Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster: Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

BALIILU Tayang

:

bulan bahasa
TUTUP: Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali (BBB) VIII, Sabtu (28/2/2026) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Setelah berlangsung sejak tanggal 1 Februari 2026, Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali (BBB) VIII, Sabtu (28/2/2026) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali. Gubernur Koster menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan seluruh peserta yang berpartisipasi dalam beragam kegiatan pada bulan bahasa tahun ini. Ia berharap, pelaksanaan BBB IX Tahun 2027 lebih kaya materi, kreatif dan inovatif.

Untuk itu, ia menugaskan Kepala Dinas Provinsi Bali mengundang para pakar untuk merumuskan kegiatan BBB agar tahun depan bisa lebih baik lagi. “Ikuti perkembangan jaman dan selera anak muda. Karena merekalah yang akan menjadi pewaris,” ucapnya. Ia pun mengusulkan agar panitia mempertimbangkan untuk memasukkan materi memadik (lamaran versi Bali, red) pada pelaksanaan BBB IX Tahun 2027.

Masih dalam sambutannya, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini memuji BBB VIII yang menurutnya sudah terselenggara dengan sangat baik.

“Dilaksanakan sebulan penuh dari tanggal 1 sampai dengan 28 Februari, beberapa kali saya menyaksikan kegiatan dan lomba,” ujarnya. Salah satu yang sempat ia saksikan adalah kegiatan anak-anak SMA mengoperasikan keyboard aksara Bali.

Ia patut berbangga karena hanya Bali yang punya keyboard aksara daerah. Oleh sebab itu, ia ingin keyboard Aksara Bali dibagikan kepada seluruh lembaga pendidikan mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK. “Supaya paten. Ini keren dan top sekali,” cetusnya.

Selain pemanfaatan keyboard Aksara Bali, Gubernur Koster menyebut BBB sebagai wahana regenerasi dalam kemampuan nyurat Aksara Bali.

“Kegiatan nyurat Aksara Bali diikuti anak-anak kita mulai SD hingga Perguruan Tinggi. Saya lihat, mereka mahir nulis aksara menggunakan berbagai media mulai dari lontar, tembaga dan lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga  Rakor Pembangunan Wilayah Bali Sinkronkan Langkah Pusat dan Daerah, Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Prioritas Pariwisata Berkelanjutan

Masih dalam sambutannya, Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini menyentil sejumlah desa/kelurahan dan desa adat yang tahun ini tak melaksanakan BBB. Mengacu laporan Kepala Dinas Kebudayaan Ida Bagus Alit Suryana, dari 1.500 desa adat, 12 diantaranya absen melaksanakan BBB tahun ini.

Tercatat pula 45 desa/kelurahan dan 3 SMA/SMK yang tahun ini tak menggelar BBB. Sedangkan 16 SLB, seluruhnya tercatat menyelenggarakan kegiatan BBB. “Nanti akan saya undang, ajak ngobrol, maunya apa. Saya salut dengan SLB, mestinya begitu. Tahun depan, kita harus guyub, jalankan pola seperti yang lain,” tegasnya.

Pada bagian lain, Gubernur Koster kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian Bahasa Bali yang terimplementasi pada Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Disampaikan olehnya, regulasi ini merupakan penjabaran dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang telah dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

Salah satu unsur budaya yang menjadi perhatiannya adalah bahasa dan aksara Bali. “Ini diwariskan leluhur kita sejak ribuan tahun, sebagai generasi penerus kita harus punya komitmen untuk melestarikan. Selama dunia ini ada, bahasa Bali harus tetap ada,” katanya.

Menurut dia, Bali bisa berbangga karena menjadi satu-satunya provinsi yang punya kegiatan khusus dalam memuliakan bahasa daerah.

Penutupan BBB VIII Tahun 2026 juga diisi dengan penyerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama kategori perorangan kepada I Wayan Turun. Sementara Bali Nugraha Mahottama kategori lembaga diterima Kelompok Media Bali Post. Gubernur Koster juga menyerahkan penghargaan untuk pemenang berbagai lomba yang dilaksanakan serangkaian memeriahkan BBB VIII.

Selanjutnya, diserahkan pula sertifikat Warisan Budaya Takbenda kepada Pemprov dan Kabupaten/Kota se-Bali. Penutupan BBB VIII Tahun 2026 yang dihadiri Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Pimpinan OPD di Lingkungan Pemprov Bali diwarnai peluncuran Tema BBB IX Tahun 2027 yaitu Wana Kerthi Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh. Peluncuran ditandai dengan penaburan benih secara simbolis oleh Gubernur Koster yang diikuti visualisasi LED. (gs/bi)

Baca Juga  ENSIA 2026, Gubernur Koster: Pembangunan Bali Harus Harmonis dengan Alam

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Warga Bajera: Terima Kasih Pak Gub Koster, Perbaikan Cepat dan Sekarang Kembali Ramai

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Tinjau Danau Batur, Gubernur Koster dan Pangdam IX/Udayana Dorong Penanganan Pendangkalan dan Pemulihan Ekosistem

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Warga Bajera: Terima Kasih Pak Gub Koster, Perbaikan Cepat dan Sekarang Kembali Ramai

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca