Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Perkuat Sinergi, Pendam IX/Udayana Gelar Simakrama dengan Awak Media

BALIILU Tayang

:

Pendam IX/Udayana
SIMAKRAMA: Kegiatan bertajuk “Simakrama Kapendam IX/Udayana Bersama Insan Media” yang berlangsung di Ruang Wartawan Pendam IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1 Denpasar, Rabu (22/10/2025). (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya mempererat hubungan silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergitas antara jajaran Penerangan Kodam (Pendam) IX/Udayana dengan insan media, digelar kegiatan bertajuk “Simakrama Kapendam IX/Udayana Bersama Insan Media” yang berlangsung di Ruang Wartawan Pendam IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1 Denpasar, Rabu (22/10/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, dan online di wilayah Bali. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan yang menjadi wadah komunikasi terbuka antara satuan penerangan Kodam IX/Udayana dan rekan-rekan media.

Dalam sambutannya, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf. Widi Rahman, S.H., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan simakrama ini merupakan sarana untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat Kapendam yang baru, sekaligus untuk memperkuat hubungan kemitraan yang selama ini telah terjalin dengan baik antara Pendam IX/Udayana dan insan media.

“Tujuan simakrama ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi dengan para rekan media yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Hal ini sejalan dengan misi Panglima TNI dalam mewujudkan TNI PRIMA, yaitu Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif. Di bidang penerangan, profesionalisme kami harus terintegrasi dengan rekan-rekan media,” ujar Kapendam.

Lebih lanjut, Kolonel Widi Rahman menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dan vital dalam membentuk opini publik. Efek pemberitaan yang luas menjadikan media sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas dan keutuhan bangsa melalui informasi yang akurat dan mendidik.

“Hubungan baik yang sudah terjalin selama ini hendaknya terus kita jaga dan tingkatkan. Mari bersama-sama kita sajikan pemberitaan yang mampu mengedukasi masyarakat sekaligus menangkal berita-berita hoaks demi kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya.

Sementara itu, Haris, perwakilan wartawan dari TVRI Bali yang turut memberikan kesan dan pesan, menyampaikan apresiasi kepada Kapendam IX/Udayana atas terselenggaranya kegiatan ini.

Baca Juga  Kodam IX/Udayana Gelar Sertijab, Momentum Regenerasi dan Akselerasi Kinerja Satuan

“Kami mewakili insan media mengucapkan terima kasih atas inisiatif Kapendam mengadakan simakrama ini. Melalui kegiatan seperti ini, kami bisa bertukar informasi dan memperkuat koordinasi. Sesuai dengan arahan Kapendam, kami siap terus bersinergi dengan Pendam dalam memberikan pemberitaan yang edukatif dan menangkal hoaks di tengah derasnya arus informasi media sosial,” ujarnya.

Kegiatan Simakrama Kapendam IX/Udayana Bersama Insan Media ini diakhiri dengan sesi foto bersama serta ramah tamah yang menambah kehangatan suasana. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin solid antara Pendam IX/Udayana dengan seluruh insan media untuk bersama-sama menghadirkan informasi yang konstruktif, inspiratif, dan mencerdaskan masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Badung Hadiri Groundbreaking PSEL Denpasar Raya, Target Beroperasi Akhir 2027

Published

on

By

psel denpasar
HADIRI GROUNDBREAKING: Bupati Adi Arnawa menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) PSEL Denpasar Raya di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Denpasar, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (8/7/2026). Proyek kolaborasi lintas sektor ini ditargetkan rampung dalam 15 bulan dan mulai beroperasi pada akhir 2027 sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis energi.

Fasilitas ini dirancang untuk mengolah minimal 1.200 ton sampah per hari dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung melalui teknologi Waste-To-Energy. Kehadiran PSEL diharapkan mampu memangkas timbunan sampah, menekan emisi gas rumah kaca, serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan pariwisata Bali.

Bupati menegaskan pembangunan PSEL menjadi akselerasi penting untuk mengatasi lonjakan volume sampah di wilayah Sarbagita.

Astungkara, groundbreaking PSEL yang telah lama kita nantikan akhirnya dapat terlaksana. Ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu bagi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar,” katanya.

Menurut Bupati, PSEL akan memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap komitmen Bali dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia juga berharap fase konstruksi berjalan lancar tanpa hambatan agar manfaatnya bisa segera dirasakan secara luas.

“Persoalan sampah selama ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk wisatawan mancanegara. Dengan hadirnya fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik ini, Bali menunjukkan keseriusannya menghadirkan solusi yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan Danantara dalam merealisasikan proyek ini. Harapannya, pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, baik dari sisi pengelolaan sampah, kualitas lingkungan, maupun sektor pariwisata,” ucap Adi Arnawa.

Prosesi groundbreaking tersebut turut dilakukan bersama Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat, Wamenko Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta jajaran Forkopimda Bali.

Baca Juga  Prajurit Armed 20/BY Persembahkan Medali Emas dan Perak untuk Kodam IX/Udayana dan NTT

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut PSEL sebagai momentum transformasi nyata untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan proyek ini bagian dari strategi nasional memanfaatkan teknologi ramah lingkungan.

Menutup rangkaian, Menteri Investasi/CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat target konstruksi agar fasilitas ini siap beroperasi komersial tepat waktu di akhir tahun 2027. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PT Pegadaian (Persero) Area Pulau Sumbawa Resmikan Rumah Bibit dan Serahkan Bantuan 1.000 Bibit Kopi pada Summer Camp IV di Riamau Wawo

Published

on

By

pegadaian sumbawa
PEGADAIAN PEDULI: PT Pegadaian (Persero) Area Pulau Sumbawa mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui peresmian Rumah Bibit serta penyerahan bantuan pembelian 1.000 bibit kopi pada kegiatan Summer Camp IV di Desa Riamau, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, NTB. (Foto kolase: Hms Pegadaian)

Bima, NTB, baliilu.com – PT Pegadaian (Persero) Area Pulau Sumbawa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui peresmian Rumah Bibit serta penyerahan bantuan pembelian 1.000 bibit kopi pada kegiatan Summer Camp IV di Desa Riamau, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pegadaian (Persero) yang berfokus pada upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu potensi unggulan daerah.

Rumah Bibit yang diresmikan diharapkan menjadi pusat pembibitan, edukasi, dan pengembangan tanaman kopi yang dikelola secara berkelanjutan. Sementara bantuan pembelian 1.000 bibit kopi diharapkan mampu mendukung perluasan budidaya kopi sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan masyarakat di kawasan Riamau.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra, Edy Purwanto, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Melalui program TJSL, PT Pegadaian (Persero) ingin tumbuh bersama masyarakat. Peresmian Rumah Bibit dan bantuan 1.000 bibit kopi ini bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi merupakan investasi sosial dan lingkungan yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang sekaligus mendukung pelestarian alam. Kami percaya bahwa keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan,” ujar Edy Purwanto.

Sementara itu, Deputy Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Pulau Sumbawa, Mustofa, menyampaikan bahwa tingginya potensi kopi di kawasan Wawo perlu didukung melalui kolaborasi berbagai pihak agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kami berharap keberadaan Rumah Bibit dapat menjadi pusat pengembangan bibit kopi yang berkualitas sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat produktivitas petani serta mendorong lahirnya kawasan kopi yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kabupaten Bima,” ungkap Mustofa.

Baca Juga  Prajurit Armed 20/BY Persembahkan Medali Emas dan Perak untuk Kodam IX/Udayana dan NTT

Kegiatan ini terlaksana melalui sinergi PT Pegadaian (Persero) Area Pulau Sumbawa dengan Kelompok Usaha Bersama (KUBe) MANJAKAN dalam rangkaian kegiatan Summer Camp IV yang mengusung semangat pelestarian lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian kawasan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Melalui program ini, PT Pegadaian (Persero) berharap keberadaan Rumah Bibit dan pengembangan budidaya kopi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar serta menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan pegunungan Wawo.

Sejalan dengan semangat “Melayani Sepenuh Hati, MengEMASkan Indonesia”, PT Pegadaian (Persero) akan terus menghadirkan berbagai program TJSL yang memberikan dampak positif bagi lingkungan, sosial, dan perekonomian masyarakat di seluruh wilayah operasional perusahaan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Apel Siaga Pilah Sampah Dipusatkan di Bali, Gubernur Koster Ajak Tuntaskan dari Sumber

10 Desa di Bali Jadi Motor Penggerak Pilah dan Tuntaskan Sampah di Sumber

Loading

Published

on

By

sampah bali
APEL SIAGA: Apel Siaga Pilah Sampah yang dipusatkan di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Selasa (7/7) sore. Kegiatan ini adalah rangkaian dari agenda ground breaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dilaksanakan pada Rabu (8/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai barometer nasional, Bali menjadi provinsi pertama yang mengawali gerakan pilah sampah. Gerakan itu ditandai dengan Apel Siaga Pilah Sampah yang dipusatkan di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Selasa (7/7) sore. Kegiatan ini adalah rangkaian dari agenda ground breaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dilaksanakan pada Rabu (8/7).

Apel Siaga Pilah Sampah yang dipimpin Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, didampingi Gubernur Bali Wayan Koster melibatkan ribuan peserta dari berbagai unsur. Kegiatan ini diikuti pelajar SD, SMP, SMA, jajaran Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat merupakan bentuk penguatan gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Gubernur Koster dalam sambutannya menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi agenda penting untuk menjaga masa depan lingkungan Bali sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah Apel Siaga Pilah Sampah. Momentum ini sangat tepat karena Bali sedang bergerak secara masif dan konsisten menuju Bali bersih sampah,” ujarnya.

Menurutnya, keindahan alam, kelestarian lingkungan hingga ketahanan pangan Bali sangat bergantung pada cara masyarakat memperlakukan sampah. Karena itu, paradigma pengelolaan sampah harus bergeser dari penyelesaian di TPA menuju penyelesaian dari sumber.

“Kita ingin memastikan sampah selesai di tempat dihasilkannya. Baik di rumah tangga, desa, pasar, hotel, restoran, kawasan pariwisata, rumah ibadah, sekolah maupun perkantoran,” imbuhnya.

Lebih jauh ia menambahkan, gerakan ini sejalan dengan implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber yang diperkuat melalui Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

Baca Juga  Kodam IX/Udayana Resmi Tutup Dikmaba Infanteri dan Diktukba, Ratusan Bintara Baru Dilantik

Ditekankan olehnya, pemilahan sampah bukan sekadar memisahkan sampah organik dan nonorganik, tetapi merupakan perubahan budaya masyarakat dalam menjaga kesucian alam Bali sesuai visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Sampah organik dapat langsung diolah menjadi pupuk yang menyuburkan tanah pertanian, sedangkan sampah nonorganik dapat didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi dan tidak mencemari lingkungan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Bali dua periode ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah pusat, pemerintah daerah, desa adat, sektor swasta, TNI, Polri hingga kalangan pelajar untuk menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari.

“Melalui Apel Siaga Pilah Sampah ini, mari jadikan pilah sampah sebagai gerakan harian di setiap rumah tangga di Bali. Small actions, global impact,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq memberikan apresiasi terhadap capaian Bali dalam bidang ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan Nasional, Bali menempati posisi ketiga terbaik di Indonesia dengan nilai indeks 79,89, setelah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

“Bali menjadi provinsi dengan ketahanan pangan terbaik ketiga secara nasional. Bahkan Kabupaten Badung menjadi kabupaten terbaik dalam ketahanan pangan nasional. Ini merupakan hasil kerja keras pemerintah provinsi bersama seluruh kabupaten dan kota di Bali,” katanya.

Namun demikian, Hanif mengingatkan bahwa saat ini Bali menghadapi tantangan besar dalam persoalan sampah yang produksinya mencapai 3.500 ton per hari. Dalam penanganan sampah, ia mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Bali, mulai dari deklarasi Bali Bebas Sampah pada April 2025 hingga deklarasi percepatan pengelolaan sampah bersama Menteri Lingkungan Hidup dan seluruh kepala daerah di Bali pada 10 Juni 2026.

Baca Juga  Syukuran HUT Ke-54 KORPRI, Pangdam Tekankan Profesionalisme ASN Kodam IX/Udayana

“Hari ini kita melangkah lebih jauh lagi melalui Gerakan Pilah Sampah se-Bali. Berdasarkan data kami, Bali merupakan provinsi yang paling masif melakukan aksi pilah sampah di Indonesia, terutama Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” ungkapnya.

Masih dalam sambutannya, Hanif juga mengingatkan pentingnya percepatan pengurangan sampah yang masuk ke TPA karena tingginya risiko kebakaran dan pencemaran lingkungan lainnya.

“TPA Suwung pernah mengalami kebakaran besar pada 2023 bersamaan dengan TPA di daerah lainnya,” ujar dia.

Menurutnya, sampah organik yang ditimbun di TPA menghasilkan gas metana yang mudah terbakar sehingga meningkatkan risiko kebakaran saat musim kemarau.

“Kita tidak ingin kejadian seperti kebakaran TPA Suwung terulang kembali. Bali adalah wajah Indonesia dan destinasi wisata dunia. Karena itu Bali bersih tidak bisa ditawar lagi,” tegasnya.

Hanif berharap seluruh pemerintah kabupaten/kota di Bali segera mempercepat pembangunan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber sehingga target penyelesaian persoalan sampah di Bali dapat tercapai paling lambat Desember 2026.

“Kami berharap Bali benar-benar mampu menyelesaikan persoalan sampahnya paling lambat Desember 2026. Langkah ini memang berat, tetapi menjadi sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan bersama,” pungkasnya.

10 Desa di Bali Jadi Motor Penggerak Pilah Sampah dari Sumber

Apel Siaga Pilah sampah juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada 10 desa dan desa adat di Bali yang telah melakukan pemilahan dan pengolahan sampah di sumber. Kesepuluh desa dan desa adat itu yaitu Desa Sanur Kauh dan Desa Tegal Kerta Kota Denpasar, Desa Kutuh, Gulingan dan Pelaga Kabupaten Badung, Desa Taro, Desa Adat Cemenggoan, Desa Adat Padang Tegal Kabupaten Gianyar, Desa Bengkel Kabupaten Tabanan dan Desa Bakti Seraga Kabupaten Buleleng.

Baca Juga  Melalui Simakrama Galungan dan Kuningan, Pangdam IX/Udayana Tegaskan Komitmen Menjaga Warisan Budaya

Selain menerima piagam penghargaan, sepuluh desa dan desa adat terbaik dalam penanganan sampah ini juga menerima bantuan alat pengolah sampah organik skala rumah tangga hasil pengembangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diberi nama Lahsamor (Pengolah Sampah Organik).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turut hadir dalam Apel Siaga Pilah Sampah. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca