Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Live IG @toyadevasya di Tengah Pandemi Covid-19, Berbagi Ilmu antara Toya Devasya dan DNI Skin Centre

BALIILU Tayang

:

de
LIVE IG @TOYADEVASYA

WABAH pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang sedang berkembang di seluruh dunia dan juga di Bali memang telah berdampak luas terhadap perekonomian khususnya sektor pariwisata. Tak terkecuali objek wisata terfavorit yang dikenal seantero dunia dengan jumlah kunjungan ribuan per hari, Toya Devasya Natural Hot Spring harus ditutup sementara. Sedangkan DNI Skin Centre harus melakukan transformasi bisnis agar tetap survive.

Namun dalam sebuah diskusi live di istagram (IG) @toyadevasya Kamis (16/4-2020), CO Toya Devasya Ayu Astiti Saraswati dan founder DNI Skin Centre  Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK, mereka sama-sama optimis. Seoptimis warna ungu yang menjadi warna branding Toya Devasya dan DNI Skin Centre yang selalu mengedepankan sebuah pelayanan yang utama dan prima.

Dalam diskusi jarak jauh yang disimak 25 ribuan pengikut ini, mereka sharing, berbagi pengalaman menghadapi wabah pandemi corona agar bisnis tetap survive. Ayu Astiti di awal diskusi sedikit mengurai warna ungu yang dipilih sebagai branding Toya Devasya. ‘’Ungu warna elegan yang memberi arti pelayanan prima dengan berpenampilan menarik. Toya Devasya berarti air Tuhan, air panas alami milik Tuhan sehingga memilih brand ungu karena warna yang paling tinggi yang letaknya dalam cakra di ubun-ubun,’’ ujar Putu Astiti Saraswati, saat Live Instagram dengan topik Life Must Go On, How to Find Infinite Harmony In Our Limitation bersama founder DNI Skin Centre Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK Kamis (16/4-2020) pukul 16.00 Wita.

Bukan saja permandian air alami, Toya Devasya juga menyuguhkan pemandangan yang luar biasa terletak di kaki Gunung Batur, udaranya yang sejuk, kental akan budaya Bali Mula sebagai origin of Bali. Selain itu ada juga waterbom, adventure, canoeing, camping , wellness, spa. Toya Devasya percaya dengan we believe in infinite harmony, berharap tamu tidak sekedar berendam tetapi mendapatkan keselarasan di saat berada di lingkungan budaya dan alam yang alami.

Ketika sebelum corona waktu begitu sedikit, berbeda jauh dengan sekarang di tengah corona waktu banyak namun ruangan terbatas. ‘’Toya Devasya ditutup sementara seperti nonjok kita. Namun kita tetap harus punya hope, punya harapan, suatu hari keadaan akan kembali membaik. Karena itu waktu yang kita punya ini sayang disia-siakan. Tadinya kita cari solusi aktualisasi diri keluar tapi sekarang ke dalam,’’ ujar Sri Astuti memberi alasan kenapa digelar sharing medsos ini.

Baca Juga  Update Covid-19 (27/7) di Bali, Lima Hari Berturut-turut Jumlah Pasien Sembuh Meningkat, Capai 79,84%

Salah satunya, Toya Devasya menghubungkan dengan beberapa orang juga mungkin teman di rumah siapa tahu sama-sama saling menginspirasi untuk mengisi waktu, bahwa kita masih punya hope menghadapi tantangan ke depan.

Dalam diskusi selama 1 jam itu, IGN Darmaputra, sang ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) daerah Bali ini bertutur tentang transformasi bisnisnya di tengah pandemi Covid-19.  DNI Skin Centre memilih branding warna ungu dan pada 14 Februari 2020 melakukan rebranding  sekaligus mengubah take line-nya reveal your glow, pancarkan kecantikan dari dalam. ‘’Kami bukan hanya merawat orang-orang cantik kulit luarnya, tetapi juga dari dalam. Salah satunya membikin cantik dari dalam dengan berbagi pengetahuan seperti ini. Menambah sharing-sharing membuat orang-orang bisa tampil percaya diri sehingga terpancar dari dalam kecantikan alami,’’ ujar Darmaputra.

Dalam situasi corona, sebagai tenaga professional, pengusaha, dan juga enterprenuer, Darmaputra tetap saja menunaikan kewajiban ke Rumah Sakit Sanglah bertemu pasien, begitu juga sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana walau dengan system jarak jauh dan sebagai ketua Hipmi Bali yang kini mempersiapkan pergantian kepengurusan.

Tentu saatnya memutar otak menyiapkan berbagai hal menjalankan bisnis DNI Skin Centre di tengah wabah pandemi corona. ‘’Sekarang banyak belajar, situasi reset mulai dari nol. Saya ikutin webinar-webinar. Kalau orang bilang balapan motor, Valentino Rossi nyalipnya di tikungan. Jalur kondisi biasa akan susah bersaing, namun kalau di saat kondisi seperti ini semua mulai reset dari nol. Dan kalau kita kepengin tampil maju kita harus mengambil banyak pelajaran dan akhirnya kita berhasil menyalip di tikungan,’’ papar Darmaputra.

Dalam kondisi ini ada peluang, rekan di Hipmi yang memiliki usaha di bidang kesehatan membuat data base dalam rangka membantu pemerintah seperti arahan Presiden Indonesia bahwa sebagian besar barang impor sedangkan potensi internal sudah mampu sebenarnya. ‘’Kita punya networking, ada penjual alat kesehatan, pabrik, apotik, klinik dan rumah sakit. Kita buat data basenya ke depan bisa kita sinergikan. Sekarang masih ngotak-ngatik sekitar itu. Kita di rumah tetapi otak kemana-mana,’’ ujar Darmaputra.

Baca Juga  Satpol PP dan Disperindag Sidak Mall, Cegah Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Tak jauh beda dengan Toya Devasya. Ayu Astiti menuturkan selagi bertahan di tengah pandemi Covid-19, Toya Devasya melakukan maintenance. Ada kolam olimpic size di tengah Toya Devasya yang pertama kali berdiri tahun 1997 silam. Sejak berdiri kolam olimpic size ini tidak pernah direnovasi karena susah membuang airnya, berbeda dengan kolam yang lain setiap hari dikuras.

‘’Saat ini waktunya menata, tegel diganti, semua diperbaiki. Pipa air mancur diperbesar agar nanti aliran pijatannya lebih kuat. Instalasi perpipaannya juga ditambahkan dari sumbernya agar air lebih panas. Kita berharap saat dibuka airnya jauh lebih panas,’’ ujar Ayu Astiti.

Darmaputra mengaku percaya dengan apa yang dilakukan Toya Devasya di bawah pengelola Ketut Mardjana dan Ayu Astiti yang luar biasa. Ide-ide kreatifnya tak pernah berhenti. Kini sudah ada waterbom, plosotan, wisata air di danau dll.

Ayu Astiti memaparkan jika sebelum corona melakukan perubahan, itu destruktif banget buat kita sendiri. Hal ini menyebabkan tamu gampang ter-distract atau beralih ke tempat lain. Kenapa selalu mengadakan pembaharuan seperti juga DNI Skin Centre dalam sharing diskusi ini, karena gimana caranya mereka (pengunjung-red) kalau bisa setiap bulan kembali. Jadi kita banyak punya repeater guest (tamu yang datang kembali). 

Selama wabah corona, kata Darmaputra, yang lagi booming justru bisnis kesehatan. DNI Skin Centre juga mengambil peran itu. Seperti hand sanitizer yang berfungsi antiseptic tanpa merusak kulit. Dimana menciptakan hand sanitizer berkadar alkohol 70 persen, namun mengandung moisturizer yang diyakini dapat menghindari kekeringan pada kulit setelah menggunakannya.

Namun Darmaputra tetap mempertegas DNI sebagai suatu klinik kesehatan yang utama. Kecantikan dari sudut pandang dokter adalah masalah kesehatan baik  jerawat, flek, masalah penyakit yang urgen lainnya. Bayangkan dalam kondisi saat ini, stress di rumah tidak boleh keluar lagi jerawatan, video call tak berani, selfi bingung. Dan kita focus mempertegas penekanan pada bagaimana kesehatan kulit untuk kecantikan melalui perawatan yang mereka lakukan.

Agar perawatan atau berkunjung ke klinik tetap aman, jangan sampai klinik menjadi tempat penularan, di DNI dari awal membuat panduan bagaimana orang ke klinik merasa aman dan nyaman. ‘’Kami  menerapkan rapid care, customer bisa konsul dengan dokter lewat WA, video call kemudian diresepkan apa yang cocok, disiapkan obatnya. Datang ke klinik langsung perawatan tidak perlu lama. Selain itu, di klinik semua petugas menggunakan masker dan sanitizer sebelum pelayanan. Di ruang tunggu diatur posisinya tetap social distancing. Secara rutin juga dilakukan penyemprotan disinfektan pada lantai, kursi, meja dan lain-lain.

Baca Juga  Di Hadapan Pasar India, Wagub Cok Ace Paparkan Kesiapan Bali Terapkan New Normal

Selain pelayanan perawatan ada produk yang wajib harus dipakai. DNI menggunakan layanan online free ongkir. DNI juga membuat CSR dengan membagikan sanitizer dan tas kepada ojol. Kita utamakan bukan kepada ojol, tetapi kepada orang-orang yang akan menggunakan jasanya. Kita mengajarkan bagaimana prinsipnya menghandel barang pesanan tetap aman. Sebelum diserahkan ke konsumen disemprot sanitizer. Selain itu, juga dikombinasikan dengan organisasi Hipmi peduli, dimana menyiapkan sekitar 200 paket termasuk berisi masker yang akan dibagikan ke pos-pos ojol.

Melihat fenomena saat ini dimana orang banyak dirumahkan, manajemen DNI mengambil inisiatif mengembangkan system reseller, berbagi rejeki dengan menyalurkan produk DNI tanpa ada batasan minimal pembelian. Seperti take line DNI di awal beauty for every one, semua orang bisa cantik dengan harga terjangkau. “Kami membuka peluang juga buat reseller yang mau melakukan wirausaha penjualan hand sanitizer, produknya sama dengan yang Hipmi Peduli distribusikan,” terang Darmaputra.

Akhirnya Darmaputra menjawab pertanyaan apa sih yang kita cari. ‘’Dalam jangka panjang saya pingin hidup saya banyak waktu dan banyak rejeki sehingga bisa lebih santai. Jika konsisten dan untuk mencapai tujuan akhir itu, mulailah dari langkah-langkah jangka pendeknya. Kalau saya cuma dokter, di saat kita banyak rejeki waktu saya berkurang karena dokter makin banyak pasien akan makin banyak waktu tersita,’’ ujar Darmaputra yang kini memiliki 24-an cabang DNI di seluruh Indonesia, kantor pusat di Jalan Raya Puputan No. 70 Renon, Denpasar.

Penuturan yang luar biasa dari seorang enterprenuer Darmaputra, dilengkapi uraian Ayu Astiti  tentang filosofi gajah yang menjadi ikon Toya Devasya.  Mata gajah yang sipit sebagai symbol focus pada jangka panjang tujuan akhir, kuping yang besar dan lebar dimana ingin lebih banyak mendengar masukan orang, seperti salah satunya belajar dari DNI. Badan yang besar karena ingin satu hari menjadi besar, dan belalainya untuk membuka jalan berbagi. Toya Devasya ingin berbagi dengan orang lain dengan lingkungan sekitar. Kehadirannya menumbuhkan banyak bisnis seperti laundry, transportasi, pertanian dll.

Akhirnya, Ayu Astiti dan Darmaputra menutup sharing bahwa pandemi Covid-19 yang kita semua rasakan merupakan sebuah tantangan yang harus dilalui dengan baik. Intinya bagaimana kita dapat mengelola sebuah tantangan agar bisa menjadikan tantangan itu sebagai sebuah peluang untuk memenangkan sebuah pertarungan. Berikutnya, kembali live di IG @toyadevasya Jumat pukul 16.00 Wita antara Ayu Astiti dengan owner Ulam Resto. (gs)

Loading

Advertisements
stikom bali 1c
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Bali Februari 2026: Pengendalian Inflasi Perlu Diperkuat Jelang HBKN Nyepi dan Idul Fitri

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Bali. (Foto: BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Perkembangan inflasi Provinsi Bali berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 2 Maret 2026 mencatatkan bahwa secara bulanan Provinsi Bali pada Februari 2026 mengalami inflasi sebesar 0,70% (mtm), setelah bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar -0,34% (mtm). Kenaikan inflasi bulanan utamanya didorong oleh kenaikan permintaan jelang HBKN sesuai pola historis, serta berlanjutnya kenaikan harga emas dunia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa secara tahunan, inflasi Provinsi Bali meningkat dari 2,58% (yoy) pada Januari 2026 menjadi 3,89% (yoy). Kenaikan inflasi tahunan utamanya didorong faktor base effect diskon tarif listrik yang berlaku pada 2025, sehingga bersifat temporer. “Secara spasial, seluruh Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Februari 2026,” ujar Erwin.

Kabupaten Badung mengalami inflasi bulanan tertinggi sebesar 1,04% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,06 % (yoy), diikuti Singaraja dengan inflasi bulanan sebesar 0,77% (yoy) atau inflasi tahunan sebesar 4,23% (yoy), selanjutnya Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,57% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 4,33% (yoy).

Lebih lanjut Tabanan mengalami inflasi bulanan sebesar 0,48% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,57% (yoy). Berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Februari 2026 bersumber dari kenaikan harga cabai rawit, daging ayam ras, emas perhiasan, dan cabai merah.

Sementara itu, Erwin menegaskan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga bensin, wortel, daging babi, dan bawang putih. “Ke depan, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode HBKN Nyepi dan IdulFitri serta berlanjutnya kenaikan harga emas dunia,” ucapnya.

Baca Juga  Tekan Penularan Covid-19, Desa Sidakarya Gencarkan Patroli Penerapan Prokes

Lebih lanjut, puncak musim hujan berisiko menyebabkan produksi pertanian kurang optimal, gangguan distribusi, dan meningkatkan risiko penyakit hewan ternak serta gelombang tinggi yang berpotensi menahan produksi perikanan.

Menghadapi triwulan I 2026, sebut Erwin, pengendalian inflasi oleh TPID perlu diperkuat untuk menjaga stabilitas harga dalam menghadapi rangkaian HBKN. Oleh karena itu, sinergi TPID perlu terus diperkuat dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan, khususnya beras, hortikultura, dan daging ayam ras.

Dalam mengantisipasi potensi peningkatan tekanan inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali, yang difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperkuat aspek regulasi. Strategi tersebut diimplementasikan utamanya melalui intensifikasi operasi pasar dengan kaidah 3T (tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran), penguatan kerja sama antar daerah baik intra-Bali maupun luar Bali, dan perluasan ekosistem ketahanan pangan hulu-hilir yang inklusif dengan melibatkan BUMDes, Perumda pangan, dan koperasi, yang diperkuat melalui regulasi pemanfaatan produk pangan lokal oleh pelaku usaha di daerah.

“Dengan langkah-langkah strategis tersebut, inflasi tahun 2026 diprakirakan terjaga dalam sasaran 2,5%±1%,“ pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
stikom bali 1c
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Triwulan IV 2025, Harga Properti Residensial Bali Tetap Solid

Published

on

By

harga properti bali
Infografis Harga Properti Residensial. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Provinsi Bali mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2025 tetap solid. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan IV 2025 yang tumbuh sebesar 1,06% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan III 2025 sebesar 1,08% (yoy). Tetap solidnya pertumbuhan IHPR ditopang oleh kenaikan harga di 3 (tiga) jenis properti yaitu kecil (luas bangunan ≤36 m2), menengah (luas bangunan antara 36 m2 sampai dengan 70 m2), dan besar (luas bangunan > 70 m2) yang masing-masing meningkat sebesar 1,57% (yoy), 1,12% (yoy), dan 0,82% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa pertumbuhan IHPR pada triwulan IV 2025 utamanya didorong oleh kenaikan harga bangunan akibat meningkatnya harga faktor produksi. “Sejalan dengan triwulan sebelumnya, mayoritas responden menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bangunan dan upah kerja menjadi kontributor utama dalam peningkatan harga unit rumah,” ujarnya.

Di tengah tren harga properti yang meningkat, developer menilai faktor suku bunga KPR, keterbatasan lahan, pajak, uang muka rumah menjadi penghambat utama penjualan properti residensial primer di Bali. Dari sisi pembiayaan, survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial di Bali bersumber dari dana sendiri developer dengan pangsa sebesar 55,9%, diikuti oleh pinjaman bank, dana nasabah, serta pinjaman Lembaga Keuangan (LK) non-bank.

“Dari sisi konsumen, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih mendominasi pembelian rumah dengan porsi sebesar 62,4% dari total pembiayaan,” paparnya. (gs/bi)

Baca Juga  Beroperasi Melebihi Jam Masa PKM, Satpol PP Tertibkan Sebuah Kafe di Jalan Diponegoro

Loading

Advertisements
stikom bali 1c
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Penurunan Harga BBM, Kenaikan UMK, dan Momentum Tahun Ajaran Baru Dorong Kinerja Sektor Ritel Bali

Published

on

By

IPR Bali
Infografis Indek Penjualan Riil di Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penjualan eceran di Provinsi Bali pada bulan Januari 2026 diprakirakan meningkat secara moderat. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali sebesar 124,2 atau secara tahunan tumbuh 6,5% (yoy), dan masih berada di level optimis (>100). Secara bulanan, IPR Bali meningkat sebesar 0,9% (mtm) diiringi oleh optimisme pelaku usaha seiring penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) tipe Pertamax per 1 Januari 2026 dari Rp 12.750 per liter menjadi Rp 12.350 per liter.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa pelaku usaha meyakini adanya dorongan berbelanja sejalan dengan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sebesar 7% (yoy) di seluruh wilayah Bali. Lebih lanjut, pelaku usaha di bidang penjualan obat-obatan menuturkan bahwa penjualan obat-obatan dan vitamin mengalami kenaikan permintaan yang disebabkan oleh peralihan cuaca, sehingga harga obat-obatan dan vitamin turut meningkat. “Pelaku usaha peralatan sekolah turut menunjukkan optimisme penjualan, dengan adanya momentum peralihan tahun ajaran baru,“ ujarnya.

Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali, lanjut Erwin,  merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Berdasarkan komponen pembentuknya, terdapat enam sub-sektor pembentuk IPR dengan pertumbuhan bulanan tertinggi pada kategori Barang Lainnya (Farmasi, Kosmetik, Elpiji untuk Rumah Tangga, dan Barang Kimia untuk Rumah Tangga) dengan peningkatan sebesar 3,2% (mtm); Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dengan peningkatan sebesar 3,2% (mtm); Sandang dengan peningkatan sebesar 2,6% (mtm); Peralatan Informasi dan Komunikasi dengan peningkatan sebesar 2,3% (mtm); Barang Budaya dan Rekreasi (mencakup alat tulis dan alat olahraga) dengan peningkatan sebesar 2,3% (mtm); serta Makanan, Minuman dan Tembakau dengan peningkatan sebesar 1,4% (mtm).

Dikatakan, optimisme turut tercermin dari data Laporan Umum Bank Terintegrasi pada Lapangan Usaha (LU) Perdagangan per Desember 2025 dengan pertumbuhan sebesar 1,44% (yoy), lebih tinggi dari November 2025 sebesar 0,95% (yoy). Kinerja IPR di Bali yang bertumbuh menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat di Bali masih dalam tren positif.

Baca Juga  Tekan Penularan Covid-19, Desa Sidakarya Gencarkan Patroli Penerapan Prokes

Meskipun demikian, sebut Erwin, prospek penjualan ritel di Bali yang tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) diperkirakan sempat mengalami perlambatan sebelum akhirnya meningkat. IEP menggambarkan keyakinan pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah. Para responden memperkirakan penjualan dalam 3 bulan yang tercermin dari IEP Maret 2026 sebesar 126, lebih rendah dari IEP Februari 2026 sebesar 164. Di sisi lain, prakiraan penjualan dalam 6 bulan ke depan, tepatnya pada Juni 2026 sebesar 184, lebih tinggi dari IEP Mei 2026 sebesar 176. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP>100).

Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan nasional, IEP mencerminkan perekonomian Bali yang tetap terjaga. Untuk mendukung stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga kebijakan di bulan Januari 2026.

Lebih lanjut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus mengakselerasi operasi pasar murah menjelang libur Imlek, Ramadan, dan Nyepi untuk komoditas strategis. Bank Indonesia Provinsi Bali bersama TPID baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus berupaya

untuk menjaga kestabilan harga, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
stikom bali 1c
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca