Connect with us

BUDAYA

Gubernur Koster Wujudkan Mimpi MDA Kabupaten Tabanan, Pasca Puluhan Tahun Tidak Memiliki Kantor

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER

Tabanan, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mewujudkan mimpi Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan yang puluhan tahun tidak memiliki fasilitas perkantoran yang layak dalam melakukan kegiatan pelayanan terhadap keberadaan desa adat di Kabupaten Tabanan.

Hal itu dibuktikan Wayan Koster saat melakukan peletakan batu pertama nasarin pembangunan Kantor MDA Kabupaten Tabanan, Senin (7/9-2020) bersama Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua PHDI Provinsi Bali Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, MSi, Kadis Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, dan Bendesa Madya MDA Kabupaten Tabanan Drs. I Wayan Tontra, MM.

“Kami menghaturkan terimakasih kepada Bapak Gubernur Wayan Koster yang sudah menggagas ide luar biasa ini untuk pemajuan desa adat di Kabupaten Tabanan, karena sejak 32 tahun saya ngayah atau mengabdi sejak adanya lembaga adat ini di Bali, terkhusus di Tabanan terus saya mimpi kapan ada pejabat yang mau peduli terhadap desa adat, agama Hindu, seni, dan budaya Bali?, hingga menunggu puluhan tahun kapan kita dapat kantor,” demikian ungkapan rasa terimakasih sekaligus cerita yang disampaikan Bendesa Madya MDA Kabupaten Tabanan I Wayan Tontra saat menyambut kedatangan Gubernur Koster di Gedung Kesenian I Ketut Mario, Tabanan.

Gubernur Wayan Koster meletakkan batu pertama pembangunan gedung MDA Kabupaten Tabanan

Lebih lanjut Bendesa Madya MDA Kabupaten Tabanan, I Wayan Tontra mengatakan bahwa mimpinya telah terwujud di era kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster. Berkat keahlian diplomasinya yang diiringi oleh jiwa kepeduliannya terhadap adat Bali, pembangunan Kantor MDA Kabupaten Tabanan mulai dibangun di lahan tanah seluas 10 are milik aset Pemprov Bali yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto (sebelah Museum Subak, red) dengan menggunakan dana CSR senilai Rp 3 milyar lebih.

Baca Juga  PHDI Bali Panggil ISKCON dan Hare Krishna Terkait Polemik di Medsos

Mendengar ucapan terimakasih dan keluh kesah yang disampaikan Bendesa Madya MDA Kabupaten Tabanan, I Wayan Tontra dihadapan Gubernur Bali Wayan Koster, maka dengan tegas, Wayan Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengatakan suksesnya pembangunan Kantor MDA Provinsi Bali, hingga secara perdana dimulai di Kabupaten Gianyar pada, Selasa (18/8) dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Gianyar senilai Rp. 3,4 miliar; di Kabupaten Jembrana pada Kamis (20/8) dengan menggunakan dana CSR sebanyak Rp. 3 milyar lebih, di Kabupaten Karangasem Kantor MDA tersebut dibangun pada, Minggu (23/8) dengan memanfaatkan bantuan CSR sejumlah Rp. 3 milyar lebih, di Ibu Kota Provinsi Bali (Kota Denpasar, red) pada, Sabtu (29/8) juga telah dibangun Kantor MDA Kota Denpasar dengan menggunakan dana CSR Rp. 3,1 milyar, dan sekarang, Senin (7/9) Kantor MDA Kabupaten Tabanan dibangun dengan dana CSR Rp. 3 milyar lebih adalah bentuk kepedulian dirinya (Wayan Koster, red) dengan berjuang mengajak perusahaan di Bali mewujudkan Kantor MDA.

Gubernur Bali Wayan Koster melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tabanan, di antaranya melakukan peletakan batu pertama gedung MDA Kabupaten Tabanan

Lebih dari itu, hal ini sebagai wujud implementasi dari lima bidang prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang salah satunya di bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Selain bidang pangan, sandang dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, hingga bidang pariwisata.

