Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Live IG @toyadevasya di Tengah Pandemi Covid-19, Berbagi Ilmu antara Toya Devasya dan DNI Skin Centre

BALIILU Tayang

:

de
LIVE IG @TOYADEVASYA

WABAH pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang sedang berkembang di seluruh dunia dan juga di Bali memang telah berdampak luas terhadap perekonomian khususnya sektor pariwisata. Tak terkecuali objek wisata terfavorit yang dikenal seantero dunia dengan jumlah kunjungan ribuan per hari, Toya Devasya Natural Hot Spring harus ditutup sementara. Sedangkan DNI Skin Centre harus melakukan transformasi bisnis agar tetap survive.

Namun dalam sebuah diskusi live di istagram (IG) @toyadevasya Kamis (16/4-2020), CO Toya Devasya Ayu Astiti Saraswati dan founder DNI Skin Centre  Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK, mereka sama-sama optimis. Seoptimis warna ungu yang menjadi warna branding Toya Devasya dan DNI Skin Centre yang selalu mengedepankan sebuah pelayanan yang utama dan prima.

Dalam diskusi jarak jauh yang disimak 25 ribuan pengikut ini, mereka sharing, berbagi pengalaman menghadapi wabah pandemi corona agar bisnis tetap survive. Ayu Astiti di awal diskusi sedikit mengurai warna ungu yang dipilih sebagai branding Toya Devasya. ‘’Ungu warna elegan yang memberi arti pelayanan prima dengan berpenampilan menarik. Toya Devasya berarti air Tuhan, air panas alami milik Tuhan sehingga memilih brand ungu karena warna yang paling tinggi yang letaknya dalam cakra di ubun-ubun,’’ ujar Putu Astiti Saraswati, saat Live Instagram dengan topik Life Must Go On, How to Find Infinite Harmony In Our Limitation bersama founder DNI Skin Centre Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK Kamis (16/4-2020) pukul 16.00 Wita.

Bukan saja permandian air alami, Toya Devasya juga menyuguhkan pemandangan yang luar biasa terletak di kaki Gunung Batur, udaranya yang sejuk, kental akan budaya Bali Mula sebagai origin of Bali. Selain itu ada juga waterbom, adventure, canoeing, camping , wellness, spa. Toya Devasya percaya dengan we believe in infinite harmony, berharap tamu tidak sekedar berendam tetapi mendapatkan keselarasan di saat berada di lingkungan budaya dan alam yang alami.

Ketika sebelum corona waktu begitu sedikit, berbeda jauh dengan sekarang di tengah corona waktu banyak namun ruangan terbatas. ‘’Toya Devasya ditutup sementara seperti nonjok kita. Namun kita tetap harus punya hope, punya harapan, suatu hari keadaan akan kembali membaik. Karena itu waktu yang kita punya ini sayang disia-siakan. Tadinya kita cari solusi aktualisasi diri keluar tapi sekarang ke dalam,’’ ujar Sri Astuti memberi alasan kenapa digelar sharing medsos ini.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Terima 1.000 Paket Sembako dari BPJS Ketenagakerjaan Bali

Salah satunya, Toya Devasya menghubungkan dengan beberapa orang juga mungkin teman di rumah siapa tahu sama-sama saling menginspirasi untuk mengisi waktu, bahwa kita masih punya hope menghadapi tantangan ke depan.

Dalam diskusi selama 1 jam itu, IGN Darmaputra, sang ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) daerah Bali ini bertutur tentang transformasi bisnisnya di tengah pandemi Covid-19.  DNI Skin Centre memilih branding warna ungu dan pada 14 Februari 2020 melakukan rebranding  sekaligus mengubah take line-nya reveal your glow, pancarkan kecantikan dari dalam. ‘’Kami bukan hanya merawat orang-orang cantik kulit luarnya, tetapi juga dari dalam. Salah satunya membikin cantik dari dalam dengan berbagi pengetahuan seperti ini. Menambah sharing-sharing membuat orang-orang bisa tampil percaya diri sehingga terpancar dari dalam kecantikan alami,’’ ujar Darmaputra.

Dalam situasi corona, sebagai tenaga professional, pengusaha, dan juga enterprenuer, Darmaputra tetap saja menunaikan kewajiban ke Rumah Sakit Sanglah bertemu pasien, begitu juga sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana walau dengan system jarak jauh dan sebagai ketua Hipmi Bali yang kini mempersiapkan pergantian kepengurusan.

Tentu saatnya memutar otak menyiapkan berbagai hal menjalankan bisnis DNI Skin Centre di tengah wabah pandemi corona. ‘’Sekarang banyak belajar, situasi reset mulai dari nol. Saya ikutin webinar-webinar. Kalau orang bilang balapan motor, Valentino Rossi nyalipnya di tikungan. Jalur kondisi biasa akan susah bersaing, namun kalau di saat kondisi seperti ini semua mulai reset dari nol. Dan kalau kita kepengin tampil maju kita harus mengambil banyak pelajaran dan akhirnya kita berhasil menyalip di tikungan,’’ papar Darmaputra.

Dalam kondisi ini ada peluang, rekan di Hipmi yang memiliki usaha di bidang kesehatan membuat data base dalam rangka membantu pemerintah seperti arahan Presiden Indonesia bahwa sebagian besar barang impor sedangkan potensi internal sudah mampu sebenarnya. ‘’Kita punya networking, ada penjual alat kesehatan, pabrik, apotik, klinik dan rumah sakit. Kita buat data basenya ke depan bisa kita sinergikan. Sekarang masih ngotak-ngatik sekitar itu. Kita di rumah tetapi otak kemana-mana,’’ ujar Darmaputra.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Terima Kunjungan Putri Wapres Siti Ma'rifah

Tak jauh beda dengan Toya Devasya. Ayu Astiti menuturkan selagi bertahan di tengah pandemi Covid-19, Toya Devasya melakukan maintenance. Ada kolam olimpic size di tengah Toya Devasya yang pertama kali berdiri tahun 1997 silam. Sejak berdiri kolam olimpic size ini tidak pernah direnovasi karena susah membuang airnya, berbeda dengan kolam yang lain setiap hari dikuras.

‘’Saat ini waktunya menata, tegel diganti, semua diperbaiki. Pipa air mancur diperbesar agar nanti aliran pijatannya lebih kuat. Instalasi perpipaannya juga ditambahkan dari sumbernya agar air lebih panas. Kita berharap saat dibuka airnya jauh lebih panas,’’ ujar Ayu Astiti.

Darmaputra mengaku percaya dengan apa yang dilakukan Toya Devasya di bawah pengelola Ketut Mardjana dan Ayu Astiti yang luar biasa. Ide-ide kreatifnya tak pernah berhenti. Kini sudah ada waterbom, plosotan, wisata air di danau dll.

Ayu Astiti memaparkan jika sebelum corona melakukan perubahan, itu destruktif banget buat kita sendiri. Hal ini menyebabkan tamu gampang ter-distract atau beralih ke tempat lain. Kenapa selalu mengadakan pembaharuan seperti juga DNI Skin Centre dalam sharing diskusi ini, karena gimana caranya mereka (pengunjung-red) kalau bisa setiap bulan kembali. Jadi kita banyak punya repeater guest (tamu yang datang kembali). 

Selama wabah corona, kata Darmaputra, yang lagi booming justru bisnis kesehatan. DNI Skin Centre juga mengambil peran itu. Seperti hand sanitizer yang berfungsi antiseptic tanpa merusak kulit. Dimana menciptakan hand sanitizer berkadar alkohol 70 persen, namun mengandung moisturizer yang diyakini dapat menghindari kekeringan pada kulit setelah menggunakannya.

Namun Darmaputra tetap mempertegas DNI sebagai suatu klinik kesehatan yang utama. Kecantikan dari sudut pandang dokter adalah masalah kesehatan baik  jerawat, flek, masalah penyakit yang urgen lainnya. Bayangkan dalam kondisi saat ini, stress di rumah tidak boleh keluar lagi jerawatan, video call tak berani, selfi bingung. Dan kita focus mempertegas penekanan pada bagaimana kesehatan kulit untuk kecantikan melalui perawatan yang mereka lakukan.

Agar perawatan atau berkunjung ke klinik tetap aman, jangan sampai klinik menjadi tempat penularan, di DNI dari awal membuat panduan bagaimana orang ke klinik merasa aman dan nyaman. ‘’Kami  menerapkan rapid care, customer bisa konsul dengan dokter lewat WA, video call kemudian diresepkan apa yang cocok, disiapkan obatnya. Datang ke klinik langsung perawatan tidak perlu lama. Selain itu, di klinik semua petugas menggunakan masker dan sanitizer sebelum pelayanan. Di ruang tunggu diatur posisinya tetap social distancing. Secara rutin juga dilakukan penyemprotan disinfektan pada lantai, kursi, meja dan lain-lain.

Baca Juga  Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Gubernur Koster Ingin Wujudkan Quality Tourism

Selain pelayanan perawatan ada produk yang wajib harus dipakai. DNI menggunakan layanan online free ongkir. DNI juga membuat CSR dengan membagikan sanitizer dan tas kepada ojol. Kita utamakan bukan kepada ojol, tetapi kepada orang-orang yang akan menggunakan jasanya. Kita mengajarkan bagaimana prinsipnya menghandel barang pesanan tetap aman. Sebelum diserahkan ke konsumen disemprot sanitizer. Selain itu, juga dikombinasikan dengan organisasi Hipmi peduli, dimana menyiapkan sekitar 200 paket termasuk berisi masker yang akan dibagikan ke pos-pos ojol.

Melihat fenomena saat ini dimana orang banyak dirumahkan, manajemen DNI mengambil inisiatif mengembangkan system reseller, berbagi rejeki dengan menyalurkan produk DNI tanpa ada batasan minimal pembelian. Seperti take line DNI di awal beauty for every one, semua orang bisa cantik dengan harga terjangkau. “Kami membuka peluang juga buat reseller yang mau melakukan wirausaha penjualan hand sanitizer, produknya sama dengan yang Hipmi Peduli distribusikan,” terang Darmaputra.

Akhirnya Darmaputra menjawab pertanyaan apa sih yang kita cari. ‘’Dalam jangka panjang saya pingin hidup saya banyak waktu dan banyak rejeki sehingga bisa lebih santai. Jika konsisten dan untuk mencapai tujuan akhir itu, mulailah dari langkah-langkah jangka pendeknya. Kalau saya cuma dokter, di saat kita banyak rejeki waktu saya berkurang karena dokter makin banyak pasien akan makin banyak waktu tersita,’’ ujar Darmaputra yang kini memiliki 24-an cabang DNI di seluruh Indonesia, kantor pusat di Jalan Raya Puputan No. 70 Renon, Denpasar.

Penuturan yang luar biasa dari seorang enterprenuer Darmaputra, dilengkapi uraian Ayu Astiti  tentang filosofi gajah yang menjadi ikon Toya Devasya.  Mata gajah yang sipit sebagai symbol focus pada jangka panjang tujuan akhir, kuping yang besar dan lebar dimana ingin lebih banyak mendengar masukan orang, seperti salah satunya belajar dari DNI. Badan yang besar karena ingin satu hari menjadi besar, dan belalainya untuk membuka jalan berbagi. Toya Devasya ingin berbagi dengan orang lain dengan lingkungan sekitar. Kehadirannya menumbuhkan banyak bisnis seperti laundry, transportasi, pertanian dll.

Akhirnya, Ayu Astiti dan Darmaputra menutup sharing bahwa pandemi Covid-19 yang kita semua rasakan merupakan sebuah tantangan yang harus dilalui dengan baik. Intinya bagaimana kita dapat mengelola sebuah tantangan agar bisa menjadikan tantangan itu sebagai sebuah peluang untuk memenangkan sebuah pertarungan. Berikutnya, kembali live di IG @toyadevasya Jumat pukul 16.00 Wita antara Ayu Astiti dengan owner Ulam Resto. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Balinomics Bank Indonesia Rekomendasikan Langkah Taktis Dorong Pemerataan Ekonomi Bali Utara–Selatan

Published

on

By

Forum Diskusi Balinomics Bank Indonesia di Buleleng
BALINOMICS: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali saat menyelenggarakan kegiatan Forum Diskusi Strategis BALINOMICS pada Kamis, 5 November 2026 bertempat di Kantor Bupati Buleleng. (Foto: ist)  

Buleleng, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali kembali menyelenggarakan kegiatan Forum Diskusi Strategis BALINOMICS pada Kamis, 5 November 2026 bertempat di Kantor Bupati Buleleng. Penyelenggaraan kegiatan Balinomics di Buleleng merupakan salah satu perwujudan semangat mendorong penguatan ekonomi di Bali Utara. Forum dibuka oleh Bupati Buleleng yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni. Forum BALINOMICS kali ini mempertemukan perwakilan instansi vertikal seperti Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Bali, OPD Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng, perwakilan akademisi dari Universitas Pendidikan Ganesha, media, dan perwakilan asosiasi pengusaha.

Dalam pembukaannya, Putu Ayu menyampaikan bahwa tantangan ekonomi Bali saat ini yakni masih terkonsentrasinya aktivitas ekonomi di Wilayah Bali Selatan. ”Ke depan, pengembangan Bali Utara sangat esensial yang sejatinya merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi Bali secara keseluruhan, agar manfaat pembangunan yang dapat dirasakan di seluruh wilayah Bali,” tutur Putu Ayu. Putu Ayu menekankan tiga strategi utama untuk mendorong pemerataan ekonomi Bali Utara dan Bali Selatan yakni Penguatan Konektivitas Bali Utara–Selatan, (ii) Pengembangan Pariwisata Bali Utara yang Berkualitas dan Berkelanjutan, (iii) Peningkatan Nilai Tambah Sektor Kelautan, Perikanan, dan Pertanian Melalui Hilirisasi.

Lebih lanjut, Kepala Perwakilan Provinsi Bali, Achris Sarwani dalam sambutannya menyampaikan bahwa Forum Balinomics kali ini merupakan penyelenggaraan keempat di tahun ini yang berfokus pada perumusan strategi taktis untuk mendukung pemerataan ekonomi Bali Utara dan Selatan. Achris menyebutkan kinerja perekonomian Bali tahun 2026 tetap kuat dengan pertumbuhan yang diprakirakan berada pada batas atas kisaran 5,4–5,9% (yoy). Namun demikian, potensi ekonomi Bali belum sepenuhnya optimal karena aktivitas ekonomi masih sangat terkonsentrasi di Bali Selatan. Hal ini tercermin dari, kontribusi PDRB Wilayah Bali Selatan (Daerah Sarbagia) mencapai 58% terhadap PDRB Bali. Realisasi penanaman modal juga terkonsentrasi di Daerah Sarbagia mencapai Rp 30,49 triliun (pangsa 81,64%) sepanjang 2026. Pada Balinomics kali ini, Achris menegaskan pentingnya penciptaan nilai tambah komoditas unggulan daerah sebagai langkah pemerataan ekonomi, termasuk mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas. Untuk itu pada Balinomics kali ini terdapat sharing dari pengusaha yang telah sukses meningkatkan nilai tambah komoditas lokal unggulan.

Baca Juga  Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Gubernur Koster Ingin Wujudkan Quality Tourism

Sharing session disampaikan oleh Founder & CEO PT. Haldin Pacific Semesta, PT. Talasi Tru Origin, Alisjahbana Haliman. Ali menyampaikan Bali memiliki berbagai komoditas unggulan daerah yang sangat dibutuhkan oleh pasar domestik dan internasional, mulai dari kopi, rumput laut, anggur, dsb. Ketersediaan produk lokal menjadi modal untuk meningkatkan value ekonomi melalui strategi substitusi impor. Sebagai contoh, Ali menyebutkan mapple syrup yang selama ini banyak diimpor, dapat disubstitusi dengan aren syrup. Namun Ali menegaskan yang masih menjadi PR untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas lokal adalah penguatan value chain, mulai dari jaminan mutu, keberlanjutan supply, dan perluasan market.

Sejalan dengan Ali, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Bali, Dedy Arief Hendriyanto memaparkan komoditas perikanan Bali telah mampu bersaing di pasar global seperti ikan tuna, udang, dsb yang selalu dijaga mutunya, namun perlu juga untuk dilakukan perluasan pasar ekspor. Turut hadir, Kepala Bappeda Kabupaten Buleleng, menyampaikan harapan kedepannya dapat dibangun satu ekosistem pertumbuhan Bali Utara sehingga lebih banyak nilai ekonomi yang tinggal di Bali Utara.

Penguatan konektivitas fisik, digital, pariwisata, serta penguatan value chain komoditas lokal menjadi langkah taktis untuk pemerataan ekonomi Bali Utara dan Bali Selatan. Ke depan, melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat dengan mitra kerja, BALINOMICS dapat menjadi katalis penguatan sinergi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan Bali yang tumbuh lebih merata, produktif, dan berkelanjutan. Pada akhirnya, pemerataan pembangunan antara Bali Utara dan Bali Selatan akan menjadi fondasi penting bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berdaya tahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

BI Bali: Inflasi Oktober 2026 Terkendali, Sinergi Pengendalian Terus Diperkuat Jelang Akhir Tahun

Published

on

By

Infografis Inflasi Provinsi Bali Oktober 2026 dari Bank Indonesia Bali
Infografis Inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mencatat perkembangan inflasi di wilayah Bali pada Oktober 2026 menunjukkan dinamika yang memerlukan penguatan sinergi lintas instansi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali yang dirilis pada 2 November 2026, Provinsi Bali secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Oktober 2026 mengalami inflasi sebesar 0,25 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,32 persen (mtm).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani, dalam keterangan tertulis yang diterima di Denpasar, Senin (2/11), menjelaskan bahwa inflasi bulanan tersebut terutama didorong oleh terbatasnya pasokan pangan, khususnya komoditas hortikultura.

“Kondisi ini dipicu oleh terbatasnya produksi pada musim kemarau di tengah fenomena El Niño. Selain itu, gangguan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi secara sementara pada pertengahan Oktober turut memberikan tekanan terbatas terhadap kelancaran distribusi barang di beberapa wilayah,” ujar Achris.

Ia menambahkan, kenaikan harga daging babi juga terjadi di tengah terbatasnya pasokan dan tingginya permintaan pasar.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Provinsi Bali meningkat dari 3,79 persen pada September 2026 menjadi 3,87 persen pada Oktober 2026. Capaian tersebut berada di atas inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,23 persen (yoy). Sementara itu, secara tahun kalender (year-to-date/ytd), inflasi Bali naik dari 2,49 persen menjadi 2,74 persen (ytd).

Melihat perkembangan tersebut, BI menilai pengendalian inflasi pada dua bulan terakhir tahun 2026 perlu terus diperkuat agar tetap berada dalam rentang sasaran 2,5%±1% pada akhir tahun.

Perkembangan Spasial dan Komoditas Penyumbang

Secara spasial, seluruh kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Bali mengalami inflasi bulanan pada Oktober 2026. Kabupaten Badung mencatatkan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,52 persen (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 4,16 persen (yoy).

Baca Juga  Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Gubernur Koster Ingin Wujudkan Quality Tourism

Kota Denpasar menyusul dengan inflasi bulanan sebesar 0,18 persen (mtm) atau 3,63 persen (yoy), Kabupaten Tabanan sebesar 0,16 persen (mtm) atau 4,35 persen (yoy), serta Singaraja sebesar 0,10 persen (mtm) atau 3,67 persen (yoy).

Secara komoditas, inflasi bulanan pada Oktober 2026 bersumber dari peningkatan harga cabai merah, cabai rawit, sawi hijau, kol putih/kubis, buncis, daging babi, serta laptop/notebook. Laju inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, tongkol diawetkan, dan ikan tongkol/ikan ambu-ambu.

Mitigasi Risiko dan Strategi 4K

Bank Indonesia Provinsi Bali terus mendukung berbagai langkah strategis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali, antara lain melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar.

Ke depan, Achris memaparkan beberapa risiko yang perlu diwaspadai, di antaranya berlanjutnya fenomena El Niño kuat hingga awal 2027 serta mundurnya awal musim hujan. Sebagian besar wilayah Bali diprakirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026, yang berpotensi menghambat pemulihan produksi serta pasokan pangan, khususnya komoditas tanaman pangan utama seperti padi.

Selain itu, tingginya harga energi global di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik dunia berpotensi meningkatkan biaya distribusi dan tekanan harga pada sejumlah komoditas. Kendati demikian, normalisasi harga sejumlah komoditas pangan setelah kenaikan pada bulan sebelumnya serta potensi pemulihan pasokan hortikultura secara bertahap diprakirakan mampu menahan tekanan inflasi pada November 2026.

Sebagai langkah antisipasi, BI bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali memperkuat sinergi melalui strategi 4K, yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif.

Implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi TPIP-TPID, intensifikasi Gerakan Pangan Murah (GPM), pemantauan harga berkala, fasilitasi distribusi pangan, optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, pemberian bantuan sarana prasarana kepada kelompok tani, serta penguatan koordinasi dan komunikasi publik. Melalui langkah-langkah komprehensif ini, inflasi Bali pada 2026 diprakirakan tetap terkendali dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 (26/6), Pasien Sembuh Tembus 73 Orang, Dewa Indra: Makin Disiplin maka Penyebaran Transmisi Lokal Pasti bisa Dihentikan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Optimisme Dunia Usaha Bali Terus Menguat di Tengah Kinerja Pariwisata dan Sektor Jasa yang Tetap Solid

Published

on

By

Infografis perkembangan tenaga kerja di Provinsi Bali
Infografis perkembangan tenaga kerja di Provinsi Bali. (Foto: BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia mengindikasikan bahwa aktivitas dunia usaha di Provinsi Bali pada Triwulan III 2026 terus menguat. Perbaikan tersebut sejalan dengan terjaganya kinerja ekonomi Bali yang didukung oleh tingginya mobilitas wisatawan, kuatnya konsumsi rumah tangga, serta meningkatnya aktivitas berbagai sektor jasa. Kondisi tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha sebesar 63,06%, meningkat dibandingkan 49,32% pada Triwulan II 2026. Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh membaiknya kinerja sektor pariwisata dan sektor jasa yang memiliki keterkaitan luas dengan aktivitas ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani dalam keterangan persnya mengatakan bahwa hasil SKDU Triwulan III 2026 menunjukkan bahwa optimisme dunia usaha Bali tetap terjaga dan semakin tersebar pada berbagai sektor ekonomi. “Temuan ini memperkuat indikasi bahwa perekonomian Bali masih berada pada jalur pertumbuhan yang solid dengan dukungan kinerja pariwisata, konsumsi rumah tangga, investasi, serta aktivitas jasa yang tetap kuat,” ujarnya.

Menguatnya aktivitas pariwisata tercermin dari peningkatan SBT LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum dari 14,62% pada Triwulan II 2026 menjadi 19,12% pada Triwulan III 2026. Penguatan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata pada awal Triwulan III 2026.

Achris Sarwani mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara pada Juli–Agustus 2026 mencapai sekitar 691,9 ribu kunjungan per bulan, meningkat 19,5% dibandingkan dengan rata-rata Triwulan II 2026 sebesar 578,9 ribu kunjungan per bulan. Rata-rata tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Juli–Agustus 2026 juga meningkat menjadi 67,74%, dibandingkan dengan rata-rata Triwulan II 2026 sebesar 61,32%.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Terima Kunjungan Putri Wapres Siti Ma'rifah

Menguatnya aktivitas pariwisata tidak hanya meningkatkan kinerja sektor akomodasi dan makan minum, tetapi juga mendorong aktivitas usaha pada sektor transportasi, perdagangan, serta berbagai jasa pendukung lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih menjadi motor utama perekonomian Bali dan menghasilkan efek pengganda yang luas terhadap berbagai lapangan usaha. Sejalan dengan hal tersebut, LU Transportasi dan Pergudangan mengalami perbaikan SBT dari -1,39% menjadi 0,00%, sedangkan LU Jasa Lainnya meningkat dari 0,00% menjadi 1,57%. Perkembangan tersebut mengindikasikan perbaikan aktivitas usaha pada sejumlah sektor yang berkaitan dengan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata.

Selain pariwisata, sebut Achris Sarwani, aktivitas pada sektor jasa juga menunjukkan penguatan. SBT LU Informasi dan Komunikasi meningkat dari 3,14% pada Triwulan II 2026 menjadi 6,27% pada Triwulan III 2026, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan layanan komunikasi dan digital dalam mendukung aktivitas masyarakat serta kegiatan ekonomi. LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib juga meningkat dari 3,33% menjadi 5,55%. Perkembangan tersebut berlangsung di tengah pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pemerintah.

Berdasarkan data DJPb, realisasi belanja daerah di Bali hingga Agustus 2026 tumbuh 9,45% (yoy), termasuk peningkatan belanja operasi sebesar 9,75% (yoy). Sementara itu, LU Jasa Pendidikan meningkat dari 2,39% menjadi 4,78%, sejalan dengan dimulainya tahun ajaran baru pada Juli 2026 yang mendorong aktivitas penyelenggaraan pendidikan dan kebutuhan layanan pendukungnya. Di luar sektor tersebut, mayoritas LU lainnya juga mencatat peningkatan SBT, antara lain LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Industri Pengolahan, serta LU Jasa Keuangan yang mengindikasikan perbaikan persepsi pelaku usaha yang lebih luas, tidak hanya terkonsentrasi pada sektor pariwisata dan jasa. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekonomi Bali semakin terdiversifikasi dan ditopang oleh semakin luasnya sumber pertumbuhan antar lapangan usaha.

Baca Juga  Sinergi K3S Denpasar Bersama Bank BPD Bali, Serahkan Paket Sembako kepada Veteran

Ke depan, kata Achris Sarwani, dunia usaha pada Triwulan IV 2026 di Bali diprakirakan tetap tumbuh positif meskipun lebih rendah dari Triwulan III dengan SBT sebesar 47,76%. Optimisme pelaku usaha didorong oleh prospek konsumsi masyarakat yang tetap terjaga, meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang periode akhir tahun, serta berlanjutnya aktivitas pariwisata dan berbagai kegiatan ekonomi pendukung. Kinerja Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran diprakirakan meningkat seiring penguatan permintaan domestik dan distribusi barang, sementara Lapangan Usaha Industri Pengolahan didukung oleh kenaikan permintaan terhadap produk makanan-minuman dan produk industri lokal. Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan juga diperkirakan mendorong aktivitas Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Bali hingga akhir tahun 2026. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca