Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Rayakan Bulan Bung Karno dan HUT Ke-53 Partai, PDI-Perjuangan Se-Bali Serentak Jalankan Gerakan Merawat Pertiwi

Gerakan Ekologis, Kebudayaan, dan Ideologis Partai Menjaga Bumi Pertiwi Sebagai Sumber Kehidupan

Loading

BALIILU Tayang

:

pdi bali
Koordinator Kegiatan Gerakan Merawat Pertiwi DPD PDI-Perjuangan Bali, I Nyoman Budiutama. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 PDI-Perjuangan dan Bulan Bung Karno Tahun 2026, DPD PDI-Perjuangan Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Gerakan Merawat Pertiwi” yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali pada Sabtu, 23 Mei 2026, Pukul 07.00 Wita, bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga, hari suci umat Hindu yang dimaknai sebagai momentum memuliakan tumbuh-tumbuhan dan menjaga keharmonisan alam semesta.

Kegiatan ini merupakan gerakan ekologis, gerakan kebudayaan, sekaligus gerakan ideologis partai dalam meneguhkan komitmen menjaga bumi pertiwi sebagai sumber kehidupan rakyat.

Hal ini disampaikan Koordinator Kegiatan Gerakan Merawat Pertiwi DPD PDI-Perjuangan Bali, I Nyoman Budiutama dan Ni Made Usmantari kepada awak media, Rabu, 20 Mei 2026.

Budiutama dan Ni Made Usmantari menjelaskan, Gerakan Merawat Pertiwi menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa pembangunan tidak boleh tercerabut dari nilai pelestarian lingkungan, keberlanjutan alam, dan keharmonisan kehidupan manusia dengan alam sekitarnya.

Pusat pelaksanaan kegiatan tingkat Provinsi Bali dilaksanakan di Pantai Telaga Waja, Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, yang dipimpin langsung oleh jajaran DPD PDI- Perjuangan Provinsi Bali bersama seluruh kader partai dan elemen masyarakat.

“Kegiatan ini dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, masyarakat, komunitas lingkungan, petani, nelayan, serta berbagai unsur rakyat lainnya sebagai bentuk gerakan gotong-royong rakyat Bali dalam menjaga lingkungan hidup,” kata Budiutama.

Menurut dia, Gerakan Merawat Pertiwi memiliki makna strategis karena sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menjadi arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya.

Spirit Nangun Sat Kerthi Loka Bali menempatkan alam Bali sebagai ruang kehidupan yang sakral dan harus dijaga secara berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bali secara sekala dan niskala.

Baca Juga  Bulan Bung Karno, DPD PDI-P Bali Gelar Utsawa Widyaswara Susastra Bali, Diikuti Sekolah dan PT Se-Bali

Melalui gerakan penghijauan, pembersihan lingkungan, konservasi kawasan pantai, pelestarian sumber mata air, pelepasan benih ikan, pelepasan tukik, dan perlindungan keanekaragaman hayati, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga ekosistem alam, mengurangi pencemaran lingkungan, memperkuat ketahanan ekologis, dan membangun Bali yang hijau, bersih, serta berkelanjutan.

Gerakan ini juga merupakan implementasi langsung dari gagasan Ketua Umum PDI-Perjuangan, Ibu Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, yang secara konsisten menempatkan persoalan lingkungan hidup sebagai bagian penting dari perjuangan ideologis bangsa.

“Bagi Ibu Megawati Soekarnoputri, merawat bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban moral seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Dalam berbagai kesempatan, Ibu Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa manusia tidak boleh hidup dengan mentalitas eksploitatif terhadap alam. Alam harus dihormati sebagai sumber kehidupan dan bagian dari peradaban manusia.

Karena itu, gerakan menanam pohon, menjaga laut, membersihkan sungai, melestarikan satwa, dan menjaga keseimbangan ekosistem harus menjadi gerakan rakyat yang terus hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Spirit tersebut diterjemahkan oleh PDI-Perjuangan Bali melalui Gerakan Merawat Pertiwi sebagai gerakan yang menyatukan nilai nasionalisme, kebudayaan, dan kesadaran ekologis.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pendidikan politik lingkungan bagi kader partai dan masyarakat bahwa politik sejatinya harus hadir untuk melindungi kehidupan rakyat dan menjaga keberlanjutan bumi.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali dengan bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan karakter wilayah masing-masing.

Budiutama dan Ni Made Usmantari merincikan, di Kabupaten Badung sebagai pusat kegiatan Provinsi Bali, aksi dilakukan di Pantai Telaga Waja, Tanjung Benoa melalui kegiatan bersih-bersih pantai, penanaman pohon mangrove, pelepasan burung, dan pelepasan tukik yang melibatkan lebih dari 300 peserta dari unsur masyarakat dan kader partai.

Baca Juga  PDIP Bali Targetkan Pilpres 2024 Menang Mutlak Raih 95 Persen

Di Kabupaten Klungkung, kegiatan dipusatkan di sekitar kawasan Pura Watu Klotok dengan agenda bersih-bersih kawasan pura dan pantai, penanaman pohon cempaka, pelepasan burung kitiran, serta pelepasan tukik yang melibatkan lebih dari 500 peserta.

Kabupaten Karangasem melaksanakan kegiatan di kawasan sumber mata air Telaga Tista dengan penanaman pohon kelapa entog, sandat, cempaka, pelepasan burung perkutut Bangkok dan kukur, serta pelepasan ikan sebagai bentuk pelestarian sumber daya air dan lingkungan hidup.

Di Kabupaten Tabanan, kegiatan dilaksanakan di Bendungan Telaga Tunjung, Desa Timpag, Kerambitan melalui penanaman berbagai jenis pohon produktif dan pohon upakara seperti kelapa upakara, sukun, durian, alpukat, manggis, tabebuya, dan cempaka, serta pelepasan burung dan ikan.

Kabupaten Jembrana memusatkan kegiatan di kawasan mangrove Tibu Kleneng, Perancak dengan aksi bersih pantai, penanaman pohon kelapa genjah, pohon sukun, mangga, mangrove, serta pelepasan tukik sebagai bagian dari pelestarian kawasan pesisir.

Sementara itu, Kota Denpasar melaksanakan kegiatan di Pantai Sidakarya melalui aksi bersih pantai, penanaman pohon cemara, ketapang, mangrove, dan pelepasan burung. Kabupaten Bangli menggelar

kegiatan di kawasan Hutan Suter, Kintamani dengan penanaman pohon nangka, beringin, dan cempaka, pelepasan burung, serta pelepasan bibit ikan di Danau Batur.

Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan di Teluk Bangsal, Desa Sumberkima, Gerokgak dengan aksi bersih pantai, penanaman mangrove, pelepasan burung, dan pelepasan tukik. Sedangkan Kabupaten Gianyar menggelar penghijauan di Desa Kerta, Kecamatan Payangan melalui penanaman kelapa daksina dan kelapa rangda serta aksi bersih pantai dan pelepasan tukik di Pantai Saba, Gianyar.

Gerakan Merawat Pertiwi menjadi simbol bahwa perjuangan politik harus berjalan beriringan dengan perjuangan menjaga kehidupan dan kelestarian alam.

Melalui gerakan ini, PDI-Perjuangan Bali ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau aktivis lingkungan semata, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga  Beragam Lomba Edukatif dan Kreatif Meriahkan Bulan Bung Karno VIII

“DPD PDI-Perjuangan Provinsi Bali berharap kegiatan ini mampu menjadi gerakan berkelanjutan yang menumbuhkan budaya cinta lingkungan, memperkuat kesadaran ekologis generasi muda, menjaga warisan alam Bali, serta memperkokoh harmoni antara manusia, alam, dan kebudayaan Bali,” tutup Budiutama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Adi Arnawa Jajaki Dukungan Teknis Pemerintah Inggris Atasi Kemacetan Badung

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa menerima kunjungan delegasi Kedutaan Besar Inggris di Ruang Kriya Gosana I, Puspem Badung
TERIMA KUNJUNGAN: Bupati Adi Arnawa menerima kunjungan resmi delegasi Kedutaan Besar Inggris ke Puspem Badung, Jumat (21/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemkab Badung berkomitmen menjaga daya saing wilayah sebagai destinasi wisata utama dunia. Sebagai langkah konkret mengurai masalah perkotaan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa gencar menjajaki langkah inovatif guna mempercepat penanganan kemacetan lalu lintas sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Komitmen tersebut mendapat perhatian Pemerintah Inggris, ditandai kunjungan resmi delegasi Kedutaan Besar Inggris ke Puspem Badung. Delegasi dipimpin Minister Counsellor for Development, Peter Rajadiston, bersama tim teknis serta mitra pelaksana dari PwC di Ruang Kriya Gosana I, Puspem Badung, Jumat (21/8).

Bupati Adi Arnawa didampingi Asisten I Bidang Pemerintaha dan Kesra Luh Suryaniti, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana, Kadis PUPR I Nyoman R Karyasa, Kadis Perhubungan AA Gde Rahmadi, serta Kabag Kerja Sama Ida Ayu Yutri Indahgustari. Kedua pihak menjajaki kerja sama pengembangan infrastruktur hijau, transportasi berkelanjutan, dan penataan mobilitas perkotaan.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi kunjungan ini sebagai energi positif untuk mempercepat transformasi sistem transportasi daerah agar lebih modern dan ramah lingkungan. “Kami terbuka terhadap kerja sama yang memberikan solusi konkret bagi persoalan transportasi, kemacetan, dan infrastruktur hijau. Kami harap kerja sama ini tidak berhenti pada diskusi, melainkan diwujudkan dalam program aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan pariwisata Badung,” ucapnya.

Fokus utama Pemkab Badung saat ini adalah mempercepat penataan moda transportasi dan kelancaran arus lalu lintas, khususnya di kawasan pariwisata Kuta. Langkah tersebut diarahkan pada penyediaan kantong parkir terpusat, penertiban jalur umum dari parkir liar, penataan pedestrian, hingga pengembangan transportasi publik rendah emisi karbon.

Menurut Adi Arnawa, sterilisasi ruang jalan merupakan prasyarat utama yang wajib diselesaikan sebelum melangkah pada penerapan moda transportasi publik berbasis jalur khusus, termasuk rencana pengembangan massal berbasis trem.

Baca Juga  Bulan Bung Karno Bukti Kekuatan PDI Perjuangan selalu Bersumber dari Rakyat dan Kembali untuk Kepentingan Rakyat

“Langkah awal kami adalah mengamankan ruang jalan dari parkir liar. Transportasi publik tidak akan efektif jika langsung diterapkan tanpa jalur khusus yang steril dari kemacetan jalur umum. Jika ruang jalan sudah steril, barulah kita terapkan moda transportasi khusus tersebut,” tegasnya.

Guna mendukung kebijakan itu, Pemkab mematangkan persiapan sejumlah kantong parkir terpadu (center park). Beberapa lahan strategis di kawasan pariwisata dan pusat perbelanjaan sedang disiapkan untuk mendukung skema parkir terpusat ini guna mengurangi penggunaan badan jalan sehingga pergerakan kendaraan serta pejalan kaki lebih tertib.

Kunjungan delegasi Inggris ini merupakan tindak lanjut Strategic Partnership Indonesia-Inggris, sekaligus berkaitan dengan kunjungan kerja Gubernur Bali ke Inggris dalam rangka London Climate Action Week. Inggris berkomitmen memberikan bantuan teknis untuk pengembangan kawasan rendah emisi atau Ultra Low Emission Zone (ULEZ) serta mendukung transisi menuju sistem transportasi publik rendah karbon.

Minister Counsellor for Development Kedutaan Besar Inggris, Peter Rajadiston, menegaskan komitmen negaranya mendukung mobilitas berkelanjutan di Badung yang memiliki posisi strategis bagi pariwisata Bali.

“Kabupaten Badung memegang peran kritis dalam perekonomian dan pariwisata Bali. Kami sangat kagum dengan visi Bapak Bupati serta prioritasnya yang jelas mengenai mobilitas perkotaan berkelanjutan. Melalui kemitraan strategis ini, Pemerintah Inggris berkomitmen penuh mendukung upaya Badung mengembangkan solusi transportasi rendah karbon dan infrastruktur hijau demi masa depan berkelanjutan,” jelas Peter.

Sinergi internasional ini diharapkan memperkuat kolaborasi ke depan guna menghadirkan solusi sistem transportasi yang tertata, hijau, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkokoh posisi Badung sebagai destinasi wisata kelas dunia yang adaptif terhadap tantangan iklim. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Langkah PLN ES Perkuat Infrastruktur Kelistrikan TPST Badung

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa menerima rombongan PLN ES di Ruang Nayaka Gosana I, Puspem Badung
TERIMA ROMBONGAN: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menerima rombongan PT. PLN di Ruang Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Jumat (21/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen PT PLN Electricity Services (PLN ES) dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah Kabupaten Badung. Langkah strategis ini dinilai krusial dalam mendukung akselerasi program pengelolaan sampah berbasis sumber serta menunjang pertumbuhan investasi pariwisata yang berkelanjutan di daerah tersebut.

Apresiasi mendalam tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di sela-sela acara peresmian Operation and Maintenance (O&M) kelistrikan fasilitas pengelolaan sampah, Jumat (21/8). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Nayaka Gosana I, Puspem Badung tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PLN ES kepada pihak pemerintah daerah.

Acara penting ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Badung, antara lain Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Made Rai Warastuthi, serta Kepala Bagian Administrasi Pembangunan I Putu Eka Parmana. Sementara dari pihak PLN, hadir Direktur Utama PLN ES Susiana Mutia beserta jajaran manajemen, serta General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali Ajrun Karim.

Dalam sambutannya, Bupati I Wayan Adi Arnawa menyambut hangat kedatangan jajaran direksi dan manajemen PLN Group. Ia secara khusus menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi nyata PLN ES yang dinilai hadir pada momentum yang tepat, di saat Pemkab Badung tengah gencar berupaya mempercepat penanganan masalah sampah.

“Kami menghaturkan terima kasih atas bantuan PLN ES. Kehadiran teman-teman sangat membantu, karena kemarin kami sempat terkendala kesiapan mesin dan pasokan listriknya. Dengan kehadiran PLN ES, astungkara semua ini dapat menjadi solusi nyata bagi kendala yang kami hadapi di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga  Ini Alasan Koster-Giri Gembira Sambut Nomor Urut 2

Lebih lanjut, Adi Arnawa membeberkan bahwa jaminan keandalan sektor kelistrikan memegang peranan sangat vital dari operasional seluruh fasilitas pengelolaan sampah di Badung. Saat ini, Pemkab fokus mengoptimalkan pengelolaan sampah langsung dari sumber demi menghentikan pembuangan ke TPA Suwung. Parameter keberhasilan lingkungan Badung adalah kemandirian mengolah sampah domestik tanpa bergantung pada pihak luar.

Dinas LHK Badung telah berhasil mengimplementasikan sistem baru tersebut. Sampah yang masuk kini langsung dipilah dan diproses secara produktif. Sampah plastik dikonversi menjadi materi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif, sedangkan sampah organik diolah secara higienis menjadi pupuk kompos bernilai guna.

“Melalui hilirisasi ini, sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Tadi saya mengecek ke lapangan, kondisinya kini jauh berbeda, sudah sangat lapang dan bersih, tidak seperti beberapa waktu lalu saat sampah masih menumpuk karena belum dikelola dengan baik. Perkembangan ini membuat saya senang,” imbuh Bupati.

Ia mengakui, kebijakan penutupan TPA Suwung sempat memicu kekhawatiran. Namun, tantangan tersebut memicu Pemkab Badung menjadikan wilayahnya sebagai pilot project nasional penanganan sampah berbasis sumber dengan metode pemilahan ketat. Upaya masif ini membuahkan hasil positif, di mana tingkat kesadaran masyarakat memilah sampah rumah tangga diklaim menyentuh angka 70 hingga 80 persen. Bupati berharap kolaborasi dengan PLN ES diperkuat di masa mendatang.

Direktur Utama PLN ES, Susiana Mutia, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pemkab Badung. Susiana memaparkan bahwa PLN ES mengemban mandat khusus di bidang layanan ketenagalistrikan, mencakup pembangunan infrastruktur jaringan baru, pemeliharaan berkala, hingga penyediaan solusi kelistrikan terintegrasi.

“Kami mengucapkan terima kasih diberi kepercayaan. Kami menyiapkan instalasi kelistrikan di TPST yang kapasitasnya 1 MW, nanti akan ditambah daya menjadi 3 MW,” jelasnya.

Baca Juga  Peringati Bulan Bung Karno VIII, Pemkab Badung Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Rawat Monumen Perjuangan

Sementara itu, GM PLN UID Bali Ajrun Karim menegaskan kondisi kelistrikan di Kabupaten Badung dalam status aman dan surplus untuk menopang aktivitas masyarakat serta investasi. Pelayanan kelistrikan di Badung berada di bawah koordinasi UP3 Bali Selatan dengan total basis pelanggan menembus angka 396.517 pelanggan. Sekitar 18,9 persen merupakan pelanggan tegangan menengah (TM) yang menyerap 61 persen pasokan listrik.

“Ini bukti industri dan pariwisata di Badung tumbuh pesat. Kami menjamin pasokan listrik sangat siap menerima investor baru,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Singasari Expo IV, Bupati Badung Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Kelestarian Budaya Blahkiuh

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa membuka Singasari Expo IV di Lapangan Kopral I Wayan Surem, Desa Blahkiuh
BUKA SINGASARI EXPO: Bupati Adi Arnawa, saat membuka kegiatan Singasari Expo IV Tahun 2026 di Lapangan Kopral I Wayan Surem, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kamis (20/8). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, secara resmi membuka kegiatan Singasari Expo IV Tahun 2026 di Lapangan Kopral I Wayan Surem, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kamis (20/8). Pembukaan agenda tahunan masyarakat Desa Blahkiuh ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati Badung menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Singasari Expo merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memajukan sanggar seni, serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya daerah.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Blahkiuh bersama Karang Taruna Singasari Blahkiuh atas terselenggaranya kegiatan ini secara berkelanjutan. Singasari Expo bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sarana pengembangan ekonomi masyarakat dan pelestarian budaya yang sangat berharga,” ungkap Adi Arnawa.

Ia menambahkan, kegiatan ini memberikan ruang luas bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing produk unggulan, serta mengenalkan potensi wilayah kepada masyarakat luas. Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemkab Badung dalam mendorong pembangunan berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat.

Selain dukungan dana, Adi Arnawa juga memaparkan rencana strategis Pemkab Badung untuk membangun lapangan sepak bola dan taman kota di Desa Blahkiuh. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi ruang publik yang layak untuk sarana olahraga, rekreasi keluarga, sekaligus pusat kegiatan sosial masyarakat.

“Semoga Singasari Expo senantiasa berkelanjutan, mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, serta menjaga kelestarian seni dan budaya lokal di Kabupaten Badung, khususnya di Desa Blahkiuh,” harapnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Blahkiuh, IB Gede Mahatma Nanda Manuaba, menyatakan dalam laporannya bahwa Singasari Expo terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian desa. Eksibisi ini dirancang khusus sebagai wadah pemberdayaan bagi pelaku UMKM, kelompok sanggar seni, serta pengembangan potensi unggulan desa secara menyeluruh.

Baca Juga  Presiden RI V Ibu Megawati Soekarnoputri Hadiri Penutupan Bulan Bung Karno di Bali

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Badung I Gusti Ngurah Saskara, Plt. Camat Abiansemal bersama unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, Bendesa Adat Blahkiuh, serta jajaran tokoh masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca