Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pimpin HLM TPID Melalui Zoom Meeting, Wabup Suiasa Terima Uang Pecahan Rp. 75 Ribu dari BI Perwakilan Bali

BALIILU Tayang

:

de
Wabup Suiasa saat menerima uang pecahan Rp. 75.000 dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali yang diserahkan oleh Deputi Bank Indonesia Wilayah Bali, Rizki Wimanda, Selasa (8/9).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung melalui zoom meeting dari Rumah Jabatan Wakil Bupati, Puspem Badung, Selasa (8/9). Dalam rapat tersebut, Wabup Suiasa didampingi Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung AA Ngr. Bayu Kumara dan Kabag Perekonomian AA Rosyawati sekaligus menerima uang pecahan Rp. 75.000 dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali yang diserahkan oleh Deputi Bank Indonesia Wilayah Bali Rizki Wimanda, bersama Asisten Manajer BI Bali Putu Agni Parahita.

Dalam arahannya Wabup Suiasa menjelaskan, pengendalian inflasi di masa pandemi Covid-19 ini, masih dapat dilakukan meskipun gerakannya sangat terbatas. Pengendalian inflasi tersebut mengacu pada terwujudnya 4 K, yakni ketersediaan produksi, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif. Terlebih menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, sehingga perlu dilakukan upaya menjaga ketersediaan kebutuhan dan kestabilan harga kebutuhan bahan pokok. 

Suiasa juga menyampaikan apresiasi atas rekomendasi yang diberikan oleh BI Perwakilan Bali sebagai upaya menjaga kestabilan harga 10 kebutuhan pokok khususnya di wilayah Badung. Atas rekomendasi tersebut, Suiasa meminta TPID berkoordinasi dengan Bulog melakukan langkah riil di masyarakat.

“Menjelang Galungan dan Kuningan untuk mengadakan operasi pasar maupun pasar murah. Memfasilitasi petani agar produksi pertanian dapat didistribusikan langsung ke pasar guna menjaga harga tetap stabil. Selain itu perlu dibuatkan semacam informasi atau sosialisasi mengenai cinta produk lokal. Untuk kerjasama antar-daerah, Pemkab Badung sudah mengadakan MoU, dengan Pemkab Bangli, Tabanan dan Singaraja untuk saling melengkapi kebutuhan komoditas pertanian,” katanya. 

Suiasa juga minta Perumda Pasar tetap mengoptimalisasikan mesin CAS yang ada di Petang. Masyarakat jika ingin memanfaatkan mesin CAS ini, dipersilahkan, untuk memproteksi harga. TPID diharapkan pula memantau secara intensif harga-harga di pasar, dengan tetap taat pada protokol kesehatan. “Terkait anjloknya harga daging ayam. Saat kondisi ini agar dilakukan monitoring, mencari asal akibat anjloknya harga daging ayam serta mencarikan solusinya. Termasuk berkoordinasi dengan kepolisian sebagai satgas pangan, dalam rangka pengawasan distribusi pangan termasuk gas elpiji di masyarakat,” pesannya.  

Baca Juga  Gubernur Koster: Sisi Niskala Bagian Komprehensif dan Fundamental dalam Pembangunan Bali

Mengenai uang pecahan Rp. 75 ribu, Suiasa menyampaikan terima kasih kepada BI Perwakilan Bali. Tentu uang pecahan Rp. 75 ribu ini dicetak khusus memperingati semangat Proklamasi Kemerdekaan RI ke-75. “Uang ini bukan uang pecahan yang tersebar di masyarakat. Bukan alat pembayaran sehari-hari, tapi khusus untuk memperingati semangat Hari Kemerdekaan ke-75,” jelasnya.  

Sementara itu Deputi BI Bali Rizki Wimanda menyampaikan perkembangan secara garis besar mengenai kondisi perekonomian akibat dampak Covid-19. Menurutnya pada triwulan II banyak negara di dunia termasuk Indonesia mengalami perkembangan perekonomian yang negatif. Semua provinsi di Indonesia mengalami perekonomian negatif, kecuali Papua dan Papua Barat. “Bali termasuk daerah yang pertumbuhan ekonominya paling parah, karena sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan daerah belum berjalan maksimal. Gambaran perekonomian Bali, pada triwulan I, sudah negatif 1,14 dan triwulan II negatif 10,98. Sisi positifnya, inflasi di Bali Nusra terkendali, cenderung rendah dan stabil, negatif 0,23 persen,” jelasnya. 

Sementara mengenai harga kebutuhan pokok di Bali hingga September mengalami penurunan harga. Namun ada dua jenis komoditi yang cenderung mengalami kenaikan harga. “Untuk di wilayah Bali sendiri yakni bawang merah dan gula pasir masih naik. Kalau di Badung ada empat komoditi yaitu bawang merah, bawang putih, cabai merah dan gula pasir. Ini yang perlu dipantau terus, bila perlu dilakukan operasi pasar terkait empat komoditi ini,” katanya. 

Ditambahkan, untuk uang pecahan Rp. 75 ribu, semua patut berbangga, Bank Indonesia secara resmi meluncurkan uang khusus Kemerdekaan Republik Indonesia, uang baru pecahan Rp. 75.000. Ada 3 filosofi yang terkandung di dalamnya, pertama, mensyukuri kemerdekaan, kedua, memperteguh kebhinekaan dan ketiga, menyongsong masa depan gemilang. “Yang lebih membanggakan lagi, dalam uang itu terdapat gambar kain tenun gringsing, Tenganan Bali. Di Indonesia dicetak sebanyak 75 juta lembar dan Bali mendapat jatah 1,4 juta lembar. Masyarakat sudah banyak ke BI untuk mendapatkan uang tersebut dengan syarat hanya membawa KTP saja,” katanya. (gs)

Baca Juga  Tes Massal Berbasis Rapid dan Swab Terus Digencarkan di Denpasar, Masyarakat Diminta Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Wabup Badung Apresiasi Gelaran Davest III, Berhasil Mengangkat Potensi Seni Tiap Banjar

Published

on

By

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Badung Ny. Yunita Alit Sucipta menghadiri Davest III di Lapangan Umum Darmasaba.
HADIRI DAVEST: Wabup Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Badung Ny. Yunita Alit Sucipta saat menghadiri Davest III Desa Darmasaba di Lapangan Umum Darmasaba, Sabtu (15/8/2026) malam. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya gelaran Darmasaba Village Festival (Davest) III tahun 2026. Event dua tahunan ini dinilai telah berhasil mengangkat potensi seni di masing-masing Banjar. Hal ini sangat sejalan dengan misi Badung “Sapta Kriya Adi Cipta” terutama dalam upaya pelestarian seni, adat, agama dan budaya Bali.

“Kami selaku pemerintah daerah sangat mendukung ajang Davest yang berhasil menampilkan ide-ide kreatif dituangkan dalam kreativitas seni serta melibatkan seluruh unsur masyarakat. Ini luar biasa,” kata Wabup Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Badung Ny. Yunita Alit Sucipta saat menghadiri Davest III Desa Darmasaba di Lapangan Umum Darmasaba, Sabtu (15/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Sekarini, Plt. Camat Abiansemal beserta Tripika serta Pemerintahan Desa dan Prejuru Desa Adat Darmasaba.

Wabup menyebut ajegnya seni dan budaya di Badung harus tetap dijaga. Karena seni dan budaya sebagai warisan leluhur dan akar dari pariwisata di Bali. Selain mengangkat potensi seni, Wabup juga mengapresiasi Pemerintah Desa Darmasaba dan Panitia Davest yang berhasil merangkul potensi UMKM lokal di Desa Darmasaba. Kehadiran UMKM akan terjadinya perputaran roda perekonomian masyarakat di Darmasaba khususnya. Ke depan diharapkan kegiatan Davest dapat berlanjut dan mampu melahirkan ide-ide yang lebih kreatif dari masyarakat.

Sementara Perbekel Darmasaba IB Surya Prabhawa Manuaba menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Badung bersama Ketua WHDI beserta jajaran. Ia menyebutkan, terselenggaranya Davest berkat kerja sama seluruh komponen masyarakat Darmasaba. Davest tahun ini mengedepankan kepedulian terhadap alam dan lingkungan dengan memprioritaskan penanganan sampah. Hal ini diterapkan kepada semua UMKM yang terlibat diwajibkan mengelola sampahnya sendiri. Selain itu pertunjukan seni juga menjadi tujuan dari Davest. Bagaimana potensi seni dapat dimunculkan dan ini mendapat antusias luar biasa dari masyarakat di masing-masing banjar.

Baca Juga  Update Covid-19 Rabu (22/4), 5 PMI Sembuh, Dewa Indra: Cegah Transmisi Lokal Kuncinya Pakai Masker, Jaga Jarak dan Cuci Tangan

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Semuanya terlibat dalam kegiatan lomba mulai dari anak-anak, remaja hingga lansia,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Adi Arnawa Hadiri Perayaan HUT Ke-3 STT Bhineka Abisatya Banjar Tuka Desa Dalung

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri puncak perayaan HUT Ke-3 STT Bhineka Abisatya di Gedung Serba Guna Neka Wiguna Mandala, Banjar Tuka, Dalung.
HADIRI HUT: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-3 Sekaa Teruna Teruni (STT) Bhineka Abisatya, Banjar Tuka, Desa Dalung, Kuta Utara bertempat di Gedung Serba Guna Neka Wiguna Mandala Tuka, Dalung, Minggu (16/8/2026). (Foto: Hms Badung) 

Badung, baliilu.com – Dalam suasana HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Sekaa Teruna Teruni (STT) Bhineka Abisatya, Banjar Tuka, Desa Dalung, Kuta Utara, menggelar puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-3 yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penancapan Kayon oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, bertempat di Gedung Serba Guna Neka Wiguna Mandala Tuka, Dalung, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru dan mengangkat tema Vikrama Yuwajana Dharma dengan arti filosofi meneguhkan jiwa kepemimpinan pemuda yang berani berkarya, bersatu mengabdi dan berlandaskan dharma.

Dalam sambutannya Bupati I Wayan Adi Arnawa menyampaikan selamat kepada para pengurus yang telah dilantik dan berharap agar persatuan dalam keberagaman unsur agama dalam STT Bhineka Abisatya, Banjar Tuka harus tetap dijaga.

“Kita tidak boleh ada sekat karena masalah agama. Kita ini satu, adalah warga negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila, dan saya senang sekali bisa melihat modernisasi agama terjadi di Tuka ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan jika masyarakat sudah bersatu, akan mudah menatap masa depan Bangsa Indonesia. Dirinya juga berharap bahwa perayaan HUT tidak sekedar seremoni. “Hari ulang tahun ini dijadikan momentum untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap apa yang sudah kita kerjakan dan apa yang belum kita kerjakan,” ujar Adi Arnawa.

Dalam laporannya Ketua Panitia Eduardus Gustaff Fargaz menyampaikan, kegiatan ini juga untuk bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan antaranggota STT serta seluruh lapisan masyarakat sekaligus menjadi wadah kreativitas dan seni bagi generasi muda di Lingkungan Banjar Tuka.

“Sebagai rangkaian peringatan HUT Ke-3 ini, kami telah melaksanakan beberapa rangkaían kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dengan lomba-lomba persahabatan. Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini,” jelasnya.

Baca Juga  Resmikan Wantilan Desa Adat Padangaji, Gubernur Koster Ajak Ikuti Tata Nilai Kehidupan Leluhur

Perayaan HUT ini juga dihadiri oleh Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa beserta Unsur Tripika Kecamatan, Perbekel Desa Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, beserta perangkat desa, Bendesa Desa Adat Dalung I Nyoman Widana, Bendesa Adat Padang Luwih I Ketut Adi Ardana, Bendesa Adat Tuka I Gede Sukarya, Kelian Dinas dan Adat, dan tokoh agama dan masyarakat se-Desa Dalung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Spesial HUT Provinsi Bali dan RI, Naik Bus Trans Metro Dewata & Trans Sarbagita Bayar Rp. 1.000 dengan QRIS Tap

Published

on

By

Bus Trans Metro Dewata yang melayani promo tarif khusus Rp 1.000 menggunakan pembayaran QRIS Tap selama periode HUT Provinsi Bali dan HUT RI.
Bus Trans Metro Dewata. (Foto: dok)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Bali menghadirkan program tarif khusus transportasi umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Bali Ke-68 dan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan QRIS Nasional (PON) yang bertujuan mendorong perluasan penggunaan pembayaran digital QRIS, khususnya fitur QRIS Tap (Tanpa Pindai).

Melalui program ini, masyarakat dapat menikmati tarif khusus sebesar Rp. 1.000 untuk perjalanan menggunakan layanan transportasi umum dengan melakukan pembayaran menggunakan QRIS Tap. Program tarif khusus tersebut berlaku untuk 300 pengguna per hari, yang terdiri atas 250 pengguna Trans Metro Dewata dan 50 pengguna Trans Sarbagita. Promo ini berlangsung pada periode 14-31 Agustus 2026.

Implementasi program ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan dan meningkatkan penggunaan QRIS Tap sebagai inovasi pembayaran yang lebih cepat dan praktis. Dengan QRIS Tap, masyarakat tidak perlu membuka fitur kamera untuk memindai lembaran barcode QRIS. Pembayaran dapat dilakukan hanya dengan membuka aplikasi pembayaran digital yang mendukung QRIS Tap, memilih fitur QRIS Tap, dan mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran. Proses transaksi berlangsung dalam hitungan detik sehingga memberikan pengalaman pembayaran yang lebih seamless, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat menggunakan transportasi umum.

Melalui sinergi antara digitalisasi sistem pembayaran dan layanan transportasi publik yang dilakukan Bank Indonesia bersama Dinas Perhubungan Provinsi Bali, diharapkan dapat mendorong terwujudnya ekosistem transportasi yang semakin modern, efisien, praktis dan ramah lingkungan di Bali. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum sebagai pilihan mobilitas yang nyaman, mudah, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Resmikan Wantilan Desa Adat Padangaji, Gubernur Koster Ajak Ikuti Tata Nilai Kehidupan Leluhur

Ayo manfaatkan promo tarif khusus Rp 1.000 dengan QRIS Tap dan rayakan HUT Provinsi Bali, HUT kemerdekaan RI, serta Pekan QRIS Nasional bersama Trans Metro Dewata dan Trans Sarbagita! (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca