Sekjen PDI Perjuangan, Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M., IPU. saat menyampaikan Orasi Ilmiah bertema ‘’Teguh Indonesia Berkepribadian’’ dalam acara Wisuda XXIX Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendapatkan apresiasi dari Sekjen PDI Perjuangan, Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M., IPU, karena perhatiannya yang totalitas terhadap kebudayaan Bali, yang sejalan dengan semangat Bung Karno untuk mewujudkan Indonesia Berkepribadian dalam Kebudayaan.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat menyampaikan Orasi Ilmiah bertema ‘’Teguh Indonesia Berkepribadian’’ dalam acara Wisuda XXIX Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar serta Pembukaan Festival Nasional Bali Sangga Dwipantara III, sekaligus Peresmian Interior Auditorium Citta Kelangen di Lantai III ISI Denpasar pada, Selasa (Anggara Kliwon, Tambir) 28 Februari 2023.
Dalam sambutannya, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyampaikan salam dari Ibu Megawati Soekarnoputri kepada para wisudawan di ISI Denpasar, sekaligus memberikan apresiasi kepada ISI Denpasar yang telah menganugerahi penghargaan Bali-Bhuwana Mahottama Nugraha kepada Presiden ke-5 Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Ibu Megawati Soekarnoputri pada tanggal 28 Juli 2022.
Hasto Kristiyanto juga mengapresiasi Gubernur Bali Wayan Koster. Kata Sekjen PDI Perjuangan ini, Gubernur Wayan Koster adalah kebanggaan kita semua, karena perhatiannya terhadap kebudayaan. Kemarin baru saja mendapatkan penghargaan dari TV One, karena perhatiannya terhadap kebudayaan, jadi hal ini merupakan semangat Bung Karno untuk mewujudkan Indonesia Berkepribadian dalam Kebudayaan.
Saat berorasi ilmiah, Hasto Kristiyanto menyampaikan Saya begitu mencintai Bali dan banyak belajar tentang spiritualitas disini. Bagi Saya pribadi, Bali menghadirkan dirinya sebagai manifestasi sempurna negeri spiritual. “Kalau naik gunung di Pura Lempuyang mungkin Saya sudah hampir 14 kali, Gunung Sang Hyang sudah 9 kali, di Gunung Agung sampai puncak sekali, dan hampir begitu banyak Pura Saya datangi di Bali, bahkan setiap malam tahun baru sejak Saya dipercaya menjadi Sekjen PDI Perjuangan dan saat Bulan Karno, Saya selalu berdoa menggali dan menemukan nilai-nilai spiritualitas yang luar biasa di Bali,” jelasnya.
Karena itulah setiap berada di Bali, selalu menemukan suasana berbeda dan ini menjadi bukti perpaduan spiritualitas yang hidup dan membumi dengan kebudayaan, dan keindahan alam rayanya. Bali juga menjadi titik temu peradaban dunia. Meskipun Bali tiada henti dibanjiri arus modernitas yang begitu hebat dari seluruh dunia, namun Bali selalu kokoh pada identitas kulturalnya.
Sehingga dalam sejarah, Hasto Kristiyanto menjelaskan ketika Indonesia menghadapi masa genting akibat perang dingin, berbagai ancaman ditunjukkan kepada Bung Karno, sebab pemikiran geopolitik beliau mampu membangun kepemimpinan Indonesia atas Asia Afrika dan Amerika Latin, dan hal tersebut sangat mengkhawatirkan kaum Neo Kolonialisme-Imprealisme saat itu. Dalam periode itu, Bung Karno memperkenalkan konsep Trisakti, salah satu diantaranya adalah bagaimana mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan.
“Karena itulah, ketika tadi Pak Gubernur mengatakan, bagaimana ISI ini dibangun oleh campur tangan Pemerintah dengan komitmen Pak Gubernur, dan nanti beliau akan membangun Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, tentu saja ketika Pusat Kebudayaan Bali itu sudah dibangun, diharapkan gedung kebudayaan yang disini (Taman Werdhi Budaya Art Center) dapat dihibahkan ke ISI Bali,” tegasnya yang disambut tepuk tangan.
Gubernur Bali Wayan Koster menerima penghargaan dari ISI Denpasar yang diserahkan Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana. (Foto: ist)
Mengakhiri pidatonya, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto berpesan kepada para lulusan atau wisudawan ISI Denpasar agar terus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai penopang berkembangnya kebudayaan nasional yang berkemajuan, namun tetap kokoh pada identitas kebudayaan bangsa. “Teruslah perkuat riset dan inovasi dari kebudayaan Bali, karena jika digali secara mendalam, ini akan menjadi sumber pengetahuan yang khas untuk Indonesia dan sangat penting bagi desain kebijakan masa depan. Gelorakan kebudayaan, mari bangun kepemimpinan Indonesia di dunia pada bidang kebudayaan,” pungkasnya dengan nada menggelora.
Gubernur Wayan Koster dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses kepada ISI Denpasar atas diselenggarakannya Wisuda XXIX ISI Denpasar yang dirangkai dengan Festival Bali Sangga Dwipantara III tahun 2023. Semoga lembaga kebanggaan masyarakat Bali ini selalu jaya dalam mengemban misi penguatan dan pemajuan seni-budaya nusantara, khususnya Bali.
Wisuda adalah sebuah ritual yang sangat penting, sebagai kulminasi pencapaian perguruan tinggi dalam menjalankan salah satu tugas pokoknya, yaitu memberi layanan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Wisuda menjadi mimbar publik yang terhormat bagi Perguruan Tinggi untuk menunjukkan sekaligus menyampaikan segala prestasi, dedikasi sosial kemasyarakatan, dan pengembangan ilmu pengetahuan kepada publik luas.
ISI Denpasar telah menetapkan haluan pengembangan keilmuan yang strategis, berorientasi pada pembelajaran seni dan desain berbasis tradisi, kearifan lokal, dan pemajuan seni budaya Bali-Nusantara. Karya cipta seni yang dihasilkan lulusan ISI Denpasar juga selalu mewarnai perhelatan seni budaya dalam berbagai even baik lokal, nasional, maupun internasional. Oleh sebab itulah Saya menyambut baik dan mendukung setiap upaya pengembangan kelembagaan ISI Denpasar dalam menjawab tantangan dan dinamika zaman. Hal ini tentu akan diiringi pula dengan pengembangan keilmuan seni yang lebih progresif, seperti desain, media baru, dan tata kelola digital seni.
Dalam memaknai wisuda kali ini diselenggarakan Festival Bali Sangga Dwipantara III dengan Tema: “Wahya Waruna Wasantara”, yang bermakna Mulia Samudra Nusantara Bangun Indonesia Gemilang. Berbagai ruang kreativitas dan diseminasi kekaryaan, seperti pergelaran, seminar, pameran, workshop, cipta karya, riset, mimbar maestro, dan beberapa skema kegiatan lain digelar dalam festival ini. Ruang kreativitas dan diseminasi seperti ini menjadi sangat penting untuk merekatkan akademisi dengan maestro, seniman, dan pekerja kreatif bertalenta, baik dalam skala lokal, nasional, maupun global.
Pemerintah Provinsi Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, telah menjadikan kebudayaan sebagai hulu Pembangunan Bali dengan komitmen untuk memajukan adat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal. Visi dan komitmen ini, telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.
Dalam pelaksanaan visi tersebut, pastinya Pemerintah Provinsi Bali akan selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan ISI Denpasar, sebagai satu- satunya Perguruan Tinggi Seni di Bali. Platform kerja sinergi dan kolaborasi ini, antara lain meliputi: penciptaan karya seni baru yang kreatif-inovatif, rekonstruksi seni tradisi di Desa Adat, pembinaan lembaga seni, pengembangan SDM seni, pembangunan rumah desain, penyediaan tenaga ahli seni, manajemen seni, serta pemberdayaan ekosistem kreatif.
Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: ist)
“Titiang perlu menyampaikan, sebenarnya kalau diceck laboratorium, DNA orang Bali kira-kira memang seni, dan berbagai karya kreatif dan inovatif yang tampil saat ini sesungguhnya masih merupakan bagian kecil yang dimiliki masyarakat Bali yang ada di Desa Adat. Itulah sebabnya keberadaan ISI Denpasar sangat penting untuk menjadikan kebudayaan Bali sebagai kekuatan di dalam mewarnai kehidupan pembangunan Bali,” kata Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.
ISI Denpasar sebagai agen perubahan yang memiliki kompetensi pencipta, pengkaji, pembina, dan pelaku wirausaha, lebih lanjut Gubernur Bali Wayan Koster mengharapkan ISI Denpasar agar menjadi garda terdepan di dalam penguatan dan pemajuan Kebudayaan Bali. “Dalam rangka implementasi penguatan dan pemajuan Kebudayaan Bali, Pemerintah Provinsi Bali sedang mengerjakan pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung,” kata orang nomor satu di Pemprov Bali ini.
Pada zona inti Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, akan dibangun wahana seni- budaya terdiri dari 15 Fasilitas Pentas Seni, untuk seni tradisi dan seni modern, serta akan dibangun 12 Museum Tematik, yang berkarakter kearifan lokal Bali. Fasilitas seni ini tentu akan menjadi ruang pemanggungan dan apresiasi karya cipta seni berkelas dunia. Menyongsong berdirinya Kawasan Pusat Kebudayaan Bali ini, Saya mengajak seluruh civitas akademika ISI Denpasar, sejak dini untuk menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam praktek kekaryaan yang lebih kreatif, inovatif, dan berkualitas dengan pencapaian-pencapaian baru. Saya meyakini ISI Denpasar selalu siap dan mampu mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam bidang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Wayan Koster berharap supaya civitas akademika dan lulusan ISI Denpasar agar terjun mendedikasikan diri di tengah-tengah masyarakat, utamanya di Desa Adat, dan komunitas seni di seluruh Bali. “Hal ini bertujuan untuk menggerakkan kemajuan seni, tradisi, dan kearifan lokal Bali yang menjadi unteng kekuatan Bali,” jelas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini seraya menandatangani Prasasti Peresmian Interior Auditorium Citta Kelangen Lantai III Institut Seni Indonesia Denpasar.
Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana menyampaikan terimakasih kepada Bapak Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M.,IPU yang telah hadir bersama Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara Wisuda Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar XXIX serta Pembukaan Festival Nasional Bali Sangga Dwipantara III, sekaligus Peresmian Interior Auditorium Citta Kelangen di Lantai III ISI Denpasar. “Ada sebanyak 394 wisudawan ISI Denpasar yang diwisuda hari ini dan mereka merupakan lulusan program pembelajaran Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) semester gasal 2022/2023. Atas hal ini, Saya bangga dengan pencapaian para wisudawan yang diwisuda dalam kesempatan tersebut, dan dengan bangga kami melepas wisudawan generasi gemilang Indonesia,” pungkasnya. (gs/bi)
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma. (Foto: ist)
Badung, baliilu.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Badung mencatatkan penurunan signifikan dari 2,72% menjadi 1,57% pada 2026. Capaian ini didorong oleh pemulihan ekonomi lokal serta optimalnya penyerapan tenaga kerja di dalam maupun luar negeri.
”Data makroekonomi terbaru menunjukkan TPT kita turun drastis ke angka 1,57 persen karena aktivitas ekonomi daerah sudah pulih sepenuhnya. Penurunan ini menempatkan Badung sebagai salah satu wilayah dengan tingkat pengangguran terendah,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, Rabu (21/10/2026).
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Disperinaker Badung mencatat sebanyak 726 tenaga kerja telah berhasil disalurkan. Sektor luar negeri menjadi penyerap terbanyak dengan mendominasi sebagian besar total penempatan.
”Sepanjang delapan bulan pertama tahun ini, kami sudah menyalurkan total 726 pekerja yang terdiri atas 508 laki-laki dan 218 perempuan. Dari jumlah itu, penempatan luar negeri paling mendominasi yaitu mencapai 601 orang, sementara penempatan dalam negeri sebanyak 125 orang,” ujar Ngurah Rai.
Jika dirinci berdasarkan jenis kelamin, calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang terdaftar mencapai 276 orang, terdiri dari 179 laki-laki dan 97 perempuan. Puncak penempatan tenaga kerja secara keseluruhan terjadi pada April 2026 dengan total 210 orang.
”Untuk pendaftaran calon pekerja migran tercatat ada 276 orang, di mana 179 orang laki-laki dan 97 orang perempuan. Tren penyaluran tenaga kerja paling tinggi terjadi di bulan April lalu yang mencapai 210 orang dalam satu bulan,” ucapnya.
Sektor pariwisata seperti perhotelan, restoran, dan katering masih menjadi penyerap tenaga kerja utama di wilayah Badung. Tiga sektor pendukung lainnya yakni perdagangan, jasa, serta industri kreatif dan pengolahan pangan.
”Pariwisata di kawasan Badung selatan memang masih jadi penggerak utama dalam membuka lapangan kerja. Selain pariwisata, sektor perdagangan, jasa transportasi dan hiburan, serta industri kreatif pangan juga menyerap banyak tenaga kerja,” kata mantan Kadis Perhubungan Badung itu.
Guna mempercepat proses penyaluran tenaga kerja, Disperinaker Badung rutin menggelar bursa kerja terpadu. Pemerintah daerah juga memanfaatkan momentum Hari Buruh untuk memperkuat sinergi antara serikat pekerja dan asosiasi pengusaha.
”Kami rutin menggelar job fair untuk mempertemukan lulusan sekolah atau kampus lokal langsung dengan pihak manajemen perusahaan. Momentum May Day juga kami manfaatkan untuk menjaga iklim kerja tetap kondusif antara serikat buruh dan pengusaha,” tuturnya.
Di samping itu, Disperinaker menggelar pelatihan kerja intensif seperti mekanik sepeda motor konvensional dan listrik selama 40 hingga 42 hari menggunakan dana APBD. Pelatihan tersebut juga mencakup manajemen wirausaha makanan untuk meningkatkan daya saing warga lokal.
”Pelatihan mekanik motor konvensional dan listrik kami gelar selama 40 sampai 42 hari menggunakan dana APBD Badung. Kami juga berikan pelatihan manajemen wirausaha kuliner agar tenaga kerja lokal punya kompetensi tinggi,” beber dia.
Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 80 persen alumni pelatihan tersebut berhasil diterima bekerja di industri atau membuka usaha mandiri. Keberhasilan ini didukung oleh sertifikasi kompetensi yang menguatkan daya saing para peserta.
”Evaluasi kami mencatat sekitar 80 persen lulusan pelatihan langsung diserap industri atau berhasil membuka usaha sendiri. Sertifikat kompetensi yang mereka pegang menjadi modal penting untuk bersaing,” jelasnya.
Dari sisi regulasi, Pemkab Badung mengikat komitmen pelaku usaha melalui perjanjian kerja sama penyerapan tenaga kerja ber-KTP Badung minimal 70 persen. Program magang industri juga diterapkan agar peserta dapat langsung diangkat menjadi karyawan tetap.
”Kami buat kesepakatan dengan swasta agar hotel dan restoran baru di Kuta, Nusa Dua, hingga Canggu wajib menyerap minimal 70 persen pekerja lokal Badung. Kami juga jalankan program magang industri yang langsung terhubung ke rekrutmen pegawai tetap,” terang Ngurah Rai.
Sebagai langkah jangka panjang, Disperinaker fokus menyesuaikan kurikulum pelatihan ke arah keahlian digital dan ekonomi hijau. Pemerintah daerah juga menaikkan target cakupan perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan hingga 59,80 persen untuk pekerja rentan.
”Ke depan kurikulum pelatihan kami arahkan ke teknologi kendaraan listrik dan manajemen pariwisata berkelanjutan. Perlindungan jaminan sosial pekerja rentan lewat APBD juga kami naikkan targetnya sampai 59,80 persen,” terangnya.
Strategi penutup diwujudkan melalui pemberian stimulus modal kerja dan pendampingan bisnis bagi lulusan pelatihan. Program ini bertujuan mengubah peran masyarakat lokal dari pencari kerja menjadi penyedia lapangan kerja baru.
”Lulusan pelatihan yang mau berwirausaha kami berikan bantuan modal kerja dan pendampingan bisnis. Tujuannya agar warga Badung tidak cuma mencari kerja, tapi juga bisa membuka lapangan kerja baru,” pungkas Ngurah Rai. (gs/bi)
Banner Festival TRING Pegadaian. (Foto: Hms Pegadaian)
Denpasar, baliilu.com – PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar menghadirkan Festival Tring! by Pegadaian sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun aplikasi Tring by Pegadaian. Kegiatan yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Trans Studio Mall Bali ini menghadirkan beragam hiburan, aktivitas interaktif, edukasi, hingga berbagai kegiatan menarik bagi masyarakat.
Festival Tring akan semakin semarak dengan kehadiran sejumlah musisi dan talenta yang siap menghibur pengunjung. Bagus Wirata, Anggis Devaki, Meiska, Nanoe Biroe, KIS Band, dan Jegeg Bulan akan turut meramaikan rangkaian acara melalui penampilan spesial selama Festival Tring berlangsung.
Tidak hanya menghadirkan hiburan musik, Festival Tring juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik yang dapat diikuti oleh masyarakat. Sejumlah kegiatan tersebut di antaranya Tring! Charm Walk, Tring! Sing & Shine, Tring! Colour Fun, Tring! Little Star, dan Tring! Little Runway.
Pengunjung juga dapat menikmati berbagai kegiatan lainnya, seperti Bazar Lelang Emas, Cuci Emas Gratis, Music & Dance Performance, Talkshow Investasi Cerdas, Tring Corner, serta berbagai lomba dan games menarik.
Beragam rangkaian kegiatan tersebut dikemas untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan lebih dekat berbagai kemudahan layanan Pegadaian melalui aplikasi Tring. Kehadiran Tring Corner dan Talkshow Investasi Cerdas juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan wawasan mengenai layanan serta pilihan investasi di Pegadaian.
Festival Tring sekaligus menjadi momentum bagi Pegadaian untuk merayakan perjalanan Tring bersama masyarakat. Melalui aplikasi Tring by Pegadaian, berbagai layanan Pegadaian hadir dalam satu platform yang semakin mudah, praktis, aman, dan nyaman untuk diakses.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa Festival Tring menjadi salah satu bentuk apresiasi Pegadaian dalam merayakan ulang tahun Tring bersama masyarakat.
“Festival Tring kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan ulang tahun Tring bersama masyarakat. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi dan pengalaman mengenai berbagai kemudahan layanan Pegadaian melalui Tring,” ujar Bapak Edy Purwanto.
Pegadaian mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan Festival Tring! by Pegadaian di Trans Studio Mall Bali pada 21–25 Oktober 2026 dan menikmati berbagai keseruan yang telah disiapkan.
Mari rayakan ulang tahun Tring by Pegadaian dan rasakan berbagai keseruannya bersama! (eka/bi)
PAMERAN: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). Pameran yang dibuka oleh Kepala Disbudpar Buleleng, Nyoman Wisandika, ini berlangsung pada 20–26 Oktober 2026 sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan pengetahuan leluhur Bali kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Nyoman Wisandika menyampaikan bahwa kawisesan merupakan bagian dari kekayaan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini berkaitan dengan tradisi sastra, lontar, pengobatan tradisional, hingga aspek spiritual yang perlu dipahami secara bijak dan tidak selalu dipandang dari sisi negatif.
“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal, mempelajari, serta memahami warisan leluhur yang kita miliki dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, museum memiliki peran penting dalam mempublikasikan koleksi melalui pendekatan edutainment, yaitu memadukan edukasi dan hiburan agar menjadi sarana pembelajaran budaya yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda.
Sementara itu, Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan pengetahuan kawisesan yang tersurat dalam koleksi lontar Gedong Kirtya, di antaranya Lontar Pengiwa, Pengujanan, Penerangan, Pematuh Agung, Ukuring Keris, Pakakas, dan Piwelas.
Menurutnya, pameran ini merupakan bagian dari upaya penguatan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Melalui penyajian informasi yang menarik, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kawisesan sebagai bagian dari kearifan lokal dan warisan intelektual masyarakat Bali.
Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dengan jam kunjungan pagi pukul 08.00–13.00 Wita dan malam pukul 17.00–22.00 Wita. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. (gs/bi)