Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Pentas Kolosal Seniman Badung Memukau! Wagub Giri Prasta: “Top, Nilai 10!”

Ibu Gubernur Titip Pesan Khusus

Loading

BALIILU Tayang

:

tari kolosal badung
FOTO BERSAMA: Kemegahan Pentas Kolosal Seniman Muda Kabupaten Badung dalam Rekasadana (Pergelaran) Seni Pertunjukan Berbasis Tradisi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Centre, Denpasar, Kamis (17/7) malam, ditutup foto bersama. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kemegahan Pentas Kolosal Seniman Muda Kabupaten Badung dalam Rekasadana (Pergelaran) Seni Pertunjukan Berbasis Tradisi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Centre, Denpasar, Kamis (17/7) malam, mengundang decak kagum ribuan penonton yang menyaksikannya. Pentas yang sarat kreasi dan inovasi ini membuat Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, larut dalam kekaguman, bersama para penonton yang tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan meriah.

Pertunjukan megah ini benar-benar memikat sejak awal hingga akhir, menampilkan perpaduan harmonis antara kekayaan tradisi, gerak tari yang enerjik, hingga sentuhan akrobatik yang mengguncang panggung. Dalam keterangannya usai acara, Wagub Giri Prasta menyampaikan apresiasi yang mendalam.

“Lompatan tari kolosal di Bali dari Badung sangat luar biasa. Seperti tadi kita saksikan bersama, karya yang dibawakan oleh Seniman Muda Kabupaten Badung sangat mengesankan dan memukau. Bahkan sekarang sudah mengkolaborasikan penampilan akrobatik. Hal ini bisa menjadi sebuah inovasi untuk memotivasi karya-karya lain dari para seniman di Bali. Top, saya kasih nilai 10,” ungkapnya antusias.

Tak hanya mendapat pujian dari Wakil Gubernur, penampilan para seniman muda Badung juga menuai kekaguman dari Ibu Gubernur Bali, Putri Suastini Koster. Melalui Wagub Giri Prasta, beliau menyampaikan pesan khusus yang sontak membuat para seniman muda bersorak gembira.

“Bahkan tadi Ibu Gubernur Bali pun mengungkapkan kekagumannya, dan secara khusus berpesan kepada saya untuk disampaikan kepada para Seniman Muda Kabupaten Badung agar nanti bisa menjadi salah satu pengisi acara Festival Seni Bali Jani,” ujar Giri Prasta, disambut riuh tepuk tangan.

Pementasan ini tidak hanya menawarkan hiburan visual, tetapi juga menyampaikan pesan ekologis yang kuat. Mengangkat tema tentang pentingnya menjaga harmoni antara laut dan gunung—dua elemen utama geografis Bali—para seniman menyuarakan ajakan untuk merawat alam sebagai warisan bersama.

Baca Juga  Penuh Percaya Diri, Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala Tampil ‘’Mebarung’’ di PKB 2025

“Ketika kita berbicara tentang laut, maka yang dibangun adalah kesadaran untuk menjaga ekonomi dan biota laut, termasuk pariwisata bahari kita. Demikian juga dengan gunung, yang harus dilindungi dari kerusakan akibat penebangan liar dan illegal logging. Maka penting dilakukan reboisasi, pembersihan lingkungan, serta perawatan kawasan pesisir,” terang Wagub Giri Prasta.

Di tengah hiruk-pikuk pesta kesenian, pagelaran ini menyuguhkan lebih dari sekadar tontonan, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi dan edukasi akan pentingnya memuliakan semesta.

“Intinya adalah bagaimana kita bersama-sama memuliakan alam yang ada di sekitar kita, dan semesta ini,” pungkas Wagub Bali dengan nada penuh harap.

Pentas kolosal Badung malam ini menjadi penanda bahwa generasi muda seniman Bali bukan hanya mampu menjaga tradisi, tetapi juga berani melangkah maju dengan gebrakan baru yang segar dan relevan. Sebuah persembahan budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengetuk kesadaran jiwa akan pentingnya alam bagi kehidupan manusia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

SENI

Duta Badung Tampil Memukau di Utsawa Gong Kebyar Wanita di PKB

Published

on

By

Gong Kebyar Wanita Badung
PENAMPILAN DUTA BADUNG: Duta Kabupaten Badung saat tampil pada Utsawa (parade) Gong Kebyar Wanita dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Minggu (28/6) malam. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Denpasar, baliilu.com – Duta Kabupaten Badung tampil memukau pada Utsawa (parade) Gong Kebyar Wanita dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Minggu (28/6) malam. Duta daerah Gumi Keris ini diwakili oleh Sanggar Seni Guntur Madu, Banjar Pundung, Desa Pangsan, Kecamatan Petang dengan menampilkan tiga garapan yang melibatkan 75 seniman.

Pembina sekaligus Komposer Tabuh Kreasi, I Putu Sofiarta, S.S.N., mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal kurang lebih sekitar lima bulan. Meski dihadapkan pada kendala penyesuaian jadwal latihan karena sebagian besar penabuh masih kuliah dan bekerja, seluruh tim tetap mampu menjaga konsistensi latihan. Dalam penampilan kali ini, Duta Kabupaten Badung membawakan tiga materi, yakni Tabuh Kreasi Panga Seni, Tari Kreasi Wana Pring, dan Sandya Gita.

“Target kami sebagai Duta Kabupaten Badung adalah memberikan penampilan yang menggelegar dan semaksimal mungkin. Kami berharap krama Badung dan krama Bali bisa menerima karya-karya yang kami tampilkan,” ujarnya, Minggu (28/6) malam.

Diuraikannya, Panga Sani sendiri mengisahkan pergulatan batin seorang perempuan yang dihadapkan pada godaan kepuasan sesaat hingga kehilangan arah hidup. Karya tabuh kreasi ini menjadi ajakan reflektif untuk menundukkan ego, kembali mendengarkan suara hati, dan menjadikan jiwa sebagai penuntun dalam menjalani kehidupan. Tema tersebut diterjemahkan melalui garapan musik Gong Kebyar yang atraktif, energik, dan penuh dinamika, menghadirkan perubahan suasana mulai dari lembut, gelisah, penuh tekanan, hingga mencapai ketenangan batin.

“Perjalanan musikal ini memperkuat pesan tentang pentingnya keseimbangan emosi dan ketulusan dalam menemukan kedamaian diri,” urainya.

Kemudian, Wana Pering merupakan karya tari yang terinspirasi dari hutan bambu sebagai simbol penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi bagian dari tradisi adat dan ritual keagamaan, bambu juga mengandung makna filosofis sebagai lambang ketulusan, kelenturan, kekuatan, dan keharmonisan. Karya ini mengangkat konsep Atma Kerthi, yakni penyucian jiwa manusia untuk mencapai keseimbangan hidup serta menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Baca Juga  Ketua TP PKK Badung Apresiasi Penampilan Gong Kebyar Anak-anak Duta Badung

“Melalui gerak tari dan iringan musik, Wana Pering menggambarkan perjalanan jiwa yang terus bertumbuh, menyucikan diri, dan hidup selaras dengan semesta,” beber Sofiarta.

Sementara Sandya Gita dengan judul Jiwa Anubhawa merupakan garapan yang terinspirasi dari Lontar Atma Prasangsa, mengangkat perjalanan atma dalam mencari hakikat kehidupan dan kesadaran sejati. Kisah dimulai saat atma terlepas dari raga dan menempuh perjalanan menuju alam spiritual dengan menghadapi berbagai rintangan dan sosok-sosok yang menakutkan. Pada akhirnya, sang atma menyadari bahwa seluruh rintangan tersebut merupakan manifestasi dari dirinya sendiri, yang terbentuk sejak awal kehidupan.

“Melalui perpaduan tari, musik, vokal, dramatika, dan visual artistik, karya ini menyampaikan pesan tentang pentingnya mengenali jati diri, memahami asal dan tujuan hidup, serta mencapai keharmonisan batin dan penyatuan dengan Sang Pencipta,” ungkapnya.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir langsung menyaksikan penampilan Duta Badung bersama jajaran pejabat Pemkab Badung beserta istri. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan moril sekaligus motivasi bagi para seniman yang tampil membawa nama daerah. Adi Arnawa mengapresiasi jalannya Parade Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Badung yang tampil berbarengan dengan Duta Kabupaten Gianyar. Menurutnya, ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menghadirkan semangat kolaborasi antardaerah. Dia menilai terbangunnya chemistry antara Duta Badung dan Gianyar menjadi nilai lebih dalam pergelaran tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa dalam membangun seni dibutuhkan kebersamaan dan kerja sama yang baik. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan masing-masing, tetapi juga membangun sinergi dalam penampilan. Ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, spontanitas kolaborasi yang terjadi di atas panggung bahkan mendapat apresiasi dari Gubernur Bali, I Wayan Koster karena mampu menunjukkan kekompakan tanpa menghilangkan karakter masing-masing penampil. Saat diminta membandingkan kualitas penampilan Badung dan Gianyar, Adi Arnawa mengaku kedua peserta sama-sama tampil baik. Namun, Bupati Adi Arnawa menilai garapan Badung lebih kuat dari sisi substansi cerita yang diangkat.

Baca Juga  Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala Duta Badung Bius Penonton Ardha Candra pada Parade Gong Kebyar Wanita PKB 2025

“Kalau saya ditanya mana yang lebih bagus, tentu saya jawab Badung. Tetapi saya melihat dua-duanya bagus, hanya saja dari sisi substansi cerita, Badung lebih kuat,” beber Bupati asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan ini. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Bupati Adi Arnawa Puji Penampilan Luar Biasa Gong Kebyar Wanita Badung di PKB XLVIII 2026

Published

on

By

Gong Kebyar Wanita Badung
FOTO BERSAMA: Bupati Adi Arnawa berfoto bersama usai menyaksikan langsung penampilan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Badung dalam ajang PKB XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Minggu (28/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Gubernur Bali Wayan Koster menyaksikan langsung penampilan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Badung dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Pertunjukan seni tersebut berlangsung memukau di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Minggu (28/6).

Duta Kabupaten Badung tahun ini diwakili oleh Sanggar Seni Guntur Madu dari Banjar Pundung, Desa Pangsan, Kecamatan Petang. Para seniman perempuan ini sukses membawakan tiga garapan seni memikat, yaitu Tabuh Sandyagita Jiwa Anubhawa, Tabuh Kreasi Panga Sani, dan Tari Wana Pering.

Turut hadir memberikan dukungan, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung IB Surya Suamba, Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badung Ny. Oliviana Surya Suamba, serta jajaran pimpinan perangkat daerah Pemkab Badung.

Usai pementasan, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kualitas penampilan serta semangat kolaborasi yang ditunjukkan di atas panggung. Ia menyoroti bagaimana duta Badung mampu membangun keselarasan (chemistry) yang apik dengan lawan paradenya, yakni Duta Kabupaten Gianyar.

“Mereka tidak semata-mata datang untuk menunjukkan kepiawaian masing-masing, tetapi juga membangun sinergi dan chemistry dalam penampilan seni mereka. Inilah yang menurut saya sangat luar biasa dan patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Gubernur Bali juga memberikan pujian serupa, khususnya terkait aksi spontanitas penampil asal Gianyar yang mengajak perwakilan Badung berkolaborasi. Menurutnya, perpaduan spontan tersebut justru menciptakan gaya tarian yang harmonis dan menunjukkan kekompakan kedua daerah.

Meskipun kedua tim tampil optimal, Adi Arnawa menyebut catatan evaluasi tetap diperlukan demi penyempurnaan di masa depan. Namun secara umum, materi dan pesan fragmen yang disuguhkan Duta Badung telah tersampaikan dengan sangat mendalam kepada masyarakat.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Saksikan Pementasan Calonarang Duta Badung di PKB 2026

Menanggapi isu tantangan perekrutan seniman, birokrat asal Desa Pecatu ini menegaskan bahwa hal tersebut bukan lagi persoalan besar di Kabupaten Badung. Pemkab Badung berkomitmen penuh memberikan dukungan total, baik secara moral maupun material.

“Kehadiran kami bersama jajaran pejabat Pemkab Badung bukan sekadar menonton. Ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan motivasi. Kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah sangat serius mendukung seniman untuk menampilkan kemampuan terbaiknya di PKB,” tegasnya.

Bupati Adi Arnawa memastikan seluruh dinamika dan kendala selama proses persiapan hingga pementasan tahun ini akan dijadikan bahan evaluasi penting. “Berbagai pengalaman dan masukan pada tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang agar dapat berlangsung jauh lebih baik lagi,” pungkas Adi Arnawa. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Tak Hanya Kuat secara Teknik, Palegongan Klasik Khas Duta Badung Sampaikan Pesan Filosofis dan Spiritual kepada Penonton PKB 2026

Published

on

By

Palegongan Klasik
PENAMPILAN PALEGONGAN KLASIK: Sanggar Seni Dharmawangsa, Banjar Sedang Kelod, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, saat menampilkan empat garapan Palegongan dalam Utsawa (Parade) Palegongan Klasik Khas sebagai Duta Kabupaten Badung pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Minggu (28/6/2026) di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar. (Foto: Hms Kominfo Badung)

Denpasar, baliilu.com – Sebanyak 70 seniman dari Sanggar Seni Dharmawangsa, Banjar Sedang Kelod, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, menampilkan empat garapan Palegongan dalam Utsawa (Parade) Palegongan Klasik Khas sebagai Duta Kabupaten Badung pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Minggu (28/6/2026) di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar.

Empat karya yang dipentaskan meliputi Tari Palegongan Kreasi “Nyrigśa”, Tabuh Palegongan Klasik “Solo”, Tari Palegongan Klasik “Legod Bawa”, serta Tabuh Palegongan Kreasi “Rong Telu”. Keempatnya menghadirkan perpaduan antara pelestarian tradisi klasik dan eksplorasi artistik yang selaras dengan tema PKB tahun ini, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha.

Penata pertunjukan, Ida Bagus Yodhie Harischandra yang akrab dikenal Gusde, mengatakan seluruh proses persiapan melibatkan sekitar 70 orang, mulai dari penari, penabuh, tim artistik hingga pendukung pertunjukan.

“Penampilan tahun ini melibatkan sekitar 70 orang. Kami ingin menghadirkan sajian yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan filosofis dan spiritual kepada penonton melalui bahasa Palegongan,” ujarnya.

Menurutnya, karya utama yang menjadi pusat perhatian adalah Tari Palegongan Kreasi “Nyrigśa”, sebuah garapan yang mengangkat perjalanan batin manusia dalam menemukan kesadaran diri melalui bahasa Legong.

Karya tersebut menggambarkan bahwa kesadaran bukan sesuatu yang telah ditemukan, melainkan perjalanan yang terus dicari melalui keberanian menembus lapisan identitas hingga menemukan hakikat diri.

Nyrigśa kami hadirkan sebagai refleksi perjalanan spiritual. Legong bukan hanya dipandang sebagai bentuk tari, tetapi menjadi media untuk memahami diri sendiri dan menemukan harmoni jiwa,” jelasnya.

Selain karya kreasi tersebut, mereka juga membawakan Tabuh Palegongan Klasik “Solo”, karya monumental maestro gamelan Bali, I Wayan Lotring. Gending ini lahir dari pengalaman Lotring saat tampil di Keraton Solo pada 1926, kemudian memadukan karakter musik Keraton Jawa dengan kekayaan ritme gamelan Palegongan Bali sehingga menghasilkan komposisi yang lembut, syahdu, namun tetap dinamis.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Puji Penampilan Luar Biasa Gong Kebyar Wanita Badung di PKB XLVIII 2026

Tak hanya itu, penonton disuguhkan Tari Palegongan Klasik “Legod Bawa” yang mengangkat kisah dalam ajaran Hindu tentang perdebatan kesaktian antara Dewa Brahma dan Dewa Wisnu.

Dalam cerita tersebut, Dewa Siwa menguji kedua dewa melalui lingga suci untuk menunjukkan bahwa tidak ada kekuatan yang melebihi kemahakuasaan-Nya. Nilai filosofis tentang kerendahan hati dan kebijaksanaan menjadi pesan utama dari garapan klasik ini.

Sebagai penutup, Sanggar Seni Dharmawangsa menghadirkan Tabuh Palegongan Kreasi “Rong Telu” yang mengusung tema Ananta Atma Kertih. Komposisi ini memaknai “Rong Telu” bukan sebagai simbol kematian, melainkan perjalanan jiwa menuju kesadaran yang lebih tinggi.

Melalui eksplorasi bunyi gamelan Palegongan, karya ini menggambarkan transformasi manusia dari kehidupan yang penuh dualitas menuju ketenangan dan kesatuan batin.

Yodhie mengatakan seluruh garapan tersebut dirancang agar mampu menunjukkan bahwa seni tradisi Bali terus berkembang tanpa meninggalkan akar budaya yang diwariskan para leluhur.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Palegongan bukan hanya warisan klasik yang harus dijaga, tetapi juga ruang untuk terus berkarya, berefleksi, dan menyampaikan nilai-nilai kehidupan sesuai perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” kata Gusde.

Ia berharap penampilan Duta Kabupaten Badung di PKB XLVIII Tahun 2026 tidak hanya menjadi tontonan yang memanjakan mata, tetapi juga memberikan pengalaman batin dan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni budaya Bali.

Melalui empat garapan yang memadukan nilai sejarah, spiritualitas, dan kreativitas, Sanggar Seni Dharmawangsa berupaya menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi media edukasi sekaligus pelestarian seni Palegongan bagi generasi mendatang. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca