Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ketegangan Memuncak, Pansus TRAP DPRD Bali Desak PT Jimbaran Hijau Buka Akses Ibadah Warga

BALIILU Tayang

:

Jimbaran Hijau
RDP: Suasana Rapat Dengar Pendapat Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali, Rabu, 7 Januari 2026 lalu di kantor setempat. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali secara tegas meminta PT Jimbaran Hijau (PT JH) berkomitmen untuk membuka akses warga Desa Adat Jimbaran dalam menjalankan ibadah serta melakukan renovasi tempat suci yang diklaim berada di dalam kawasan konsesi PT JH.

Permintaan itu menguat setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali yang dilaksanakan, Rabu, 7 Januari 2026 lalu di kantor setempat. Rapat berlangsung tegang setelah mengetahui PT JH menguasai kawasan luas di Jimbaran, Badung itu terindikasi telah mengisolasi ratusan warga adat Jimbaran Kabupaten Badung, Bali selama puluhan tahun. Ratusan warga disebut hidup terisolasi di tengah kawasan perusahaan besar PT JH, dengan akses terbatas menuju rumah, ladang, bahkan tempat ibadah pura. Kondisi ini dinilai ironis karena terjadi di Bali sebagai destinasi wisata dunia yang selama ini dikenal sebagai ‘Pulau Surga’.

Dari enam pura, salah satunya yang menjadi perhatian adalah Pura Batu Nunggul. Pura tersebut diklaim berada di dalam kawasan konsesi PT JH.

Salah satu pemangku Pura Batu Nunggul Jero Mangku Bulat mengaku seperti diperlakukan orang asing di tanah sendiri. “Ini pura kami dari dulu. Kami tidak merusak, kami hanya sembahyang. Tapi kami dihalangi, diperlakukan seperti orang asing di tanah sendiri,” ungkap Jero Mangku Bulat.

Keluhan yang sama juga disampaikan warga Jimbaran bernama Tekat. Ia mengaku kalau melakukan persembahyangan ke pura yang ada di Kawasan Jimbaran Hijau pihaknya harus meminta izin terlebih dahulu. “Ibadah saja harus minta izin perusahaan, lalu di mana negara? Kami takut, tapi kami tidak akan diam,” ungkap Tekat.

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-26, DPRD Bali Setujui Penambahan Penyertaan Modal Rp 445 M di BPD Bali

Saat RDP berlangsung, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. (c) I Made Supartha, S.H., M.H. tak mampu menyembunyikan emosinya. Suaranya meninggi saat menyampaikan keprihatinan mendalam atas penderitaan masyarakat adat Jimbaran.

“Ini bukan sekadar soal izin atau batas lahan. Ini soal kemanusiaan dan martabat orang Bali. Bagaimana mungkin umat Hindu dilarang atau dipersulit beribadah di tanahnya sendiri?” tegas Supartha yang juga ketua Fraksi PDIP DPRD Bali.

Made Supartha lanjut menegaskan, bahwa tidak ada satu pun aturan yang membolehkan perusahaan melarang ibadah. Kalau ini benar terjadi, ini bukan sekadar pelanggaran etika—ini masuk wilayah pidana.

Pansus menegaskan, klaim kepemilikan tidak bisa menghapus hak konstitusional warga untuk beribadah. Aparat penegak hukum pun didesak turun tangan, bukan menunggu konflik membesar.

Ia menyebut kondisi ini sebagai potret getir rakyat Bali yang diperlakukan seperti tamu di negeri sendiri, terjepit di tengah kepentingan investasi dan kekuasaan modal.

“Pansus TRAP menegaskan, tidak boleh ada satu pun investasi yang mengorbankan hak dasar masyarakat adat, terlebih hak menjalankan ibadah. Negara, wajib hadir dan berpihak kepada rakyatnya sebagaimana UU Pokok Agraria, tanah ada fungsi sosialnya dan Pasal 28, Pasal 29 UUD 45, beribadah dijamin konstitusi,“ ungkap Supartha.

Namun fakta lapangan bahwa warga Desa Adat Jimbaran menyebut adanya pembatasan akses menuju pura, larangan memasuki area ibadah, intimidasi verbal saat pelaksanaan upacara keagamaan. Semua tindakan itu, jika terbukti, memenuhi unsur pidana maka potensi Pasal berlapis yakni pertama: Pidana Umum KUHP, UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pasal 303 – Mengganggu Ibadah Ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun. Unsur pidana terpenuhi jika: Ada tindakan menghalangi atau membatasi ibadah, dilakukan dengan sengaja, mengakibatkan terganggunya kegiatan keagamaan. Catatan investigasi: Tidak disyaratkan kekerasan fisik. Larangan, penghadangan, atau intimidasi verbal sudah cukup.

Baca Juga  Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Tata Ruang dan Perizinan di Bali: Sudah Brutal dan Ugal-ugalan

Kedua, pelanggaran HAM yakni UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Pasal 22 ayat (1): Setiap orang bebas memeluk agamanya dan beribadah menurut keyakinannya. Pasal 73: Pembatasan HAM hanya boleh dilakukan oleh undang-undang, bukan oleh korporasi. Perusahaan swasta tidak memiliki kewenangan hukum membatasi ibadah.

Oleh karena itu, Pansus TRAP DPRD Bali mendesak agar PT Jimbaran Hijau membuka akses jalan, jaminan kebebasan beribadah, serta izin renovasi pura tanpa intimidasi ke warga.

RDP ini membuka tabir persoalan yang selama ini terpendam. Di balik gemerlap pariwisata Bali, masih ada jeritan warga adat yang terisolasi, menahan derita, dan menunggu keadilan di tanah leluhurnya sendiri.

DPRD Bali menegaskan, perjuangan belum selesai. Negara tidak boleh kalah oleh tembok perusahaan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Temu Wirasa Stakeholders Bank Indonesia 2026, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali yang Lebih Kuat, Berdaya Tahan, serta Inklusif

Published

on

By

BI Bali Gelar Temu Wirasa Stakeholders 2026
TEMU WIRASA: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali saat menyelenggarakan Temu Wirasa Stakeholders 2026 dengan tema “Data Pramana, Bali Rahayu: Bersinergi Mendorong Pertumbuhan Bali yang Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” di Denpasar, 23 Oktober 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan Temu Wirasa Stakeholders 2026 dengan tema “Data Pramana, Bali Rahayu: Bersinergi Mendorong Pertumbuhan Bali yang Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” . Kegiatan ini menjadi forum apresiasi sekaligus penguatan kemitraan antara Bank Indonesia dengan para responden survei, mitra liaison, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, asosiasi, perbankan, BUMN, media, serta berbagai pemangku kepentingan yang selama ini berperan penting dalam penyediaan data dan informasi perekonomian Bali.

Kegiatan dibuka oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan instansi, pelaku usaha, serta responden yang menjadi mitra strategis Bank Indonesia dalam pelaksanaan survei dan kegiatan liaison. Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh responden dan mitra yang secara konsisten berkontribusi menyediakan data serta informasi ekonomi yang berkualitas guna mendukung penyusunan asesmen dan perumusan kebijakan yang tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menegaskan bahwa data merupakan fondasi penting dalam menghasilkan kebijakan yang efektif dan responsif terhadap dinamika perekonomian daerah. Ketersediaan data yang akurat, lengkap, dan tepat waktu menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung pengambilan keputusan, baik oleh pemerintah maupun pelaku usaha. Selain itu, Gubernur Bali juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat penggunaan produk lokal Bali, termasuk produk pertanian, perikanan, UMKM, wastra, dan kerajinan daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi Bali yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa data dan informasi yang diperoleh melalui berbagai survei serta kegiatan liaison memiliki peran strategis sebagai leading indicator dalam membaca perkembangan ekonomi secara lebih dini sebelum data resmi tersedia. Berbagai informasi yang disampaikan oleh rumah tangga, dunia usaha, pelaku sektor properti, perbankan, asosiasi, maupun instansi strategis lainnya memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi terkini dan prospek perekonomian Bali.

Baca Juga  DPRD Bali Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Menjadi Perda

Menurut Achris Sarwani, kontribusi para responden tidak hanya menghasilkan data statistik, namun juga menjadi masukan penting dalam proses analisis dan penyusunan rekomendasi kebijakan. Informasi yang diperoleh dari para responden sering kali menjadi sinyal awal dalam mengidentifikasi peluang maupun risiko perekonomian, sehingga memungkinkan Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah antisipatif secara lebih cepat dan tepat.

Bank Indonesia mencatat bahwa perekonomian Bali tetap menunjukkan kinerja yang kuat di tengah berbagai tantangan global dan domestik. Pada tahun 2026, ekonomi Bali diprakirakan tumbuh dalam kisaran 5,4–5,9% (yoy) dengan inflasi yang tetap terjaga dalam sasaran nasional 2,5±1%. Kinerja tersebut didukung oleh kuatnya aktivitas pariwisata, konsumsi rumah tangga, investasi, serta sinergi yang erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan pembelajaran bersama, Temu Wirasa Stakeholders 2026 juga menghadirkan sesi berbagi wawasan bersama Prof. Rhenald Kasali yang mengangkat tema mengenai kepemimpinan, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta pentingnya pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan. Sesi tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang.

Melalui penyelenggaraan Temu Wirasa Stakeholders 2026, Bank Indonesia Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan pertukaran informasi dengan seluruh mitra strategis. Sinergi yang kuat dalam penyediaan data dan informasi diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas asesmen ekonomi, memperkuat efektivitas kebijakan, serta mendukung terwujudnya perekonomian Bali yang lebih maju, inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolresta Denpasar Turun Langsung Laksanakan Pengaturan Pagi di Simpang Kebo Iwa Gatot Subroto Barat

Published

on

By

Judul Gambar Kapolresta Denpasar Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Kebo Iwa
PENGATURAN LALIN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H., saat turun langsung melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas pagi hari di Simpang Kebo Iwa, Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, Senin (26/10/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)  

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas pagi hari di Simpang Kebo Iwa, Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, Senin (26/10/2026).

Kegiatan pengaturan pagi tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan pada jam sibuk, khususnya saat masyarakat mulai beraktivitas, berangkat bekerja, maupun mengantar anak ke sekolah.

Kapolresta Denpasar turun langsung ke lapangan guna memastikan arus lalu lintas berjalan tertib dan lancar. Kehadiran pimpinan Polresta Denpasar di tengah masyarakat juga menjadi bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan.

Selain melakukan pengaturan arus kendaraan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas serta meminimalkan potensi kemacetan dan kecelakaan di kawasan persimpangan yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.

Melalui kegiatan rutin pengaturan pagi ini, Polresta Denpasar terus berupaya mewujudkan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Polresta Denpasar mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-26, DPRD Bali Setujui Penambahan Penyertaan Modal Rp 445 M di BPD Bali
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Laporan 110, Polsek Dentim Gerak Cepat Bubarkan Keributan di Seputaran Jl. Raya Puputan

Published

on

By

Polsek Dentim Tindaklanjuti Laporan 110 soal Keributan di Jalan Raya Puputan
TINDAKLANJUTI LAPORAN: Personel Polsek Denpasar Timur (Dentim) saat menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan call center Polri 110 terkait keributan di seputaran Jalan Raya Puputan, tepatnya di depan Alfamart kawasan Bajra Sandhi, Jl. Raya Puputan, Denpasar Timur, Minggu (25/10/2026) malam. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Respons cepat ditunjukkan personel Polsek Denpasar Timur (Dentim) dalam menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan call center Polri 110 terkait adanya keributan di seputaran Jalan Raya Puputan, tepatnya di depan Alfamart kawasan Bajra Sandhi, Jl. Raya Puputan, Denpasar Timur, Minggu (25/10/2026) malam.

Menindaklanjuti informasi tersebut, UKL (Unit Kecil Lengkap) Polsek Dentim bersama Samapta Polresta Denpasar dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Iptu I Nyoman Padu didampingi Padal Ipda I Nyoman Yasa, S.H., langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan situasi dan mencegah terjadinya gangguan kamtibmas yang lebih luas.

Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pengecekan dan mengamankan situasi. Petugas kemudian memberikan imbauan kepada sekelompok anak muda yang terlibat keributan agar membubarkan diri dan kembali ke tempat tinggal masing-masing guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Upaya persuasif tersebut mendapat respons sehingga situasi berhasil dikendalikan dan kelompok yang terlibat keributan telah membubarkan diri.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., menyampaikan bahwa setiap laporan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui layanan 110, menjadi bagian penting dalam upaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Laporan masyarakat merupakan informasi penting bagi Kepolisian untuk segera melakukan tindakan di lapangan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi layanan 110 apabila menemukan adanya gangguan kamtibmas,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Bali, Semua Fraksi Dukung Revisi Perda Pungutan Wisatawan Asing
Lanjutkan Membaca