Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wabup Suiasa Sembahyang di Pura Prajapati Taman, Lanjut Melayat ke Griya Sideman Pegongan

BALIILU Tayang

:

de
Wabup Suiasa melakukan persembahyangan serangkaian upacara Piodalan di Pura Prajapati, Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Kamis (3/9).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa melakukan persembahyangan serangkaian upacara piodalan di Pura Prajapati, Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Kamis (3/9). Kehadiran Wabup Suiasa pada piodalan memasuki hari ketiga atau paing piodalan, sementara puncak piodalan pada Anggara Kasih Julungwangi, Selasa (1/9) lalu.

Kedatangan Wabup Suiasa diterima Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, Pj. Perbekel Taman IB Wisnawa Kesuma, Bendesa Adat Taman I Made Tantra, BPD, LPM Desa Taman serta Penglingsir Puri lan Gria di Desa Taman. Sebelum memasuki Pura, Wabup Suiasa tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker dan mencuci tangan yang telah tersedia di jaba pura. Kemudian melakukan persembahyangan bersama, sebagai wujud bhakti dan ikut ngrastitiang agar piodalan berjalan dengan baik. Sebagai wujud bhakti atas pelaksanaan piodalan, pada kesempatan tersebut Wabup Suiasa menyerahkan dana aci sebesar Rp 15 juta. 

Dalam dharma wecananya, Wabup Suiasa menyampaikan kehadirannya selaku pemerintah guna ikut ngrastiti bhakti, nunas kerahayuan, terlebih di masa pandemi Corona, semoga melalui upacara ini Covid-19 dapat segera berakhir. Suiasa juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Taman khususnya yang selalu menaati dan menjalankan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19. 

Pihaknya tidak menampik setelah diberlakukannya era kenormalan baru dengan melonggarkan aktivitas masyarakat, kasus Corona kembali mengalami peningkatan. Untuk itu Suiasa tiada henti-hentinya mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, dengan selalu memakai masker bila keluar rumah, rutin cuci tangan, serta jaga jarak.

Selain itu pemerintah pusat juga telah mengintruksikan kepada daerah untuk membuat aturan mengenai protokol kesehatan Covid-19 tersebut. “Dan untuk di Badung aturan tersebut telah dibuat dan mulai diberlakukan tanggal 4 September 2020 ini. Dalam aturan tersebut salah satunya berisi pengenaan sanksi administrasi bagi masyarakat yang tidak pakai masker,” katanya. 

Baca Juga  Update Covid-19 di Kota Denpasar, Pasien Sembuh Naik Signifikan, Bertambah 34 Orang Total 91,12 Persen

Usai menghadiri piodalan di Pura Prajapati, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa langsung melayat alm. Ida Pedanda Putra Sideman, Griya Sideman, Br. Pegongan, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kamis (3/9) malam. Wabup. Suiasa yang didampingi Camat Abiansemal, Pj. Perbekel dan Bendesa Adat Taman diterima Penglingsir Griya Sideman IB Anom Bhasma dan IB Oka Dirga

Kehadiran Wakil Bupati Badung sebagai wujud bhakti dan perhatian pemerintah daerah kepada sulinggih. Di hadapan jenazah, Suiasa turut mendoakan semoga alm. Ida Sulinggih menyatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta mengharapkan agar rangkaian pelaksanaan karya palebon dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

“Kehadiran kami untuk memberikan doa, dan selalu berkomitmen mendukung sulinggih di Badung. Karena para sulinggih yang selalu mendoakan dan ngrastitiang alam semesta beserta isinya agar tetap aman, damai dan sejahtera,” terangnya. 

Sementara putra alm. Ida Pedanda Putra Sideman yakni Ida Bagus Mahayana menjelaskan, alm. meninggal (lebar) di usia 63, karena sakit. Beliau lebar tanggal 22 Agustus lalu. Untuk rangkaian upacara, pada 7 September dilaksanakan upacara pebersihan dan puncak upacara pelebon pada 8 September 2020 nanti.  (bt)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati Sanjaya Ikuti Persembahyangan Pujawali di Besakih, Mohon Kerahayuan Jagat Tabanan

Published

on

By

Bupati Sanjaya Sembahyang di Pura Besakih
PENANDATANGANAN PRASASTI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Memperkuat sradha bhakti sekaligus memohon kerahayuan jagat Tabanan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10).

Persembahyangan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten III, serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Setibanya di Pura Basukian Puseh Jagat, Bupati Sanjaya beserta jajaran menuju Genah Pesandekan Pura Basukian untuk katuran boga alit, kemudian mengikuti persembahyangan bersama dan sungkem ring gedong Pura Basukian. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti hibah penataan pura.

Rangkaian persembahyangan kemudian berlanjut ke Pura Goa Raja, yang juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti. Kehadiran Bupati Sanjaya dalam kegiatan keagamaan ini menjadi wujud sradha bhakti sekaligus permohonan agar masyarakat dan wilayah Kabupaten Tabanan senantiasa dianugerahi kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pembangunan daerah perlu berjalan selaras antara aspek sekala dan niskala. “Dalam membangun Tabanan, kita harus menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala, agar pembangunan berjalan harmonis dan kerahayuan senantiasa menyertai masyarakat,” ungkapnya.

Selain sebagai wujud bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, persembahyangan ini juga menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memperkuat nilai spiritualitas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Dengan landasan sradha bhakti yang kuat, diharapkan pelaksanaan pembangunan di Tabanan senantiasa berjalan harmonis, berlandaskan nilai-nilai spiritual dan demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ny. Putri Koster: ‘’Jangan Pernah Kita Tinggalkan Mereka dalam Kondisi Apa pun’’
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rangkaian “Pengratep Karya Mamungkah” di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori Desa Adat Tonja

Published

on

By

HADIRI KARYA MAMUNGKAH : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10).

Di sela upacara, Wawali Arya Wibawa menjelaskan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gede Batur Sari ini merupakan wujud peningkatan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pasemetonan dan desa adat, hal ini perlu diapresiasi sebagai upaya membangun sradha bhakti melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Yang patut diapresiasi adalah tumbuhnya kemandirian masyarakat untuk membangun kesadaran, sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat diwujudkan melalui Tri Guna Karya dan Satwika Karya.

Arya Wibawa juga berharap, setelah dilaksanakannya Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari ini, seluruh umat, terutama warga dan pengempon, dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif dan menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara itu, Panitia Karya, I Made Oka Bagiartha, mengatakan rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari telah dimulai sejak 13 Oktober 2026 dan puncaknya dilaksanakan hari ini, 14 Oktober 2026, yakni Upacara Puncak Pengratep Karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gde Made Karang dari Griya Gede Karang Tampakgangsul.

Baca Juga  Khawatir Pergerakan dari Luar Daerah sangat Tinggi, Desa Dangin Puri Kauh Sidak Penduduk Non-Permanen

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang sudah hadir menyaksikan upacara puncak pengratep karya dan ngaturang punia kepada kami. Semoga karya ini labda karya lan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi Desa Adat Renon

Published

on

By

HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi.

Turut mendampingi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, Lurah Renon I Gede Suweca, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, serta tokoh masyarakat setempat.

Wawali Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan karya yang dipuput oleh Sri Mpu Griya Taman Punggul, Abiansemal tersebut.

“Semoga dengan lancarnya pelaksanaan karya ini yang dilaksanakan dengan kebersamaan dan rasa tulus ikhlas, dapat memberikan berkah kerahayuan bagi masyarakat pengempon, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ucapnya.

Ia menambahkan, sinergi Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau semangat gotong-royong inilah yang membingkai jati diri Kota Denpasar sebagai kota berbasis kebudayaan.

Ketua Panitia Karya, Made Budana, menjelaskan rangkaian karya dimulai sejak 30 September 2026 melalui Nuasen Karya. Dilanjutkan 11 Oktober 2026 Mendak Nuntun Dewa Hyang ring Pura Dalem Puri, dan 13 Oktober 2026 Melasti ke Segara.

Puncak karya dilaksanakan hari ini, Rahina Buda Wage Klawu, 14 Oktober 2026. Sementara upacara Nyineb Karya dan Nyegara Gunung di Pura Goa Lawah akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 mendatang.

“Kami berharap pelaksanaan karya dengan rasa tulus ikhlas ini dapat memberikan kebaikan bagi warga kami dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Hadiri Lokasabha X MGPSSR Denpasar, Giri Prasta Ajak Semeton Pasek Jaga Persatuan
Lanjutkan Membaca