Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar, Jadi Wahana Pelestarian dan Pengembangan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali sebagai Jati Diri

BALIILU Tayang

:

de
Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram saat membuka gelaran Bulan Bahasa Bali Tahun 2021 di Dharmanegara Alaya Kota Denpasar, Senin (15/2).

Denpasar, baliilu.com – Bulan Bahasa Bali kembali digelar Pemkot Denpasar di tahun 2021. Meski di tengah pandemi, tak menyurutkan pelaksanaan event tahunan sebagai ajang pelestarian dan pengembangan sastra, bahasa dan aksara Bali ini.

Dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan dalam balutan tema ‘’Wana Kerthi Sabdaning Taru Mahottama’’, Gelaran Bulan Bahasa Bali Tahun 2021 dibuka secara resmi Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram yang ditandai dengan pemukulan Gong di Dharmanegara Alaya Kota Denpasar, Senin (15/2).

Dalam sambutannya, Walikota Rai Mantra menekankan Bahasa Bali merupakan bahasa ibu di Bali. Keberadaan bahasa, sastra dan aksara Bali menjadi jati diri masyarakat Bali. Karenanya, upaya pelestarian dan pengembangan bahasa, sastra dan aksara Bali harus terus digelorakan.

“Jika kreativitas sudah didasari oleh kebudayaan Bali, itulah dinamakan jadi diri yang menjadi napas pembangunan di Bali,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan lewat pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ini tentunya dapat menjadi wahana pelestarian dan pengembangan kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Rai Mantra mengaku bangga dimana pelaksanaan Bulan Bahasa Bali telah dilaksanakan dari tingkat desa/lurah, kecamatan hingga Kota Denpasar.

“Ke depannya tentu kita berharap segala kegiatannya terus dikembangkan sehingga mampu mendukung penguatan dan pengembangan budaya Bali, termasuk bahasa, sastra dan aksara Bali,” jelasnya.

Rai Mantra mengatakan selain Bulan Bahasa Bali, Pemkot Denpasar pun turut menyediakan Dharma Negara Alaya sebagai wahana pengembangan dan penguatan kebudayaan Bali. Secara khusus untuk pelestarian lontar telah disediakan Ruang Kaja Kangin sebagai spirit Dharmanegara Alaya.

“Jadi pada pelaksanaan Bulan Bahasa Bali tahun ini difokuskan pada pelestarian, revitalisasi, penguatan dan pengembangan kebudayaan Bali, yakni bahasa, sastra dan aksara Bali,” ujar Rai Mantra

Baca Juga  Angkat Soal Peranan Modal Budaya dalam  Meningkatkan Kinerja LPD, Rai Mantra  Raih Gelar Doktor Ekonomi dengan Predikat Cumlaude

Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali tahun ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebudayaan dan globalisasi. Sehingga mampu beradaptasi terhadap kemajuan peradaban.

“Karena di era sekarang, globalisasi dan kebudayaan adalah saling berkaitan dan mempengaruhi, dimana jika Bali sudah terkenal, maka tugas generasi muda untuk memperkuat sehingga menjadi suatu hal yang spesifik dalam menghadapi adaptasi global,” jelasnya.

Sementara  Ketua Panitia I Wayan Gede Sukawidana, S.Pd., M.Pd mengatakan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali 2021 dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Adapun kegiatan yang dilaksanakan yakni Lomba Nyurat Aksara Bali, Lomba Ngwacen Aksara Bali Ring Lontar dan Lomba Mesatua Bali.

“Semangat pelestarian, penguatan dan pengembangan bahasa, sastra dan aksara Bali tetap sama, hanya saja pelaksanaannya dilaksanakan secara terbatas dengan disiplin protokol kesehatan,” pungkasnya. (ags/eka)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati” Pura Dalem Batu Selem Banjar Tenten

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Ngeratep Pura Batu Selem
NGERATEP: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri prosesi “Ngeratep” serangkaian Karya Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod, Sukra Kliwon Bala, Jumat (25/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod, Sukra Kliwon Bala, Jumat (25/9).

Karya ini merupakan salah satu rangkaian upacara Ngodak Sesuhunan Pelawatan Barong Landung di pura setempat.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat, khususnya krama pengempon.

“Pelaksanaan yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap, upakara ini dapat memberikan energi dharma yang memancarkan hal positif bagi jagat Bali, khususnya Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan upacara ini selain sebagai yadnya, juga menjadi upaya dalam melestarikan tradisi Bali yang sangat sakral.

“Ini adalah bagian dari dharmaning agama dan dharmaning negara. Tentunya kami berharap dengan upacara ini dapat memberikan manfaat baik secara sekala maupun niskala bagi masyarakat dan umat,” imbuhnya.

Sementara itu, Manggala Karya, I Wayan Selamet menjelaskan, rangkaian upacara ini telah berjalan sejak 11 September lalu. Ia mengatakan, penyelenggaraan karya ini diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kesehatan, serta kemakmuran bagi seluruh krama pengempon Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod.

“Astungkara karya ini dapat terlaksana. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Walikota Denpasar dan tentunya semoga melalui upacara ini krama pengempon selalu dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan diberikan anugerah kemakmuran serta kerahayuan,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Sejahterakan Bali, Harus Ada Satu Kebijakan Undang-Undang Tentang Modal Budaya

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Ngodak Tapakan“ di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Bupati Badung Tekankan Semangat Kebersamaan

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Serahkan Bantuan Karya Ngodak Tapakan
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan dana upakara saat menghadiri “Karya Ngodak Tapakan“ Ratu Gede, Ratu Lingsir, dan Ratu Alit di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Jumat (25/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Karya Ngodak Tapakan Ratu Gede, Ratu Lingsir, dan Ratu Alit di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Jumat (25/9).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Plt. Camat Abiansemal beserta jajaran, Perbekel Desa Bongkasa, Bendesa Adat Bongkasa Pertiwi, Angga Puri Ubud, serta para tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa bangga dan gembira dapat hadir bersama Wakil Bupati Badung dalam pelaksanaan karya tersebut. Menurutnya, pelaksanaan karya besar di Desa Adat Karangdalem menjadi momentum penting yang mencerminkan kuatnya nilai spiritual sekaligus kebersamaan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya bersama Bapak Wakil Bupati hadir pada kesempatan yang baik ini untuk memenuhi undangan di tempat ini. Saya merasa bangga dan gembira melihat warga masyarakat di Desa Adat Karangdalem dapat melaksanakan acara atau karya besar seperti saat ini,” ujarnya.

Bupati menyebutkan bahwa pelaksanaan karya tersebut setidaknya menunjukkan dua hal penting. Pertama, merupakan wujud bakti dan rasa syukur bersama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya yang berstana di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem.

“Kedua, ini juga menjadi bukti bahwa kita memiliki semangat gotong-royong, sejiwa, sehati, dan kebersamaan seluruh warga, sehingga acara di Desa Adat Karangdalem ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Bupati Adi Arnawa kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mempertahankan semangat kebersamaan tersebut. Menurutnya, persatuan dan gotong-royong merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan daerah, terlebih Kabupaten Badung memiliki sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama perekonomian.

Baca Juga  Sejahterakan Bali, Harus Ada Satu Kebijakan Undang-Undang Tentang Modal Budaya

“Bagaimana caranya agar kebersamaan seperti ini terus kita jaga dan pertahankan. Karena kita semua sudah mengetahui bahwa Kabupaten Badung mengandalkan sektor pariwisata. Desa Bongkasa dan Bongkasa Pertiwi juga merupakan salah satu daerah tujuan wisata, termasuk desa wisata di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi perkembangan Desa Bongkasa dan Bongkasa Pertiwi yang nilainya semakin baik. Pemerintah Kabupaten Badung, kata dia, akan terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan kawasan dan aktivitas pariwisata masyarakat.

Salah satu infrastruktur yang tengah diupayakan adalah pembangunan fasilitas pendukung berupa jembatan yang nantinya diharapkan dapat menghubungkan dari Gianyar hingga ke Bongkasa. “Kalau hal tersebut dapat terwujud, saya sangat yakin jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bongkasa akan semakin meningkat. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke sini, secara otomatis pendapatan warga masyarakat kami di Bongkasa juga akan semakin bertambah. Itulah yang selalu kita harapkan bersama,” ungkapnya.

Bupati Adi Arnawa menegaskan, Pemerintah Kabupaten Badung akan terus hadir dan memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan keagamaan. “Saya selaku Pemerintah Daerah Badung tentu akan selalu hadir dan mendukung setiap kegiatan warga di sini. Saya bersama Bapak Wakil Bupati dan jajaran DPRD Badung pasti akan mendampingi dan membantu setiap prosesnya. Apa saja kebutuhan warga di sini, tentu akan kami upayakan dan bantu secara bertahap,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut juga sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah Kabupaten Badung, Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis bantuan dana upakara sebesar Rp. 775 juta, diikuti oleh anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini sebesar Rp. 10 juta. (gs/bi)

Baca Juga  Rai Mantra Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen dengan Predikat Cumlaude di FEB Unud

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Rangkaian Mepeed dan Persembahyangan Bersama, Bupati Sanjaya Perkuat Kebersamaan Jajaran Pemkab Tabanan

Published

on

By

Sanjaya Ikuti Mepeed Pujawali Tri Kahyangan Tabanan
MEPEED: Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). Kegiatan berlangsung di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan dan dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan.

Tradisi Mepeed yang diikuti jajaran Pemkab Tabanan dan juga ratusan pegawai yang berjalan bersama dalam satu rangkaian menuju tempat persembahyangan tersebut, tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam menjaga hubungan sosial serta nilai-nilai adat dan budaya di tengah masyarakat. Kehadiran bersama dalam rangkaian tersebut mencerminkan semangat gotong-royong sekaligus penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan beserta istri, Sekda Tabanan beserta istri, Asisten III, para kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel Delod Peken, Bendesa Adat Kota Tabanan, serta para pegawai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Persembahyangan bersama yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memanjatkan doa bersama. Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa kehadiran dalam rangkaian pujawali merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan sekaligus memohon kerahayuan bagi seluruh masyarakat.

“Tujuan kami ngaturang ayah di pemerintah daerah ini adalah bagaimana kita bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan sesuai dengan visi dan misi yang sudah dicanangkan oleh bapak gubernur dan juga Pemkab Tabanan, aktualisasi dari visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita ajak pemerintah bersama jajaran ngayah, mepeed, nari rejang, menggambel di sini, kita ikut peran serta sehingga terjalin kebersamaan bagaimana kita kompak antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan desa adat sejebag Kabupaten Tabanan, rahayu,” ungkapnya.

Baca Juga  Rai Mantra Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen dengan Predikat Cumlaude di FEB Unud

Mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat, Bupati Sanjaya dan jajaran kemudian melanjutkan persembahyangan dari Pura Puseh Desa Bale Agung menuju Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Rangkaian tersebut berlangsung penuh kekhusyukan sebagai wujud shrada bhakti sekaligus doa bersama untuk kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca