Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Didukung BI Bali, KTK Merta Abadi Jembrana Jadi ‘’Role Model’’ dan Bidik Pasar Ekspor

BALIILU Tayang

:

de
Menparekraf Sandiaga Uno (nomor dua dari kiri) bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho (nomor dua dari kanan) meninjau proses pengeringan kakao di KTK Merta Abadi. (Foto: gs)

Jembrana, baliilu.com – Sejak berdiri tahun 2017, Kelompok Tani Kakao (KTK) Merta Abadi Desa Ekasari Kecamatan Melaya, Jembrana yang didukung Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana kini telah berhasil melakukan ekspor kakao dan menjadi role model bagi kelompok tani kakao di Jembrana.

Ketua KTK Merta Abadi I Kadek Suantara mengatakan, kelompok yang beranggotakan 29 orang ini menjadi role model kelompok tani kakao dengan kelompok pendamping beranggotakan 35 orang. Ada potensi luas lahan 70-an hektar, yang ditanami kakao baru 25 Ha, tetapi yang produktif menghasilkan baru 15 Ha, dimana sampai saat ini baru melakukan pengolahan biji permentasi saja.

Menparekraf dan Kepala PwBI Bali saat panen kakao. (Foto: gs)

‘’Ini memang masih kecil. Namun Maret ini kita disupport oleh pemerintah sebanyak 100 ribu bibit kakao yang digelontorkan ke kelompok karena di Desa Ekasari akan dijadikan kawasan agrowisata,” ujar Suantara, Rabu (23/2/2022) di sela launching 1 ton kakao ke Temanggung Jateng dari rencana 5 ton per minggu oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno yang didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna.

Selain menyasar pasar nasional, lanjut Suantara, KTK Merta Abadi juga telah ekspor melalui pihak ketiga ke beberapa negara seperti Prancis, Belanda, dan Jepang. Hal ini karena untuk ekspor mandiri membutuhkan sertifikasi. Dengan menjadikan Desa Ekasari sebagai Desa Organik dan adanya sertifikat organik maka ke depan bisa ekspor sendiri. Sedangkan sebagai kawasan agowisata, KTK Merta Abadi akan melakukan edukasi kakao kepada teman-teman kelompok yang ingin belajar menanam kakao.

Suantara memaparkan, apa yang dicapai KTK Merta Abadi hari ini tidak terlepas dari peran Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang telah membantu mulai dari nol sejak tahun 2017. “Peran Bank Indonesia sangat vital dari awal kita dibantu,” ujarnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Resmikan Kawasan Produksi Produk Bedetan Perancak
Menparekraf dan Kepala PwBI Bali bersama anggota KTK Merta Abadi. (Foto: gs)

Dikatakan, KTK Merta Abadi dibina sejak awal dari budi daya cara bertanam tanaman organik, sampai ke hilir, disupport bibit, pupuk, pelatihan-pelatihan, bantek-bantek, alat-alat, sampai pemasaran hingga digitalisasi. ‘’Kami sangat bersyukur selalu dibina sampai akhirnya bisa berkembang dan maju seperti sekarang,’’ katanya seraya menambahkan tahun 2022 ini, Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia akan membantu merehab balai kelompok agar bisa dipakai untuk display, kantor dan untuk tempat pelatihan sehingga menjadikan ini tempat wisata.

Untuk menjaga kontinuitas produksi agar bisa ekspor langsung, KTK Merta Abadi membuka Pasar Minggu Kakao untuk menyerap hasil produksi kelompok di Desa Ekasari. KTK Merta Abadi membeli biji basah yang kemudian dikeringkan melalui solar drum untuk menjaga quality kontrolnya.

Melalui Kelompok Wanita Tani Candi Kesuma, hasil permentasi kakao ini juga diolah menjadi produk jadi berupa serbuk dan juga coklat batangan yang diberi label CK.

Menparekraf Sandiaga Uno bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho launching biji coklat ke Temanggung Jateng. (Foto: gs)

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan apa yang sudah diraih KTK Merta Abadi merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Dikatakan, pemilihan petani melalui survei yang seken-seken, saja-saja dan beneh-beneh. Artinya, petani yang sungguh-sungguh atau serius yang dipilih. ‘’Jadi kita pilih petani yang seken-seken, saja-saja dan beneh-beneh,’’ ujarnya.

Awalnya, BI dan Pemkab Jembrana melakukan pembinaan dengan memakai MA11 untuk organik tanaman. Juga melakukan pelatihan-pelatihan, memberikan bantuan sarana gudang solar drum dan mendorong KWT Candi Kesuma mengolah produksi seperti CK untuk meningkatkan nilai tambah.

Trisno menegaskan, yang menjadi penting ke depan adalah bagaimana melangkah ke pasar ekspor secara mandiri yang terkendala sertifikasi, setelah merealisasikan ke pasar domestik seperti ke Temanggung hari ini.

Baca Juga  Hari Pertama Aksi Sosial dan Sosialisasi Ketua TP PKK Ny. Putri Koster di Jembrana

Wakil Bupati Jembrana Patriana Krisna menyampaikan Desa Ekasari yang memperoleh anugerah desa wisata 100 terbaik 2021, berharap bisa dikembangkan menjadi satu daerah agrowisata. Bukan hanya produksi yang kita bisa harapkan ke depan, tetapi karena mereka adalah berasal dari pelaku pariwisata, maka desa ini bisa dikembangkan menjadi objek wisata yang berhubungan dengan coklat.

Sementara, Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan, apa yang sudah dilakukan oleh KTK Merta Abadi merupakan bagian dari kebangkitan ekonomi dan transformasi ekonomi Bali.

Hasil olahan biji coklat yang dilakukan KWT Candi Kesuma dengan label CK. (Foto: gs)

‘’Kami di Kemenparekraf sebagai bagian dari pemerintah tentunya sangat mengapresiasi. Ini Langkah menurut saya sangat inovatif dan nanti kita akan bantu pengemasannya. Kemasan produk CK bisa diikutsertakan di program Bedahkan. Untuk ekspornya kita punya program Bangga Buatan Indonesia dan Indonesia Spice Up The World. Jadi kita ingin melepas sekali-sekali nanti coklat dari Jembrana ke mancanegara,’’ ujarnya seraya berharap tahun ini anugerah desa wisata bisa mengikutsertakan sebanyak-banyaknya desa wisata di Kabupaten Jembrana, apalagi sudah ada mesin barunya yaitu desa kreatif.

‘’Harapan kami tentunya teman-teman KTK Merta Abadi semakin sejahtera, dan juga pariwisata dan ekonomi kreatif segera pulih dan ini yang menjadi keinginan kami di pemerintah bahwa kehadiran kami berdampak positif bagi masyarakat,’’ imbuhnya.

Soal potensi yang ada, Sandiaga Uno berjanji bakal melakukan kolaborasi pentahelik. Pihaknya akan berbicara dengan wakil bupati, teman-teman di pertanian dan dunia usaha sehingga bisa mengoptimalkan potensi yang ada. Karena lahan ini tentunya memiliki peluang untuk menyejahterakan warga. ‘’Kita penting sama-sama bersinergi, berkolaborasi dan saya akan tunggu feedback, masukan dari pemangku kepentingan, stakeholder dan nanti di hilirnya membantu pengemasan dan pemasarannya. Untuk hulunya kita kolaborasikan dengan teman-teman BI dan Kementerian Pertanian,’’ ujarnya. (gs/bi)

Baca Juga  Sempat Minta Tolong, Fariz Meninggal Terjebak di Dalam Sumur

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Bali Jagadhita Investment Forum 2026 Hadirkan 22 Proyek Strategis Bali-Nusra kepada 35 Investor

Published

on

By

kinerja investasi bali
BJIF: Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS) berkomitmen mendorong resiliensi dan peningkatan kualitas investasi guna mencapai Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita Investment Forum 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja investasi Bali terus menguat di tengah ketidakpastian global. Investasi Bali tumbuh 6,78% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,47% (yoy), dengan kontribusi mencapai 28% terhadap perekonomian daerah. Sepanjang 2025, realisasi investasi PMA dan PMDN tercatat sebesar Rp 42,82 triliun serta menyerap lebih dari 68 ribu tenaga kerja, menegaskan peran investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Bali.

Di balik capaian tersebut, Bali masih menghadapi tantangan pemerataan dan kualitas investasi. Sebanyak 88% realisasi investasi masih terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan, sementara 97% investasi didominasi sektor tersier. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan investasi yang lebih inklusif, merata, dan terdiversifikasi antarwilayah maupun sektor ekonomi.

Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS) berkomitmen mendorong resiliensi dan peningkatan kualitas investasi guna mencapai Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita Investment Forum 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani menyampaikan bahwa Bali Jagadhita Investment Forum 2026 merupakan forum promosi investasi proyek potensial yang ready to offer (IPRO) dari Bali-Nusra yang mencakup berbagai sektor yaitu infrastruktur, hilirisasi, pariwisata, perdagangan, dan sektor unggulan lainnya. Menurut Achris, pendekatan kawasan Bali-Nusra dilakukan untuk memperkuat konektivitas ekonomi regional dan menciptakan peluang investasi yang saling melengkapi antarwilayah.

Rangkaian kegiatan Bali Jagadhita Investment Forum 2026 terdiri dari showcasing proyek unggulan se-Bali, serta Nusa Tenggara sebagai kawasan yang terintegrasi, one on one business meeting antara project owner dan calon investor, serta site visit ke KEK Kesehatan pertama di Indonesia, yaitu KEK Sanur Bali.

Baca Juga  Komisi X Sebut Bali Jadi Role Model Pemanfaatan Data BPS

Di hadapan para investor global saat membuka Bali Jagadhita Investment Forum 2026, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, Ketut Sukra Negara menyebutkan bahwa Bali memiliki berbagai proyek unggulan yang sangat terbuka bagi investor. Investasi di Bali didukung sejumlah insentif oleh Pemerintah dan Bali memiliki keunggulan sebagi destinasi yang telah dikenal secara global. Sukra turut mengajak investor domestik dan global yang hadir untuk berinvestasi di Bali. Sukra juga berharap terselenggaranya Bali Jagadhita Investment Forum 2026 dapat menjadi katalis investasi berkualitas di Bali.

Berbagai proyek investasi unggulan yang dipromosikan pada showcasing dan presentasi Bali Jagadhita Investment Forum, merupakan hasil kurasi Bali Investment Challenge 2026. Pendalaman lebih lanjut terkait proyek dilakukan melalui sesi one on one business meeting antara project owner dan calon investor, dimana sesi one on one meeting diikuti lebih dari 35 calon investor dari berbagai negara, termasuk hadir pula Duta Besar Bulgaria, Duta Besar Kerajaan Bahrain, Duta Besar Kesultanan Oman, Duta Besar Republik Armenia, Duta Besar Republik Islam Pakistan, Duta Besar Rumania, serta perwakilan konsulat dan atase perdagangan dari berbagai negara sahabat.

Program ini merupakan wujud kolaborasi PIKBS dalam menghasilkan 22 proyek investasi potensial dari Bali, NTB, dan NTT. Beberapa proyek tersebut diantaranya KEK Kesehatan Sanur, proyek penerangan jalan, dan proyek pengadaan electric vehicle yang kemudian disusun dalam Katalog Investasi, dan selanjutnya diserahkan oleh PIKBS kepada perwakilan duta besar dan perwakilan delegasi yang hadir. Melalui publikasi Katalog Investasi ini diharapkan mampu mempermudah perluasan informasi dan promosi proyek investasi strategis kepada investor potensial yang selanjutnya diharapkan dapat mendukung peningkatan realisasi investasi.

Baca Juga  Digelar Dua Hari, Aksi Sosial Ketua TP PKK Bali Menyapa dan Berbagi di Jembrana Sasar 400 Warga Kurang Mampu

Bank Indonesia memprakirakan outlook perekonomian Bali 2026 tetap solid di tengah gejolak geopolitik global, yakni pada kisaran 5,4-5,9% (yoy). Dengan outlook ekonomi yang tetap kuat, terjaganya inflasi, tetap solidnya optimisme pelaku usaha, dukungan insentif oleh pemerintah, serta daya saing daerah Bali yang sangat baik tentunya semakin membuka peluang untuk peningkatan investasi di Bali.

Melalui Bali Jagadhita Investment Forum 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen memperluas akses investor terhadap proyek-proyek strategis daerah, mendorong pemerataan investasi antarwilayah, serta memperkuat transformasi ekonomi Bali menuju pertumbuhan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Mei 2026: TPID Bali Bersinergi Menjaga Stabilitas Harga di Tengah Tensi Geopolitik Global

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 2 Juni 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar 0,42% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan April sebesar 0,01% (mtm), dan lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional bulan Mei sebesar 0,28% (mtm). Inflasi bulanan meningkat terutama didorong oleh kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi, serta tekanan harga komoditas global yang turut memengaruhi dinamika pergerakan inflasi secara bulanan.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,08% (yoy) pada April 2026 menjadi 2,99% (yoy). Meskipun inflasi meningkat, level inflasi masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Mei 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,54% (mtm) atau 2,78% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,50% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,19% (yoy), diikuti Singaraja dengan inflasi bulanan sebesar 0,37% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,17% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Badung yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,25% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,64% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Mei 2026 bersumber dari kenaikan harga beras, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai merah, dan angkutan udara. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga canang sari, tomat, bawang merah, jeruk, dan bawang putih. Inflasi yang terjaga mendukung daya beli masyarakat di tengah konflik geopolitik global. Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%.

Baca Juga  Setelah Berhasil di Jembrana dan Bangli, Ny. Putri Koster Menyapa Masyarakat Klungkung Dalam Gerakan Belanja dan Berbagi

Ke depan, sebut Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode HBKN Galungan-Kuningan serta periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino berupa gangguan cuaca dan risiko kekeringan pada beberapa sentra produksi pangan yang mempengaruhi produksi pertanian, serta berlanjutnya ketidakpastian global berpotensi pada kenaikan lanjutan harga bensin dan bahan bakar rumah tangga. Per 1 Juni 2026, terdapat kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali senantiasa bersinergi dan berinovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K. Adapun strategi tersebut diantaranya intensifikasi operasi pasar murah dan pemantauan harga secara berkala, termasuk monitoring dan sidak pasokan LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan serta optimalisasi kerjasama antar daerah oleh Perumda pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah kepada masyarakat di kab/kota. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, inflasi tahun 2026 diprakirakan terjaga dalam sasaran 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Libur HBKN dan Perayaan Festival Daerah Dorong Penjualan Ritel Bali

Published

on

By

IPR Bali
Infografis indek penjualan riil. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme penjualan eceran di Provinsi Bali pada bulan April 2026 masih tumbuh secara tahunan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali sebesar 125,6 atau secara tahunan tumbuh 6,5% (yoy), dan masih berada di level optimis (>100). IPR Bali secara bulanan turut meningkat sebesar 1,0% (mtm) didukung dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, diantaranya seperti kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Agenda tersebut meliputi pameran-pameran yang mendorong konsumsi pada sub sektor Barang Budaya dan Rekreasi (mainan anak-anak, kertas, karton, alat tulis, alat olahraga, dan alat musik). Belanja masyarakat masih relatif kuat yang didorong libur panjang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung yang diprakirakan meningkatkan penjualan eceran, khususnya pada kelompok kebutuhan rekreasi, gaya hidup, elektronik, serta produk rumah tangga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan bahwa survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Berdasarkan komponennya, dari 7 komponen pembentuknya, pertumbuhan bulanan tertinggi ada pada kategori Suku Cadang dan Aksesori dengan peningkatan sebesar 3,9% (mtm); Barang Budaya dan Rekreasi dengan peningkatan sebesar 3,3% (mtm); Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dengan peningkatan sebesar 2,6% (mtm); Makanan, Minuman dan Tembakau dengan peningkatan sebesar 1,4% (mtm); Sandang dengan peningkatan sebesar 0,3% (mtm); Barang Lainnya (farmasi, kosmetik, elpiji rumah tangga, dan barang kimia untuk rumah tangga) dengan peningkatan sebesar 0,2% (mtm); serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya dengan peningkatan sebesar 0,1% (mtm). Tingkat konsumsi April 2026 masih tumbuh terkendali berdasarkan inflasi tahunan pada bulan April 2026 sebesar 2,08% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga Maret 2026 tercatatat tumbuh positif sebesar 1,09% (yoy).

Baca Juga  Komisi X Sebut Bali Jadi Role Model Pemanfaatan Data BPS

Meskipun demikian, prospek positif penjualan ritel di Bali diprakirakan melandai berdasarkan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP menggambarkan keyakinan pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah. Para responden memprakirakan penjualan dalam 3 bulan yang tercermin dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0, lebih rendah dari IEP Mei 2026 sebesar 174,0. Prakiraan penjualan dalam 6 bulan ke depan, tepatnya pada September 2026 sebesar 184, lebih rendah dibandingkan IEP Agustus 2026 sebesar 194. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100). Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga kebijakan di bulan April 2026.

Lebih lanjut, Pemerintah melanjutkan kebijakan subsidi BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Lebih lanjut, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus bersinergi dan berupaya mengimplementasikan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) agar inflasi terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca