Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Dengan Prokes Ketat, Bupati Giri Prasta Beri Penghormatan Terakhir Alm. IBM Sunartha

BALIILU Tayang

:

de
Bupati Giri Prasta saat menghadiri pelebon alm. Ida Bagus Made Sunartha di Desa Adat Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (16/2).

Badung, baliilu.com – Almarhum (alm) Ida Bagus Made Sunartha, S. Sos, Selasa (16/2) di-pelebon di Setra Desa Adat Sangeh, Kecamatan Abiansemal. Pada masa pandemi Covid-19, terlebih Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, upacara pelebon dari anggota DPRD Badung tersebut sudah diatur sedemikian rupa oleh panitia sehingga tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang ketat. 

Tampak hadir pada prosesi pelebon, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wabup I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata beserta sejumlah anggota Dewan Badung. Upacara mengantar jenazah ke setra dilaksanakan pukul 12.10 Wita. Iring-iringan pelebon diawali dengan mengusung lembu hitam ke setra dengan melibatkan Krama Banjar Muluk Babi, Sangeh maksimal 50 orang. Selang 10 menit kemudian baru dilaksanakan prosesi mengusung jenasah dari bale adat untuk dibawa ke jaba Griya Sari, kemudian diletakkan di sebuah bade.

Untuk penghormatan terakhir, Bupati Giri Prasta juga ikut mengangkat jenazah dari bale adat menuju wadah. Sesampainya di setra segenap anggota DPRD Badung yang hadir bersama Wabup Suiasa juga melakukan doa bersama, mendoakan kepergian almarhum, semoga dapat menyatu dengan Tuhan.

Untuk diketahui, alm. IBM Sunartha meninggal pada 21 Januari 2021, karena sakit (serangan jantung). Beliau dikenal luas sebagai anggota dewan yang sangat ramah, baik dan sabar. Selain menjadi anggota DPRD Kabupaten Badung, alm. IBM Sunartha juga mengabdi sebagai Bandesa Adat Sangeh. Kecintaan beliau pada olahraga, seni dan pariwisata bisa dilihat dari bagaimana transformasi Desa Sangeh 10 tahun terakhir. Politisi PDI Perjuangan ini juga dikenal sebagai mentor bagi rekan-rekannya yang masih muda.

Serangkaian upacara pelebon ini telah dilaksanakan upacara nyiramang pada Kamis (11/2), upacara mesesalin pada Sabtu (13/2),  Minggu (14/2) mendak toya ening, ngereka kajang, melaspas kajang, dan munggah pengaskaran, ngilenang pamerasan dan ngrereh toya penembak. Puncak Karya Pelebon pada Selasa (16/2) ini, sedangkan untuk karya nyekah akan dilaksanakan pada 28 Februari 2021 mendatang. (bt)

Baca Juga  Dengan Prokes Ketat, Bupati Giri Prasta Hadiri ‘’Karya Manusia Yadnya’’ dan ‘’Atma Wedana’’ Desa Adat Kapal

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Wabup Alit Sucipta “Upasaksi Nebes Tapakan” di Pura Dwijendra Batanbuah

Pemkab Badung Kucurkan Hibah Rp 1 Miliar

Loading

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta Hadiri Upacara Nebes Tapakan Batanbuah
HADIRI UPACARA: Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri (upasaksi) Upacara Nebes Tapakan Ida Betara di Pura Dwijendra Banjar Batanbuah yang dirangkaikan dengan persiapan Ngodak Tapakan di Pura Dalem Gede Desa Adat Abiansemal, Sabtu (26/09/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, balillu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri (upasaksi) Upacara Nebes Tapakan Ida Betara di Pura Dwijendra Banjar Batanbuah yang dirangkaikan dengan persiapan Ngodak Tapakan di Pura Dalem Gede Desa Adat Abiansemal, Sabtu (26/09/2026).

Karya yang bertepatan dengan Purnama Kapat ini dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Tegeh Abiansemal dan dihadiri oleh Plt. Camat Abiansemal beserta jajaran, Penglingsir Puri, unsur Tripika, serta para perbekel setempat.

Dalam sambutannya, Wabup mengapresiasi tinggi semangat gotong-royong krama Banjar Adat Batanbuah yang secara swadaya mengumpulkan iuran demi menyukseskan upacara luhur ini.

“Semangat kebersamaan ini merupakan bentuk sradha dan cihna bhakti yang luar biasa. Pemerintah Kabupaten Badung selalu hadir untuk memastikan setiap niat suci krama dalam melestarikan tradisi tetap berjalan lancar. Kami juga mengajak seluruh warga menjaga persatuan demi mendukung program pelestarian seni, adat, agama, dan budaya berbasis kearifan lokal,” ujar Bagus Alit Sucipta.

Sebagai bukti nyata komitmen daerah, Pemkab Badung resmi mengalokasikan bantuan dana hibah pada Anggaran Perubahan 2026 sebesar Rp 1 miliar.

Sementara itu, perwakilan panitia karya, I Made Budayasa, menjelaskan bahwa persiapan rangkaian upacara ini sejatinya telah dirancang matang selama 9 bulan. Sebanyak 545 Kepala Keluarga (KK) secara mandiri mengumpulkan urunan sebesar Rp 600.000 per KK hingga berhasil menghimpun dana awal Rp 300 juta, dari total keseluruhan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp 1,3 miliar.

Pihak panitia pun menyampaikan terima kasih mendalam atas kehadiran jajaran pemerintah dan gelontoran dana hibah tersebut. Rangkaian prosesi Ngodak Tapakan (Ratu Gede, Ratu Sakti/Ratu Lingsir, Ratu Ayu, Ratu Alit) ini dijadwalkan akan terus bergulir hingga mencapai puncak prosesi upacara Melaspas pada 9 Desember 2026 mendatang. (gs/bi)

Baca Juga  Dengan Prokes Ketat, Bupati Giri Prasta Hadiri ‘’Karya Manusia Yadnya’’ dan ‘’Atma Wedana’’ Desa Adat Kapal

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Persembahyangan Bersama Jajaran Pemkab Tabanan di Pura Penataran Agung Lempuyang Madya

Published

on

By

Bupati Sanjaya, Pemkab Tabanan, Karya Melaspas, Budaya Bali
KARYA MELASPAS: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut hadir dalam pelaksanaan Karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Pujawali Catur ring Pura Penataran Agung Lempuyang Madya, Desa Lempuyang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Hms Tbn)

Karangasem, baliilu.com – Nuansa sradha bhakti dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Pujawali Catur ring Pura Penataran Agung Lempuyang Madya, Desa Lempuyang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (26/9/2026). Dalam momentum sakral yang bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut hadir mengikuti persembahyangan Bhakti Penganyar Pemerintah Kabupaten Tabanan sebagai wujud bhakti sekaligus dukungan terhadap pelestarian adat, agama, dan budaya Bali.

Didampingi Sekda dan Pimpinan perangkat daerah terkait dan staf, menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung pelaksanaan karya keagamaan, termasuk upaya penataan dan penyempurnaan sarana prasarana Pura Penataran Agung Lempuyang Madya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Gubernur Bali, Giri Prasta, Wakapolda Bali, anggota DPD RI, anggota DPR RI, serta undangan terkait lainnya.

Dalam rangkaian karya tersebut, Bupati Sanjaya turut mengikuti prosesi Mendem Pedagingan di Pura Luhur Lempuyang, khususnya pada kawasan Batu Payogan Dukuh, sebagai bagian dari rangkaian upacara setelah dilaksanakannya penataan dan penyempurnaan pura. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam mengembalikan fungsi, kesucian, dan kelengkapan niskala pura sebagai tempat suci yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rangkaian karya dan Pujawali tersebut. Menurutnya, penataan dan penyempurnaan pura bukan hanya berkaitan dengan pembangunan secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan tempat suci serta keberlanjutan tradisi dan nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan para leluhur.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, dalam sambutannya mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga keajegan Bali melalui semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Pesan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penanaman bambu yang dilaksanakan setelah rangkaian persembahyangan, sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam Bali.

Baca Juga  Dengan Prokes Ketat, Bupati Giri Prasta Hadiri ‘’Karya Manusia Yadnya’’ dan ‘’Atma Wedana’’ Desa Adat Kapal

Melalui pelaksanaan Bhakti Penganyar ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap rangkaian Karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Pujawali Catur ring Pura Penataran Agung Lempuyang Madya dapat berjalan lancar dan membawa kerahayuan bagi seluruh umat. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kesucian tempat suci, melestarikan adat dan budaya, serta mempertahankan semangat sradha bhakti dan gotong-royong dalam kehidupan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Rahina Purnama Kapat, Wawali Arya Wibawa Hadiri “Pujawali Padudusan Alit Banjar Pegok” 

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pujawali di Banjar Pegok
HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Pujawali Padudusan Alit Pura Begawan Penyarikan lan Pura Kesumasari, di Banjar Pegok, Sesetan, Sabtu (26/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Saniscara Umanis Bala, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Pujawali Padudusan Alit Pura Begawan Penyarikan lan Pura Kesumasari, di Banjar Pegok, Sesetan, Sabtu (26/9).

Turut hadir pada kesempatan itu, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Kota Denpasar, Putu Melati Purbaningrat Yo, Camat Denpasar Selatan, I Kadek Ermanto, Kabag Kesra Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, undangan terkait lainnya.

Usai karya Pujawali ini berlangsung, Wawali Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Banjar Pegok ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Arya Wibawa juga menekankan pentingnya implementasi Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari, dan juga semangat gotong royong yang sejalan dengan spirit Vasudhaiva Khutumbakam. Pihaknya berharap, nilai-nilai luhur ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

Lebih dari itu, Arya Wibawa juga menyampaikan, setelah dilaksanakannya upacara ini seluruh umat terutama warga Banjar Pegok dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Semoga upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif di lingkungan banjar setempat,” katanya.

Manggala Karya, Made Setiadi menyampaikan, pelaksanaan karya ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya. Hal ini juga untuk menetralisir aura negatif yang mengganggu kehidupan manusia, khususnya krama Banjar Pegok, Sesetan.

“Karya Pujawali ini kami laksanakan bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat. Astungkara, semoga dapat dianugerahi karahayuan bagi seluruh Krama Banjar Pegok,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Dengan Prokes Ketat, Bupati Giri Prasta Hadiri ‘’Karya Manusia Yadnya’’ dan ‘’Atma Wedana’’ Desa Adat Kapal
Lanjutkan Membaca