“Jadi Kantor MDA di 9 kabupaten/kota di Bali akan dibangun semuanya, dan hal ini adalah komitmen saya secara utuh membangun desa adat di Bali dengan mengacu pada nilai-nilai desa adat seperti pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal Bali,” tambah mantan anggota DPR-RI 3 periode dapil Bali, dari Fraksi PDI Perjuangan ini seraya menyebut untuk Kantor MDA Kabupaten Tabanan, saya lihat masih ada kekurangan dari segi taman, tempat parkir, hingga gapuranya. Sehingga di tahun 2021 saya akan perjuangkan penataan taman, parkir, dan gapura di Kantor MDA Kabupaten Tabanan ini, agar pelayanan terhadap desa adat berjalan dengan nyaman.

Baca Juga  Update Covid-19 (18/9) di Bali, 5 Pasien Meninggal, Sembuh Bertambah 94 Orang

Orang nomor satu di Pemprov Bali ini juga menceritakan bahwa dirinya menjadi Gubernur tidak memiliki kepentingan secara pribadi. Sehingga dengan ketulusan tekadnya terhadap pelestarian adat di Bali, Wayan Koster dengan keahliannya berdiplomasi kepada perusahaan yang berdiri di Pulau Bali terus melakukan komunikasi untuk memperjuangkan kepentingan umum, termasuk desa adat. Sehingga setelah dibangunnya Kantor MDA ini, Gubernur Koster dengan nada tegas menyatakan bahwa perjuangannya memajukan desa adat belum selesai.

“Apakah dengan membangun Kantor MDA sudah selesai tugas saya, jadi ini belum selesai. Pembangunan ini baru pendahuluannya saja, selanjutnya mengisi adat istiadatnya secara serius dengan konsep riil untuk menata kehidupan di Bali akan terus saya lakukan. Salah satu yang baru-baru ini saya perjuangkan di anggaran perubahan APBD Semesta Berencana ialah dengan menambahkan anggaran desa adat dari Rp 300 juta pada tahun ini, akan meningkat menjadi Rp 350 juta,” tegas Koster.

Sehingga untuk kesekian kalinya, Gubernur Koster meminta kepada Bendesa Agung MDA Provinsi Bali hingga Majelis Desa Adat di tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa untuk memperkokoh keberadaan desa adat yang merupakan warisan dari Ida Bhatara Mpu Kuturan ini.

“Kita harus disiplin, kokoh menjalankan kehidupan beragama, dengan tatanan adat, istiadat di Bali. Jangan menggunakan budaya dari luar, kita sudah punya warisan dari leluhur kita, karena itu menjadikan Bali dikenal, dihormati oleh masyarakat luar dan menjadi destinasi wisata terbaik di dunia, akibat budaya Bali yang unik ini,” ujar mantan aktivis Pemuda Hindu Nasional (Peradah,red) ini seraya memberikan pesan kalau sudah bagus budaya Bali kita, jangan dirusak. Jadi apa yang sudah diwarisi beliau (Ida Bhatara Mpu Kuturan, red), maka kita sekarang tinggal melestarikannya.

Baca Juga  Satpol PP Kota Denpasar Rapid Test Bule Linglung

Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang sudah berperan sangat besar dan nyata di dalam memajukan desa adat.

Sebelumnya, Gubernur Wayan Koster bersama Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya di hari yang sama juga melakukan upacara peletakan batu pertama perbaikan prasarana publik pembangunan wantilan Pura Puseh Desa Pakraman Tajen, Desa Tajen, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, dengan menggunakan sumber dana DAU, BKK Provinsi Bali senilai Rp. 558.929.800, dan pelaksanaan kegiatan tersebut mencapai 100 hari kalender yang dilaksanakan oleh PT. Phoenix Konstruksi Indonesia, dengan Konsultan Perencana CV. Duta Sanggulan, dan Konsultan Pengawas CV. Sanggar Agung. (gs)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali

BUDAYA

Piodalan Pura Mandara Giri Semeru, Wagub Cok Ace Ingatkan Disiplin Prokes bagi Pemedek

Published

on

By

de
RAKOR: Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat memimpin rapat koordinasi persiapan piodalan Pura Mandara Giri Semeru Agung, di Ruang Rapat Praja Sabha, Selasa (11/5), Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Karya pujawali tahun 2021 di Pura Mandhara Giri Semeru Agung akan dilaksanakan mengacu pada karya panca walikrama yang terakhir dilaksanakan pada tahun 2014 silam.

Pada karya pujawali tahun ini, tentu akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mengingat penyebaran virus Corona (Covid-19) masih terjadi dimana-mana bahkan saat ini terkolaborasi dengan Covid varian baru. Sejalan dengan kondisi yang membutuhkan pertimbangan matang namun karya ini wajib dilaksanakan untuk menyeimbangkan skala dan niskala, maka Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Artha Ardana Sukawati bersama sejumlah Bupati dan Walikota se-Bali mengambil langkah untuk tetap melaksanakan karya nganyarin secara bergilir masing-masing kabupaten dan kota se-Bali dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Hal ini disampaikan Wagub Cok Ace saat memimpin rapat koordinasi persiapan piodalan Pura Mandara Giri Semeru Agung, di Ruang Rapat Praja Sabha, Selasa (11/5), Denpasar.

“Untuk menghindari penularan Covid-19 klaster upacara, saya minta masing-masing Kabupaten dan Kota se-Bali melakukan keberangkatan silih berganti saat melaksanakan giliran nganyarin, karena piodalan yang berlangsung selama satu setengah (1,5) bulan ini memberikan kesempatan bagi pemedek untuk nangkil tanpa harus berbondong-bondong. Sekalipun Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur termasuk zona hijau, namun jangan sampai pelaksanaan piodalan menyebabkan munculnya klater baru,” tegas Wagub Cok Ace.

Mengingat piodalan Pura Mandara Giri Semeru yang diselenggarakan bertepatan dengan kondisi Covid-19, upakara yang dihaturkan juga menyesuaikan kondisi anggaran yang memang diperuntukkan dan difokuskan kepada penanganan Covid-19. Upacara melasti akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni, Mapepade dilaksanakan pada tanggal 23 Juni dan puncaknya jatuh pada tanggal 24 Juni, namun rentetan persiapan sudah dimulai 26 Mei mendatang dengan prosesi matur piuning.

Baca Juga  PHDI Bali Panggil ISKCON dan Hare Krishna Terkait Polemik di Medsos

Tahun ini, puncak piodalan yang jatuh tepat pada Purnamaning Kasa wuku Matal menggunakan sarana satu (1) kerbau, yang jauh lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya.

Dengan terlibatnya para bakta saat upacara penganyar dari masing-masing Kabupaten/ Kota se-Bali diharapkan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan melindungi diri dan juga melindungi orang lain. Selain itu disarankan juga para penganyar yang berasal dari masing-masing OPD se-Bali untuk langsung kembali ke Bali setelah ngayah. (gs)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Guru Nyoman Giri Prasta Terima Pengurus MGPSSR Jembrana dan Bangli, Siap Hadiri Lokasabha

Published

on

By

de
AUDIENSI: Ketua MGPSSR Bali Guru Nyoman Giri Prasta foto bersama pengurus MGPSSR Jembrana dan Bangli.

Badung, baliilu.com – Di tengah kesibukan menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Badung, Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali Guru Nyoman Giri Prasta menerima audiensi pengurus MGPSSR Kabupaten Jembrana yang dipimpin Ketuanya Jro Made Sudiada dan pengurus MGPSSR Kabupaten Bangli yang dipimpin Ketuanya Jro I Ketut Kayana, Senin (10/5) di rumah Dinas Bupati Badung, Puspem Sempidi, Badung.

Saat menerima pengurus MGPSSR Jembrana dan Bangli, Guru Nyoman Giri Prasta didampingi Sekretarisnya Jro Pandu P Lagosa dan Bendahara Jro Bagus Sapta Tenaya. Sedangkan pengurus MGPSSR Jembrana yang turut hadir yakni penasehat Jro I Putu Artha, Sekretaris Jro I Wayan Darwin dan Wakil Sekretaris Jro Putu Sunartha. Pengurus MGPSSR Bangli yang turut hadir Ketua Panitia Lokasabha Jro I Made Mulyawan, Ketua Panitia Pembangunan Sekretariat Jro Nengah Tesan dan Perwakilan Maha Gotra Kecamatan Jro Wayan Darma.

Pada kesempatan tersebut, Ketua MGPSSR Jembrana Jro I Made Sudiada bersama Sekretarisnya  Jro I Wayan Darwin menyampaikan rencana penyelenggaraan Lokasabha VII MGPSSR Jembrana yang akan dilaksanakan pada Senin, 24 Mei 2021 bertempat di Wantilan Pura Jagatnatha Kabupaten Jembrana. ‘’Untuk acara lokasabha ini, kami mengundang dan memohon kehadiran Guru Giri Prasta untuk hadir dan sekaligus memberikan sambutan,’’ ujar Jro Sudiada.

Jro Sudiada juga melaporkan telah melakukan pendataan semeton Pasek yang ada di Jembrana yang kini baru tercatat sebanyak 99 dadia. Disampaikan pula rencana akan membangun gedung sekretariat MGPSSR Jembrana yang selama ini menggunakan rumah tinggal ketua.

Sementara Ketua MGPSSR Bangli Jro I Ketut Kayana juga menyampaikan persiapan gelaran Lokasabha MGPSSR Bangli pada 31 Mei 2021 yang akan dilaksanakan di Gedung Sekretariat bersama PHDI dan MDA Bangli. Kayana juga melaporkan pendataan semeton Pasek di Bangli dari tingkat banjar, desa hingga kecamatan dan sudah selesai November 2020. Walaupun diakuinya masih ada semeton yang masih tercecer atau belum terdata, itu karena berbagai kendala. Kepada Guru Giri Prasta, MGPSSR Bangli juga menyampaikan rencananya bakal membangun Gedung MGPSSR Bangli.

Baca Juga  Jubir Dewa Rai: Angka Kasus Positif Meningkat di Denpasar, Karena Gelar Testing Massal Covid-19

Mendengar penyampaian akan diselenggarakannya lokasabha di Jembrana dan Bangli, Guru Giri Prasta yang juga menjabat Bupati Badung memberikan apresiasi dan menyatakan dukungannya. Dukungan tidak saja siap bakal hadir saat lokasabha, juga di luar dana punia semeton, Guru Giri Prasta yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Badung ini memberikan dukungan dengan membantu beaya anggaran lokasabha masing-masing Rp 25 juta untuk Jembrana dan Bangli.

Sebagai semeton Pasek, Guru Giri Prasta memastikan akan selalu membantu pasemetonan. Ia kemudian mengingatkan kepada semeton Pasek untuk menunjukkan jati diri, baik astisi ring Ida Hyang Widhi Wasa, bakti ring kawitan, tindih ring bhisama, dan guyub ring semeton. Kenapa, karena kita, pertama saling sumbah, kedua saling parid, dan ketiga mesidikara. Saling sumbah karena satu Hyang kawitan. Masidikara artinya, duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Dan saling parid, kopi bisa berbagi. ‘’Oleh karena satu, saya mengajak semeton untuk berjuang kepada pasemetonan Pasek,’’ ucapnya seraya siap bakal membenahi dadia-dadia Pasek yang ada di Bali.

Guru Giri Prasta juga mengajak semeton apa yang jelek untuk ditinggalkan, yang baik dilestarikan dan yang sekarang dilaksanakan dan ke depan disempurnakan. ‘’Pokokne ane jelek yuk kita tinggalkan, ane baik mari kita lestarikan, ane sekarang mari kita laksanakan, yuk ke depan kita sempurnakan. Agata, anagata wartamana,’’ pungkas Guru Giri Prasta dan berharap pasemetonan Pasek memiliki big data yang mencatat semeton di 8 kabupaetn /kota yang ada di Bali. (gs)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Ny. Sagung Antari Jaya Negara Dukung Program PBI Kebaya Sebagai Warisan Budaya Indonesia

Published

on

By

de
AUDIENSI: Ketua Bidang Kegiatan Perempuan Berkebaya Indonesia Provinsi Bali Anak Agung Mirah Maheswari saat audiensi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara Senin (10/5) di Gedung Santi Graha.

Denpasar, baliilu.com – Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Provinsi Bali  mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar setiap hari Selasa semua Perempuan Indonesia Berkebaya. Hal ini disampaikan Ketua Bidang Kegiatan  Perempuan Berkebaya Indonesia Provinsi Bali Anak Agung Mirah Maheswari saat audiensi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara Senin (10/5) di  Gedung Santi Graha.

Lebih lanjut Agung Mirah mengatakan, Kebaya juga telah diusulkan ke UNESCO  supaya  menjadi Warisan Budaya Nusantara Indonesia. “Untuk mewujudkan hal ini  kami memohon dukungan Pemerintah Kota Denpasar khususnya Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar untuk mendukung sosialisasi kepada masyarakat Kota  Denpasar khususnya ibu-ibu PKK Kota Denpasar, dan anggota organisasi perempuan yang ada di Kota Denpasar,” ungkap Agung Mirah.

Menurutnya penggunaan pakaian  kebaya setiap kegiatan adalah memperlihatkan jati diri sebagai perempuan Indonesia.  Namun penggunaannya harus menyesuaikan pakem.

Berpakaian kebaya setiap  Hari Selasa juga untuk membangkitkan  generasi milenial  supaya menyukai  pemakaian kebaya.  Dengan demikian diharapkan generasi muda lebih peduli, dan mau mengenal tentang kebaya.

Lebih lanjut Agung Mirah menyampaikan salah satu provinsi di Indonesia yang sudah menerapkan pemakaian kebaya setiap Hari Selasa adalah Kota DKI Jakarta.  Oleh karena itu pihaknya berharap hal serupa bisa diterapkan di Kota Denpasar. “Maka dari itu kami  berharap Ibu Walikota mendukung kegiatan ini dengan menyosialisasikan agar dalam setiap kegiatan dapat menggunakan pakaian kebaya,” harapnya. Sosialisasi ini bisa dilakukan oleh dinas terkait, sekolah maupun komunitas.

Mengingat kebaya itu bisa digunakan dari berbagai jenis kain, namun dibentuk atau dijarit  dengan model Kebaya Kartini. Bahkan untuk berpakian kebaya mereka tidak harus beli yang baru, karena kebaya lama yang ada di rumah  bisa digunakan.

Baca Juga  Pesawat China Jemput Warganya, Awak Kabin Tak Boleh Turun

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara memberikan apresiasi terhadap program berkebaya ini. Menurutnya dengan memperkenalkan budaya berkebaya pada kegiatan tertentu dapat  membantu upaya pelestarian kebudayaan, serta memperkenalkan warisan budaya Indonesia.

“Selain itu dengan di galakkannya budaya berkebaya diharapkan akan dapat membantu meningkatkan pendapatan UKM yang bergerak di bidang pengadaan  sandang seperti pandemi  saat ini,” harap Ny. Sagung Antari Jaya Negara. 

Lebih lanjut Ny. Sagung Antari Jaya Negara menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar sejak lama  menerapkan penggunaan pakaian adat sebagai salah satu busana ke kantor. Dimana awalnya setiap hari Rabu, hari raya besar nasional, hari  Purnama dan Tilem.  Selanjutnya dengan adanya Peraturan Gubenur Bali yang mewajibkan pemakaian pakaian adat setiap Hari Kamis, dan Pemerintah Kota Denpasar telah melaksanakannya. Selain itu TP. PKK Kota Denpasar sebelum masa pandemi secara rutin selalu melaksanakan berbagai lomba busana kebaya seperti, pakaian adat kepura bagi remaja, ibu ibu PKK dan lansia.

Sosialisasi berpakaian adat (berkebaya) juga telah dilakukan secara berjenjang oleh TP. PKK Kota Denpasar melalui PKK Kecamatan dan Desa Kelurahan yang menyasar seluruh lapisan masyarakat (remaja maupun anak-anak)

Ny. Sagung Antari menambahkan, untuk Kota Denpasar berpakaian adat tidak hanya dilakukan oleh kaum perempuan seperti contoh bapak Walikota Denpasar dan Wakil Walikota Denpasar sering kali menggunakan pakaian adat dalam berbagai kegiatan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya mendukung Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya. (eka)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca