Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Ny. Putri Koster: Perempuan Jadi Garda Terdepan dalam Keluarga Bentengi Diri dari Penularan Virus Corona

BALIILU Tayang

:

de
NY. PUTRI SUASTINI KOSTER, Ketua TP PKK Provinsi Bali

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan peran serta perempuan menjadi garda terdepan bagi anggota keluarga dalam membentengi diri agar tidak terpapar virus yang kini mewabah. Dengan kata lain, rumah tangga adalah palang pintu/garda depan dalam melindungi keluarga dari penularan virus.

‘’Namun akibat serangan Covid-19, belakangan ini kadang dijumpai kepala keluarga yang mental dan psikisnya menurun. Salah satunya dikarenakan kehilangan pekerjaan dan perubahan pola hidup, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga,’’ ujar Ny. Putri Suastini Koster saat dialog bertema ‘Peran PKK dalam Menekan dan Mencegah Penyebaran Pandemi Covid-19 melalui PHBS di Rumah Tangga’ yang digelar di salah satu stasiun radio di Denpasar, Selasa (9/6-2020).

Acara ini menghadirkan narasumber: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, dan Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali dr. I Dewa Gede Basudewa.

Ny. Putri Koster menyatakan, di tengah pandemi Covid-19,  PKK sebagai organisasi yang bersinergi dengan pemerintah, terus bergerak secara berkelanjutan turun ke lapangan menyapa warga terdampak. Tim Penggerak PKK selalu menganjurkan hal-hal kecil untuk dilakukan warga, termasuk dalam menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan menjaga kebersihan lingkungan, maka tujuan untuk menuju sehat anggota keluarga akan tercapai. Hal sederhana melalui landasan kedisiplinan akan membawa imun, tubuh akan kuat dan bersahaja.

Pada kesempatan itu, Ny. Putri Koster juga kembali mengingatkan warga masyarakat untuk gemar bercocok tanam, antara lain dengan memanfaatkan pekarangan atau halaman rumah. “Dengan menerapkan HATINYA PKK, maka di saat pandemi seperti ini akan memberi dampak yang begitu baik bagi keluarga, di mana ketika kita diharuskan untuk tidak keluar rumah, kita akan dapat memenuhi kebutuhan pokok makanan kita, sehubungan tanaman sayuran dan bumbu-bumbu telah ada di halaman rumah kita,” ujar Ny. Putri Koster.

Baca Juga  Mengintip Peserta Karantina di Bapelkesmas Biaung, Dibikin Bahagia dengan Akses Kebebasan yang Terukur

Setelah mengoptimalkan fungsi HATINYA PKK, maka pola dan gaya hidup masyarakat yang aktif berkebun akan tidak merasakan dampak ekonomi yang begitu besar pada saat pandemi seperti ini.

de
DIALOG, Ny. Putri Koster saat dialog di salah satu stasiun radio bersama Kadis Kesehatan dan Direktur RSJ Provinsi Bali.

Ny. Putri Koster berharap kepada seluruh ibu yang ada di Bali dapat ikut bersama-sama mengajak seluruh anggota keluarga dalam menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan akan berjalan terus ke depan di sela-sela virus Corona yang ada saat ini. Karenanya dengan kemampuan mengubah perilaku sesuai dengan arahan pemerintah, senantiasa Covid-19 yang kini sedang mewabah akan dapat dilalui. Salah satunya, menjadikan imbauan dari pemerintah sebagai sesuatu yang bermanfaat dalam hidup. Lakukan edukasi kepada anggota keluarga tentang perlunya mengkonsumsi makanan yang sehat guna menjaga keseimbangan imunitas tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan saat ini jumlah pasien sembuh menjadi kabar yang baik bagi semua pihak, yang mana secara tidak langsung juga dapat membangkitkan imunitas dan semangat bagi pasien yang lain untuk berjuang melawan Covid-19.

Peningkatan jumlah kasus yang terjadi saat ini jangan dijadikan alasan untuk saling menyalahkan antarpihak karena pandemi ini adalah masalah bersama dan dialami masyarakat di seluruh dunia. “Virus ini hanya meminta kita untuk lebih disiplin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan di tengah keramaian,” ucapnya.

Disiplin melakukan perubahan ke arah yang taat untuk mengikuti imbauan pemerintah yang berkaitan dengan kesehatan adalah yang utama, termasuk dengan rajin membersihkan lingkungan yang dimulai dari halaman rumah tangga. Kemampuan dalam menjaga kebersihan lingkungan hendaknya tidak hanya berfokus saat pandemi Covid-19, melainkan secara terus-menerus dapat melakukan itu untuk menghindari penyakit yang lain, termasuk salah satunya demam berdarah.

Baca Juga  Besok 11.00 Wita (8/2), Pesawat China Jemput Warganya Balik ke Tiongkok

“Mencegah agar kita tidak tertular virus dengan cara menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan memanfaatkan alam di lingkungan kita untuk menjadi indah dan menghasilkan bahan dapur yang berguna. Dengan beraktivitas yang bermanfaat, maka seseorang dapat meningkatkan imunitas tubuhnya, termasuk dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat. Contohnya, mengkonsumsi ramuan tradisional yang dibuat dari sumber alam semisal madu, loloh dan ramuan lainnya,” ucapnya.

Tidak jauh berbeda, Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali dr. I Dewa Gede Basudewa mengatakan saat pandemi Covid-19 seperti ini hubungan kejiwaan memiliki dampak yang kuat terhadap daya tahan imunitas tubuh manusia.

Sebagai makhluk sosial yang ingin selalu memberikan kontribusi kepada sesama dan lingkungan, saat ini harus terkukung untuk tidak keluar rumah, ditakutkan dapat menjadi bumerang bagi dirinya sendiri jika tidak mengalihkan kegiatan dan aktivitasnya ke kegiatan yang lain, sehingga tanggung jawab untuk melanjutkan kehidupan ke depan dapat dilakukan. Karena jika dicermati, pandemi ini menjadi salah satu prosesor yang menjadikan manusia stres karena harus beradaptasi dalam menghadapi virus Corona. Dampak ini akan jelas dirasakan oleh kepala keluarga yang kehilangan pekerjaan, yang mengakibatkan mereka mengalami gangguan mental dan emosi. Hal ini terutama akan diakibatkan karena gangguan cemas dan depresi.

Delapan dari sepuluh wanita yang mengalami gangguan mental dan emosi di masa pandemi ini diakibatkan sejumlah tanggung jawab pemenuhan kebutuhan yang harus dipenuhi dan sebagian besar ditanggung sendiri untuk penyiapannya. Maka untuk mengurangi kondisi stres saat pendemi Corona mengharuskan tanggung jawab rumah tangga dan pemenuhan kebutuhan anggota keluarga menjadi tanggungan kedua belah pihak, yakni secara bersama-sama antara suami dan istri.

Baca Juga  Update Covid-19 (29/7) di Bali, Persentase Kesembuhan terus Naik, Hari Ini Bertambah 84 Orang

Dr. Dewa Gede Basudewa menambahkan, setiap pasangan hendaknya mulai bekerja sama mengatasi beban dan masalah bersama, sekaligus memikirkan bersama jalan keluar permasalahan yang muncul saat pandemi ini. Sehingga secara tidak langsung di tengah pandemi Corona akan tumbuh rasa bersyukur dan mampu memanfaatkan kemampuan untuk tetap berkarya sekaligus tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Pandai memilah informasi yang baik sehingga mampu menjaga cara berpikir ke arah yang positif, karena akan mempengaruhi imunitas tubuh. (*/gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Perubahan APBD Badung TA 2020 Disepakati, Bupati Giri Prasta: Belanja Daerah Prioritaskan Pemenuhan Layanan Dasar Masyarakat Badung

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Besok 11.00 Wita (8/2), Pesawat China Jemput Warganya Balik ke Tiongkok

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  KPU Bali Gelar Sosialisasi dan Bimtek Tata Cara Pengajuan Balon Anggota DPRD

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca