Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Denpasar Gelar Miniatur Otomotif dan E-Sport

Beri Ruang Kreativitas dan Perkuat Digital Entertainment

Loading

BALIILU Tayang

:

miniatur otomotif denpasar
HOBBYLAND 4WHEEL RACING : Dinas Pariwisata Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, bekerja sama dengan BKRAF Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan Hobbyland 4Wheel Racing dan E-Sport Holly Rumble Night di Graha Yowana Suci (GYS) Sabtu (25/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hobbyland tahun 2025, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, bekerja sama dengan BKRAF Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan Hobbyland 4Wheel Racing dan E-Sport Holly Rumble Night di Graha Yowana Suci (GYS) Sabtu (25/10) yang bekerjasama dengan komunitas Tamiya Denpasar.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar Ni Luh Putu Riyastiti didampingi Kabid Ekonomi Kreatif, A.A. Ngurah Mahendra Putra dan Pengurus BKRAF Kota Denpasar, Agung Eko Dananjaya, ditemui mengatakan kegiatan ini menghadirkan kompetisi Tamiya Open Race yang terbuka untuk umum yang mana mempertemukan berbagai komunitas Tamiya dari Denpasar dan Kabupaten lain di Bali. Kegiatan ini menurutnya diselenggarakan selama dua hari Sabtu-Minggu (25-26/10) di GYS.

Lebih lanjut dijelaskan pelaksanaan, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga saling berbagi teknik, strategi, dan kreativitas dalam merakit serta memodifikasi mini 4WD mereka. Lebih dari sekadar ajang hobi, Hobbyland: 4Wheel Racing diinisiasi sebagai trigger pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif baru di Denpasar.

“Melalui wadah ini, diharapkan muncul bibit modifikator muda yang mampu menghasilkan produk-produk inovatif dan bernilai ekonomi tinggi—sebagaimana keberhasilan Denpasar sebelumnya dalam mengembangkan subsektor motor custom yang kini menjadi bagian dari peta nasional ekonomi kreatif,” kata Riyas.

Acara ini menurutnya juga menjadi wadah rekreasi publik yang memperkuat semangat sportivitas, kolaborasi, dan inovasi teknis, sekaligus menumbuhkan interaksi sosial positif di kalangan generasi muda. Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen menjadikan kegiatan seperti ini sebagai sarana pembinaan berkelanjutan, agar minat dan bakat warga dapat berkembang menjadi potensi ekonomi yang nyata.

“Dengan dukungan penuh berbagai komunitas, Hobbyland: 4Wheel Racing menjadi bukti bahwa ruang publik seperti Graha Yowana Suci bukan hanya tempat berkegiatan, melainkan laboratorium ide dan kreativitas, di mana budaya, teknologi, dan imajinasi bersatu untuk melahirkan nilai baru bagi Kota Denpasar,” pungkasnya.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Buka Pelatihan Tata Kelola, Bisnis dan Pemasaran Destinasi Pariwisata

Sementara, Pengurus E-Sport Kota Denpasar, Bagus Eka mengatakan untuk kegiatan E-Sport Arena  menghadirkan dua kategori kompetisi utama, yaitu FC26 (Football Club 26) dan TEKKEN 8, dua game yang tengah menjadi ikon dalam dunia e-sport global. Menurutnya, tidak hanya diikuti oleh para gamer profesional, acara ini juga dihadiri oleh komunitas e-sport lokal, pelaku kreatif digital, serta penggemar budaya pop.

Menariknya, acara ini turut menghadirkan influencer dan cosplayer lokal yang menyapa langsung para peserta dan pengunjung, menciptakan atmosfer interaktif khas budaya e-sport modern.

“Penyelenggaraan Holy Rumble Night ini merupakan bentuk nyata dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pertumbuhan subsektor konten kreator digital dan e-sport, yang kini menjadi bagian penting dari peta ekonomi kreatif Kota Denpasar,” jelasnya.

Selebihnya, melalui ajang ini, diharapkan lahir lebih banyak talenta baru di bidang digital seperti caster, streamer, dan event organizer kreatif, yang dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Dengan semangat kolaborasi lintas komunitas, Holy Rumble Night tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga platform regenerasi talenta dan inovasi, yang memperkuat posisi Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya dan teknologi. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Hadiri Sesi Pleno KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Perdamaian Kawasan

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/dpr.go.id)

Mactan Expo, Cebu, Filipina, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.

“Kita harus memberi contoh, kita harus benar-benar berkomitmen untuk memiliki ASEAN yang solid dan ASEAN yang menjaga perdamaian, menjaga stabilitas, yang menghargai dialog dan kolaborasi,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai bahwa konflik dan rivalitas geopolitik hanya akan membawa dampak buruk bagi masyarakat dan menghambat pembangunan kawasan. Oleh karena itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa ASEAN harus terus mengedepankan dialog dan kerja sama sebagai fondasi utama hubungan antarnegara.

“Kita tidak boleh membiarkan persaingan. Kita tidak boleh membiarkan masa lalu kita menentukan masa kini dan masa depan kita. Indonesia bertekad untuk membangun kebijakan bertetangga yang baik,” tutur Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa ASEAN harus mampu menjaga independensi dan tidak terpengaruh oleh rivalitas geopolitik global yang dapat memecah persatuan kawasan. “Sekali lagi, kita tidak boleh terbawa dan tidak boleh terpengaruh oleh arus persaingan geopolitik dan ego saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus memperkuat budaya damai dan kerja sama kawasan di tengah meningkatnya berbagai tantangan global. Menurutnya, ASEAN harus mampu menjadi contoh kawasan yang stabil, harmonis, dan menjunjung tinggi perdamaian dunia.

“Di tengah makin dalamnya perpecahan, budaya perdamaian ASEAN tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga harus kita majukan agar menjadi contoh global. ASEAN harus benar-benar menjadi zona perdamaian,” ucap Presiden Prabowo. (gs/bi)

Baca Juga  Respons Isu Pemotongan Upah Pematung Taman Makotek, Ketua Komisi II DPRD Badung Panggil Pihak Terkait

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KSSK Pastikan Stabilitas Fiskal dan Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Published

on

By

stabilitas fiskal
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, saat Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5). (Foto: Hm Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan nasional pada triwulan I tahun 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5).

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan I-2026 tetap dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik Timur Tengah,” ujar Menkeu Purbaya.

Menkeu menjelaskan, memasuki April 2026 dinamika konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar keuangan global, terutama melalui lonjakan harga energi. Oleh karena itu, KSSK akan terus melakukan asesmen secara forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan guna memitigasi berbagai risiko ketidakpastian global.

Di sisi domestik, Menkeu menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat cukup baik. Meski demikian, Menkeu menyampaikan akan terus waspada terhadap semua kendala  yang mungkin timbul

“Untuk ekonomi domestik kita lihat triwulan pertama pertumbuhan cukup bagus, 5,61 persen. Tapi kita akan lihat seperti apa di triwulan kedua tahun ini. Kita waspadai semua kendala yang mungkin timbul,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.

“Kalau kita lihat di APBN kan targetnya 6,4 persen tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun ini,” imbuhnya.

Pada penutup konferensi pers, KSSK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga  Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Jadi Fokus Gathering Pariwisata “Rejuvenate Sanur”

“KSSK berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi dan memperkuat coordinated policy response serta kewaspadaan untuk memitigasi berbagai risiko yang dapat berdampak terhadap perekonomian dan stabilitas sistem keuangan,” tutup Menkeu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Legislator Dorong Pengakuan Konstitusional Masyarakat Adat

Published

on

By

RUU Masyarakat Adat
KUNKER: Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta dalam kunjungan kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Bali guna menyerap masukan langsung terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat. Kunjungan ini krusial mengingat Bali memiliki struktur sosial masyarakat adat yang sangat stabil dan telah diakui secara tradisional namun masih kerap menghadapi tantangan dalam sinkronisasi regulasi nasional.

Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta, menjelaskan bahwa pemilihan Bali sebagai lokasi kunjungan didasari oleh sistem desa adatnya yang sudah tertata dengan baik. Di Bali, terdapat sekitar 1.500 desa adat yang memiliki institusi stabil, lengkap dengan konstitusi adat (Awig-awig), pemerintahan adat, serta kekayaan sendiri.

“Bali kita jadikan tempat untuk kita kunjungi berkaitan dengan persoalan penyusunan undang-undang tentang masyarakat adat. Karena kita tahu Bali memiliki struktur sosial yang memang sudah ada sejak dulu. Di Bali ini ada tiga desa; desa dinas administratif, dan desa adat dengan institusi yang sudah sangat stabil,” ujar Nyoman Parta di sela pertemuan dengan pemangku kepentingan di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026).

Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti bahwa meskipun Bali sudah memiliki peraturan daerah dan gubernur tentang perlindungan desa adat, posisi masyarakat adat sering kali masih terabaikan ketika berhadapan dengan kebijakan investasi atau perizinan negara. Ia menekankan bahwa RUU ini harus mampu memberikan kepastian hukum agar masyarakat adat tidak selalu menjadi pihak yang kalah dalam konflik agraria atau perizinan.

“Sering sekali ketika modal datang, ketika peraturan-peraturan datang, sering sekali mengabaikan posisi masyarakat adat, mengabaikan desa adat, terutama sekali berkaitan dengan persoalan perizinan dan politik perizinan negara. Ini sering sekali masyarakat adat merasa diabaikan dan akhirnya konflik yang berkembang,” tegas Nyoman Parta.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Dorong Sektor Pariwisata Destinasi dan Horeka Terapkan Ekonomi Sirkular

Lebih lanjut, Nyoman Parta memaparkan tiga alasan utama mengapa RUU Masyarakat Adat ini mendesak untuk segera disahkan. Pertama, proses pembahasannya yang sudah berjalan sangat lama hingga 22 tahun. Kedua, masyarakat adat merupakan ciri asli Indonesia yang sudah eksis jauh sebelum kemerdekaan. Ketiga, peran vital masyarakat adat dalam isu lingkungan global.

“Dalam konteks kekinian, jika kita bicara tentang urusan perubahan iklim, kita bicara tentang tabungan karbon, yang paling berjasa dalam merawat alam dan lingkungan adalah masyarakat adat. Maka dengan undang-undang ini, mungkin nanti masyarakat adat itu cukup deklarasi saja, selanjutnya dilakukan verifikasi untuk mendapatkan pengesahan,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini juga membahas integrasi RUU Masyarakat Adat dengan urgensi Satu Data Indonesia. Nyoman Parta meyakini bahwa dengan adanya undang-undang ini, pendataan wilayah adat, hutan adat, dan wilayah administrasi akan menjadi lebih rapi dan sinkron, sehingga dapat menunjang sektor pariwisata yang berbasis pada kelestarian budaya masyarakat adat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca