Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kota Denpasar ‘Melepas Matahari 2025’ dengan Sajian Pementasan Budaya

Usung Tema Bhineka Nusantara, Gelorakan Semangat Kolaborasi untuk Denpasar

Loading

BALIILU Tayang

:

Melepas Matahari 2025
MELEPAS MATAHARI: Walikota Jaya Negara beserta jajaran saat menghadiri Gelaran Budaya bertajuk 'Melepas Matahari 2025', digelar Pemerintah Kota Denpasar di kawasan Catur Muka, Rabu (31/12) petang. (Foto: Hms Pemkot Denpasar)

Denpasar, baliilu.com – Gelaran Budaya bertajuk ‘Melepas Matahari 2025’, digelar Pemerintah Kota Denpasar di kawasan Catur Muka, Rabu (31/12) petang. Mengusung tema ‘Bhineka Nusantara’, acara tahunan ini diawali dengan doa bersama lintas agama, yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan ratusan penari dalam pementasan inaugurasi tarian dibawah koordinasi Sanggar Sakti Manca. Acara Melepas Matahari ini selanjutnya ditutup dengan seremonial pelepasan burung merpati.

Bhineka Nusantara sendiri diusung sebagai simbolisasi keberagaman etnis, bahasa, agama, dan ekspresi seni yang hidup berdampingan. Sebagai kota kreatif berwawasan budaya, Denpasar tidak hanya menjadi pusat administrasi dan ekonomi Bali, tetapi juga ruang temu berbagai identitas Nusantara yang berinteraksi secara dinamis, membentuk estetika sosial yang harmonis.

Hadir langsung pada acara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Pj. Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, dan juga jajaran Forkompinda Kota Denpasar.

Selain itu, tampak pula di deretan tamu undangan, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Gatriwara Kota Denpasar, Ny. Purnawati Ngurah Gede, Pj. Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya, dan tamu undangan lainnya.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengungkapkan, kegiatan melepas matahari tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya, malam pergantian tahun diisi dengan berbagai acara musik dan pesta kembang api, acara tahun ini dikemas sebaliknya.

“Acara melepas matahari pada tahun ini memang dikemas sederhana tanpa adanya pesta kembang api. Meskipun digelar sederhana, namun harapannya acara ini juga bisa menjadi ruang ekspresi kesenian dan dapat dinikmati oleh masyarakat Kota Denpasar,” kata Jaya Negara.

Baca Juga  Dishub Denpasar Pindahkan Pedagang di Terminal Wangaya ke Pasar Cokroaminoto

Pada kesempatan yang sama, Jaya Negara juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar, unsur TNI/Polri, unsur Forkompinda lainnya beserta jajaran, para anggota dan dewan pimpinan DPRD Kota Denpasar, dan seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Denpasar dalam menjalankan pembangunan.

Lebih lanjut, Wali Kota Denpasar Jaya Negara juga mengemukakan, di tahun 2026 mendatang, persoalan sampah dan antisipasi banjir akan menjadi skala prioritas penanganan. “Harapannya di tahun 2026 ini Kota Denpasar bisa menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara didampingi Kepala Bidang Kesenian, Wayan Narta mengatakan, pentas budaya Melepas Matahari sendiri dipusatkan di kawasan Catur Muka dan dilanjutkan dengan beragam persembahan budaya di sisi selatan Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Sekitar 2000 penari akan di bawah koordinasi Sanggar Tari Caksu Praba Cita ikut memeriahkan acara ini.

Pada garapan inaugurasi sendiri, secara filosofi bermakna memposisikan seni pertunjukan sebagai medium lintas budaya, di mana setiap unsur gerak, ritme, bunyi, dan visual memiliki esensi makna identitas Nusantara.

“Keberagaman tidak ditampilkan sebagai kesan yang terpisah, melainkan sebagai nilai yang saling menguatkan, “Tat Twam Asi” bahwa perbedaan adalah cermin kesatuan. Karya ini menjadi motivasi kesadaran makna sekaligus pesan, bahwa harmoni lahir dari pengakuan atas perbedaan sebagai sumber daya kultural, bukan sebagai batas identitas,” paparnya.

Lebih lanjut, Raka Purwantara juga membeberkan, beberapa pementasan juga ditampilkan di panggung sisi selatan Lapangan Puputan Badung pada pukul 20.00. Antara lain pagelaran Barungan yang dibawakan oleh Gong Kebyar Wanita dan Gong Kebyar Anak-Anak calon duta PKB Tahun 2026. Kemudian ada juga pementasan dolanan tradisional, yang dibawakan oleh Gong Kebyar Anak-Anak duta PKB Tahun 2025 lalu.

Baca Juga  Lakukan Prosesi ‘’Mendem Pedagingan’’, Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara ‘’Melaspas’’ Pura Dalem Padangsambian Kelod

“Gelaran budaya ini juga turut melibatkan kesenian etnis, di antaranya Saman (Aceh), Jaranan Jawa, kesenian Borneo, Tionghoa, serta kesenian Bali seperti Jejangeran, yang dipadukan dalam konsep Vasudaiva Kutumbakam,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Hadiri Sesi Pleno KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Perdamaian Kawasan

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/dpr.go.id)

Mactan Expo, Cebu, Filipina, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.

“Kita harus memberi contoh, kita harus benar-benar berkomitmen untuk memiliki ASEAN yang solid dan ASEAN yang menjaga perdamaian, menjaga stabilitas, yang menghargai dialog dan kolaborasi,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai bahwa konflik dan rivalitas geopolitik hanya akan membawa dampak buruk bagi masyarakat dan menghambat pembangunan kawasan. Oleh karena itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa ASEAN harus terus mengedepankan dialog dan kerja sama sebagai fondasi utama hubungan antarnegara.

“Kita tidak boleh membiarkan persaingan. Kita tidak boleh membiarkan masa lalu kita menentukan masa kini dan masa depan kita. Indonesia bertekad untuk membangun kebijakan bertetangga yang baik,” tutur Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa ASEAN harus mampu menjaga independensi dan tidak terpengaruh oleh rivalitas geopolitik global yang dapat memecah persatuan kawasan. “Sekali lagi, kita tidak boleh terbawa dan tidak boleh terpengaruh oleh arus persaingan geopolitik dan ego saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus memperkuat budaya damai dan kerja sama kawasan di tengah meningkatnya berbagai tantangan global. Menurutnya, ASEAN harus mampu menjadi contoh kawasan yang stabil, harmonis, dan menjunjung tinggi perdamaian dunia.

“Di tengah makin dalamnya perpecahan, budaya perdamaian ASEAN tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga harus kita majukan agar menjadi contoh global. ASEAN harus benar-benar menjadi zona perdamaian,” ucap Presiden Prabowo. (gs/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Aktivasi IKD, Disdukcapil Kota Denpasar Buka Layanan Jemput Bola ke Kantor Pajak

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KSSK Pastikan Stabilitas Fiskal dan Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Published

on

By

stabilitas fiskal
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, saat Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5). (Foto: Hm Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan nasional pada triwulan I tahun 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5).

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan I-2026 tetap dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik Timur Tengah,” ujar Menkeu Purbaya.

Menkeu menjelaskan, memasuki April 2026 dinamika konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar keuangan global, terutama melalui lonjakan harga energi. Oleh karena itu, KSSK akan terus melakukan asesmen secara forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan guna memitigasi berbagai risiko ketidakpastian global.

Di sisi domestik, Menkeu menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat cukup baik. Meski demikian, Menkeu menyampaikan akan terus waspada terhadap semua kendala  yang mungkin timbul

“Untuk ekonomi domestik kita lihat triwulan pertama pertumbuhan cukup bagus, 5,61 persen. Tapi kita akan lihat seperti apa di triwulan kedua tahun ini. Kita waspadai semua kendala yang mungkin timbul,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.

“Kalau kita lihat di APBN kan targetnya 6,4 persen tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun ini,” imbuhnya.

Pada penutup konferensi pers, KSSK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga  Antisipasi Lonjakan Angkutan Nataru, Dishub Kota Denpasar Buka 5 Pos Pantau

“KSSK berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi dan memperkuat coordinated policy response serta kewaspadaan untuk memitigasi berbagai risiko yang dapat berdampak terhadap perekonomian dan stabilitas sistem keuangan,” tutup Menkeu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Legislator Dorong Pengakuan Konstitusional Masyarakat Adat

Published

on

By

RUU Masyarakat Adat
KUNKER: Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta dalam kunjungan kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Bali guna menyerap masukan langsung terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat. Kunjungan ini krusial mengingat Bali memiliki struktur sosial masyarakat adat yang sangat stabil dan telah diakui secara tradisional namun masih kerap menghadapi tantangan dalam sinkronisasi regulasi nasional.

Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta, menjelaskan bahwa pemilihan Bali sebagai lokasi kunjungan didasari oleh sistem desa adatnya yang sudah tertata dengan baik. Di Bali, terdapat sekitar 1.500 desa adat yang memiliki institusi stabil, lengkap dengan konstitusi adat (Awig-awig), pemerintahan adat, serta kekayaan sendiri.

“Bali kita jadikan tempat untuk kita kunjungi berkaitan dengan persoalan penyusunan undang-undang tentang masyarakat adat. Karena kita tahu Bali memiliki struktur sosial yang memang sudah ada sejak dulu. Di Bali ini ada tiga desa; desa dinas administratif, dan desa adat dengan institusi yang sudah sangat stabil,” ujar Nyoman Parta di sela pertemuan dengan pemangku kepentingan di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026).

Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti bahwa meskipun Bali sudah memiliki peraturan daerah dan gubernur tentang perlindungan desa adat, posisi masyarakat adat sering kali masih terabaikan ketika berhadapan dengan kebijakan investasi atau perizinan negara. Ia menekankan bahwa RUU ini harus mampu memberikan kepastian hukum agar masyarakat adat tidak selalu menjadi pihak yang kalah dalam konflik agraria atau perizinan.

“Sering sekali ketika modal datang, ketika peraturan-peraturan datang, sering sekali mengabaikan posisi masyarakat adat, mengabaikan desa adat, terutama sekali berkaitan dengan persoalan perizinan dan politik perizinan negara. Ini sering sekali masyarakat adat merasa diabaikan dan akhirnya konflik yang berkembang,” tegas Nyoman Parta.

Baca Juga  Sukseskan Gerakan 10 Juta Bendera, Seluruh OPD Pemkot Denpasar Bagikan Bendera Merah Putih

Lebih lanjut, Nyoman Parta memaparkan tiga alasan utama mengapa RUU Masyarakat Adat ini mendesak untuk segera disahkan. Pertama, proses pembahasannya yang sudah berjalan sangat lama hingga 22 tahun. Kedua, masyarakat adat merupakan ciri asli Indonesia yang sudah eksis jauh sebelum kemerdekaan. Ketiga, peran vital masyarakat adat dalam isu lingkungan global.

“Dalam konteks kekinian, jika kita bicara tentang urusan perubahan iklim, kita bicara tentang tabungan karbon, yang paling berjasa dalam merawat alam dan lingkungan adalah masyarakat adat. Maka dengan undang-undang ini, mungkin nanti masyarakat adat itu cukup deklarasi saja, selanjutnya dilakukan verifikasi untuk mendapatkan pengesahan,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini juga membahas integrasi RUU Masyarakat Adat dengan urgensi Satu Data Indonesia. Nyoman Parta meyakini bahwa dengan adanya undang-undang ini, pendataan wilayah adat, hutan adat, dan wilayah administrasi akan menjadi lebih rapi dan sinkron, sehingga dapat menunjang sektor pariwisata yang berbasis pada kelestarian budaya masyarakat adat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca