Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kapolres Buleleng Gelar “Simakrama” di Desa Bondalem

BALIILU Tayang

:

eka
SIMAKRAMA: Kapolres Buleleng AKBP Andrian P., S.I.K., S.H., M.Si., melaksanakan simakrama dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di Desa Bondalem, Rabu (2/2/) pukul 09.30 Wita. (Foto : Ist)

 Buleleng, baliilu.com –  Kapolres Buleleng AKBP Andrian P., S.I.K., S.H., M.Si., melaksanakan simakrama  dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di Desa Bondalem, Rabu (2/2/) pukul 09.30 Wita. Turut hadir mendampingi Kapolres, Kapolsek Tejakula AKP IB. Astawa, S.H., bersama beberapa Pejabat Utama Polres Buleleng. 

Kedatangan Kapolres Buleleng disambut langsung Camat Tejakula Gede Suyasa, S.P., yang didampingi Perbekel Bondalem Drs. Ec. Gede Ngurah Sadu Adnyana, Perbekel Desa Julah, Wayan Suwastika, S.Sos., Perbekel Desa Pacung, Gede Kardiana, Anggota DPRD Kabupaten Buleleng dari Fraksi Golkar, Ketut Dody Tisna Adi, serta Danramil 1609-04 Tejakula Kapten Inf. Rifa’i.

Hadir juga  para peserta simakrama dari tiga desa yang merupakan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pecalang, linmas serta perwakilan pemuda serta akademisi dari ketiga desa yakni Desa Bondalem, Desa Julah dan Desa Pacung.

Camat Tejakula saat menerima kunjungan Kapolres Buleleng menyampaikan, Desa Bondalem adalah salah satu dari 10 desa yang ada di Kecamatan Tejakula, dan disampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kapolres Buleleng yang telah bisa datang dan hadir dalam simakrama. “Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan sinergitas Polri dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, selama ini dialog antara masyarakat dengan Polri sudah berjalan dengan baik dan pelaksanaan tugas yang Presisi seperti yang disampaikan Kapolri juga sudah dilaksanakan sampai tingkat Polsek, sehingga harapan ke depan agar situasi di wilayah Tejakula tetap aman dan nyaman.

Pada kesempatan tersebut Kapolres Buleleng juga memberikan apresiasi kepada Camat Tejakula yang telah paham betul dan bisa menjelaskan dengan baik tentang program Kapolri dalam Presisi yang selama ini digaungkan.

Baca Juga  Polres Buleleng Salurkan 5 Ton Beras Polri Untuk Masyarakat yang Tidak Mampu dan Terdampak Covid- 19

Kapolres Buleleng juga menyampaikan, bahwa belum banyak mengenal masyarakat Buleleng selama kurang lebih 6 bulan menjabat selaku Kapolres di Buleleng. “Selama dalam melaksanakan tugas saya selalu membuka diri kepada masyarakat yang salah satu pendekatan yang dilakukan dengan melakukan simakrama sehingga bisa bertatap muka langsung dengan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk  dapat menyerap langsung aspirasi dari masyarakat sehingga tidak tersumbat terhadap asipirasi yang disampaikan,” ungkap Kapolres.

Dijelaskannya juga, sudah disediakan Dumas Polres Buleleng dengan memberikan nomor Telphone Polres Buleleng yang menyediakan layanan pengaduan secara terbuka melalui, call center 110, Pelayanan SPKT 0362 -22510 , WhatsApp 081353009987, dipersilahkan menghubungi no telphone yang sudah disediakan dan selalu online selama 24 jam.

“Dalam situasi pandemi Covid -19, diharapkan kepada masyarakat untuk tetap patuh dan taat selalu melaksanakan prokes Covid -19, terutama dalam penggunaan masker serta melakukan vaksin Covid -19 minimal sampai dengan  tahap 2 apalagi kalau bisa sampai dengan Booster atau tahap 3,“ imbuhnya.

Kapolres juga mengungkapkan, Masyarakat Bali umumnya dan khususnya Masyarakat Buleleng adalah masyarakat yang selalu taat dengan program pemerintah, tidak banyak hambatan yang dialami dalam pelaksanaan vaksin karena dengan kesadaran masyarakat yang tinggi datang ke gerai vaksin yang dilaksanakan Polri maupun instansi lain. Dirinya juga berterimakasih atas sopan santun maupun toleransi masyarakatnya sangat tinggi.

“Sementara itu di bidang lalu lintas beberapa kejadian kecelakaan banyak mengakibatkan meninggalnya warga dengan sia-sia. Untuk itu kami harapkan kepada masyarakat untuk patuh dan taat dalam berlalu lintas, terutama selalu menggunakan helm sebagai pelindung diri dan juga untuk mengurangi korban kecelakaan, sebab beberapa peristiwa kecelakaan yang sudah terjadi dan mengakibatkan meninggal dunia, akibat tidak menggunakan helm,“ tegasnya.

Baca Juga  Yakinkan Masyarakat Polri Bebas Covid-19, Polres Buleleng Swab 255 Personel

Di akhir simakrama beberapa masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Buleleng dan ada juga permintaan dari pecalang dan Linmas untuk diberikan pelatihan terutama menyangkut  tata cara berlalu- lintas dan mengatur arus lalu- lintas dengan tujuan pada saat pecalang dan Linmas melaksanakan tugasnya dapat melaksanakan dengan baik dan benar.

“Untuk itu nanti dari pihak Bimmas akan terjun langsung memberikan pelatihan kepada pecalang dan Linmas dalam rangka pelatihan pengaturan lalu- lintas dan juga diberikan beberapa cara dalam tindakan kepolisian lainnya,” tutup Kapolres. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pansus TRAP DPRD Bali Bakal Evaluasi Total Aset Pemprov Bali Buat ICCB Renon Mangkrak 22 Tahun

Published

on

By

iccb
Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mulai menyoroti serius aset-aset milik Pemerintah Provinsi Bali di kawasan Renon, Denpasar. Salah satunya, proyek India Cultural Centre Bali (ICCB) yang diketahui mangkrak selama lebih dari 22 tahun.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah maupun belum dimanfaatkan secara optimal.

Sorotan aset Pemprov Bali untuk ICCB Renon, muncul setelah aset daerah tersebut diketahui mangkrak selama lebih dari dua dekade tanpa kepastian penyelesaian. Bahkan, kini Pansus TRAP DPRD Bali mulai mendalami berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penguasaan aset yang tidak sesuai regulasi.

“Nanti evaluasi, banyak aset-aset kita yang kemudian dikuasai dengan cara tidak benar. Ya, seluruhnya dievaluasi wilayah Renon ke depan akan diperdalam. Itu banyak Dumas dan banyak laporan,” kata Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H.,.M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Hal itu disampaikan usai menerima Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bali. Dari unsur tokoh agama hadir Ida Shri Bhagawan Yogananda, sementara dari kalangan tokoh masyarakat tampak mantan anggota MPR RI utusan Bali Jro Gede Sudibya. Turut hadir Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali dr. Wayan Sayoga, akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.

Dukungan generasi muda terhadap upaya pengawasan pembangunan Bali juga tampak kuat. Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi hadir dalam audiensi tersebut, di antaranya BEM Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati, Universitas Dwijendra, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Mahadewa Indonesia, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, hingga Universitas Saraswati.

Baca Juga  Kapolres Buleleng Tekankan untuk Bijak dalam Bermedia Sosial

Made Supartha menilai persoalan aset daerah di Bali tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pengelolaan aset pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, bukan justru terbengkalai selama puluhan tahun. Namun, aset tersebut diketahui belum dimanfaatkan secara optimal dan masih berstatus belum tuntas sejak awal perencanaan pada 2004.

Keberadaan aset mangkrak tersebut kini menjadi perhatian serius DPRD Bali, terutama setelah Pansus TRAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik aset daerah dan menemukan berbagai persoalan tata ruang, aset, serta perizinan.

Made Supartha memastikan evaluasi tidak hanya menyasar satu lokasi, tetapi seluruh aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah atau belum dimanfaatkan secara optimal. “Selain melakukan pendalaman terhadap laporan masyarakat, kami juga mendorong adanya kepastian kebijakan dari pihak eksekutif terkait status aset yang hingga kini masih menggantung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya yang akrab disapa Dewa Jack mengaku baru mengetahui soal tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menelusuri permasalahan tersebut.

“Baru juga tau.”..!! Ayo nanti sama-sama telusuri,” jawab Dewa Jack secara singkat di Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Untuk diketahui, rencana pembangunan proyek ICCB atau Pusat Kebudayaan India tersebut sempat diresmikan Gubernur Bali (1998-2008), Dewa Beratha, Dubes India, Hemant Krishan Singh dan DG ICCR, Rakesh Kumar, hingga saat ini justru diketahui proyek tersebut mangkrak dan tidak ada tanda-tanda progress keberlanjutan, sehingga menjadi kewajaran publik mempertanyakan nasib aset Pemprov Bali yang dipergunakan untuk proyek tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir menilai persoalan aset tersebut perlu segera mendapatkan kepastian hukum dan kebijakan agar tidak terus terbengkalai selama puluhan tahun.

Baca Juga  “Simakrama” Direktorat Intelkam Polda Bali dengan “Prajuru” Desa Adat Taro Kelod

Dr. Somvir yang juga selaku Wakil Sekretaris Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali menegaskan bahwa penggunaan aset daerah harus memberikan kejelasan bagi semua pihak. Ia juga mendukung penuh Ketua Pansus TRAP DPRD Bali melakukan evaluasi di Kawasan Renon.

Pansus TRAP DPRD Bali akan membuka aset Pemprov Bali secara transparan baik yang sudah atau terbengkalai. Evaluasi mulai dilakukan dari pusat kota atau jantung pemerintahan. Upaya itu agar aset jelas dan tata kota tertib. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, PHDI dan Bakesbangpol Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi kepada Masyarakat

Published

on

By

phdi denpasar
BAGIKAN DAGING BABI: Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat membagikan daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Jelang hari Raya Galungan dan Kuningan, Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), membagikan 300 paket daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6).

Hadir saat itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, dan pihak terkait lainnya.

Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka mengatakan, kegiatan pembagian daging babi ini diharapkan akan dapat memberikan kemanfaatan bagi umat yang akan merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Tentu harapannya ini akan membawa kemanfaatan bagi umat yang akan menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, menyampaikan, program ini merupakan implementasi dari spirit Vasudhaiva Kutumbhakam yang bermakna kita semua bersaudara atau menyama braya.

Sehingga diharapkan mampu menghadirkan semangat sagilik, saguluk, salunglung subayantaka dalam menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan di tengah masyarakat.

“Pembagian daging babi ini juga merupakan salah satu implementasi dari semangat Vasudhaiva Kutumbhakam,” katanya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kapolres Buleleng Pimpin Penggeledahan Rumah Tersangka Peredaran Gelap Narkoba di Pegayaman
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Percepatan Penguatan Aksesibilitas Transportasi Keluar Masuk Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

aksesibilitas Bandara Ngurah Rai
FGD: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung dan mendorong percepatan upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurutnya, penguatan aksesibilitas merupakan kebutuhan mendesak mengingat strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama masuk ke Pulau Dewata.

Dukungan Gubernur Wayan Koster disampaikan dalam arahan saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6).

Mengawali paparannya, Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai bagian penting dari upaya penguatan aksesibilitas transportasi kaluar masuk bandara. Ia berpendapat, penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara menjadi perhatian urgen karena berkaitan dengan isu kemacetan. Jika tidak diantisipasi, ia khawatir persoalan ini dapat mempengaruhi citra pariwisata Bali.

Selanjutnya, Gubernur Koster memberi gambaran tentang strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai dalam pembangunan bidang kepariwisataan.

“Pada tahun 2025, wisatawan manca negara yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 7 juta 50 ribu orang. Ditambah wisatawan domestik yang mencapai 9,2 juta. Jadi kalau ditotal, mencapai 16 juta lebih,” urainya.

Mencermati data tersebut, menurutnya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara dan kawasan sekitarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Ia berharap, FGD menghasilkan rumusan yang komprehensif dalam upaya mengantisipasi kemacetan keluar masuk bandara dan kawasan sekitar khususnya Badung dan Denpasar.

“Petakan betul setiap titiknya. Ini tak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan,” pintanya.

Ia berharap, seluruh komponen mendukung upaya ini agar segera bisa dikerjakan. Jika tidak ada hal yang sangat krusial, ia berharap FGD kali ini menghasilkan hal yang konkrit agar bisa segera dikerjakan. Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung rencana perluasan parkir dan terminal. Ia berharap, pihak pengelola bandara segera merealiasikan rencana tersebut.

Baca Juga  Polres Buleleng Salurkan 5 Ton Beras Polri Untuk Masyarakat yang Tidak Mampu dan Terdampak Covid- 19

Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT. Angkasa Pura Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan FGD tahun lalu. Ia menyampaikan, kegiatan kali ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari berbagai komponen sehingga menghasilkan kajian yang lebih komprehensif. Menurutnya, upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara membutuhkan pendekatan integrasi, bertahap dan kolaboratif. FGD diisi penyampaian kajian dari akademisi Universitas Udayana Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya yang mendapat masukan dari sejumlah pihak untuk penyempurnaan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca