Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster Meminta PKK Jadi Motor Penggerak Implementasi Peraturan Gubernur

BALIILU Tayang

:

de
NY. PUTRI KOSTER: Ingatkan para ibu akan bahaya narkoba serta HIV/AIDS yang mengintai setiap saat. (Foto:Ist)

Klungkung, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster meminta PKK bisa menjadi motor penggerak implementasi sejumlah peraturan gubernur (pergub) yang telah diterbitkan pemerintah. Salah satunya yaitu Pergub Nomor  47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Di mana keberadaan PKK berperan strategis dalam upaya mensosialisasikan ke tengah masyarakat agar penyelesaian sampah langsung pada sumbernya.

‘’Sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga agar sudah dikelola di rumah tangga dan sampah di tingkat desa juga sudah terkelola dan terselesaikan di tingkat desa,’’ ucap Putri Koster saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada sosialisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Wujudkan Bali Era Baru di Wantilan Balai Budaya, Klungkung, Jumat (13/3-2020)

Ny. Putri Koster menyampaikan 10  program pokok PKK sangat sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang meliputi tiga unsur utama alam, budaya dan manusia. Untuk itu ketika PKK itu bergerak dengan program kerjanya tersebut berarti PKK turut mensukseskan terwujudnya visi untuk mewujudkan Bali Era Baru.

Di samping itu, terkait implementasi sejumlah pergub di masyarakat, Ketua TP PKK juga mengingatkan para ibu akan bahaya narkoba serta HIV/AIDS yang mengintai setiap saat. Narkoba dan HIV/AIDS bisa menghancurkan generasi penerus bangsa kita. Untuk itu peran orang tua sangatlah penting dalam melakukan pengawasan terhadap  anaknya sehingga tidak terjerumus dalam bahaya narkoba maupun HIV/AIDS.

Gubernur Bali dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra  menandaskan Pemprov Bali dalam mengimplementasikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali telah menuangkan ke dalam 22 misi yang menjadi arah kebijakan pembangunan Bali sebagai pelaksanaan Pola Pembangunan Semesta Berencana ke dalam 5 bidang prioritas. 

Baca Juga  Wabup Suiasa Ajak Tokoh Agama Menabur dan Menebarkan Benih Cinta Kasih

Di antaranya prioritas dalam bidang sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan serta adat, agama dan pariwisata. Kelima bidang prioritas tersebut didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi. 

Untuk melaksanakan visi tersebut, sebagai upaya menata pembangunan Bali secara fundamental dan konfrehensif, diperlukan kerangka hukum yang memadai berupa peraturan daerah (perda) dan peraturan gubernur (pergub). Di antaranya Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Di samping itu ditetapkan pula Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali serta aturan pelaksanaannya yaitu Peraturan Gubernur Bali Nomor 34 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Desa Adat di Bali.  Peraturan daerah tersebut memberikan makna bahwa pengaturan kesatuan masyarakat hukum adat di Provinsi Bali harus mampu mengembalikan kedudukan dan fungsi desa adat sebagai pusat kebudayaan dan pusat pembinaan mentalitas keagamaan agar desa adat dapat memerankan fungsi secara baik sebagai pemilik kebudayaan Bali yang telah memberikan kontribusi sangat besar terhadap pembangunan sosial ekonomi tidak saja kepada masyarakat Bali, tetapi juga Indonesia dan bahkan masyarakat dunia.

Di samping itu Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 ini memberikan pengakuan bahwa desa adat sebagai subyek hukum. Di mana desa adat memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti halnya subyek hukum lainnya dan dapat bertindak sendiri baik di dalam maupun di luar pengadilan.

Dalam menguatkan kedudukan dan fungsi desa adat, Pemerintah Provinsi Bali juga telah melaksanakan program dan kegiatan yang berpihak kepada desa adat. Di antaranya memberikan  Dana Desa  Adat melalui  APBD Semesta Berencana sebesar Rp 447,9 milyar kepada 1.493 desa adat secara langsung ke rekening desa adat masing-masing. Selain itu membangun Kantor Majelis Desa Adat Provinsi dan Kabupaten/Kota melalui APBD Semesta Berencana Provinsi Bali, APBD Kabupaten/Kota serta dana Corporate Social Responsility (CSR) dari BUMN/BUMD dan perusahan swasta di Bali.

Baca Juga  Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Diskerpus Badung Gelar Pelatihan Tata Rias dan Kue Kering

Turut hadir pada acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Klungkung, para pelajar serta undangan lainnya. (*/balu1)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

WHDI Badung Gelar Aksi Sosial dan Lingkungan di Pura Taman Ayun

Published

on

By

WHDI Badung
TEBAR BENIN IKAN: Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta memimpin Aksi mereresik, penanaman pohon, hingga penebaran 5.000 benih ikan karper Sosial di area Pura Taman Ayun, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kamis (30/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian alam dan penguatan spiritual melalui program rutin yang digelar di area Pura Taman Ayun, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Badung, Kamis (30/4).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, didampingi anggota DPRD Badung I Nyoman Satria. Rangkaian acara meliputi aksi mereresik (bersih-bersih), penanaman pohon, hingga penebaran 5.000 benih ikan karper di area kolam Pura Taman Ayun.

Dalam sambutannya Yunita Alit Sucipta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari ajaran Tri Hita Karana yakni Parhyangan, diwujudkan melalui persembahyangan bersama memohon kerahayuan dan kemakmuran bagi jagat Bali dan Badung. Pawongan, bentuk kasih sayang kepada sesama dengan penyerahan 60 paket tali kasih kepada para Pemangku dan petugas kebersihan di lingkungan Pura Taman Ayun. Palemahan, aksi nyata merawat Ibu Pertiwi melalui penanaman pohon dan penebaran benih ikan agar ekosistem tetap terjaga.

“Ini adalah bentuk sradha bhakti kami. Dengan merawat alam, kita berharap Ibu Pertiwi juga senantiasa menjaga kita semua. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan rutin WHDI Badung ini,” ujarnya.

Apresiasi senada disampaikan oleh Bendesa Adat Mengwi, Ida Bagus Oka. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka, tetapi mampu memotivasi anggota WHDI untuk terus berperan aktif, baik dalam rumah tangga maupun masyarakat.

“Kami berharap ibu-ibu WHDI dapat menjadi motivator bagi keluarga untuk semangat ngayah demi kelestarian adat dan budaya. Semoga program mulia yang sejalan dengan pemerintah kabupaten ini bisa terus berlanjut secara berkesinambungan di desa-desa lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga  Wabup Suiasa Ajak Tokoh Agama Menabur dan Menebarkan Benih Cinta Kasih

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Dinas Perikanan Badung, Dinas PMD Badung, pihak Kecamatan Mengwi, Perbekel Desa Mengwi I Nyoman Suwarjana, pengelola Pura Taman Ayun, serta pengurus WHDI tingkat Kabupaten dan Kecamatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Buka Badung Ecology Art Space 2026

Seni Tanpa Sekat, Dorong Isu Lingkungan

Loading

Published

on

By

Badung Ecology Art
BUKA BADUNG ECOLOGY ART SPACE: Bupati Wayan Adi Arnawa membuka acara Badung Ecology Art Space 2026 di Wantilan Pura Lingga Bhuana, Puspem Badung, Rabu (29/4). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri sekaligus membuka acara Badung Ecology Art Space 2026 yang diinisiasi oleh Katalis Kreatif Seni Budaya Kabupaten Badung. Acara yang memadukan kreativitas seni dengan kampanye lingkungan ini digelar di Wantilan Pura Lingga Bhuana, Puspem Badung, Rabu (29/4).

Acara ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari seniman muda hingga senior, serta diikuti oleh peserta dari tingkat regional, nasional, hingga internasional. Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana apresiasi sebesar Rp 30 juta untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Anggota DPRD I Made Rai Wirata, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Kabag Prokompim Made Suardita, perwakilan Dinas Kebudayaan, serta tokoh seni lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep acara yang sejalan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia tersebut. Menurutnya, seni dapat menjadi instrumen yang kuat untuk menyuarakan isu-isu lingkungan yang kini menjadi perhatian global.

“Langkah ini sangat luar biasa. Badung Ecology Art Space menunjukkan bahwa seniman kita tidak memiliki sekat ruang. Kesenian ini mampu mendorong isu lingkungan yang menjadi perhatian dunia. Saya melihat penampilan para seniman tadi sangat menyatu dengan alam sekitar,” ujarnya.

Ia juga berharap agar komunitas seni seperti Listibya, Ekraf, dan Katalis dapat terus bersinergi dalam satu wadah besar untuk melindungi dan mengayomi para seniman di Kabupaten Badung. “Saya ingin memastikan seniman kita kompak. Kreativitas di Badung tidak harus terbatas di dalam ruangan atau studio mewah. Seni bisa dilakukan di mana saja, termasuk berkolaborasi langsung dengan alam. Ini adalah kekuatan dan potensi besar yang harus kita tunjukkan,” imbuhnya.

Baca Juga  Menkop Teten Masduki Kunjungi Dharma Negara Alaya, Apresiasi Insan Kreatif Kota Denpasar

Sementara itu, Ketua Umum Katalis Kreatif Seni Budaya Kabupaten Badung, I Gst Darma Putra, menjelaskan bahwa lembaga ini merupakan wadah bagi seniman muda Badung untuk memajukan kebudayaan melalui pengembangan seni kontemporer dan inovatif. “Kami merayakan dua momen spesial, yakni Hari Bumi Sedunia dan Hari Tari Sedunia. Melalui seni, kami ingin mengkampanyekan pentingnya menjaga ekologi agar tercipta kesinambungan antara alam dan kesenian di Badung,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Tari Sedunia di Denpasar, Seniman dari Berbagai Daerah Meriahkan “Naluriku Menari”

Published

on

By

hari tari denpasar baru
HARI TARI SEDUNIA: Pelaksanaan Hari Tari Sedunia Tahun 2026 dipusatkan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Denpasar, pada Rabu (29/4) dihadiri Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Turut hadir Anggota DPD RI Provinsi Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta sejumlah undangan dan pegiat seni. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Semangat pelestarian seni dan budaya kembali menggema di Kota Denpasar melalui peringatan Hari Tari Sedunia Tahun 2026. Berkolaborasi dengan komunitas seni Naluri Manca, Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar kegiatan bertajuk “Naluriku Menari” atau yang dikenal dengan sebutan NAME.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Denpasar ini berlangsung selama dua hari, 27–28 April 2026. Beragam agenda seni turut memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari Konser Naluriku Menari ke-5 hingga Festival Lomba Tari Bali yang melibatkan generasi muda serta komunitas seni dari berbagai daerah.

Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu (29/4), ditandai dengan kehadiran Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang menyaksikan langsung rangkaian pagelaran seni. Turut hadir Anggota DPD RI Provinsi Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta sejumlah undangan dan pegiat seni.

Di sela kegiatan, Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan “Naluriku Menari” yang dinilai terus berkembang hingga menembus skala nasional. Rai Mantra juga memberikan semangat kepada para seniman muda untuk terus berkarya dan menjaga kreativitas.

“Lanjutkan dan terus berkarya, kreatif sampai mati. Saya kira acara NAME ini hanya ada di Denpasar dan Bali, ternyata sudah merambah nasional. Terbukti dengan hadirnya teman-teman penari dari Jawa Barat hingga Yogyakarta,” ujar Rai Mantra.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi atas konsistensi komunitas seni dan seluruh pihak yang terus menjaga ruang kreativitas bagi generasi muda melalui kegiatan seni budaya. Menurutnya, “Naluriku Menari” bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan wadah untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga  Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Diskerpus Badung Gelar Pelatihan Tata Rias dan Kue Kering

Arya Wibawa mengatakan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen mendukung berbagai ruang kreatif yang mampu menjadi sarana edukasi, pelestarian budaya, sekaligus penguatan karakter generasi muda. Melalui momentum Hari Tari Sedunia ini, ia berharap seni tari Bali tetap hidup, berkembang, dan mampu diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi penerus.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memberikan ruang bagi seniman muda untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Seni dan budaya adalah identitas yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Arya Wibawa.

Founder Naluri Manca, Ida Bagus Eka Haristha, menjelaskan bahwa peringatan Hari Tari Sedunia melalui “Naluriku Menari” lahir dari semangat kebersamaan para seniman Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya digagas oleh Naluri Manca semata, melainkan menjadi gerakan bersama dari, oleh, dan untuk para seniman.

Ia mengatakan, pelaksanaan NAME yang kini memasuki tahun kelima terus berkembang secara konsisten hingga mulai dikenal di kancah internasional. Bahkan, “Hari Tari Sedunia Naluriku Menari” telah diusulkan dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Hari Tari Sedunia ini kami laksanakan sebagai bagian dari misi pelestarian budaya dalam balutan semangat Vasudhaiva Kutumbakam. Kami memadukan unsur tradisional dan modern dalam NAME. Terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk Pemkot Denpasar, yang telah memberikan ruang bagi anak-anak muda dan para seniman untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, keberlangsungan kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni dalam menjaga eksistensi seni budaya Bali agar tetap hidup, berkembang, dan mampu menjangkau generasi masa depan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca