Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster: Di Jaman Digitalisasi, Orangtua tak Boleh Gagap Teknologi

BALIILU Tayang

:

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dalam Dialog Lintas Denpasar Siang, di Pro 1 RRI Denpasar, Senin (9/5). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Kecerdasan generasi dalam mengembangkan karakter dan kepribadian diri tidak akan pernah terlepas dari cara bagaimana memilih dan memilah informasi yang tepat untuk dicerna oleh kepala, selain menjadi tugas penting yang disandang oleh orangtua di rumah. Jaman yang berkembang begitu cepat dan pesat seperti saat ini yang unggul dengan informasi teknologinya, mudah diakses oleh siapa saja dan dari manapun berada, semua usia sudah mengenal kecepatan informasi menyebar melalui kecanggihan teknologi saat ini.

Situasi ini tentu saja memberikan tantangan bagi orangtua untuk mempelajari cara mendidik anak di rumah agar tidak terjadi jurang pemisah yang nantinya seiring waktu berjalan membutuhkan jembatan penyambung antara orangtua dan anak. Sehingga pola asuh orangtua terutama seorang ibu menjadi peran yang harus diperhatikan.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat mengisi Dialog Lintas Denpasar Siang, di Pro 1 RRI Denpasar, Senin (9/5).

Pihaknya menambahkan, Tim Penggerak PKK sebagai mesin penggerak diharapkan mampu menggerakkan kader PKK dan anggotanya untuk mengambil peluang usaha yang berpotensi dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Di jaman digitalisasi ini, orangtua tidak boleh gagap teknologi agar anak-anak tidak terjerumus tanpa pantauan.

“Jangan biarkan anak-anak kita terpapar radiasi sejak dini. Karena cerdas itu memang penting namun jangan sampai kita membuat anak-anak mengalami gangguan mental akibat informasi palsu (fake) yang bertebaran di media sosial,” imbuh Ny. Putri Koster.

Selain itu, penting bagi kita semua untuk melakukan pendekatan dengan putra-putri kita melalui pengalaman yang pernah kita rasakan. “Menegur jangan sampai menggurui karena anak-anak di jaman ‘alpha’ memiliki kecerdasan, daya kritis dan hidup dalam tingkatan ekonomi yang berbeda jauh dengan kita orangtuanya,” imbuh Ny. Putri Koster yang dikenal aktif mendampingi kader PKK untuk berkreativitas.

Baca Juga  Ketua Dekranasda Provinsi Bali Buka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 2 Tahun 2022

Dengan mengangkat tema “Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI)”, Ny. Putri Koster yang didampingi oleh I Made Artana selaku Ketua STMIK Primakara yang juga didaulat sebagai narasumber mengatakan peran seorang ibu sekalipun menyandang sebagai wanita karier tidak boleh melepaskan fungsi dan peran domestiknya sebagai garda terdepan sekaligus benteng di dalam rumah tangganya. “Kita mengenal sosok wanita terlebih seorang ibu yang memiliki tugas, peran dan tanggung jawab ganda. Selain mengurus keperluan anak-anak dan suami dari A-Z, seorang ibu juga memiliki tanggung jawab menanamkan pendidikan moral kepada anak-anaknya sejak dini, agar tumbuh menjadi anak-anak bangsa yang memiliki tata krama, sopan santun dan attitude yang berestetika dan beretika,” ungkap Ny. Putri Koster.

Ny. Putri Koster foto bersama usai dialog. (Foto: Ist)

Sementara itu, Ketua STMIK I Made Artana menyampaikan, secara basic orangtua dan anak-anak di jaman “alpha” memiliki perbedaan yang begitu sangat jauh. Apabila orangtua jaman dahulu hidup dan tumbuh dengan perekonomian yang masih rata-rata menengah ke bawah, sedangkan anak-anak jaman alpha ini terlahir dalam kondisi perekonomian yang orangtuanya sudah mulai mapan dan perkembangan informasi teknologi yang begitu pesat. Hal ini menyebabkan orangtua harus melek teknologi dan memiliki cara pendekatan kepada anak yang berbeda pula.

Mereka yang rentan banyak menyaring informasi lebih banyak dari dunia maya, berpotensi akan memiliki daya nalar dan daya pikir yang kritis, sehingga orangtua mau tidak mau wajib memperkaya informasi.

Orangtua menjadi contoh bagi anak-anaknya, sehingga setiap komitmen yang dibuat harus dibarengi dengan konsistensi. “Pendekatan dengan anak-anak yang kita lakukan di jaman digital ini bisa diupayakan dengan dilakukannya pembatasan waktu penggunaan gadget, bukan hanya berlaku bagi anak-anak namun juga berlaku bagi orangtua sebagai contohnya. Selain itu, perlu juga dilakukan pendampingan saat anak-anak sedang menggunakan gadget, karena penyebarluasan informasi di media sosial tidak sepenuhnya mampu mendidik dan membangun karakter anak dengan baik apalagi usianya yang juga belum sepenuhnya sesuai,” jelas Made Artana.

Baca Juga  Bali Membutuhkan Generasi Sehat dan Cerdas

Informasi yang ada di media sosial juga tidak sepenuhnya menghibur, namun bisa saja akan memberikan tekanan terhadap karakter seseorang, dimana penyebaran informasi yang salah dan palsu mendominasi untuk menyakiti mental seseorang. Di samping itu dapat juga menimbulkan Fear Of Missing Out (FOMO) dimana akan muncul rasa takut yang berlebihan dan merasa tertinggal karena tidak mengikuti aktivitas tertentu, yakni sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru seperti berita, tren dan hal lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gelar Fashion Roadshow di Buleleng, Dekranasda Bali Dorong Pembinaan Desainer dan UMKM Lokal

Published

on

By

Dekranasda Bali Fashion Roadshow bertema Wastra Hitakara di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, dihadiri Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster dan Wabup Buleleng Gede Supriatna
WASTRA HITAKARA: Dekranasda Bali Fashion Roadshow dengan tema "Wastra Hitakara" yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja Bali, Kamis (8/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali terus berkomitmen memajukan ekosistem kriya dan busana daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Nyonya Putri Suastini Koster, saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara Dekranasda Bali Fashion Roadshow dengan tema “Wastra Hitakara” yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja Bali, Kamis (8/10).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng beserta jajaran pengurus, pimpinan OPD Provinsi Bali, serta para tamu undangan.  Dalam sambutannya, Nyonya Putri Suastini Koster menyampaikan bahwa Dekranasda Provinsi Bali terus konsisten menghadirkan ruang ekspresi bagi pelaku seni mode di Bali melalui tiga pilar kegiatan fashion, yakni Bali Fashion Day, Bali Fashion Week, serta Bali Fashion Roadshow to Kabupaten/Kota.

“Melalui ajang roadshow ini, kami berharap Dekranasda Kabupaten/Kota dapat membina para desainer, UMKM, hingga model di daerahnya masing-masing. Jika pembinaan di tingkat kabupaten berjalan optimal, Dekranasda Provinsi akan lebih mudah merangkul dan membawa mereka ke panggung yang lebih luas,” ujar Putri Suastini Koster.

Ia menekankan pentingnya peran desainer sebagai penggerak ekosistem. Menurutnya, seorang desainer sejati tidak sekadar meniru karya orang lain, melainkan menguasai teknik dasar pembuatan pola dan mampu mengaplikasikan perpaduan kain tenun tradisional Bali dengan bahan lainnya. Ekosistem ini dinilai mampu menggerakkan rantai ekonomi tempatan, mulai dari para penenun kain tradisional, penjahit, koreografer, komposer musik, hingga para model berbakat asal Bali.

Lebih jauh, Dekranasda Bali memaparkan rekam jejak kiprah desainer Bali yang telah menembus panggung internasional, seperti ajang peragaan busana di Paris bersama manajemen Christian Dior pada tahun 2022 serta partisipasi dalam peringatan hubungan diplomatik di Jepang pada tahun 2023. Untuk agenda mendatang, Dekranasda Bali merencanakan partisipasi pada ajang pameran busana di Korea, Cina, serta kawasan Eropa.

Baca Juga  Sosialisasi di Karangasem, Putri Koster: Mari Tinggalkan Cara Lama Atasi Sampah

Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Nyonya Ida Ayu Wardhany Sutjidra, mengapresiasi tinggi dukungan Ketua Dekranasda Provinsi Bali yang terus mendorong para pelaku industri kreatif dan pengrajin di berbagai daerah untuk lebih memahami nilai ekonomis dan budaya dari karya mereka. “Bali Fashion Roadshow ini merupakan momentum strategis dalam mempromosikan serta mengoptimalkan potensi kerajinan lokal, khususnya kain endek.

Ida Ayu Wardhany Sutjidra menegaskan bahwa kain endek bukan sekadar busana pelengkap penampilan, melainkan warisan budaya yang kaya akan nilai filosofis. “Kerajinan endek bukan hanya merupakan kain yang berbalut pada tubuh kita, tetapi kerajinan endek ini merupakan suatu warisan budaya yang mempunyai makna yang sangat besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak Dekranasda Buleleng berkomitmen untuk terus membina para pengrajin UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk hingga naik kelas dan berdaya saing luas.

Gelaran acara kemudian dilanjutkan dengan peragaan busana yang menampilkan karya dari enam desainer asal Denpasar dan Buleleng.  Kehadiran enam desainer menjadi ruang bagi talenta kreatif untuk mengeksplorasi kain tenun dan kekayaan wastra Bali menjadi busana yang memiliki daya tarik pasar. Panggung fesyen tersebut sekaligus memperlihatkan peluang kolaborasi antara perajin kain, desainer, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polsek Gianyar Bersama Tim Identifikasi Lakukan Olah TKP Kebakaran RM ACK di Desa Lebih

Published

on

By

Polisi Olah TKP Kebakaran Rumah Makan di Lebih
OLAH TKP: Polsek Gianyar bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kebakaran bangunan rumah makan RM ACK di Jalan Raya Lebih, Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kecamatan dan Kabupaten Gianyar, Kamis (8/10/2026). (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Polsek Gianyar bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kebakaran bangunan rumah makan RM ACK di Jalan Raya Lebih, Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kecamatan dan Kabupaten Gianyar, Kamis (8/10/2026).

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 08.28 WITA. Berdasarkan keterangan awal saksi, kejadian bermula saat karyawan RM ACK, Putu AY sedang membuka toko dan  memasak nasi,  diduga terjadi kebocoran gas LPG  yang menyebabkan api menyambar dan memicu kebakaran.

Melihat api semakin membesar, saksi segera keluar untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar. Api kemudian merembet ke sejumlah tabung gas lainnya yang berada di dalam bangunan. Pemilik bangunan selanjutnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar. Sekitar pukul 08.35 WITA, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman.

Personel piket fungsi Polsek Gianyar yang dipimpin Pawas Ps. Kanit Reskrim IPTU Gde Densa Prana, S.H., M.H., bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar, melakukan penanganan di lokasi, pengamanan TKP, pemasangan garis polisi, serta pemeriksaan awal untuk mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.20 WITA, kemudian dilanjutkan dengan proses pemeriksaan dan pendinginan guna memastikan situasi aman dan terkendali.

Akibat kejadian tersebut, bangunan RM ACK berukuran sekitar 4 x 10 meter mengalami kerusakan akibat kebakaran. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada kebocoran gas LPG, sementara korban dan para saksi masih akan dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik Polsek Gianyar.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Tegaskan Prasarana Kuliner di PKB 2025 Bebas Plastik

Polres Gianyar mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan keamanan kompor, regulator, dan selang gas sebelum digunakan. Apabila tercium bau gas, hindari menyalakan api maupun mengoperasikan sakelar listrik dan segera lakukan langkah pengamanan dengan mengutamakan keselamatan diri serta orang di sekitar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Terima Monitoring KPK, Perkuat Komitmen Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Tabanan

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima audiensi Tim KPK dalam monitoring pencegahan korupsi di Ruang Rapat Bupati Tabanan
TERIMA AUDIENSI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima audiensi Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka monitoring tindak lanjut terhadap SPI, MCSP, SPBE, ITKP, serta Indeks Merit, yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tabanan, Kamis (8/10). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas terus diperkuat. Hal tersebut ditunjukkan melalui penerimaan audiensi Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka monitoring tindak lanjut terhadap SPI, MCSP, SPBE, ITKP, serta Indeks Merit, yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tabanan, Kamis (8/10).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta para Asisten Setda, Inspektur Kabupaten Tabanan dan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Bupati bersama jajaran menyambut baik kehadiran Tim KPK yang melaksanakan monitoring sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan korupsi secara terintegrasi di tingkat daerah.

Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa Pemkab Tabanan senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan profesional. Menurutnya, sinergi antarperangkat daerah menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, termasuk dalam berbagai indikator penilaian yang saling berkaitan.

“Kami di Tabanan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami mohon arahan dan bimbingan dari KPK agar langkah pencegahan korupsi dan penguatan tata kelola pemerintahan dapat terus ditingkatkan,” ujar Bupati Sanjaya.

Sementara itu, Tim KPK menjelaskan bahwa kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional yang ditugaskan oleh Bappenas dalam melakukan kajian terkait pencegahan korupsi secara terintegrasi. Melalui kegiatan ini, KPK ingin memperoleh masukan serta informasi mengenai pelaksanaan program pencegahan korupsi yang telah berjalan di daerah, baik yang bersumber dari kebijakan pemerintah pusat maupun inovasi yang dikembangkan secara mandiri oleh pemerintah daerah.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan, tercermin dari berbagai capaian yang diraih dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan pencegahan korupsi. Di bawah kepemimpinan Bupati Sanjaya, Tabanan tercatat berhasil masuk Tiga Besar Monitoring Center for Prevention (MCP) di Provinsi Bali pada 2020, serta kembali menorehkan capaian dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi melalui pelaksanaan Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2024.

Baca Juga  Wayan Koster dan Ny. Putri Koster Ucapkan Rahajeng Rahina Tumpek Krulut

Konsistensi tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Pemkab Tabanan dan KPK dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Bentuk kepercayaan dan kolaborasi tersebut juga tercermin melalui penyerahan hibah berupa tanah seluas 2.000 meter persegi yang berlokasi di Desa Marga, melalui serah terima Barang Milik Negara (BMN) eks barang rampasan negara dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan pada Selasa (6/10) lalu.

Berbagai capaian dan sinergi tersebut menjadi penguat komitmen Pemkab Tabanan untuk terus membangun pemerintahan yang berintegritas, memperkuat pencegahan korupsi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif dan terpercaya bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca