Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Indeks Reformasi Birokrasi dan SAKIP Pemprov Bali Dinilai Tim Kemen PAN-RB

BALIILU Tayang

:

de
WAKIL GUBERNUR BALI TJOKORDA OKA ARTHA ARDANA SUKAWATI

Denpasar, baliilu.com – Tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) melakukan penilaian terhadap indeks Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Pemerintah Provinsi Bali. Penilaian dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom, Senin (24/8-2020).

 Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) yang mengikuti proses penilaian dari ruang kerjanya memberi sejumlah penekanan terkait kegiatan ini. Menurutnya, Reformasi Birokrasi dan SAKIP merupakan salah satu program prioritas Presiden Jokowi yang sejalan dengan visi Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru pada misi ke-22 yaitu mengembangkan sistem tata kelola pemerintahan daerah yang efektif, terbuka, transparan, akuntabel dan bersih serta meningkatkan pelayanan publik terpadu yang cepat, pasti dan murah.

Menurutnya, Reformasi Birokrasi  dan SAKIP menjadi program prioritas, sebab tanpa birokrasi yang bersih, akuntabel, berintegritas dan memiliki semangat melayani, program-program prioritas Pemerintah Provinsi Bali yang memberikan manfaat dan dampak yang besar bagi krama Bali tidak akan terlaksana dengan baik. Ia mengibaratkan birokrat sebagai mesin bagi pembangunan yang harus dijaga kinerja dan ditingkatkan kemampuannya.

Melalui penilaian ini, ia berharap ada perubahan kinerja pemerintah melalui SAKIP di mana program kegiatan dijalankan secara efektif dan efisien, memastikan anggaran digunakan untuk program kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan serta penghematan anggaran dengan cross cutting program kegiatan yang tidak mendukung kinerja organisasi.

“Dengan manajemen kinerja, saya yakin program-program prioritas Pemerintah Provinsi Bali dapat dengan cepat kita wujudkan. Semua ini, hanya dapat terlaksana apabila birokrasi kita didorong melakukan transformasi yang fundamental yaitu membangun sistem pemerintahan yang akuntabel,” ujarnya.

Baca Juga  Kebon Sunday Market, Bantu Petani dan UMKM Pasarkan Produk di Tengah Pandemi

Masih dalam arahannya, ia juga menyampaikan komitmen Pemprov Bali dalam mewujudkan birokrasi yang baik dan bersih. Semangat perubahan diwujudkan dengan melakukan percepatan 8 area perubahan Reformasi Birokrasi. Saat ini, ujar Cok Ace, Pemerintah Provinsi Bali sedang gencar menggalakkan transformasi digital. Penglingsir Puri Ubud ini berpendapat, digitalisasi menjadi keniscayaan dalam upaya meningkatkan transparansi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19. Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru, Pemprov Bali tetap berkinerja dan memberikan pelayanan publik dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Ia menyadari bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang konvensional tidak akan bisa survive (bertahan) di masa pandemi Covid-19 sehingga budaya digital merupakan kunci percepatan reformasi birokrasi.

Dalam konteks Reformasi Birokrasi, ia menyampaikan sejumlah capaian yang telah diraih Pemprov Bali  berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah pusat. Capaian itu antara lain tujuh kali berturut-turut meraih opini WTP, tingkat kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sangat baik yaitu 100%, Tingkat Kematangan SPIP pada level 3, Tingkat Kematangan Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) pada level 3, Indeks Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) kategori BB dengan nilai 78, tingkat kematangan Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) pada level 3 dan Indeks Keterbukaan Informasi Publik menuju informatif dengan nilai 85.87.

Capaian lainnya yaitu predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI/WBK) untuk unit layanan Rumah Sakit Mata Bali Mandara, tata kelola sarana pengaduan terintegrasi SP4N-LAPOR dengan baik dan penilaian kepatuhan pelayanan publik dari Ombudsman RI pada Zona Hijau. Hal ini membuktikan keseriusan jajaran Pemprov Bali dalam melakukan Reformasi  Birokrasi.

Di tengah berbagai upaya yang dilakukan jajaran Pemprov Bali, ia menyadari bahwa pembenahan birokrasi masih perlu terus dioptimalkan. Ia berpendapat, evaluasi RB dan SAKIP merupakan momentum yang sangat tepat untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan reformasi birokrasi telah dilakukan sehingga dapat dilakukan perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement) agar program- program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Bali berjalan efektif, tepat sasaran dan memberikan manfaat yang sebesar- besarnya bagi kesejahteraan seluruh krama Bali.

Baca Juga  Update Covid-19 (13/6) di Denpasar, 4 Pasien Sembuh, Kasus Positif Bertambah 11 Orang

Sementara itu, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kamaruddin, Ak., M.Sc menyampaikan apresiasi terhadap hubungan harmonis yang berhasil dibangun jajaran Pemprov Bali dan pemerintah kabupaten/kota. Ia berharap hal ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Kamarudin menambahkan, melalui kegiatan evaluasi ini Kemen PAN-RB ingin memperoleh gambaran sejauh mana reformasi birokrasi telah dilaksanakan di tiap daerah. Selain itu, penilaian juga diarahkan untuk mengetahui sejauh mana rekomendasi dari proses penilaian tahun sebelumnya telah ditindaklanjuti pemerintah daerah. Dalam indeks reformasi birokrasi dan SAKIP, Kamarudin menyebut Bali sebagai daerah yang masuk kelas papan atas atau memperoleh penilaian sangat baik.

Pada kegiatan penilaian, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra memaparkan berbagai langkah terkait peningkatan indeks reformasi birokrasi dan SAKIP. Ia menyampaikan, pemerintah provinsi akan terus melakukan evaluasi terhadap SAKIP untuk memperbaiki dan menyempurnakan program yang menjadi visi dan misi dalam mensejahterakan masyarakat Provinsi Bali, khususnya membangun dan memperkuat ekosistem digital yang kuat menyertakan di dalamnya ada hardware, software, behavior (perilaku di setiap orang yang dinilai), humanware dan brandware.

Selain itu Sekda Dewa Indra juga menegaskan bahwa birokrasi Pemerintahan Bali sudah menerapkan elektronik office termasuk barcode tanda tangan elektronik, terkecuali surat menyurat yang memang membutuhkan tanda tangan dan cap basah. Tanda tangan elektronik ini sudah mendapat sertifikat resmi dari Badan Cyber dan Sandi Nasional (BCSN). Dan seluruh bendahara di Pemerintahan Provinsi Bali hanya memiliki sistem pembayaran tanpa membawa uang atau alat pembayaran cash.

Ditambahkannya Provinsi Bali juga memiliki badan riset dan inovasi daerah sebagai indikasi yang menunjukkan pemerintah Bali akan terus melakukan inovasi dan terus bergerak. Khusus untuk bidang ketatalaksanaan yang menjadi ciri pemerintah, Sekda Bali menjelaskan pihaknya terus melakukan gebrakan  menuju digital birokratik yakni sistem digital menuju Bali smart island, salah satunya merampingkan jumlah OPD dari 36 menjadi 31 organisasi kelembagaan pada tahun 2019 lalu.

Baca Juga  DLHK Denpasar Olah Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos, Hasilkan 15 Ton Kompos per Bulan

Untuk memudahkan pengawasan pengadaan barang dan jasa, Pemerintah Provinsi Bali menggunakan E_Market Place dan sangat transparan yang berjaringan dengan KPK, selain itu PHRI online juga diterapkan di Bali sehingga memudahkan instansi pemerintah terkait untuk memantau.

Tiga rumah sakit di Bali adalah akreditasi paripurna, UKPBJ unit kerja pengadaan barang dan jasa adalah titik rawan korupsi oleh karena itu sistem UKPBJ ini digarap dengan optimal dan maksimal untuk menerapkan manageman anti suap dan transparan sehingga UKPBJ Bali mendapatkan level 3 dengan pembuktian kepemilikan sertifikat ISO 37001 2016 dan merupakan satu-satunya unit pemerintah unit layanan publik di Bali. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Polres Gianyar Bersama BNNK Gianyar Sisir Tempat Hiburan Malam Lewat Operasi Bersinar

Published

on

By

Polres Gianyar Gelar Operasi Bersinar di Tempat Hiburan
OPERASI BERSINAR: Polres Gianyar bersama instansi terkait melaksanakan Operasi Bersinar (Bersih Narkoba) di sejumlah lokasi yang diindikasikan rawan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Gianyar, Sabtu (26/9/2026) malam hingga Minggu (27/9/2026) dini hari. (Foto: Hms Polres Gianyar)  

Gianyar, baliilu.com – Polres Gianyar bersama instansi terkait melaksanakan Operasi Bersinar (Bersih Narkoba) di sejumlah lokasi yang diindikasikan rawan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Gianyar, Sabtu (26/9/2026) malam hingga Minggu (27/9/2026) dini hari.

Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk, S.I.K., M.H., diawali apel kesiapan di Lapangan Apel Tribrata Polres Gianyar pada pukul 23.20 WITA. Operasi kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dan tes urine terhadap pengunjung maupun staf tempat hiburan malam.

Dalam pelaksanaannya, petugas mendatangi Amiysta Bali Hall & Room Karaoke di Jalan Raya Pantai Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar. Dari 86 orang yang menjalani pemeriksaan dan tes urine, terdapat satu orang yang terindikasi positif mengandung zat adiktif.

Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan di Hallo Hall & Bar Karaoke di Jalan Raya Pantai Siyut, Desa Tulikup. Sebanyak 25 orang menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil nihil indikasi mengandung zat adiktif.

Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk mengatakan, Operasi Bersinar merupakan bentuk sinergi Polri bersama instansi terkait dalam mencegah serta menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Gianyar.

“Kegiatan ini merupakan langkah preventif dan sinergis untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk pengelola dan pengunjung tempat hiburan, untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar terbebas dari narkoba,” ujar Kapolres Gianyar.

Operasi tersebut melibatkan personel Polres Gianyar, BNNK Gianyar, Kodim 1616 Gianyar, Polisi Militer, Satpol PP Kabupaten Gianyar, Badan Kesbangpol Kabupaten Gianyar serta unsur terkait lainnya.

Kegiatan berakhir pada pukul 01.12 WITA dengan apel konsolidasi yang dipimpin Kapolres Gianyar di area parkir Amiysta Bali Hall & Room Karaoke. Kegiatan berlangsung sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan situasi kamtibmas yang aman sekaligus memperkuat komitmen Kabupaten Gianyar dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. (gs/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 (10/6) Kasus Transmisi Lokal Melonjak Tajam, Dewa Indra: Tanda masih Ada Warga Tak Indahkan Upaya Pencegahan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dekranasda Tabanan Bawa Kriya Lokal Tembus Panggung Global Kriyanusa 2026

Published

on

By

Bupati Sanjaya dan Dekranasda Tabanan Hadiri Kriyanusa 2026
HADIRI PAMERAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Ketua Dekranasda Tabanan Bunda Rai Sanjaya saat hadir di Pameran Kerajinan Kriya Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Dari tanah Pejaten, hingga karya kerajinan kulit dari Marga Dauh Puri, Marga, kreativitas perajin Tabanan mendapat ruang untuk tampil di panggung kerajinan berskala nasional. Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membawa karya lokal Tabanan untuk diperkenalkan lebih luas, sekaligus membuka peluang menembus pasar nasional hingga global melalui keikutsertaan dalam Pameran Kerajinan Kriya Nusantara (Kriyanusa) 2026.

Kriyanusa 2026 berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dengan mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Pameran yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, menghadirkan 410 stand dengan melibatkan 257 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, hingga pelaku UMKM.

Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Tabanan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi kriya unggulan daerah melalui dua IKM binaan, yakni produsen terakota Surya Wenawan Abadi asal Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan serta Mahataksu Leather asal Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan. Kehadiran keduanya sekaligus menunjukkan ragam produk kriya Tabanan yang memiliki nilai kreativitas dan potensi pengembangan pasar.

Ketua Panitia Kriyanusa 2026, Ayu Heni Rosan, menyampaikan bahwa pelaksanaan Kriyanusa tahun ini tidak hanya menjadi menjadi ajang promosi dan pengembangan kriya, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kriya Indonesia. “Kita ingin agar tradisi tetap hidup, tetapi pada saat yang sama terus berkembang melalui kreativitas, inovasi, teknologi, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar,” ujarnya saat pembukaan Kriyanusa 2026 di JICC, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9).

Sejalan dengan semangat tersebut, Pemkab Tabanan memberikan dukungan terhadap keikutsertaan para perajin. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangganya terhadap karya IKM Tabanan. “Selamat dan sukses untuk IKM dan Dekranasda Kabupaten Tabanan. Kita bangga menjadi orang Tabanan, bangga membawa karya, budaya dan kreativitas Tabanan di Pameran Kriyanusa 2026,” ungkap Bupati yang akrab disapa Komang Sanjaya tersebut.

Baca Juga  Peduli Covid-19, AMM Bagikan Masker kepada Masyarakat Manggarai

Bupati Sanjaya juga menilai, keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa produk kriya Tabanan memiliki ruang pengembangan yang luas. Ia mencontohkan produk terakota dari Surya Wenawan Abadi yang tidak hanya dapat menjadi pajangan, tetapi juga dikembangkan sebagai hiasan dinding maupun berbagai kreasi lainnya, bahkan terakota tersebut banyak terpasang di setiap pembangunan gedung dan pagar di Kantor Bupati Tabanan. Produk kulit dari Mahataksu Leather dikatakannya juga memiliki kualitas sangat baik dan juga banyak dipakai khususnya oleh para ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

“Inilah jati diri dan kekuatan kerakyatan kita. Melalui Kriyanusa ini, mari kita buktikan bahwa produk lokal kita di Tabanan khususnya, tidak kalah saing, bahkan mampu menembus pasar nasional dan global bahkan di seluruh dunia,” tegasnya. Ia juga berharap keikutsertaan ini dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang secara langsung memberikan dukungan dan partisipasinya dalam Kriyanusa 2026 merupakan wujud komitmen untuk membawa karya terbaik para perajin daerah naik kelas. “Tiang dengan penuh bangga dan sangat antusias, Dekranasda Kabupaten Tabanan turut serta dalam Pameran Kriyanusa 2026, pameran kerajinan terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Dekranas Pusat. Kekayaan kriya Tabanan sangat beragam dan berkualitas, tercermin dari beragam produk yang dihasilkan para perajin, mulai dari tenun, keramik, anyaman, terakota, kulit hingga craft inovatif yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Bunda Rai menambahkan, Tabanan memiliki kekayaan kriya yang luar biasa. Mengacu pada tema Kriyanusa 2026, ia mendorong para IKM binaan Dekranasda Tabanan untuk terus berinovasi, menjaga kualitas, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin luas.

Baca Juga  Update Covid-19 Rabu (13/5) Positif Nambah 4 Sembuh 5, Dewa Indra: Putus Rantai Penyebaran Corona, Kuatkan Disiplin Protokol Pencegahan

“Melalui Kriyanusa dengan tema Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia, kami ingin mendorong seluruh IKM binaan kami untuk terus berani berinovasi, menjaga kualitas dan percaya diri bersaing di pasar global,” imbuhnya.

Selain itu, Bunda Rai juga mengatakan dukungan terhadap produk lokal akan terus diperkuat agar karya para perajin Tabanan tidak berhenti di tingkat daerah, melainkan mampu dikenal lebih luas. Kriyanusa 2026 juga menghadirkan Lomba Kriya Potensial dan Lomba Stand Terbaik yang mendorong peserta meningkatkan kreativitas, kualitas, inovasi, serta kemampuan dalam menampilkan dan memasarkan produk kriya.

Dalam wawancara singkat saat menghadiri stan pameran, Bunda Rai menyampaikan kesannya terhadap Kriyanusa 2026. “Kesan kami, Kriyanusa ini luar biasa untuk menggali potensi kerajinan dari masing-masing daerah. Ajang ini menjadi sarana promosi sekaligus upaya melestarikan kerajinan dari seluruh Indonesia. Bagi kami, ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kerajinan Kabupaten Tabanan. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilanjutkan, sehingga para perajin kami, khususnya di Tabanan, memiliki kesempatan yang lebih merata untuk menampilkan karya-karya mereka,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tanamkan Moderasi Beragama Sejak Dini, Ketua GOW Badung Hadiri Peringatan BKSN 2026

Published

on

By

Yunita Alit Sucipta Hadiri Peringatan BKSN 2026
HADIRI BKSN: Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta saat hadir di Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Gedung Serbaguna Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Minggu (27/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung sekaligus Agen Kerukunan FKUB Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, memberikan pembekalan dan sosialisasi moderasi beragama kepada anggota Serikat Misi Anak-Anak Misioner (SEKAMI) dan Misdinar dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Gedung Serbaguna Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Minggu (27/9). Kegiatan bertema “Yesus Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius” ini dirangkaikan dengan edukasi literasi media digital serta berbagai perlombaan edukatif bagi anak-anak.

Dalam arahannya, Nyonya Yunita menegaskan pentingnya pembentukan karakter yang tidak hanya terpaku pada penguatan iman, tetapi juga penanaman nilai kasih dan toleransi di era digital. “Melalui momentum BKSN 2026, kita mendorong adik-adik Misdinar dan SEKAMI untuk tumbuh menjadi pribadi yang teguh dalam iman, solider, dan terbuka. Di era digital saat ini, penting bagi anak-anak untuk memahami etika bermedia sosial, selalu saring sebelum sharing, agar terhindar dari penyebaran hoax dan ujaran kebencian,” ujarnya.

Menurutnya, nilai kasih beragama selaras dengan kearifan lokal Bali seperti prinsip Tat Twam Asi (Aku adalah Engkau, Engkau adalah Aku) sebagai landasan menjaga keharmonisan Badung yang berdampak langsung pada kenyamanan pariwisata.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Sejak dini kita perlu memberikan pemahaman bahwa perbedaan bukan menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menghargai. Inilah nilai-nilai moderasi yang perlu kita tanamkan bersama,” ucap Yunita Alit Sucipta.

Sinergi berkelanjutan antara lembaga keagamaan, FKUB, Forpela, dan Kesbangpol ini diharapkan mampu mempertahankan serta meningkatkan capaian indeks kerukunan umat beragama Kabupaten Badung yang saat ini sudah sangat tinggi, yakni berada pada angka 98,1 persen.

Baca Juga  DLHK Denpasar Olah Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos, Hasilkan 15 Ton Kompos per Bulan

Di akhir acara yang berlangsung meriah dengan unjuk bakat lagu nasional ini, Nyonya Yunita turut menyerahkan doorprize sebagai motivasi kepada para peserta anak-anak sebelum ditutup dengan sesi foto bersama Pastor Paroki Tuka Romo Paskalis Nyoman Widastra, SVD. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca