Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Angkat Tema Edu Green, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Apresiasi Denpasar Education Festival 2026

BALIILU Tayang

:

def
HADIRI DEF: Mendikdasmen Abdul Mu’ti yang didampingi Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat menghadiri puncak acara DEF di Gedung Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Kamis (7/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI memberikan apresiasi atas gelaran Denpasar Education Festival (DEF) yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Ajang ini menjadi bukti positif Pemerintah Kota Denpasar berhasil memadukan berbagai elemen pendidikan secara berkelanjutan.

Demikian diungkapkan Mendikdasmen Abdul Mu’ti yang didampingi Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat menghadiri puncak acara DEF di Gedung Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Kamis (7/5).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Perwakilan Bali, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja, Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, IB Yoga Adi Putra, Forkopimda, pimpinan OPD, kepala sekolah, guru serta undangan lainnya.

Pelaksanaan DEF Tahun 2026 ini juga dirangkaikan dengan penyerahan dua rekor muri yakni sekolah rintisan cinta bangga paham rupiah dan gebyar yoga asana serentak. Dalam kesempatan tersebut juga turut digelar beragam pementasan kreativitas pelajar dan apresiasi insan pendidikan Kota Denpasar.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam sambutannya mengatakan, DEF Tahun 2026 merupakan bukti nyata bahwa pusat pendidikan berlangsung baik. Hal ini merupakan sebuah ekosistem untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Pihaknya sangat mengapresiasi tema yang diangkat dalam event tersebut.

“Kami rasa tema yang diangkat sangat tepat, yakni edu green dimana merupakan pendidikan yang ramah lingkungan. Hal ini tentunya sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk membangun budaya asri (aman, sehat, bersih dan indah),” ujarnya.

Dikatakannya, generasi yang kuat, tangguh dan beradaptasi dengan berbagai macam perubahan dengan memiliki sedikitnya empat kekuatan, yakni kekuatan jasmani, kekuatan intelektual, kekuatan sepiritual dan kekuatan moral. Hal inilah yang menjadi poin penting pelaksanaan Denpasar Education Festival ini.

Baca Juga  Jaga Harga Kebutuhan Pokok Tetap Terjangkau, Pemkot Denpasar Kembali Gelar Bazar Pangan

“Kami sudah dua kali hadir langsung dalam festival ini, tentunya festival ini dapat diadopsi oleh daerah lain dan menjadi percontohan penguatan pendidikan melalui event-event semacam ini,” ujarnya.

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengucapkan terima kasih atas kehadiran Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti di Kota Denpasar. Sebagai kota budaya dan kota kreatif, Denpasar senantiasa menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Secara berkelanjutan Pemerintah Kota Denpasar siap membangun sinergitas dalam mendukung terwujudnya pendidikan bermutu dan berkualitas di Indonesia.

Lebih lanjut dijelaskan, upaya pembangunan manusia di Kota Denpasar menunjukkan capaian yang membanggakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Denpasar Tahun 2025 mencapai 85,63 yang melampaui rata-rata Provinsi Bali maupun nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi berlangsung dengan selaras dan berkelanjutan.

Kadis Dikpora Kota Denpasar AA Gede Wiratama menambahkan, adapun rangkaian kegiatan DEF tahun ini meliputi workshop peningkatan Kompetensi Guru PAUD, SD, dan SMP se-Kota Denpasar, gelar Senam Anak Indonesia Hebat, Kampanye 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Book Fair (Bazar Buku), pameran inovasi pendidikan, pentas seni kreativitas pelajar, apresiasi insan pendidikan Kota Denpasar, Puncak Peringatan Hari Pendidikan dan DEF Ke-3 Tahun 2026. Adapun kegiatan ini diikuti sebanyak 25 stand dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga SPK. Pameran tersebut menampilkan berbagai inovasi, hasil penelitian, hingga prestasi siswa tingkat nasional. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bupati Kembang Hartawan Canangkan BBGRM dan HKG PKK Ke-54 di Pantai Keramat

Published

on

By

BBGRM Jembrana
BUKA PENCANANGAN BBGRM: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan secara resmi membuka Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2026 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Jembrana yang dipusatkan di Pantai Keramat, Banjar Melaya Pantai, Kecamatan Melaya, pada Rabu (6/5/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, didampingi oleh Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna secara resmi membuka Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2026 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Jembrana. Acara yang sarat akan nilai budaya ini dipusatkan di Pantai Keramat, Banjar Melaya Pantai, Kecamatan Melaya, pada Rabu (6/5/2026).

Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan kulkul secara serentak, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi lingkungan berupa penanaman pohon mangrove di pesisir pantai.

​Dalam sambutannya, Bupati Kembang menekankan bahwa gotong-royong harus dimaknai lebih dalam, bukan sekadar aktivitas fisik rutin.

“Gotong-royong tidak hanya sebatas bersih-bersih dan menanam pohon. Ini merupakan cerminan hidup kita dalam berbangsa dan bernegara. Mari kita terapkan pola gotong royong dalam semua gerak kehidupan kita bermasyarakat,” ujar Bupati Kembang di hadapan para undangan dan warga.

​Kepala Dinas PMD PPPA PPKB Kabupaten Jembrana, Ni Kade Ari Sugianti, S.Pd., M.Pd., melaporkan bahwa kegiatan ini mengacu pada hasil Rakernas X PKK Tahun 2025. Beliau menjelaskan bahwa BBGRM merupakan wahana untuk memperkuat integrasi sosial serta meningkatkan kemitraan antara masyarakat dan pemerintah.

Penyelenggaraan tahun ini difokuskan pada empat bidang utama yakni ​Bidang Kemasyarakatan: Menggerakkan partisipasi aktif warga dalam pembangunan melalui aksi gotong royong. ​Bidang Ekonomi: Mempromosikan kemandirian desa melalui pameran produk olahan unggulan asli Desa Melaya. ​Bidang Sosial Budaya & Agama: Pemberian bantuan sembako secara simbolis sebagai wujud kepedulian terhadap para lansia. Dan ​Bidang Lingkungan: Pelestarian ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove secara bersama-sama.

​Peringatan HKG PKK ke-54 yang dilaksanakan bersamaan ini juga bertujuan untuk memperkuat semangat pemberdayaan keluarga. Melalui gerakan PKK, pemerintah berharap dapat mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera, sehat, dan mandiri, sebagai unit terkecil namun paling krusial dalam pembangunan bangsa.

Baca Juga  Kota Denpasar Jadi Tuan Rumah Forum Smart City Tahun 2024

​Acara diakhiri dengan peninjauan stan pameran produk unggulan desa, penyerahan paket sembako untuk warga kurang mampu dan aksi nyata penanaman mangrove oleh Bupati beserta jajaran OPD Kabupaten Jembrana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

10 Desa di Gianyar Siap Ikuti Lomba Telajakan

Published

on

By

tp Posyandu Gianyar
EVALUASI PERSIAPAN LOMBA: Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan evaluasi persiapan lomba di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Selasa (5/5). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Matangkan persiapan lomba telajakan, Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan evaluasi persiapan lomba di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Selasa (5/5).

Kegiatan bertujuan untuk memastikan kesiapan desa peserta dalam mengikuti lomba telajakan, sekaligus sebagai sarana pembinaan dan penilaian awal terhadap berbagai aspek yang menjadi kriteria lomba.

Adapun desa yang mengikuti evaluasi persiapan lomba telajakan meliputi Desa Peliatan, Desa Mas, Desa Batubulan, Desa Kemenuh, Desa Celuk, Desa Kedisan, Desa Sanding, Desa Saba, Desa Petak Kaja, serta Desa Kerta.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif untuk menggali potensi desa-desa yang layak diusulkan ke tingkat provinsi.

“Melalui lomba telajakan ini, kami ingin mendorong terwujudnya telajakan yang bersih, rapi, dan bebas sampah. Harapannya, tanpa harus dibuat-buat, masyarakat sudah mampu menata telajakan secara mandiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra berharap desa yang terpilih nantinya dapat menjadi contoh dan memberikan dampak positif bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Gianyar.

Dalam proses penilaian, terdapat beberapa indikator yang menjadi perhatian, di antaranya pembinaan, kesesuaian fungsi telajakan, serta aspek kebersihan dan keindahan lingkungan.

Selain itu, penataan telajakan juga diharapkan dapat memperkuat identitas daerah, salah satunya melalui pemanfaatan maskot Gianyar seperti bunga padma. Peran serta masyarakat juga didukung melalui kegiatan kulkul gotong-royong PKK, termasuk keterlibatan kader PKK dalam menjaga kebersihan dan keindahan telajakan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  MDA Tegaskan Tak Ada Larangan Menaruh Ogoh-ogoh di Pinggir Jalan oleh Pemkot Denpasar
Lanjutkan Membaca

NEWS

 3 Desa di Buleleng Ikuti Program Apresiasi Desa Transparan 2026

Published

on

By

Desa Transparan Buleleng
VISITASI: Komisi Informasi (KI) Provinsi Bali saat melakukan visitasi ke sejumlah desa di Kabupaten Buleleng mulai Senin (4/5) dan Kamis (7/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Naik kelas menuju transparansi, tiga desa di Kabupaten Buleleng yakni Pemaron, Baktiseraga, dan Tajun resmi mengikuti Program Apresiasi Desa Transparan 2026. Dari total 19 desa se-Bali, ketiganya menjadi representasi daerah dengan modal status informatif untuk menembus standar yang lebih tinggi berbasis inovasi serta mendorong tata kelola yang terbuka dan akuntabel.

Komisi Informasi (KI) Provinsi Bali melakukan visitasi ke sejumlah desa di Kabupaten Buleleng mulai Senin (4/5) dan Kamis (7/5), sebagai bagian dari rangkaian penjaringan program tersebut. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengevaluasi kesiapan desa, sekaligus mendorong kualitas layanan informasi publik di tingkat desa agar semakin responsif dan terukur.

Ditemui usai kegiatan, Ketua Komisi Informasi Provinsi Bali, Dewa Nyoman Suardana, menegaskan bahwa program apresiasi desa transparan tidak hanya menilai pemenuhan standar layanan informasi, tetapi juga melihat komitmen desa dalam membangun budaya keterbukaan yang berkelanjutan.

“Visitasi ini merupakan bagian dari penilaian lanjutan setelah desa mengikuti pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ). Kami mendalami berbagai aspek mulai dari potensi desa, implementasi kebijakan pemerintah desa, hingga inovasi keterbukaan digital yang sudah dijalankan,” ujar Dewa Nyoman Suardana.

Menurutnya, desa-desa di Buleleng menunjukkan perkembangan positif, khususnya dalam komitmen menghadirkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan adaptif terhadap digitalisasi pelayanan publik.

“Kami melihat keterbukaan informasi sudah mulai tertuang dalam visi dan arah kebijakan pemerintahan desa. Bahkan beberapa desa juga telah mengalokasikan dukungan anggaran untuk penguatan sistem informasi desa dan digitalisasi pelayanan. Ini menjadi nilai plus dalam penilaian,” katanya.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi publik harus dijalankan secara konsisten dan tidak berhenti sebatas pemenuhan administrasi program.

Baca Juga  Jaga Harga Kebutuhan Pokok Tetap Terjangkau, Pemkot Denpasar Kembali Gelar Bazar Pangan

“Harapan kami, keterbukaan informasi menjadi budaya kerja yang terus dijalankan secara rutin dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Desa harus mampu menghadirkan layanan informasi yang cepat, mudah diakses, dan akuntabel sesuai ketentuan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2018,” tegasnya.

Selain program apresiasi desa transparan, KI Bali juga terus memperkuat pembinaan badan publik melalui program mitigasi sengketa informasi serta pengembangan program “Zona Informatif” bagi badan publik yang telah meraih predikat informatif.

“Ke depan, badan publik yang sudah informatif akan didorong memasang identitas keterbukaan melalui program Zona Informatif sebagai simbol komitmen pelayanan informasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Dari sisi pemerintah daerah, Pemkab Buleleng telah melakukan pendampingan sejak awal pelaksanaan program. Gusde Mahardika, Kepala Bidang Pengelolaan Layanan dan Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfosanti) Buleleng, menjelaskan bahwa terdapat lima desa di Buleleng yang telah berstatus informatif dalam periode 2019 hingga 2025, yakni Desa Pemaron, Baktiseraga, Tajun, Sambirenteng, dan Munduk.

“Dari lima desa yang kami usulkan, Komisi Informasi menetapkan tiga desa untuk melanjutkan ke tahap penjaringan, yaitu Desa Pemaron, Desa Baktiseraga, dan Desa Tajun. Ketiganya telah mengikuti tahapan sosialisasi hingga bimbingan teknis pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) yang difasilitasi bersama Undiksha,” jelas Gusde.

Pendampingan dilakukan secara intensif untuk memastikan kesiapan desa, mulai dari kelengkapan dokumen, pemenuhan standar layanan informasi, hingga penguatan inovasi sebagai indikator utama penilaian desa transparan. Keikutsertaan Buleleng dalam program ini dinilai cukup signifikan lantaran dari 19 desa se-Bali yang masuk program, tiga di antaranya berasal dari Kabupaten Buleleng.

“Harapan kami tentu ketiga desa ini dapat lolos hingga tahap akhir dan ditetapkan sebagai desa transparan, sehingga mampu menjadi role model bagi desa lainnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan akuntabel,” tambah Gusde.

Baca Juga  Kendalikan Inflasi Dinas Perikanan dan Ketahan Pangan Kota Denpasar Gelar Bazar Pangan

Di sisi desa, Perbekel Desa Baktiseraga, Gusti Putu Armada, menilai kegiatan visitasi dan program ini menjadi momentum penting untuk evaluasi sekaligus penguatan komitmen desa dalam keterbukaan informasi publik.

“Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi bagi kami untuk terus berbenah. Kami melakukan penguatan digitalisasi layanan, pengembangan BUMDes, serta pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Transparansi informasi di Desa Baktiseraga juga diperkuat dengan pemanfaatan berbagai kanal komunikasi, seperti media sosial dan media publik, sehingga informasi lebih mudah diakses masyarakat.

“Kami ingin memastikan informasi bisa diakses dengan cepat, mudah, dan terbuka oleh masyarakat. Harapannya tentu ada dukungan dan apresiasi agar desa semakin termotivasi dalam mewujudkan tata kelola yang transparan dan akuntabel,” tutup Gusti Putu Armada. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca