Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Dolanan Anak Mepatung-patungan Jembrana Pukau Penonton PKB 2025

BALIILU Tayang

:

duta jembrana
DUTA JEMBRANA: Bupati Jembrana Kembang Hartawan berfoto bersama Sekaa Dharma Kerti Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara yang menjadi duta Jembrana dalam ajang Utsawa Gong Kebyar Anak-anak Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 Tahun 2025, Selasa (1/7/2025). (Foto: Hms Jembrana)

Denpasar, baliilu.com – Suasana Panggung Terbuka Ardha Candra Denpasar berubah meriah saat Duta Kabupaten Jembrana, Sekaa Dharma Kerti Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara tampil memukau membawakan garapan Dolanan Mepatung-patungan dalam ajang Utsawa Gong Kebyar Anak-anak Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 Tahun 2025, Selasa (1/7/2025).

Tampil bersama duta Kabupaten Karangasem, penampilan duta Kabupaten Jembrana sukses menyedot perhatian dan decak tontonan penonton yang memadati arena pertunjukan. Hadir langsung, Gubernur Bali, Wayan Koster, Forkopimda Jembrana, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana.

Dolanan Mepatung-patungan sendiri terinspirasi dari perkembangan jaman yang begitu pesatnya. Dimana saat ini banyak anak yang lebih fokus pada gadget. Hal ini menjadi perhatian karena penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental anak, serta perkembangan sosial mereka.

Melihat fenomena tersebut maka muncullah ide untuk melestarikan permainan Dolanan yang berjudul Mepatung-patungan. Tarian dolanan ini menggambarkan semangat anak-anak dalam permainan tradisional yang sederhana namun bermakna.

Geraknya mengasah konsentrasi, raganya ditempa sehat, dan hatinya ditanamkan nilai sportivitas sejati. Dalam derap langkah dan sorak riang, tersirat pesan: tak semua permainan harus digital, ada warisan budaya yang hidup dalam tubuh yang bergerak dan hati yang gembira. Lebih menariknya lagi, gaya bahasa dialog yang digunakan menggunakan bahasa khas “Negaroa”.

Sebelum menampilkan pertunjukan pamungkasnya, Duta Gong Kebyar anak-anak Kabupaten Jembrana juga menampilkan Tabuh Kreasi yang berjudul Sulaya Sahela dan Tari Kidang Kencana. Sulaya isinya, sedangkan sahela adalah satu tujuan.

Memaknai konsep paruman, berdebat untuk satu tujuan, yakni mengatur hubungan sosial agar terciptanya jagat kerthi, keharmonisan dalam hubungan sosial. Perdebatan dalam sebuah paruman ini menjadi ide dasar komposisi kreasi kekebyaran yang disusun melalui intuisi, menggambarkan sebuah kejadian di dalam paruman.

Baca Juga  Dampingi Kakao, Kelapa Genjah Disiapkan Menjadi Komoditi Pertanian Unggulan Jembrana

Berbagai macam instrumen yang menggambarkan masyarakat dengan karakter yang berbeda-beda. Dua jenis pukulan on beat dan off beat merupakan simbol perbedaan yang menuju satu tujuan, dengan rel alur melodi sebagai landasan.

Penonjolan pola reong, suling, kendang, serta kotekan merupakan gambaran masukan dalam sebuah paruman. Sementara itu, permainan bersama menunjukkan tercapainya sebuah kesepakatan.

Tari Kidang Kencana merupakan salah satu tarian yang berasal dari Bali. Tari Kidang Kencana “merekam” keceriaan sekawanan kijang di keluasan belantara raya. Saat purnama bersinar penuh, satwa bertanduk indah itu menumpahkan kegembiraannya. Berlari, melompat dan saling bercengkerama sambil bermandi cahaya bulan.

Namun, keceriaan mereka tiba-tiba berubah gaduh karena ada seekor kijang yang berputar pada kesalah pahaman. Teman-temannya sepakat untuk mencelakainya. Beruntung, kesalah pahaman itu cepat teratasi dan mereka kembali rukun.

Pesona satwa kijang itu sukses ditransformasikan ke dalam “bahasa” gerak yang ritmis, dinamis dan estetis. Tari ini diciptakan pada tahun 1983 oleh I Gusti Agung Ngurah Supartha yang dipermanis dengan iringan gamelan gong kebyar yang ditata artistik oleh I Wayan Beratha dan sentuhan gegerongan oleh IGB Arsaja.

Sementara itu, Bupati Kembang Hartawan yang didampingi Ny. Ani Setiawarini mengapresiasi penampilan duta gong kebyar anak-anak Kabupaten Jembrana pada PKB tahun ini.

”Penampilan yang disuguhkan anak-anak Jembrana sangat luar biasa sekali. Para penonton sangat terhibur sekali. Penampilan Sekaa Dharma Kerti Desa Tegal Badeng Timur dari Jembrana dalam garapan Dolanan Mepatung-patungan mempertegas peran anak-anak Bali sebagai pelestari budaya di ajang PKB 2025,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

SENI

Bupati Adi Arnawa Bangga Saksikan Penampilan Duta Gong Kebyar Dewasa Badung pada PKB XLVIII

Published

on

By

bupati adi arnawa
SAKSIKAN GONG KEBYAR DEWASA: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Gubernur Bali Wayan Koster, berfoto bersama usai menyaksikan penampilan Duta Kabupaten Badung pada Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Denpasar, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Gubernur Bali Wayan Koster, sangat bangga menyaksikan penampilan Duta Kabupaten Badung pada Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Rabu (8/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Badung diwakili oleh Komunitas Seni Baturenggong, Banjar Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, yang tampil berpasangan dengan Duta Kabupaten Gianyar.

Turut hadir Wakil Bupati Gianyar AA Gde Mayun, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa beserta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung dan Gianyar.

Bupati Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh seniman, pelatih, pembina, serta masyarakat yang telah mempersiapkan penampilan terbaik Gong Kebyar Dewasa sebagai representasi Kabupaten Badung pada ajang seni budaya terbesar di Bali tersebut.

Pemkab Badung akan terus hadir memberikan dukungan terhadap pembinaan kesenian agar warisan budaya Bali tetap lestari, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

“Kami bangga melihat semangat para seniman yang tampil tadi, khususnya generasi muda, yang mampu menampilkan karya berkualitas dengan mengangkat sejarah serta nilai-nilai budaya lokal. Semoga penampilan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan menjaga jati diri budaya Bali,” ujar Bupati.

Meski sempat diguyur hujan, namun tak menyurutkan semangat Bupati Adi Arnawa dan seluruh undangan untuk menyaksikan tiga garapan yang dibawakan oleh Komunitas Seni Baturenggong, Duta Kabupaten Badung.

“Penampilan Badung sangat mistis sekali, dengan menampilkan cerita Jero Luh yang terdapat memang ada ceritanya, salah satu kemampuannya bisa menjadi pawang hujan. Dan itu terbukti tadi, secara nyata bahwa sempat ada hujan langsung reda. Saya sempat bicara dengan Bapak Gubernur, itulah alam, benar-benar ada kekuatan dan interaksi. Itu luar biasa mistis dan Pak Gubernur sangat puas, kita semua cukup puas juga,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemkab Jembrana Hadir, Bantu Petani Bangkit

Komunitas Seni Baturenggong membawakan tiga garapan yang sarat nilai sejarah dan spiritual. Sajian diawali dengan Tabuh Lelambatan yang menggambarkan kebesaran dan kejayaan Kerajaan Mengwi, dilanjutkan Tari Kreasi yang mengangkat kisah Masepuh, putra Raja Mengwi yang hingga kini diyakini dan dihormati masyarakat di kawasan Seseh dan Munggu.

Penampilan ditutup dengan fragmentari yang mengisahkan Jero Luh, tokoh perempuan spiritual yang menjadi sungsungan masyarakat Mengwi dan memiliki keterkaitan erat dengan ritual sakral di Pura Dalem Mengwi. Pementasan melibatkan sebanyak 147 seniman yang sebagian besar merupakan generasi muda. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Kontingen Badung Curi Perhatian di PKB XLVIII, Fragmentari “Jero Luh” Jadi Magnet Penonton

Published

on

By

gong kebyar badung
GONG KEBYAR DEWASA DUTA BADUNG: Kontingen Kabupaten Badung saat menampilkan kreasi seninya melalui garapan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dari Komunitas Seni Baturenggong, Banjar Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Duta Kabupaten Badung di Panggung Terbuka, Ardha Candra, Denpasar, Rabu, 8 Juli 2026. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Denpasar, baliilu.com – Untuk kesekian kalinya kontingen Kabupaten Badung, tampil dalam rangkaian PKB XLVIII Tahun 2026. Kali ini, kontingen Kabupaten Badung menampilkan kreasi seninya melalui garapan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dari Komunitas Seni Baturenggong, Banjar Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Duta Kabupaten Badung di Panggung Terbuka, Ardha Candra, Denpasar, Rabu, 8 Juli 2026.

Komposer Fragmentari Komunitas Seni Baturenggong, Banjar Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, I Made Adi Suyoga Adnyana, S.Sn menyebut, ada tiga materi yang ditampilkan yakni Tabuh Lima Lawas, Tari Kreasi Masepuh dan pragmentari Jero Luh.

“Untuk pragmentari kami mengangkat sejarah lokal yakni, di Desa Mengwi, tepatnya Sunan Jero Luh, yang mana Sunan Jero Luh memiliki histori terjadi di Puri Abiansemal. Dimana Jero Luh, yang nama awalnya Si Luh Punggul sebagai parekan yang sangat dipercaya dan sakti. Konon meskipun menjelang akhir hayatnya Si Luh Punggul menyampaikan permohonan terakhir agar tapel rangda diletakkan di atas jasadnya. Saat tapel menyentuh tubuhnya roh Jero Luh dipercaya menyatu secara niskala dengan tapel rangda, yang hingga saat ini tapel rangda ini menjadi sesuhunan di Pura Dalem Mengwi,” terangnya, di sela kegiatan pertunjukan, Rabu (8/7/2026) di Ardha Candra, Denpasar.

Ia mengaku, persiapan pertunjukan yang memakan waktu satu setengah jam ini membutuhkan waktu 6 bulan.

“Kami melakukan persiapan telah dimulai sejak bulan Januari hingga saat ini, jadi kurang lebih 6 bulan lamanya,” ucapnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Badung dalam kaitan dengan pertunjukan ini telah mensupport dengan sangat baik.

Sembari Adnyana berharap, ke depan sangat diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Badung agar lebih banyak lagi memberi ruang kreatif, khususnya pada pembibitan generasi muda, baik komposer, koreografer maupun pemain agar dapat diberi ruang terutama dalam mengasah sekillnya dan menjadi potensi lokal jenius yang bagus di Kabupaten Badung kedepannya. (gs/bi)

Baca Juga  Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi Dimulai, Bupati Jembrana, Tabanan dan Sekda Badung Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Gubernur Koster

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Kresna Duta Durjana, Pementasan Wayang Kulit Badung Angkat Pesan Menghargai Atman

Published

on

By

Wayang Kulit badung
PARADE WAYANG KULIT: Sanggar Seni Dhanan Jaya Banjar Pengayehan Desa Cemagi Kecamatan Mengwi sebagai Duta Seni Kabupaten Badung saat tampil dalam Utsawa (Parade) Wayang Kulit dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 di Depan Gedung Kria Art Center Denpasar, Senin (6/7/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Denpasar, baliilu.com – Sanggar Seni Dhanan Jaya Banjar Pengayehan Desa Cemagi Kecamatan Mengwi sebagai Duta Seni Kabupaten Badung tampil dalam Utsawa (Parade) Wayang Kulit dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 di Depan Gedung Kria Art Center Denpasar, Senin (6/7/2026).

Melibatkan total 29 seniman, dalam pementasan ini Sanggar Seni Dhanan Jaya menampilkan garapan wayang kulit klasik yang berjudul Kresna Duta Durjana.

Kresna Duta Durjana menggambarkan kisah dalam perang Mahabarata yakni dilemanya Maha Raja Yudistira karena harus berperang melawan saudara, keluarga dan gurunya sendiri.

Atas desakan Bima dan nasehat dari Prabu Kresna, Maha Raja Yudistira diyakinkan bahwa kejahatan harus ditumpas demi tegaknya dharma.

Puncak dari cerita Kresna Duta Durjana yakni ketika Kresna menegaskan kepada Yudistira bahwa yadnya dari seorang ksatria adalah dalam perjalanan menuju kematian yang paling utama untuk memuliakan atman seorang ksatria adalah mati dalam peperangan.

Dalang sekaligus Ketua Sanggar Dhanan Jaya, I Made Ariawan menyampaikan alasan dibalik cerita Kresna Duta Durjana dikarenakan sesuai dan selaras dengan tema Pesta Kesenian Bali ke-48 yakni Atma Kerthi.

“Karena sang ksatria yadnya-nya adalah di medan perang.  Mati mendapatkan swarga, hidup akan mendapatkan kejayaan. Maka dari itu, sang ksatria tidak boleh mundur dalam medan peperangan. Hidup dan mati harus dipertaruhkan di sana. Begitu juga dalam tema Atma Kerthi ini, kita harus memberikan jalannya atma bagaimana perjalanan atma itu agar menemukan tempat yang terbaik,” ujar Made Ariawan ditemui sebelum pementasan.

Lebih Lanjut Made Ariawan menuturkan pesan dari cerita Kresna Duta Durjana dalam kehidupan  yakni untuk menghargai dan menyayangi atman, baik ketika semasih berada di dalam maupun ketika lepas dari badan manusia.

Baca Juga  Dampingi Kakao, Kelapa Genjah Disiapkan Menjadi Komoditi Pertanian Unggulan Jembrana

“Di sini  banyak ada petuah bagaimana cara kita menyayangi badan kita, atman yang ada dalam diri, dan juga bagaimana menyiapkan perjalanan atman ketika sudah lepas dari badan kita sendiri,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana menegaskan dukungan penuh dari pemerintah untuk seniman-seniman Badung yang pentas di ajang Pesta Kesenian Bali.

“Pemerintah Kabupaten Badung pasti selalu mensupport penuh seniman terkait dengan pelestarian seni, tradisi, dan budaya di Bali,” ujar Gede Sukadana.

Gede Sukadana lanjut menceritakan kesenian wayang yang sarat dengan nilai filosofis dalam membangun sebuah karakter yang perlu dijadikan acuan oleh masyarakat.

“Ketika berbicara masalah wayang, disana banyak filosofis hidup yang perlu dijadikan acuan oleh krama Badung dan termasuk juga di dalamnya generasi muda Badung untuk membangun sebuah karakter, ya. Untuk membangun sebuah karakter yang bisa mencintai yang telah diwariskan oleh leluhur kita, agar kita juga sebagai generasi muda bisa melestarikan,” tutup I Gede Sukadana. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca