Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Rancangan KUA dan PPAS 2022, Putu Parwata: Bupati Badung Sungguh-sungguh Berjuang Melihat Kondisi Masyarakatnya

BALIILU Tayang

:

de
TERIMA RANCANGAN KUA-PPAS 2022: Ketua DPRD Badung Putu Parwata menerima Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Badung 2022 dari Bupati Badung Giri Prasta saat rapat paripurna di ruang Utama Gosana Kantor DPRD Badung, Puspem Badung, Selasa (3/8).

Badung, baliilu.com – Rapat Paripurna Masa Persidangan II DPRD Kabupaten Badung Tahun 2021 dengan agenda Penyampaian Penjelasan Bupati Badung terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2022 digelar di ruang Utama Gosana Kantor DPRD Badung, Puspem Badung, Selasa (3/8).

Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M., didampingi Wakil Ketua I Wayan Suyasa dan I Made Sunarta. Sidang dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Anggota DPRD Badung, Forkopimda Kabupaten Badung, dan Tenaga Ahli DPRD Kabupaten Badung.

Rapat paripurna dibuka Ketua Dewan Putu Parwata

Di depan rapat paripurna, Bupati Giri Prasta menyampaikan dalam proses penyusunan Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) maupun rancangan KUA dan PPAS 2022, dihadapkan pada kondisi pandemi corona virus disease 19 (Covid-19) yang telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap perkembangan ekonomi, terutama pada sektor pariwisata yang menjadi potensi unggulan Kabupaten Badung. Hal ini menyebabkan penerimaan PAD 2021 mengalami penurunan yang sangat tajam khususnya penerimaan dari sektor  pajak hotel dan restoran yang menjadi sumber utama PAD, serta berimplikasi pula terhadap pertumbuhan ekonomi daerah tahun 2021.

‘’Berdasarkan penurunan penerimaan PAD tahun 2021 yang sangat signifikan tersebut, maka kami menerapkan prinsip kehati- hatian dalam menyusun proyeksi APBD 2022, sehingga target pendapatan dan belanja daerah yang dirancang dapat lebih realistis, efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan secara sosioekonomis maupun aspek teknokratisnya,’’ papar Giri Prasta.

Adapun rancangan KUA dan PPAS Badung 2022 yakni pendapatan daerah dirancang Rp 2.900.345.173.494 menurun Rp 900.621.073.799 atau 23,69 % dari APBD (induk) 2021 sebesar Rp 3.800.966.247.293. Pendapatan daerah terdiri dari PAD dirancang Rp 1.931.220.339.506 menurun Rp 883.800.672.376 atau 31,40 % dari APBD (induk) 2021 sebesar Rp 2.815.021.011.882.

Pendapatan transfer dirancang Rp 888.841.233.988 menurun Rp 16.820.401.423 atau 1,89% dari APBD (induk) 2021 sebesar Rp 905.661.635.411. Lain-lain pendapatan daerah yang sah dirancang Rp 80.283.600.000, tidak mengalami perubahan dari APBD (induk) 2021 sebesar Rp 80.283.600.000.

Baca Juga  LKPJ Bupati Badung 2020, Putu Parwata: Dana 3,8 Triliun Program yang Sudah Dirancang Nampaknya Semua Terlaksana
Rapat Paripurna dihadiri anggota DPRD Badung

Belanja daerah dirancang Rp 2.900.345.173.494 menurun Rp 900.621.073.799 atau 23,69% dari APBD (induk) 2021 sebesar Rp 3.800.966.247.293. Belanja daerah terdiri dari belanja operasi dirancang Rp 2.396.537.825.096, belanja modal dirancang Rp 52.796.108.769, belanja tidak terduga dirancang Rp 185.282.332.620, belanja transfer dirancang Rp 265.728.907.009.

Anggaran belanja dialokasikan untuk membiayai program/kegiatan strategis, wajib dan mengikat sesuai dengan bidang prioritas sebagai berikut, bidang pangan, sandang dan papan. Bidang pangan di antaranya bidang pertanian melalui program penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian dengan alokasi dana Rp 4.535.339.784. Program pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner dialokasikan Rp 1.452.915.159. Program pengelolaan perikanan budidaya, dengan kegiatan pengelolaan pembudidayaan ikan yang dialokasikan Rp 249.712.264 dan untuk program pengelolaan perikanan tangkap dialokasikan anggaran Rp 1.033.219.151.

Sub bidang sandang, dialokasikan anggaran Rp 337.132.999, dan sub bidang papan dialokasikan anggaran Rp 532.205.711, yang diarahkan pada perencanaan master plankawasan permukiman di Kecamatan Kuta Selatan serta penyusunan rencana pencegahan dan peningkatan kualitas perumahan kumuh dan permukiman kumuh.

Program peningkatan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) dialokasikan anggaran Rp 725.187.114 yang diarahkan pada koordinasi dan sinkronisasi dalam rangka penyediaan prasarana, sarana dan utilitas umum perumahan, perencanaan penyediaan PSU perumahan dan penyediaan prasarana, sarana dan utilitas umum di perumahan untuk menunjang fungsi hunian.

Bidang kesehatan dan pendidikan, sub bidang kesehatan  yang berorientasi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui alokasi anggaran Rp 293.745.925.610. Program pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat dialokasikan Rp 176.610.852.726 melalui kegiatan antara lain penerbitan ijin rumah sakit kelas C, kelas D dan fasilitas  pelayanan kesehatan tingkat daerah Kabupaten Badung. Kegiatan penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk UKM dan UKP kewenangan daerah Kabupaten Badung dialokasikan Rp 12.925.606.981. Berkenaan dengan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan dialokasikan Rp 724.562.337.

Sub bidang pendidikan, program pengelolaan pendidikan dialokasikan Rp 613.702.813.761 meliputi kegiatan pengelolaan pendidikan anak usia dini (PAUD), pengelolaan pendidikan non-formal/ kesetaraan, pengelolaan pendidikan sekolah dasar, pengelolaan pendidikan sekolah menengah pertama.

Baca Juga  Komisi III DPRD Badung Rapat Dengar Pendapat dengan Bapenda, Pendapatan Sampai Maret hanya Rp 228 Milyar

Bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, sub bidang jaminan sosial dilaksanakan melalui 3 program prioritas, yaitu program pemberdayaan sosial dengan kegiatan pengembangan potensi sumber kesejahteraan sosial dengan alokasi anggaran Rp 619.315.943. Program rehabilitasi sosial total alokasi anggaran Rp 488.231.020. Program penanganan bencana dengan alokasi anggaran Rp 23.208.117. Penanganan bencana juga dialokasikan dalam belanja tidak terduga dengan alokasi anggaran Rp 185.282.332.620.

Sub bidang ketenagakerjaan, melalui program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja, dengan alokasi anggaran Rp 58.852.512 dan program hubungan industrial Rp 120.881.109.

Bidang adat, agama dan budaya, melalui 4 program prioritas, yaitu kegiatan pelestarian kesenian tradisional dan kegiatan pembinaan lembaga adat dengan alokasi anggaran Rp 80.689.969.938. Program pengembangan kesenian tradisional anggaran Rp 115.449.066. Program pelestarian dan pengelolaan cagar budaya dengan alokasi anggaran Rp 187.546.471. Dan program pengelolaan permusiuman dengan alokasi anggaran Rp 242.538.423.

Bidang pariwisata telah dialokasikan anggaran kepariwisataan Rp 22.578.679.643 untuk mendukung pelaksanaan dua program prioritas pariwisata yaitu program pemasaran pariwisata Rp 3.716.732.674 melalui kegiatan pemasaran pariwisata dalam dan luar negeri, daya tarik, destinasi dan kawasan strategis pariwisata Kabupaten Badung. Program peningkatan daya tarik destinasi pariwisata dengan alokasi anggaran Rp 5.152.265.626. Program pengelolaan persampahan Rp 39.804.710.239, program pengelolaan keanekaragaman hayati (kehati) Rp 8.271.714.937.

Bidang infrastruktur, dialokasikan Rp 122.818.201.886 antara lain untuk program pengelolaan sumber daya air (SDA) dialokasikan Rp 14.446.147.174. Program pengelolaan dan pengembangan sistem penyediaan air minum dialokasikan Rp 4.098.513.013. Program penataan bangunan gedung dialokasikan Rp 1.896.277.760. Program penataan bangunan dan lingkungannya dialokasikan Rp 37.025.052.714. Dan program penyelenggaraan jalan dialokasikan Rp 33.322.000.892.

Dengan demikian komposisi rancangan KUA-PPAS 2022 sebagai berikut, kontribusi PAD terhadap belanja daerah adalah sebesar 66,59 %, komposisi belanja daerah berdasarkan kelompok belanja yaitu belanja operasi sebesar 82,63%, belanja modal sebesar 1,82%, belanja tidak terduga sebesar 6,39%, dan belanja transfer 9,16% dari total belanja daerah. Alokasi anggaran pendidikan 21,16% dari total belanja  daerah. Alokasi anggaran kesehatan 10,13% dari total belanja daerah.

Baca Juga  Kelola APBD Badung, Pemerintah dan Dewan sudah Miliki ‘’Frame’’ yang Sama
Rancangan KUA-PPAS APBD Badung 2022 selanjutnya diserahkan ke fraksi-fraksi

‘’Berbicara KUA -PPAS Badung tahun anggaran 2022, DPRD sudah menerima sehingga ini nanti akan dijadikan pandangan umum fraksi. Ada beberapa yang mengatakan Kabupaten Badung defisit. Perlu diketahui defisit itu jika pendapatan tidak sesuai dengan belanja. Kalau berbicara masalah APBD, yang membuat defisit itu kita harus mampu menggerakkan semua. Semua kabupaten, provinsi maupun pusat mengalami defisit. Sementara kalau di Kabupaten Badung program kita berjalan. Bahkan berbicara mengenai trend kita di Badung sebelum Covid, PAD-nya melalui PHR meningkat,’’ terang Giri Prasta usai memberikan sambutan.

Sementara itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyampaikan, Bupati Badung sungguh-sungguh berjuang melihat kondisi masyarakatnya, khususnya pada saat Covid-19. Sehingga apa yang dirancang dalam KUA-PPAS itu adalah bagian daripada penjabaran RPMJD semesta berencana. ‘’Saya setuju sekali dikatakan Badung ini tidak defisit, tapi Badung ini mengelola potensinya secara maksimal. Makanya Pak Bupati terus melihat ke bawah dengan tetap mengacu pada RPMJD-nya,’’ ujar politisi asal Dalung Kuta Utara Badung ini.

Ketua DPRD Badung Putu Parwata

Sekretaris DPC PDI P Badung ini melihat ada keberanian dari Bupati memasang Rp 2,9 triliun PAD-nya dengan menjabarkan dalam program nasional Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Rp 2,9 triliun dengan 1,9 triliun PAD-nya. Jadi masih berani maksimal Bupati melakukan itu supaya tercover kebutuhan masyarakat khususnya dalam penanganan Covid. Fokusnya ini adalah penggerakan bagaimana masyarakat terlayani tahun 2022. Untuk kesehatan 10,6% masih dialokasikan dan pendidikan 21,16%. ‘’Ini akan dilakukan bersama-sama, makanya Pak Bupati katakan tadi kerja kita bersama, Bupati dan DPRD ini harus serius mengawal bagaimana supaya Rp 2,9 triliun ini betul-betul bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Badung,’’ pungkasnya. (eka)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Terima MPUK, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Ajak Tokoh Agama Dorong Generasi Muda Menjadi Penggerak

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Swasembada Pangan, Pangdam IX/Udayana Tinjau Optimalisasi Lahan Muntig Karangasem

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Tinjau Lahan Pertanian Muntig
TINJAU LAHAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa saat meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)

Karangasem, baliilu.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan nasional, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian, hasil panen, sekaligus menyerap aspirasi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kedatangan Pangdam IX/Udayana beserta rombongan disambut Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, di Banjar Muntig, sebelum dilanjutkan dengan peninjauan area pertanian dan dialog bersama para petani. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam melihat langsung potensi lahan serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi kelompok tani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian.

Ketua Kelompok Tani Lahar Sari menyampaikan bahwa lahan yang saat ini dikelola memiliki luas sekitar 30 hektare dengan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga yang tergabung dalam satu kelompok tani. Pihaknya berharap adanya dukungan perluasan lahan dan ketersediaan sarana produksi, khususnya bibit, guna meningkatkan hasil pertanian serta memperluas pemanfaatan potensi lahan yang tersedia.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan rencana untuk membantu pemenuhan kebutuhan bibit bagi Kelompok Tani Lahar Sari serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengusulan pembangunan saluran air melalui program pemerintah pusat. Selain itu, kelompok tani tersebut diketahui telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), sehingga diharapkan dapat semakin mempermudah koordinasi dan pendataan dalam mendukung program pertanian pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, menyampaikan harapannya terhadap dukungan yang diberikan. “Dengan luas lahan sekitar 30 hektare dan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga, kami berharap adanya bantuan perluasan lahan dan suplai bibit agar pengelolaan pertanian semakin optimal serta hasil panen dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Baca Juga  Komisi III DPRD Badung Rapat Dengar Pendapat dengan Bapenda, Pendapatan Sampai Maret hanya Rp 228 Milyar

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa kunjungan Pangdam merupakan wujud komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di wilayah.

“Melalui pendampingan, koordinasi, dan sinergi dengan instansi terkait serta kelompok tani, Kodam IX/Udayana terus mendorong pemanfaatan potensi lahan pertanian agar lebih produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” demikian tandas Kapendam. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pangdam IX/Udayana Tinjau KDKMP Tulamben, Pastikan Kesiapan Operasional untuk Perkuat Ekonomi Desa

Published

on

By

Kunjungan Pangdam IX/Udayana ke KDKMP Tulamben
LAKSANAKAN KUNJUNGAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa saat melaksanakan kunjungan kerja ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)

Karangasem, baliilu.com – Sebagai wujud dukungan penuh TNI AD terhadap program strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa melaksanakan kunjungan kerja ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut bertujuan meninjau kesiapan koperasi sekaligus mendorong percepatan operasionalnya agar dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Dalam peninjauan tersebut, Pangdam berdialog langsung dengan Perbekel dan perangkat Desa Tulamben untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi dalam mempersiapkan operasional KDKMP. Pangdam menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi seluruh pihak agar dukungan pemerintah pusat dapat diwujudkan secara nyata hingga ke tingkat desa serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebelumnya, Tim Verifikasi Kodam IX/Udayana telah melaksanakan peninjauan dan verifikasi lapangan guna memastikan kesiapan KDKMP Desa Tulamben, baik dari aspek kepengurusan, keanggotaan, maupun kelengkapan administrasi. Berdasarkan hasil verifikasi, KDKMP Desa Tulamben telah memiliki struktur organisasi dan kelengkapan administrasi yang cukup memadai sebagai salah satu tahapan menuju operasional koperasi.

Pangdam berharap KDKMP Desa Tulamben dapat segera beroperasi sehingga mampu menjadi wadah pengembangan potensi ekonomi masyarakat sekaligus memperluas peluang usaha di tingkat desa. “Kehadiran KDKMP harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan ekonomi, serta menggerakkan roda perekonomian lokal,” demikian penekanan Pangdam dalam kunjungan tersebut.

Kunjungan kerja tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial berupa penyerahan bingkisan sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lokasi koperasi. Selain itu, Pangdam melaksanakan komunikasi sosial dengan warga dalam suasana penuh keakraban serta menyerahkan bantuan modal pembelian anak sapi kepada salah seorang warga, Bapak Sentana, sebagai bentuk kepedulian terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Komisi III DPRD Badung Rapat Dengar Pendapat dengan Bapenda, Pendapatan Sampai Maret hanya Rp 228 Milyar

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan penuh TNI AD terhadap program pemerintah pusat melalui percepatan operasionalisasi KDKMP untuk memperkuat ekonomi desa. KDKMP juga diharapkan menjadi wadah pemberdayaan hasil bumi dan produk UMKM masyarakat sekitar agar dapat dipasarkan dengan harga yang pantas dan kompetitif atau lebih murah.

Lebih lanjut, KDKMP diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk lokal sekaligus menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga lebih terjangkau. “Melalui pendampingan dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait, Kodam IX/Udayana berkomitmen mendukung optimalisasi program tersebut guna meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Kapendam. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca