Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Hadiri Pelaksanaan Upacara ”Pemlaspasan” Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kapolda Bali, Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra dan undangan lainnya foto bersama saat menghadiri Upacara Pemlaspasan Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, Klungkung pada, Jumat (Sukra Paing, Sinta) 1 April 2022. (Foto: Ist)

Nusa Penida, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kapolda Bali, Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra menghadiri Upacara Pemlaspasan Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, Klungkung pada, Jumat (Sukra Paing, Sinta) 1 April 2022 yang didampingi Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi NTB Muiz Thohir.

Upacara Pemlaspasan Pelabuhan Sampalan yang diiringi dengan Tari Baris Jangkang dan dirangkaikan dengan Upacara Pekelem ini secara langsung dipuput oleh Ida Mpu Buda Satya Yoga dan Ida Rsi Baghawan Dharma Sata Sida.

Gubernur Bali dalam sambutannya menyampaikan Pembangunan Pelabuhan Segitiga Sanur di Kota Denpasar, Sampalan di Nusa Penida dan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung merupakan program prioritas pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terkoneksi dan terintegrasi dalam Visi Pembangunan Daerah Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas yang dicanangkan oleh Gubernur Wayan Koster sebagai program prioritas infrastruktur bertujuan untuk membangun Bali secara keseluruhan, guna mendukung pelayanan publik dan menunjang pusat-pusat perekonomian baru di Bali. Karena berpuluh – puluh tahun, mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengamati pembangunan infrastruktur di Bali termasuk yang tertinggal di Indonesia, dan tidak ada yang didesain secara terkoneksi antarwilayah dan sektor oleh pemerintah.

Infrastruktur di Pulau Nusa Penida sudah seharusnya dikembangkan secara layak dan memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari masyarakat, selain juga untuk mendukung Upacara Pujawali di Pura Ratu Gede Dalem Ped. “Setiap ada Upacara Pujawali, umat Hindu se-Bali tangkil ke Pura Ratu Gede Dalem Ped, sehingga perlu transportasi yang baik,” kata Wayan Koster seraya menceritakan Pelabuhan Segitiga Emas ini saya wujudkan karena pada tahun 2016 silam, saya pernah menyeberang ke Nusa Penida dari Sanur saat kondisi ombak besar. Untuk berpindah dari kapal, saya harus digendong dan begitu juga masyarakat kerap kali saya lihat kainnya harus diangkat agar tidak terkena air laut menuju kapal. Atas hal inilah, saya tersentuh dan bertekad membangun pelabuhan di Nusa Penida dan Sanur jika terpilih menjadi Gubernur Bali. Masak masalah begini tidak selesai – selesai bertahun – tahun. Jadi negara harus hadir, karena Nusa Penida merupakan destinasi wisata yang makin lama makin terkenal baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Baca Juga  Gubernur Koster Serahkan Remisi Narapidana di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76

Dengan niat tulus dan cita – cita yang besar, Wayan Koster menyampaikan rasa syukurnya, karena doanya terwujud menjadi Gubernur Bali, hingga pada waktunya Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini berhasil membangun pelabuhan yang monumental dan fundamental ini berkat adanya kebijakan mulia dari Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo berdasarkan usulan Gubernur Bali, Wayan Koster yang disampaikan langsung di Istana Negara pada tanggal 22 April 2019.

“Beberapa hari setelah pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 17 April 2019, Bapak Presiden memanggil saya selaku Gubernur Bali dan di sana saya menyampaikan usulan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara koneksi,” cerita Wayan Koster seraya menyampaikan astungkara bisa terwujud melalui APBN Kementrian Perhubungan RI dengan total anggaran Rp 566 miliar lebih yang terdiri dari anggaran pembangunan Pelabuhan Sanur sebesar Rp 370 miliar, untuk Pelabuhan Sampalan Rp 90 miliar, dan Pelabuhan Bias Munjul sebesar Rp 106 miliar. Jadi belum pernah ada pembangunan seperti ini yang dibiayai langsung dari APBN dan diperjuangkan oleh Gubernur Bali. Sehingga meski saya kalah di Klungkung, namun saya tetap berfikir untuk membangun Bali secara keseluruhan agar seimbang antara Bali Utara, Selatan Barat dan Timur.

Gubernur Bali dalam peninjauannya di Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida meminta pelaksana proyek untuk berhati – hati dan bertanggung jawab di dalam menjalankan program infrastruktur pemerintah yang telah melalui proses tender. Karena ada kualitas bangunan kurang rapi dan kurang memuaskan.

Di akhir sambutannya, Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini meminta Bupati Klungkung dan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi NTB untuk menata lingkungan pelabuhan ini menjadi tertib, bersih dan disiplin serta dikelola secara bagus guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga  MoU Kerja Sama Regional Bali-Nusra, Gubernur Koster Harap Jadi Skema Pengembangan Ekonomi Regional untuk Kemajuan Bersama

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi NTB Muiz Thohir melaporkan sesuai arahan Menteri Perhubungan bahwa peresmian Pelabuhan Segitiga Emas akan diresmikan secara bersamaan, dan diharapkan pelabuhan ini dapat dikelola oleh Badan Pelabuhan secara profesional, sehingga mudah – mudahan pelabuhan ini bisa berkembang dari skala nasional menuju internasional.

‘’Atas terwujudnya Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Gubernur Bali dan jajarannya, karena telah mendukung dengan baik. Mudah – mudahan bisa meningkatkan keamanan transportasi dan berdampak positif terhadap pemulihan pariwisata guna terwujudnya Bali Era Baru,’’ ujarnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

“Wastra Hitakara” Dimulai di Badung, Dorong Promosi Wastra Bali

Published

on

By

DBFRS: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua Dekranasda Nyonya Rasniathi Adi Arnawa dan Ketua GOW Nyonya Yunita Alit Sucipta saat menghadiri Dekranasda Bali Fashion Road Show di Lobby Utama Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (23/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.comKabupaten Badung menjadi daerah pertama penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Roadshow “Wastra Hitakara” Goes to Badung. Program gagasan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali ini bertujuan memperkuat promosi wastra tradisional dan mengembangkan industri kreatif berbasis budaya lokal di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali.

Kegiatan yang berlangsung di Lobby Utama Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (23/7) ini menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan bagi desainer muda, perajin kain tradisional, pelaku UMKM, dan industri kreatif.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi Ketua Dekranasda Provinsi Bali Nyonya Putri Koster atas inisiasi ajang ini. Menurutnya, kepercayaan menjadi tuan rumah perdana merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk memajukan sektor ekonomi kreatif.

“Atas nama Pemkab Badung, saya memberikan apresiasi kepada Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Nyonya Putri Koster dan Ketua Dekranasda Badung atas terselenggaranya Dekranasda Bali Fashion Road Show di Badung. Kami bangga karena Badung menjadi daerah pertama yang dipercaya menjadi tuan rumah. Ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi wastra dan karya desainer lokal kepada masyarakat yang lebih luas,” ucapnya.

Bupati menambahkan, kehadiran ajang ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM), mulai dari perajin kain, desainer, penjahit, hingga model lokal.

“Program ini diharapkan mampu memperluas ruang promosi bagi para perajin, desainer, hingga pelaku IKM, sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk wastra Bali. Industri fesyen berbasis wastra tradisional merupakan salah satu sektor strategis yang perlu terus didorong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Adi Arnawa.

Merespons inisiatif tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyatakan kesiapan Badung untuk menggelar fashion show sejenis dalam skala yang lebih besar sebagai agenda rutin daerah. “Ke Depan kami berencana mengembangkan kegiatan serupa dalam skala daerah. Fashion show akan menjadi bagian dari berbagai agenda Dekranasda Badung sebagai wadah promosi bagi desainer lokal sekaligus memperkenalkan kain endek, tenun ikat, dan produk fesyen unggulan Badung kepada pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga  Jalankan Arahan Presiden RI, Gubernur Koster Pimpin Rakor Forkopimda Se-Bali

Ia berharap bertambahnya ruang promosi dapat membuat karya desainer Badung semakin dikenal luas. “Dengan semakin banyak ruang promosi, kami berharap karya para desainer Badung semakin dikenal. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku industri kreatif dan UMKM,” tambah Rasniathi.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Nyonya Putri Koster menjelaskan, road show ini dirancang berkeliling ke seluruh Kabupaten/Kota agar kesempatan promosi tidak terpusat di satu wilayah. Konsep ini diarahkan menjadi ruang transaksi langsung antara masyarakat dan desainer lokal melalui pendekatan business to business (B2B).

Pagelaran di Badung menampilkan karya tujuh desainer Bali. Tiga di antaranya merupakan desainer asal Badung, yakni Basudewa, Shoppiss, dan Krins Studio. Selain itu, koleksi Taksu Design, Body & Mind, De’Luxe, serta busana adat pengantin karya Turah Mayun turut meramaikan panggung.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta serta Organisasi Kewanitaan dari tingkat Provinsi Bali dan Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Klarifikasi Video Viral WNA Buang Air Kecil di Depan Rumah Warga di Uluwatu

Published

on

By

Pihak kepolisian menunjukkan lokasi buang air kecil WNA yang ternyata di depan pintu gerbang rumah warga. Di sampingnya tampak WNA saat buang air kecil. (Foto kolase:Hms Polresta Dps)

 Denpasar, baliilu.comPolresta Denpasar memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial dan menyebut adanya seorang warga negara asing (WNA) yang melakukan tindakan tidak pantas dengan buang air kecil di depan pura atau tempat suci di kawasan Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.

Menanggapi informasi tersebut, personel Polsek Kuta Selatan telah melakukan pengecekan di lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Hasilnya, peristiwa tersebut memang terjadi, namun lokasi kejadian bukan berada di depan pura atau tempat suci, melainkan di depan rumah warga yang beralamat di Jalan Labuan Sait Nomor 234, Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan dan keterangan pemilik rumah, kejadian tersebut berlangsung pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh personel Polsek Kuta Selatan, benar terdapat kejadian seorang WNA yang buang air kecil. Namun, lokasi kejadian sebagaimana informasi yang beredar di media sosial bukan di depan pura atau tempat suci, melainkan di depan rumah warga di Jalan Labuan Sait Nomor 234, Uluwatu, Desa Pecatu,” jelas Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Ia menerangkan, pemilik rumah bernama Nyoman Tambir saat itu hendak pergi ke pasar pada dini hari dan mendapati seorang WNA yang tidak diketahui identitasnya sedang buang air kecil di depan rumahnya.

“Pemilik rumah kemudian menegur WNA tersebut. Setelah ditegur, WNA yang bersangkutan langsung meminta maaf atas perbuatannya. Berdasarkan keterangan pemilik rumah, yang bersangkutan saat itu dalam kondisi mabuk,” ungkapnya.

Menurut Kasi Humas, Nyoman Tambir menyatakan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut lebih lanjut karena WNA yang bersangkutan telah meminta maaf secara langsung. Dengan demikian, persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik dan tidak terdapat laporan maupun permasalahan lanjutan dari pihak pemilik rumah.

Baca Juga  Gubernur Koster Serahkan Remisi Narapidana di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76

“Pemilik rumah tidak mempermasalahkan kejadian tersebut karena WNA yang bersangkutan telah meminta maaf. Sampai saat ini tidak ada permasalahan lanjutan yang dilaporkan terkait kejadian tersebut,” imbuhnya.

Polresta Denpasar mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi secara utuh dan dapat melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap kebenaran suatu informasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial. Apabila menemukan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan, silakan dikonfirmasi kepada pihak berwenang agar informasi yang diterima benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Komisi I DPR RI dan Pangdam IX/Udayana Bahas PenguatanPertahanan Perbatasan serta Akselerasi Kodam Baru di NTT

Published

on

By

RDP: Rapat Dengar Pendapat (RDP) bertema "AkselerasiPemekaran Kodam Baru di NTT dan Penguatan PertahananPerbatasan RI–Timor Leste" yang diikuti 33 anggotarombongan berlangsung di Makodam IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar, Jumat (24/7/2026). (Foto: PendamIX)

Denpasar, baliilu.comKodam IX/Udayana menerimakunjungan kerja Tim Reses Komisi I DPR RI yang dipimpinlangsung Ketua Komisi I DPR RI, Drs. Utut Adianto, dalamrangka Rapat Dengar Pendapat (RDP) bertemaAkselerasiPemekaran Kodam Baru di NTT dan Penguatan PertahananPerbatasan RI–Timor Leste”. Kegiatan yang diikuti 33 anggota rombongan tersebut berlangsung di MakodamIX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar, Jumat (24/7/2026).

Kedatangan rombongan Komisi I DPR RI disambut hangatoleh Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, didampingi para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahaspenguatan postur pertahanan di kawasan timur Indonesia, khususnya percepatan pembentukan Kodam baru di ProvinsiNusa Tenggara Timur sebagai bagian dari upayamemperkokoh pertahanan negara di wilayah perbatasan.

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana menegaskanbahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Kondisi tersebut menuntutkesiapan sistem pertahanan yang semakin kuat, adaptif, dan responsif terhadap berbagai dinamika ancaman.

Menurut Pangdam, meskipun situasi keamanan di wilayah perbatasan secara umum relatif kondusif, berbagai potensiancaman seperti kejahatan lintas negara, penyelundupan, pelintas batas ilegal, hingga ancaman nirmiliter tetapmemerlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan.

“Oleh karena itu, rencana pembentukan Kodam baru di NTT merupakan kebutuhan yang sangat krusial. Kehadiran Kodambaru akan memperpendek rentang kendali komando, meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial, mempercepatrespons operasional, sekaligus mempertegas kehadiran negara di garis depan perbatasan. Dalam konteks inilah kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari Komisi I DPR RI, baikdari aspek kebijakan, penataan organisasi, pemenuhanpersonel, penyediaan infrastruktur, alutsista, maupundukungan anggaran guna mempercepat realisasi pembentukanKodam baru di NTT,” tegas Mayjen TNI Piek Budyakto.

Baca Juga  Gubernur Koster Kumpulkan Pelaku Usaha, Minta Segera Jalankan Gerakan Bali Bersih Sampah

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI Drs. Utut Adianto saatmembuka Rapat Dengar Pendapat menyampaikan bahwakunjungan kerja tersebut bertujuan memperoleh gambaransecara komprehensif mengenai kesiapan pertahanan dan keamanan di wilayah Kodam IX/Udayana, khususnya terkaitrencana pembentukan Kodam baru di NTT.

Ia menjelaskan, beberapa poin utama yang menjadi fokuspembahasan meliputi penyusunan road map dan kesiapanoperasional pembentukan Kodam baru di NTT, evaluasipostur pertahanan dan tingkat kerawanan wilayah perbatasanRI–RDTL, serta dukungan penganggaran dan penguatansinergi pertahanan di kawasan perbatasan.

Dalam sesi pemaparan, Pangdam IX/Udayana menjelaskankomposisi kekuatan satuan di wilayah Kodam IX/Udayana yang meliputi Korem 161/Wira Sakti di Nusa Tenggara Timur, Korem 162/Wira Bhakti di Nusa Tenggara Barat, dan Korem 163/Wira Satya di Bali.

Pangdam juga memaparkan progres pembentukan KodamXXVII/Sobe Sonbai di NTT. Nama “Sobe Sonbaidiambildari tokoh Raja Timor, seorang pahlawan dan pejuang lokalasal Nusa Tenggara Timur sebagai bentuk penghormatanterhadap sejarah perjuangan masyarakat setempat. Selain itu, dijelaskan pula kesiapan pembangunan markas, penyediaanlahan, personel, perlengkapan, hingga pembangunanperumahan dinas sebagai bagian dari tahapan pembentukanKodam baru tersebut.

Tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, Pangdam turutmemaparkan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan TNI AD di wilayah Timor Tengah Utara melalui kegiatan Karya Bhakti skala besar. Program tersebut meliputi rehabilitasi Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan sumur bor, rehabilitasisekolah, rehabilitasi rumah ibadah, pembangunan rabat jalanbeton, rehabilitasi panti asuhan, pembangunan jembatan, penyelenggaraan bazar murah, pembagian paket sembako, serta layanan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Pangdam menegaskan bahwa pembentukanKodam baru di NTT merupakan langkah strategis untukmemperkuat sistem pertahanan nasional, mempercepatpengendalian operasi, meningkatkan efektivitas pembinaanteritorial, sekaligus menjawab berbagai tantangan keamananyang berkembang di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga  Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Apresiasi Gubernur Koster di Wisuda XXIX ISI Denpasar

Pangdam juga mengungkapkan bahwa sejumlah persoalan di kawasan perbatasan RI–RDTL masih memerlukan perhatianserius, antara lain sengketa batas negara pada wilayah unresolved dan unsurveyed segment, potensi pelanggaranwilayah, penyelundupan lintas batas, hingga konflik sosialyang memerlukan penyelesaian secara terpadu.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam berharap Komisi I DPR RI dapat membantu mengomunikasikan kepada PemerintahPusat serta kementerian dan lembaga terkait mengenaipercepatan penyelesaian permasalahan lahan di Kupangmaupun Nagekeo, sekaligus mendorong penyelesaiansengketa batas negara melalui mekanisme bilateral antaraPemerintah Republik Indonesia dan Republik DemokratikTimor Leste dengan tetap mengedepankan kepentingan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menanggapi paparan tersebut, Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI memberikan apresiasi terhadap rencanapembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai yang dinilaisebagai kebutuhan strategis dalam memperkuat sistempertahanan negara, meningkatkan efektivitas pembinaanteritorial, mempercepat pengendalian operasi, sertamemperkuat pengamanan wilayah perbatasan.

Komisi I DPR RI juga menyatakan memahami besarnyatanggung jawab TNI dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan, baik dari ancaman militer maupunnirmiliter. Berbagai masukan yang diperoleh dalamkunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan pembahasanlebih lanjut dalam rapat kerja bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, serta para Kepala Staf Angkatan.

Rangkaian kegiatan Rapat Dengar Pendapat ditutup denganpenyerahan cinderamata sebagai simbol sinergi antara TNI dan DPR RI, dilanjutkan sesi foto bersama sebagai bentukkomitmen bersama dalam memperkuat sistem pertahanannegara demi menjaga keutuhan wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca