Bupati Adi Arnawa memastikan seluruh dinamika dan kendala selama proses persiapan hingga pementasan tahun ini akan dijadikan bahan evaluasi penting. “Berbagai pengalaman dan masukan pada tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang agar dapat berlangsung jauh lebih baik lagi,” pungkas Adi Arnawa. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca