Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Jadi Narasumber di RRI Denpasar, Ny. Putri Koster Sosialisasikan Berbagai Kebijakan dan Pembangunan Gubernur Koster-Cok Ace

BALIILU Tayang

:

pro
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster foto bersama pada Senin, 6 Februari 2023 usai menjadi narasumber dalam acara Dialog Denpasar Siang yang disiarkan secara langsung oleh RRI Denpasar bertempat di Studio RRI Denpasar, Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster pada Senin, 6 Februari 2023 menjadi salah satu narasumber dalam acara Dialog Denpasar Siang yang disiarkan secara langsung oleh RRI Denpasar dengan tajuk “44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru, Pemajuan Seni Budaya Bali”, bertempat di Studio RRI Denpasar, Denpasar.

Bersama dengan Koordinator Kelompok Ahli Bidang Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. dan Drs. Gede Nala Antara, M.Hum, Ny. Putri Koster menyosialisasikan berbagai kebijakan dan pembangunan yang dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster yang terangkum dalam 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru.

Menurut wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu, TP PKK Provinsi Bali yang dipimpinnya mempunyai dua program utama, yakni Sosialisasi dan Aksi Sosial. Sosialisasi bertujuan untuk menyebarluaskan informasi pembangunan dan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemprov Bali, sementara aksi sosial bertujuan untuk menyentuh dan membantu langsung masyarakat terdampak.

koster
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. (Foto: ist)

“Salah satunya ya ini, saya hadir bersama pakar langsung di sini untuk menyosialisasikan berbagai kebijakan yang sudah, sedang dan dalam proses percepatan penyelesaian yang dilakukan oleh Gubernur Bali,” jelasnya dalam acara yang dipandu oleh Paul Suardi.

Menurutnya, meskipun pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia tak terkecuali Bali selama dua tahun, namun berbagai program berhasil dituntaskan tepat sasaran bahkan ada yang lebih cepat dari yang ditargetkan. “Karena selain memutuskan program, Gubernur juga mempunyai fungsi kontrol mengawal program-program tersebut. Dan Gubernur Koster sangat cemat mengawal program-program tersebut,” imbuhnya.

Berbagai kebijakan yang berhasil dituntaskan yaitu di bidang budaya, ekonomi, pembangunan dan juga infrastruktur. Bahkan Bunda Putri juga menambahkan, berbagai program tersebut telah dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat, pelaku pariwisata hingga UKM/UMKM kita. Contohnya, di bidang kebudayaan Gubernur Koster telah menelurkan kebijakan yang cemerlang seperti penggunaan aksara Bali di semua bidang dan tempat publik, penggunaan busana adat Bali yang tidak hanya menaikkan citra kita sebagai masyarakat Bali, namun juga membantu omzet para pengrajin IKM/UMKM, ditambah dengan PKB dan Festival Bali Jani yang digandrungi oleh anak muda. Sementara di bidang ekonomi, Gubernur Bali bersama Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) berhasil memasukkan berbagai produk-produk lokal Bali hingga dipakai oleh sektor industri di Bali, sehingga menaikkan kesejahteraan para petani. Ditambah lagi dengan sudah diakuinya arak Bali sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2022 oleh Mendikbud Ristek tahun 2022, juga telah berhasil menaikkan taraf kehidupan masyarakat Bali, terutama para pengrajin Arak. Di bidang pembangunan telah banyak yang dituntaskan oleh Gubernur Koster, seperti pembangunan Pusat Kesenian Bali, berbagai Shortcut hingga penataan Kawasan Suci Besakih sebagai bukti kerja nyata Gubernur Wayan Koster dalam masa kerjanya yang hampir lima tahun ini.

Baca Juga  Bikin Terobosan Kembangkan Benih Gemitir Bali Sudamala, Gubernur Koster Beri Kemudahan Akses Petani Bali

“Gubernur Wayan Koster selalu bekerja dengan pertimbangan sakala dan niskala, sehingga segala sesuatu programnya selalu disentuh oleh kearifan lokal Bali. Karena bagaimanapun Bapak Gubernur tidak ingin melupakan jati diri kita sebagai orang Bali, sehingga kearifan lokal kita berhasil dimasukkan ke ranah global,” tandasnya, sembari mengatakan bahwa Gubernur Koster tidak hanya pemimpin yang cerdas dan pekerja keras, namun juga mau merangkul putra-putri terbaik Bali bersama-sama membangun Bali.

damri
Koordinator Kelompok Ahli Bidang Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (Foto: ist)

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Pokli Pembangunan Provinsi Bali Prof. Damriyasa, bahwa pembangunan Bali yang meliputi alam dan manusianya berhasil di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster. Di bidang fisik bisa dilihat dari berbagai pembangunan dan akselerasi pembangunan yang dituntaskan oleh Gubernur Wayan Koster bersama dengan Wakil Gubernur Cok Ace. “Seperti yang sudah dijelaskan oleh Bunda Putri berbagai shortcut, pelabuhan, hingga penataan Kawasan Suci Besakih. Semua pembangunan itu benar-benar dirasakan langsung tidak hanya oleh masyarakat Bali namun juga oleh wisatawan yang berkunjung ke Bali,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa pembangunan Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Koster dengan visinya Nangun Sat Kerthi Loka Bali selalu berbasis kearifan lokal. Karena menurut pemikiran Gubernur Koster Bali harus membangun wilayahnya sesuai dengan apa yang dimiliki. Jika tidak maka pulau Bali akan bergantung dengan pihak luar, dan itu tidak sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno, yaitu Berdikari di bidang Ekonomi, Berdaulat secara Politik dan Berkepribadian Kebudayaan.

nala
Drs. Gede Nala Antara, M.Hum. (Foto: ist)

Sementara Prof. Nala juga menyampaikan apresiasi terhadap program Gubernur Wayan Koster yang telah memuliakan adat, tradisi serta kebudayaan Bali. Salah satunya yaitu penggunaan aksara Bali di berbagai aspek dan juga di ruang publik. Ia menuturkan, ini merupakan salah satu kerinduannya sejak dulu, jika aksara Bali bisa mendapat tempat yang layak di Bali, dan Gubernur Koster telah berhasil memuliakannya. “Saya dulu sempat iri dengan teman-teman saya dari China dan Jepang yang mengetik di laptop mereka dengan menggunakan keyboard aksara mereka. Dan di periode ini akhirnya saya melihat kita bisa mengetik dengan keyboard berbahasa Bali,” tuturnya.

Baca Juga  Gubernur Koster dan Bank Mandiri Tandatangan Kerja Sama Penguatan Pengelolaan PWA

Selain itu, ia juga mengapresiasi penggunaan pakaian adat Bali yang minimal dikenakan selama enam kali dalam sebulan. Hal itu tidak hanya bisa mencerminkan masyarakat Bali yang berkarakter dan berbudaya, namun juga telah menghidupkan ekonomi para pengrajin, IKM dan UMKM Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gubernur Koster Terima Perwakilan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali

Disepakati, Sampah Organik Bisa Masuk TPA Suwung Seminggu 2 Kali Hingga 31 Juli

Loading

Published

on

By

TERIMA FORKOM SSB: Gubernur Bali Wayan Koster menerima 10 orang perwakilan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB) pada Kamis (16/4) pagi di Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima 10 orang perwakilan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB) pada Kamis (16/4) pagi di Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar.

Mereka melaksanakan aksi damai dengan membawa ratusan truk berisi sampah ke Kantor Gubernur Bali. Aksi ini dilakukan terkait pembatasan pembuangan sampah di TPA Suwung per 1 April 2026 yang hanya menerima sampah anorganik dan residu.

Pada pertemuan yang berlangsung hampir 2 jam tersebut, Ketua Forkom SSB I Wayan Suarta menyampaikan 3 (Tiga) tuntutan kepada Pemerintah.

Pertama, ia meminta agar TPA Suwung tetap dibuka tanpa pembatasan buangan sampah dengan tetap melakukan revitalisasi sampai fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) beroperasi.

Kedua, memohon kepada Presiden Republik Indonesia agar turun tangan untuk menyelesaikan polemik sampah di Bali. Serta Ketiga, jika tuntutan ini tidak dipenuhi maka Forkom SSB akan mogok massal mengangkut sampah.

Sementara itu, Sekretaris Forkom SSB I Wayan Tedi Brahmanca menyampaikan bahwa aksi damai yang dilaksanakan sejak 23 Desember 2025 hingga hari ini merupakan bentuk kecintaan terhadap Bali. Menurutnya, peran swakelola sampah sangat berjasa dalam mengangkut sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Ini juga meringankan beban pemerintah dalam pengangkutan sampah dengan ratusan armada.

Pada kesempatan ini, Forkom SSB juga menegaskan komintmennya untuk melakukan pemilahan sampah. Namun sampah yang telah dipilah saat ini, tetap tidak bisa dibuang ke TPA Suwung maupun ke TPS-3R.

“Kami mendukung kebijakan pemilahan sampah, tapi setelah dipilah sampah kami tidak bisa dibuang. Semua menolak dengan alasan overload, terus kami harus buang kemana ini. Padahal sampahnya sudah kami pilah, itu semua sampah yang diatas truk sudah kami pilah,” ujarnya.

Baca Juga  Akselerasi Vaksinasi Penyandang Disabilitas, Ny. Putri Koster Langsung Turun ke Tabanan

Untuk itu, Forkom SSB meminta agar bisa kembali membuang sampah organik baik basah maupun kering ke TPA Suwung dengan mengusulkan frekuensi pembuangan hingga tiga kali dalam seminggu agar lebih ideal.

Gubernur Bali Wayan Koster pada kesempatan ini mengungkapkan bahwa Bali memerlukan ekosistem alam yang berkualitas untuk menjaga lingkungan tetap indah. Terlebih Bali merupakan salah satu destinasi wisata dunia, sehingga alam Bali harus dijaga dengan Baik.

Menanggapi tuntutan yang disampaikan Forkom Swakelola Sampah Bali tersebut, Gubernur Koster langsung berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Dalam komunikasi yang dilakukan, Menteri LH mengijinkan pembuangan sampah organik (basah dan kering) diperbolehkan ke TPA Suwung dengan frekuensi 2 (dua) kali dalam seminggu hingga 31 Juli 2026.

“Barusan saya sudah menghubungi Pak Menteri, diijinkan 2 kali seminggu untuk sampah organik ke TPA Suwung. Tolong nanti diatur oleh Pak Kadis (Kadis LHK Provinsi Bali-red) untuk teknisnya di lapangan. Menurut Saya ini jalan terbaik saat ini yang bisa diberikan,” ungkap Koster.

Pada kesempatan ini juga disepakati jam operasional untuk truk swakelola sampah ke TPA Suwung diperpanjang dari pukul 08.00 WITA hingga 20.00 WITA. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurai antrean truk sampah, dengan catatan tidak ada kendala teknis di lapangan.

Hadir pula pada kesempatan ini Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Danrem 163/Wirasatya, Walikota Denpasar, Bupati Badung, Kadis LHK Provinsi Bali, Kasatpol PP Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Seniasih Giri Prasta Tegaskan Gugus Tugas KLA Jangan Sekadar Penuhi Administrasi

Published

on

By

NARASUMBER: Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Anak di Kabupaten Gianyar, Kamis (16/4). (Foto:  Hms Pemprov Bali)

Gianyar, baliilu.com – Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menegaskan bahwa Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tidak boleh sekadar berfokus pada pemenuhan administrasi. Ia meminta seluruh tim turun langsung ke lapangan untuk memvalidasi data indikator sekaligus memastikan fasilitas dan layanan publik bagi anak benar-benar tersedia, layak, dan berfungsi optimal.

“Gugus tugas jangan lupa untuk turun langsung ke lapangan. Cek bagaimana fasilitas dan layanan yang diberikan, apakah benar sudah layak untuk anak,” kata Seniasih Giri Prasta saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Anak di Kabupaten Gianyar, Kamis (16/4).

Terkait pemenuhan indikator administratif, ia meyakini hal tersebut dapat dicapai dengan baik melalui koordinasi dan sinergi yang kuat antarinstansi terkait. Ia juga berharap predikat KLA Kabupaten Gianyar pada tahun 2026 dapat meningkat dari Nindya menjadi Utama.

Lebih lanjut, Seniasih mengingatkan agar tidak ada anak yang terlantar di Kabupaten Gianyar. Menurutnya, anak terlantar tidak hanya merujuk pada yatim piatu, tetapi juga anak yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua.

“Kita sebagai pemerintah bisa membuat kebijakan, membangun fasilitas, dan melakukan edukasi, namun jangan lupa garda terdepan tetap ada pada orang tua,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa perhatian dan kasih sayang orang tua merupakan fondasi utama agar anak tidak terjerumus ke dalam perilaku negatif di masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong peran orang tua dalam pengasuhan anak dilakukan secara seimbang.

Menurutnya, anak harus mendapatkan kasih sayang yang setara dari ibu dan ayah. Pola pengasuhan tidak boleh hanya dibebankan kepada ibu, sementara ayah tidak terlibat.

Baca Juga  Gubernur Koster Kembali Fasilitasi CSR 1 Unit Mobil Operasional Majelis Desa Adat dari PT. Bank Mandiri

“Jangan hanya menyerahkan pengasuhan anak kepada ibu. Ayah juga harus mengambil peran, sehingga tercipta keseimbangan dalam pengasuhan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Bali, A. A. Sagung Mas Dwipayani, menjelaskan bahwa Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan daerah yang memiliki komitmen dan sistem yang baik dalam memenuhi, melindungi, serta menghormati hak-hak anak, sehingga mereka dapat tumbuh sehat, cerdas, aman, dan bahagia.

Ia menekankan bahwa konsep Kabupaten/Kota Layak Anak tidak hanya sebatas penyediaan fasilitas, tetapi juga merupakan komitmen bersama dari seluruh pihak untuk menjadikan setiap daerah, khususnya di Bali, sebagai lingkungan yang ideal bagi tumbuh kembang anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Timba Ilmu dari Dekranasda Bali, Aceh Utara Puji Terobosan Ibu Putri Koster

Published

on

By

TERIMA KUNKER: Rombongan Dekranasda Aceh Utara yang dipimpin oleh Ny. Musliana Asmail diterima oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, di lokasi Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Budaya Denpasar, Kamis (16/4/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Utara melaksanakan kunjungan kerja untuk menimba ilmu dari Provinsi Bali. Rombongan Dekranasda Aceh Utara yang dipimpin oleh Ny. Musliana Asmail diterima oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, di lokasi Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Budaya Denpasar, Kamis (16/4/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Musliana memuji berbagai terobosan Ibu Putri Koster dalam mendorong kemajuan sektor kerajinan di Pulau Dewata.

Dalam paparan singkatnya, Musliana menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Ibu Putri Koster beserta jajaran pengurus Dekranasda Bali. Ia juga memberikan gambaran bahwa Aceh Utara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh. 

“Wilayah kami terdiri atas 27 kecamatan dan 850 desa. Ini merupakan salah satu kabupaten dengan wilayah terluas di Indonesia,” ujarnya.

Di bidang kerajinan, Aceh Utara dikenal sebagai penghasil kain bordir, kerajinan berbahan eceng gondok, gerabah, hingga anyaman daun pandan. Namun demikian, Musliana dengan rendah hati mengakui bahwa sektor kerajinan di daerahnya belum semaju Bali. 

“Oleh karena itu, kedatangan kami bertujuan untuk menimba ilmu agar kerajinan Aceh Utara dapat bangkit seperti di Bali,” ungkapnya.

Dalam kunjungan kerja ini, Musliana bersama jajaran Dekranasda Aceh Utara ingin mengetahui langkah-langkah yang dilakukan Bali dalam memajukan sektor kerajinan. 

“Kami berharap dapat membawa hal-hal yang nantinya bisa diimplementasikan di Aceh Utara,” tambahnya. Menutup sambutannya, ia menyampaikan harapan untuk membangun sinergi dan kerja sama yang lebih intensif dengan Bali.

Ibu Putri Koster menyambut baik harapan yang disampaikan Ketua Dekranasda Aceh Utara. Ia yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK dan Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, secara rinci berbagi pengalaman mengenai berbagai program yang dijalankan oleh tiga lembaga yang dipimpinnya. Putri Koster mengungkapkan bahwa pada awal menjabat sebagai Ketua Dekranasda, dirinya belum memiliki pengetahuan mendalam terkait lembaga tersebut.

Baca Juga  Gubernur Koster dan Bank Mandiri Tandatangan Kerja Sama Penguatan Pengelolaan PWA

“Namun kami belajar dengan cepat. Berkoordinasi dengan OPD terkait, yaitu Disperindag, kami kemudian mengambil fungsi kontrol. Jika di lapangan ditemukan permasalahan, kami koordinasikan dengan para pemangku kepentingan terkait,” jelasnya.

Pada awal masa kepemimpinannya di Dekranasda Bali, ia menemukan sejumlah persoalan yang dihadapi para perajin, seperti belum memiliki hak kekayaan intelektual (HKI). Selain itu, kain tradisional endek juga banyak diproduksi di luar daerah, yang merugikan perajin lokal. Kondisi ini turut menyebabkan kemerosotan sektor kerajinan tenun Bali yang sempat berkembang pesat pada era 1980-an.

“Memasuki akhir 1990-an hingga awal 2000-an, semakin banyak pelanggaran yang membuat sektor kerajinan tenun semakin merosot,” imbuhnya.

Menyikapi hal tersebut, Dekranasda Bali memberikan perhatian serius untuk membangkitkan kembali sektor kerajinan tenun tradisional, salah satunya melalui pelaksanaan Pameran IKM Bali Bangkit di Taman Budaya Denpasar. Selain itu, Dekranasda Bali secara berkala juga membawa desainer lokal untuk mengikuti kegiatan ke luar negeri.

“Tujuannya bukan semata-mata memperluas pasar, tetapi yang lebih penting adalah menambah wawasan dan kepercayaan diri mereka, dan hal itu terbukti berhasil. Kami juga ingin menyampaikan bahwa Bali tidak hanya memiliki potensi seni seperti tari atau gamelan,” tambahnya.

Untuk mendukung Pameran IKM Bali Bangkit, juga digelar event Dekranasda Bali Fashion Week dan Dekranasda Bali Fashion Day.

Dalam paparannya, Ibu Putri Koster juga menyinggung berbagai program TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali. TP PKK Bali memiliki program “Menyapa dan Berbagi” serta “Berbelanja dan Berbagi” yang dikemas dalam kegiatan pasar rakyat. Sementara itu, TP Posyandu melaksanakan program “Membina dan Berbagi” dengan turun langsung ke desa-desa.

Penerimaan kunjungan kerja Dekranasda Aceh Utara diakhiri dengan pertukaran cendera mata. Ibu Putri Koster menyerahkan bingkisan berupa kain endek dan tas berbahan ate dengan aksesori perak. Sementara itu, Musliana memberikan kenang-kenangan berupa kain tenun khas Aceh. Kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan stan Pameran IKM Bali Bangkit. (gs/bi)

Baca Juga  Ribuan Penonton Tak Bergeming Nikmati Pagelaran Drama Gong Lawas Paguyuban Peduli Seni

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca