Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Rancangan KUA dan PPAS 2022, Putu Parwata: Bupati Badung Sungguh-sungguh Berjuang Melihat Kondisi Masyarakatnya

BALIILU Tayang

:

de
TERIMA RANCANGAN KUA-PPAS 2022: Ketua DPRD Badung Putu Parwata menerima Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Badung 2022 dari Bupati Badung Giri Prasta saat rapat paripurna di ruang Utama Gosana Kantor DPRD Badung, Puspem Badung, Selasa (3/8).

Badung, baliilu.com – Rapat Paripurna Masa Persidangan II DPRD Kabupaten Badung Tahun 2021 dengan agenda Penyampaian Penjelasan Bupati Badung terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2022 digelar di ruang Utama Gosana Kantor DPRD Badung, Puspem Badung, Selasa (3/8).

Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M., didampingi Wakil Ketua I Wayan Suyasa dan I Made Sunarta. Sidang dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Anggota DPRD Badung, Forkopimda Kabupaten Badung, dan Tenaga Ahli DPRD Kabupaten Badung.

Rapat paripurna dibuka Ketua Dewan Putu Parwata

Di depan rapat paripurna, Bupati Giri Prasta menyampaikan dalam proses penyusunan Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) maupun rancangan KUA dan PPAS 2022, dihadapkan pada kondisi pandemi corona virus disease 19 (Covid-19) yang telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap perkembangan ekonomi, terutama pada sektor pariwisata yang menjadi potensi unggulan Kabupaten Badung. Hal ini menyebabkan penerimaan PAD 2021 mengalami penurunan yang sangat tajam khususnya penerimaan dari sektor  pajak hotel dan restoran yang menjadi sumber utama PAD, serta berimplikasi pula terhadap pertumbuhan ekonomi daerah tahun 2021.

‘’Berdasarkan penurunan penerimaan PAD tahun 2021 yang sangat signifikan tersebut, maka kami menerapkan prinsip kehati- hatian dalam menyusun proyeksi APBD 2022, sehingga target pendapatan dan belanja daerah yang dirancang dapat lebih realistis, efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan secara sosioekonomis maupun aspek teknokratisnya,’’ papar Giri Prasta.

Adapun rancangan KUA dan PPAS Badung 2022 yakni pendapatan daerah dirancang Rp 2.900.345.173.494 menurun Rp 900.621.073.799 atau 23,69 % dari APBD (induk) 2021 sebesar Rp 3.800.966.247.293. Pendapatan daerah terdiri dari PAD dirancang Rp 1.931.220.339.506 menurun Rp 883.800.672.376 atau 31,40 % dari APBD (induk) 2021 sebesar Rp 2.815.021.011.882.

Pendapatan transfer dirancang Rp 888.841.233.988 menurun Rp 16.820.401.423 atau 1,89% dari APBD (induk) 2021 sebesar Rp 905.661.635.411. Lain-lain pendapatan daerah yang sah dirancang Rp 80.283.600.000, tidak mengalami perubahan dari APBD (induk) 2021 sebesar Rp 80.283.600.000.

Baca Juga  Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPRD Badung dengan BPKAD, Khawatirkan Belanja-belanja yang Tak bisa Terbayarkan
Rapat Paripurna dihadiri anggota DPRD Badung

Belanja daerah dirancang Rp 2.900.345.173.494 menurun Rp 900.621.073.799 atau 23,69% dari APBD (induk) 2021 sebesar Rp 3.800.966.247.293. Belanja daerah terdiri dari belanja operasi dirancang Rp 2.396.537.825.096, belanja modal dirancang Rp 52.796.108.769, belanja tidak terduga dirancang Rp 185.282.332.620, belanja transfer dirancang Rp 265.728.907.009.

Anggaran belanja dialokasikan untuk membiayai program/kegiatan strategis, wajib dan mengikat sesuai dengan bidang prioritas sebagai berikut, bidang pangan, sandang dan papan. Bidang pangan di antaranya bidang pertanian melalui program penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian dengan alokasi dana Rp 4.535.339.784. Program pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner dialokasikan Rp 1.452.915.159. Program pengelolaan perikanan budidaya, dengan kegiatan pengelolaan pembudidayaan ikan yang dialokasikan Rp 249.712.264 dan untuk program pengelolaan perikanan tangkap dialokasikan anggaran Rp 1.033.219.151.

Sub bidang sandang, dialokasikan anggaran Rp 337.132.999, dan sub bidang papan dialokasikan anggaran Rp 532.205.711, yang diarahkan pada perencanaan master plankawasan permukiman di Kecamatan Kuta Selatan serta penyusunan rencana pencegahan dan peningkatan kualitas perumahan kumuh dan permukiman kumuh.

Program peningkatan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) dialokasikan anggaran Rp 725.187.114 yang diarahkan pada koordinasi dan sinkronisasi dalam rangka penyediaan prasarana, sarana dan utilitas umum perumahan, perencanaan penyediaan PSU perumahan dan penyediaan prasarana, sarana dan utilitas umum di perumahan untuk menunjang fungsi hunian.

Bidang kesehatan dan pendidikan, sub bidang kesehatan  yang berorientasi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui alokasi anggaran Rp 293.745.925.610. Program pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat dialokasikan Rp 176.610.852.726 melalui kegiatan antara lain penerbitan ijin rumah sakit kelas C, kelas D dan fasilitas  pelayanan kesehatan tingkat daerah Kabupaten Badung. Kegiatan penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk UKM dan UKP kewenangan daerah Kabupaten Badung dialokasikan Rp 12.925.606.981. Berkenaan dengan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan dialokasikan Rp 724.562.337.

Sub bidang pendidikan, program pengelolaan pendidikan dialokasikan Rp 613.702.813.761 meliputi kegiatan pengelolaan pendidikan anak usia dini (PAUD), pengelolaan pendidikan non-formal/ kesetaraan, pengelolaan pendidikan sekolah dasar, pengelolaan pendidikan sekolah menengah pertama.

Baca Juga  Jalin Sinergitas, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Audiensi GMKI Cabang Badung

Bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, sub bidang jaminan sosial dilaksanakan melalui 3 program prioritas, yaitu program pemberdayaan sosial dengan kegiatan pengembangan potensi sumber kesejahteraan sosial dengan alokasi anggaran Rp 619.315.943. Program rehabilitasi sosial total alokasi anggaran Rp 488.231.020. Program penanganan bencana dengan alokasi anggaran Rp 23.208.117. Penanganan bencana juga dialokasikan dalam belanja tidak terduga dengan alokasi anggaran Rp 185.282.332.620.

Sub bidang ketenagakerjaan, melalui program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja, dengan alokasi anggaran Rp 58.852.512 dan program hubungan industrial Rp 120.881.109.

Bidang adat, agama dan budaya, melalui 4 program prioritas, yaitu kegiatan pelestarian kesenian tradisional dan kegiatan pembinaan lembaga adat dengan alokasi anggaran Rp 80.689.969.938. Program pengembangan kesenian tradisional anggaran Rp 115.449.066. Program pelestarian dan pengelolaan cagar budaya dengan alokasi anggaran Rp 187.546.471. Dan program pengelolaan permusiuman dengan alokasi anggaran Rp 242.538.423.

Bidang pariwisata telah dialokasikan anggaran kepariwisataan Rp 22.578.679.643 untuk mendukung pelaksanaan dua program prioritas pariwisata yaitu program pemasaran pariwisata Rp 3.716.732.674 melalui kegiatan pemasaran pariwisata dalam dan luar negeri, daya tarik, destinasi dan kawasan strategis pariwisata Kabupaten Badung. Program peningkatan daya tarik destinasi pariwisata dengan alokasi anggaran Rp 5.152.265.626. Program pengelolaan persampahan Rp 39.804.710.239, program pengelolaan keanekaragaman hayati (kehati) Rp 8.271.714.937.

Bidang infrastruktur, dialokasikan Rp 122.818.201.886 antara lain untuk program pengelolaan sumber daya air (SDA) dialokasikan Rp 14.446.147.174. Program pengelolaan dan pengembangan sistem penyediaan air minum dialokasikan Rp 4.098.513.013. Program penataan bangunan gedung dialokasikan Rp 1.896.277.760. Program penataan bangunan dan lingkungannya dialokasikan Rp 37.025.052.714. Dan program penyelenggaraan jalan dialokasikan Rp 33.322.000.892.

Dengan demikian komposisi rancangan KUA-PPAS 2022 sebagai berikut, kontribusi PAD terhadap belanja daerah adalah sebesar 66,59 %, komposisi belanja daerah berdasarkan kelompok belanja yaitu belanja operasi sebesar 82,63%, belanja modal sebesar 1,82%, belanja tidak terduga sebesar 6,39%, dan belanja transfer 9,16% dari total belanja daerah. Alokasi anggaran pendidikan 21,16% dari total belanja  daerah. Alokasi anggaran kesehatan 10,13% dari total belanja daerah.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Serap Aspirasi dan Serahkan Bantuan Beras di Sibang Kaja
Rancangan KUA-PPAS APBD Badung 2022 selanjutnya diserahkan ke fraksi-fraksi

‘’Berbicara KUA -PPAS Badung tahun anggaran 2022, DPRD sudah menerima sehingga ini nanti akan dijadikan pandangan umum fraksi. Ada beberapa yang mengatakan Kabupaten Badung defisit. Perlu diketahui defisit itu jika pendapatan tidak sesuai dengan belanja. Kalau berbicara masalah APBD, yang membuat defisit itu kita harus mampu menggerakkan semua. Semua kabupaten, provinsi maupun pusat mengalami defisit. Sementara kalau di Kabupaten Badung program kita berjalan. Bahkan berbicara mengenai trend kita di Badung sebelum Covid, PAD-nya melalui PHR meningkat,’’ terang Giri Prasta usai memberikan sambutan.

Sementara itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyampaikan, Bupati Badung sungguh-sungguh berjuang melihat kondisi masyarakatnya, khususnya pada saat Covid-19. Sehingga apa yang dirancang dalam KUA-PPAS itu adalah bagian daripada penjabaran RPMJD semesta berencana. ‘’Saya setuju sekali dikatakan Badung ini tidak defisit, tapi Badung ini mengelola potensinya secara maksimal. Makanya Pak Bupati terus melihat ke bawah dengan tetap mengacu pada RPMJD-nya,’’ ujar politisi asal Dalung Kuta Utara Badung ini.

Ketua DPRD Badung Putu Parwata

Sekretaris DPC PDI P Badung ini melihat ada keberanian dari Bupati memasang Rp 2,9 triliun PAD-nya dengan menjabarkan dalam program nasional Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Rp 2,9 triliun dengan 1,9 triliun PAD-nya. Jadi masih berani maksimal Bupati melakukan itu supaya tercover kebutuhan masyarakat khususnya dalam penanganan Covid. Fokusnya ini adalah penggerakan bagaimana masyarakat terlayani tahun 2022. Untuk kesehatan 10,6% masih dialokasikan dan pendidikan 21,16%. ‘’Ini akan dilakukan bersama-sama, makanya Pak Bupati katakan tadi kerja kita bersama, Bupati dan DPRD ini harus serius mengawal bagaimana supaya Rp 2,9 triliun ini betul-betul bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Badung,’’ pungkasnya. (eka)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Optimalisasi Pendapatan dan Perjuangkan Dana Pusat, Ketua Dewan Dukung Langkah Bupati Badung

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPRD Badung dengan BPKAD, Khawatirkan Belanja-belanja yang Tak bisa Terbayarkan

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Serap Aspirasi dan Serahkan Bantuan Beras di Sibang Kaja

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Optimalisasi Pendapatan dan Perjuangkan Dana Pusat, Ketua Dewan Dukung Langkah Bupati Badung

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca